Zehntara

Zehntara
Chap 9 ( Geng Reveal )



~Jangan lupa saling menghargai😉


🌹🌹🌹🌹


Fariz menghembuskan napas perlahan. Dia mencoba memahami ucapan Tara direstoran tadi sebelum menjawab pertanyaan Zehn.


"Apa Tara tidak bilang padamu Zehn?."


"Tidak om."


"Om nggak berhak bicara sebelum Tara sendiri yang menjelaskannya."


"Kamu nggak perlu cemas nak. Nanti Tara pasti bilang kok," sahut Ratih diangguki Zehn.Fariz menggendong Tara dengan hati hati agar tidak membangunkannya.


"Kapan kamu masuk sekolah Zehn?," tanya Ratih sebelum keluar mengikuti Fariz.


"Besok Zehn masuk tan. Walau masih pakai tongkat."


"Hati hati kalau begitu. Oh ya besok sepulang sekolah mampir dulu ya kerumah tante!."


"Nggak boleh nolak!!," lanjut Ratih.


"Baik tan!."


Setelah kepergian kedua orang tua Tara, Zehn masih saja terganggu oleh pertanyaan siapa yang menampar Tara. Dia rasa hatinya juga sakit saat membayangkan gadis polos seperti Tara ditampar, dan apa alasannya??.


Ponsel Zehn berdering atas nama Jigar. Alisnya mengernyit saat mengetahui siapa yang menelponnya. Yah Jigar, seorang sahabat sekaligus informan terpercaya Zehn yang masih menjadi anggota geng Heroz.


"Halo bro!!!."


"Kenapa?."


"Gue nggak tahu ini penting nggak buat lo. Tapi gue rasa situasi Heroz sekarang lagi panas," ujar Jigar.


"Ada apa lagi??."


"Heroz mau perang!!!."


Zehn sedikit terkejut. Dia tahu Ziro tidak sekriminal itu untuk melakukan penyerangan. Paling parah Heroz hanya melakukan tawuran kecil kecilan antara geng motor. Tapi jika sudah keluar kata perang, itu artinya semua geng Heroz wajib ikut serta.


Pernah satu kali terjadi perang saat Zehn masih anggota geng Heroz. Dan masalah itu menyangkut masalah pribadi Ziro.


"Lo serius?? Kapan kenapa??," serbu Zehn.


"Besok sama geng Reveal. Gue nggak tahu kenapa, tapi dari wajah Ziro tadi dia benar benar murka sama seperti dulu pacarnya hampir dilecehkan."


"Geng Reveal??. Kok gue baru dengar ya!?."


"Gue sih pernah dengar geng itu dan kayaknya nggak seliar geng yang kita kenal deh."


"Oke thanks info nya. Nanti gue cari tahu lagi tentang geng Reveal."


"Tunggu Zehn!. Gue dengar dengar tadi ada yang bilang nama leader geng Reveal itu Dir..Dir...yah Dirgo!!."


"Seumuran atau masih SMA?."


"Pokoknya bukan anak SMA."


"Oke thanks."


Tut


"Masalah apa kali ini??. Reveal!?," gumam Zehn.


🌹🌹🌹🌹


Tara berdiri didepan kelas Zehn membawa sekotak bekal yang sudah disiapkan Ratih tadi pagi khusus untuk Zehn. Kelas sudah mulai ramai dengan para murid, sedangkan Tara masih tidak bosan menunggu kakak seniornya datang.


Dari jauh Tara melihat Zehn berjalan dengan tongkat. Disebalahnya ada dua cowok dan satu cewek yang dikenali Tara.


'Ngapain sih dia sama kak Zehn'


"Hai kak!!!."


"Lo ngapain disini?," sahut Sonya.


"Kalian masuk aja dulu!!!," Sonya merengut, mau tak mau dia ikut masuk.


"Tara cuma mau kasih ini kak dari bunda!," ujar Tara menyerahkan kotak bekal.


"Dari bunda??___oh ya nanti gue disuruh mampir du..."


