Afraid To Fall In Love

Afraid To Fall In Love
Air mata yang sebenarnya



Ara kini telah sampai di rumah, sang bunda pun terkejut karena melihat ara yang berlari ke kamarnya, sambil menutupi wajahnya.


" ara, kamu kenapa nak?", teriak sang bunda khawatir


ara yang sudah memasuki kamarnya segera mengunci pintu kamarnya, dan menangis sejadi-Jadinya.


" apa salah ku sebenarnya?! , aku cuman berusaha menghindar dari perasaan ini!, tapi kenapa ini semua malah buat aku tambah sakit?!?", gerutu ara pada dirinya sendiri


" maafin aku semuanya, aku ngelakuin ini supaya kalian gak merasa sedih saat aku pergi nanti, setidaknya dengan membuat kalian membenci aku, aku gak bakal merasa bersalah karena ninggalin kalian!", lirih ara sambil menangis sesenggukan


ya, ini semua memang rencana ara, meskipun kejadian yang di timpa chelsea terjadi dengan tidak di sengaja, tapi untuk menutupi masalah ini, ara berbohong kepada semua temannya tentang fakta yang terjadi.


sesuai dengan permintaan alvin, ara harus pergi menjauh dari pandangannya, dan otomatis ara juga harus meninggalkan teman-temannya, dan ara tidak mau membuat mereka bersedih atas kepergian ara, jadi ara memanipulasi keadaan ini agar teman nya bisa membencinya.


sebegitu besarkah cintanya terhadap alvin?, sampai ia merelakan kebahagiaannya sendiri demi kemauan alvin, sedangkan apa yang di lakukan alvin terhadapnya?


sang bunda yang mendengar tangisan ara pun bertekad mengetuk pintu kamar ara.


tok tok tok..


" nak, boleh bunda masuk?",tanya bundanya dengan sangat lembut


tak lama kemudian ara pun membukakan pintunya untuk sang bunda dan membiarkan bundanya masuk.


" bun, beasiswa ara di cabut bun...", lirih ara berkata


" gak papa nak.., meskipun bunda gak tau masalahmu secara pasti, bunda percaya kok, kalau ara anak yang baik..", tutur sang bunda


" maafin ara bunda, ara udah ngecewain bunda sama ayah..", lirih ara sambil menangis


" gak nak.., justru kamu selalu membanggakan ayah dan bunda dengan prestasi kamu!", seru sang bunda menenangkan anaknya


" tapi gimana kuliah ara bun?, ara gak mau kuliah disana lagi, ara mau pindah bun!", pinta ara


" kamu mau pindah kemana pun bunda turutin nak..", tutur sang bunda


" bun, ara mau pindah ke rumah nenek dan lanjutin kuliah ara disana!", ujar ara


" kamu mau tinggal disana?, kalau itu emang keputusan kamu bunda izinin kok, yang penting kamu bisa bahagia nak!", seru sang bunda


" makasih ya bun, setelah ara selesai mengurus semua keperluan ara disini, ara mau pindah bun, dan kalau suatu saat ada sesiapapun yang nyari ara, ara mohon bun jangan kasih tau mereka dimana ara tinggal!", lirih ara


" apa kamu punya kenangan buruk di kampus kamu nak?, tapi yang bunda tahu semua temanmu baik dan sayang sama kamu!",tanya sang bunda


" gak bun, ara mohon bun, ara hanya mau menjauh dari seseorang!", lirih ara


" ya sudah, kalau itu keputusan mu, bunda akan turuti, yang penting kamu harus lanjutin kuliah kamu!", Seru sang bunda


setelah itu sang bunda segera keluar dari kamar ara untuk membiarkan anaknya menenangkan fikiran nya.


" bunda tahu nak, siapa yang ingin kamu hindari!, kalian itu sudah dewasa tapi masih berfikir seperti anak kecil, bunda yakin alvin juga memiliki perasaan yang sama denganmu, mungkin waktu yang akan menyadarkan kalian nantinya!", lirih sang bunda berkata dalam hati.


...----------------...


kini ara kembali ke kampusnya untuk mengurus beberapa data sebelum perpindahannya, saat ara baru saja keluar dari ruang dosen ara dihadang kembali oleh seseorang yang tak lain adalah alvin.


" oh..., abis berencana membunuh orang, loe mau kabur gitu aja??!!",ujar alvin dengan sinis nya


" gue gak ngebunuh dia, minggir!!", ketus ara berkata dan berusaha menghindar dari alvin, namun alvin tak membiarkan ara pergi dan masih terus menghalangi jalan ara.


" mau loe tuh apa sih??!!", teriak ara geram


" gue mau sekarang loe dateng ke rumah sakit, dan minta maaf sama chelsea!!", tegas alvin


" what?, minta maaf sama cewek pencitraan kayak dia?, idih, ogah gue mita maaf sama cewek murahan kayak dia!!", ujar ara mengejek


" plakk..!"


ara benar-benar terkejut,baru saja alvin menamparnya?, alvin menamparnya hanya karena wanita yang berniat ingin membunuhnya?, ya, mungkin alvin tidak tahu, sebenarnya chelsea yang berniat membunuh ara dan bukan dirinya.


apa sebegitu bencinya kah alvin terhadap dirinya?, sampai ia tega menampar ara hanya demi seorang wanita.


hancur!, ara sudah tidak tahu harus apalagi, ia berusaha sekuat mungkin menahan tangisan nya , ia masih reflek memegang pipinya yang di tampar oleh alvin, hingga suara seseorang mengejutkan mereka berdua.


" ara!, loe gapapa kan?!!", ujar pria itu


" rey?!", lirih ara yang masih memegang pipinya yang terasa perih


" gila ya loe?!, loe nampar ara cuman karena wanita iblis itu?!", bentak rey kepada Alvin


" jaga mulut loe?, chelsea itu setia sama gue!!, bukan penghianat kayak dia!, dan gak usah loe


ikut campur urusan gue!!", bentak alvin balik


" selama urusan loe bersangkutan dengan ara, gue akan ikut campur!!", tegas rey


" rey!, gak usah loe sok jadi pahlawan gue!, gue gak butuh siapapun disini!, gue gak butuh teman!, selama ini, gue sengaja hadir di antara kalian untuk menghancurkan pertemanan kalian!, dan sekarang gue akan pergi, karena gue udah berhasil buat kalian bertengkar!, dan setelah ini, jangan pernah loe cari gue lagi!!", tegas ara dengan sinis nya, lalu berlalu meninggalkan mereka berdua


rey terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar, sedangkan alvin mengepalkan tangannya geram setelah mendengar penjelasan dari ara saat itu.


'" jadi ini tujuan loe sebenarnya?!!", geram alvin berkata di dalam hatinya