"Iya kak nanti pulang sama Tara aja. Kak Zehn nggak mungkin berangkat naik motor kan??, tenang kak nanti dijemput mang Tirto," potong Tara dengan antusias dan rona bahagia diwajahnya.


Zehn terkekeh. Anak bunda Ratih ini bisa bisanya menjadi mood boster nya dipagi hari.


"Iya. Emm sudah nggak sakit kan pipinya??."


"Berkat kak Zehn pipi Tara langsung sembuh. Nih lihat nggak ada bekasnya kan??," ujar Tara mendekatkan pipinya. Wangi lavender dari tubuh Tara masuk ke indra penciuman Zehn.


'Gue rasa gue mau gila beneran gara gara nih anak'


"Aahh..i..iya," gagap Zehn melangkah mundur agar ada jarak antara dia dan Tara.


TTRRIINGGG


"Ya udah kak jangan lupa dimakan ya byee!!!."


Senyum Zehn tak pudar melihat Tara semakin jauh dari pandangannya. Pagi yang sangat baik untuk Zehn arialdo.


Jam ketiga hari ini waktunya kelas Tara olahraga. Pelajaran yang paling dinanti semua murid. Dengan semangat Tara dan Anna menuju kelapangan. Sesaat Tara tak melanjutkan  langkahnya, menatap kosong kedepan. Kejadian kemarin malam memutar kembali diotaknya. Anna bingung kenapa Tara tiba tiba berhenti?.


"Tar ayok!!!," tak ada respon dari temannya Anna mengikuti pandangan Tara yang tertuju pada sekumpulan siswa bermain Voli.


Mata Anna berbinar melihat empat cowok terkece Adi Bangsa sedang bermain voli. Pesona keempatnya membuat para kaum hawa berhenti hanya sekedar menikmati ciptaan tuhan.


"OMG Tar ada pangeran gue tuh____ si twins benar benar menggoda!!!," ucap Anna menggoyang lengan Tara. Tersadar akan bunyi peluit pak Hendro membuat Tara dan Anna segera masuk kedalam barisan bersama yang lain.


Ziro menyadari tatapan dari Tara. Dia melihat telapak tangannya, entah apa yang dia rasakan sekarang. Menyesal atau tidakkah dia melakukan ini kepada Tara???.


Tanpa mereka sadari dari atas seorang cowok mengamati tingkah Tara dan Ziro. Pecahan pecahan puzzle sedikit demi sedikit tersusun dikepalanya.


"Apa ini ada hubungannya??."


Jam cepat berlalu, waktu bagi penghuni sekolah melanjutkan aktifitas diluar. Hari ini sahabat Tara juga diundang makan makan bersama. Siapa lagi kalau bukan empat semprul. Mungkin waktu yang tepat untuk mereka tahu siapa Zehnnya Tara.


"Menurut gue sih sama sama cakep."


"Kenapa lo nggak ajak gue sih Chik!?."


"Ya gue nggak tahu kalau waktu itu Zehn siganteng yang dimakhsud Tara."


"Lebih ganteng mana sama gue??," sahut Gery dibalas ekspresi mual dari ketiga cewek semprul.


"Idih awas lo ya pada!!!. Gue bakal dapat yang lebih cantik dari kalian!."


"Yeeyy mana ada sih yang bisa ngalahin kita ya nggak gaess??."


"Benar May!!!," sahut Chika dan Tara.


Didepan mobil terlihat mang Tirto sedang berbicara dengan cowok, siapa lagi kalau bukan Zehn.


"D..dia Zehn??," cengo Maya diangguki Tara.


"Halah masih cakep gue!!!."


Geri mengangkat tangannya saat Tara, Chika, dan Maya hendak memukul kepalanya. Jika sudah seperti ini Geri mundur saja. Daripada badan remuk lawan cewek cewek super magic.


"Ampunn bang jago heheehee!!!!."


Setelang basa basi memperkenalkan sahabat Tara mereka berlima melaju meninggalkan pelataran sekolah. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit, sampailah didepan rumah bernuansa cremy.


Sambutan hangat dari Ratih membawa mereka langsung menuju ruang makan.


"Oh ya bang Dirgo mana?."


'Dirgo?'


"Cieee tumben May cari bang gogo!!,' sahut Chika.


"Biarin emang salah kalau gue tanya hahh?."


"Bang Dirgo siapa?," tanya Zehn menatap Tara disampingnya.


"Oh ya kak sebenarnya Tara itu punya abang. Namanya bang Dirgo."


"Itu lagi dikamar dia Zehn, baru pulang kuliah. Coba kamu panggil abangmu Tar suruh turun!!."


"Siap bun!!!."


Dugaan Zehn belum cukup membuktikan bahwa Dirgo yang dimakhsud Jigar adalah abangnya Tara.


"Heii bro apa kabar kaki lo!!??," sapa Dirgo menarik kursi disebelah Zehn.


"Lumayan bang."


"Santai aja kalau sama gue mah. Yuk lanjutin makannya!!."


Ingin bertanya tapi takut jika salah. Mana mungkin anak om Fariz ketua geng motor, itu yang ada dipikiran Zehn.


'Tapi kalau emang Dirgo yang dimakhsud Jigar bang Dirgo gimana?'


Zehn melihat situasi sebelum berbisik ditelinga Dirgo. Dia tidak bisa diam saja sebelum memastikan.


"Lo kenal Geng Reveal??," bisikan Zehn menghentikan sesuap sendok yang hendak Dirgo makan.


Dirgo kembali meletakkan sendoknya dan membalas pertanyaan  Zehn dengan suara lirih.


"Kenapa lo tanya ke gue?."


"Gue perlu jawaban dari lo!!!."


"Benar lo leader geng Reveal??," lanjut Zehn.


"Iya!!!."


Satu kata menjelajahi pikiran Zehn. Apa yang Dirgo lakukan sampai Ziro mengincar geng Reveal?. Terutama Dirgo.


"Apa lo punya masalah sama Ziro?."


Dirgo mengernyit bingung, pertanyaan Zehn sedari tadi seperti sebuah teka teki.


"Ada apa sebenarnya??. Lo tahu sesuatu Zehn?."


"Kalian ngomongin apaan sih???," ujar Tara mengalihkan perhatian.


"Biasa soal cowok__ cewek nggak perlu tahu, ya nggak bro??," sahut Dirgo menepuk pundak Zehn.


"Bentar ya bund Dirgo mau bicara sebentar sama Zehn."


"Ya sudah jangan lama lama itu makanannya belum habis!!."


"Gue juga cowok lo bang, nggak diajak???," sahut Gery.


"Sejak kapan lo jadi cowok?," jawaban Dirgo disambut gelak tawa semua orang.


Disinilah Dirgo dan Zehn berada, taman kecil kecilan dibelakang rumah Tara.


"Bisa langsung keintinya Zehn??," tegas Dirgo.


"Malam ini geng Heroz bakal nyerang bascamp lo!!!," Dirgo mengusap kasar wajahnya. Benar firasatnya.


"Tenang bang ini belum terlambat."


"Lebih baik bang Dirgo kabarin supaya anggota Reveal nggak ke bascamp dulu atau keluar rumah malam ini. Dan gue bakal bantu cegah Ziro batalin rencannya!!!," lanjut Zehn.


"Gimana caranya lo cegah Ziro?."


'Saniya satu satunya cara'


"Biar jadi urusan Zehn bang!!."


"Sebelumnya kenapa bang Dirgo bisa punya masalah sama Ziro??."


Tara tiba tiba datang dari balik pintu belakang dan menghampiri keduanya. Yah dia dengar separuh pembicaraan mereka, dan ini waktu yang tidak tepat Zehn tahu apa yang terjadi.


"Bang Dirgo dipanggil bunda tuh!!!."


🌹🌹🌹🌹