Zehntara

Zehntara
Chap 34 ( Milik Gue )



"Mau sekarang!?," lanjut Zehn menaik turunkan alisnya.


"Dasar mesum!!!."


"Awhh awwhh sakit Tar... iya iya cuma bercanda kok," Tara menghentikan tinjuan yang dilayangkannya ke seluruh tubuh Zehn. Masih dengan raut memerah dia menatap garang sosok tinggi didepannya ini.


"Aku laporin ke ayah biar tahu rasa!."


"Kok main ancam sih?, kan cuma bercanda sayang," Zehn mengelus rambut Tara namun segera ditepis sang empu.


"Sayang sayang, apa itu sayang hah!?."


"Bisa galak juga ya kamu."


Zehn terkekeh melihat ekspresi Tara yang masih manyun. Dari kejauhan sepasang netra telah mengamati keduanya sedari tadi. Kedua tangan yang ia masukkan kedalam saku ditambah kacamata hitam bertengger di pangkal hidung membuat auranya semakin cool.


"Makanya jangan macam macam  sama bibit unggul Fariz ginanjar."


"Hhhmmppp.... iya nggak lagi deh, tapi~."


"Tapi apa!?."


"Kalau udah sah boleh kan!?," sahut Zehn mengedipkan satu matanya.


Plak


"Pacaran aja belum udah mikir sampai ke ujung ujung. Usaha dulu baru ngomong!!!."


"Iya Beby Ra, siap laksanakan!."


"Eh tapi,  nggak usah pacaran gimana!?," lanjut Zehn.


"Terus?."


"Langsung nikah aja."


"Iya kalau kamu jodoh aku, kalau nggak?."


"Udah pasti jodohlah!."


"Kok yakin banget!?."


"Ya harus yakin!."


"Kok gitu? Emang Tara pernah bilang suka sama yang namanya Zehn arialdo," sahut Tara tersenyum miring.


"Harus suka dong!," balas Zehn dengan kedua tangan dilipat didepan dada.


"Ihh kok maksa?."


"Ya harus, kalau nggak suka kita nggak mungkin ada disini. Apalagi udah banyak yang baca kisah kita."


Plak


"Aduh Tar kok suka banget sih nggeplak kepala!?," kesal Zehn mengelus kepalanya yang terasa nyut nyutan.


"Kamu yang nggak jelas!!!."


"Di bilangin malah ngeyel , kita itu udah di takdirkan untuk bersama. Zehntara untuk selamanya!!!."


"Terserah kamu aja, aku mau pulang!."


"Oke, kita pulang!," sahut Zehn merangkul pundak Tara, melangkah mendekati motornya.


Zehn merasa aneh saat menaiki kuda besi kesayangannya. Netranya menangkap sesuatu yang menyebabkan keganjalan.


"Yah bannya kempes Tar."


Tara mengamati kedua ban motor Zehn yang sama sama kempes. Wajah mereka berdua seketika berubah masam.


"Kok bisa kempes dua duanya sih?."


"Ckck kalau mau ngambek nggak usah pada janjian dong. Sial," ujar Zehn menendang kedua ban motornya.


"Terus gimana?."


Keduanya menoleh ketika suara deru motor berhenti. Tara tersenyum saat helm full face terbuka menampakkan sosok rupawan Krezy. Sedangkan Zehn membuang muka dengan decihan.


"Kenapa belum pulang?."


"Oh ini-."


"Bukan urusan lo!," sahut cepat Zehn.


"Ish jangan galak galak sama junior," bisik Tara menyenggol lengan Zehn.


"Itu suatu kewajiban Baby Ra."


"Ck kewajiban apa coba? Oh ya jangan panggil aku Baby Ra, geli tahu!."


"Biarin, lagian kenapa kamu bela dia?."


"Siapa yang bela sih!?."


"Ekhhmm..."


Kedua insan itu menoleh menatap Krezy yang sudah muak dengan perdebatan tidak jelas kedua abg itu.


"Jadi ada yang bisa gue bantu?."


"Nggak ada!!!," lagi lagi Zehn menjawab sebelum Tara membuka mulutnya.


"Btw ban motor lo kempes ya?."


"Kalau udah tahu kenapa nanya!?."


Krezy terkekeh yang semakin membuat Zehn menatapnya tajam. Tara hanya diam mencebikkan bibir, bagaimana tidak merasa kesal saat pergelangan tangannya digenggan erat manusia disampingnya.


"Aku nggak bakal kabur kali Zehn, lepasin sakit tahu!."


Zehn berganti merangkul bahu Tara, tak membiarkan tubuhnya terlalu jauh dari gadis yang tinggi badan cuma sampai sebahunya.


"Butuh tumpangan!?," tanya Krezy menatap Tara yang langsung dapat anggukan juga senyum sumringah.


"Nggak ada yang butuh tumpangan, pergi aja sono!!!."


"Zehn, boleh ya aku nebeng sama Krezy? Keburu malem kalau harus cari tukang tambal ban, nanti ayah makin marah sama kamu kalau aku pulangnya kemaleman. Please!?."


"Nggak ada nebeng nebengan ya Tar. Aku bisa pesenin kamu ojol!."


"Ayolah Zehn!," Tara memasang puppy eyes handalannya, menggoyang lengan Zehn agar rencananya disetujui. Padahal dia juga tidak tega meninggalkan Zehn, tapi separuh hatinya ingin merasakan kecemburuan seorang Zehn arialdo. Yah sedikit memberi tes seberapa cinta Zehn kepadanya.


'Nggak apa apalah sedikit buat dia kesel, lagian juga jarang gue lihat Zehn cemburu," batin Tara tertawa puas.


"Please, ayolah!!!."


Zehn menghela napas kasar, kembali menatap sinis Krezy yang masih setia bertengger diatas motor ninja warna hijau.


"Aku pesenin ojol aja ya Tar, hm!?."


"Nggak mau, pengen pulang bareng Krezy aja," Tara melepaskan tangan Zehn dari pundaknya, dan segera dia lari menaiki motor Krezy.


"Tara turun nggak!?."


"Nggak mau, Tara mau pulang bareng Krezy aja!."


Zehn mendekat, melepaskan tasnya kemudian ditaruh ditengah tengah Krezy dan Tara sebagai pembatas.


"Jangan terlalu dekat, nanti kamu ketularan gila!."


"Pegangan Tar, nanti lo jatuh," ujar Krezy menarik tangan Tara hingga memegang jaketnya.


"Shit, jangan sentuh milik gue lo!!!."


Zehn menarik kerah Krezy yang hanya dibalas senyuman.


"Sekali lagi lo sentuh Tara, gue patahin tangan lo!!!."


"Zehn udah!," Tara menarik tangan Zehn agar melepaskan cengkramannya.


'Ternyata posesif banget kalau lagi cemburu hihihi."


"Kenapa senyum senyum?."


"Nggak apa apa," sahut Tara.


"Kali ini gue bolehin lo antar Baby Ra pulang, awas kalau sampai lecet sedikit pun lo yang gue bogem!."


"Lebay banget sih Zehn. Udah ayok Zy!."


Krezy mulai menancap gas meninggalkan Zehn yang masih menyorot tajam.


"Dasar Bayi gede keganjenan. Kurang ganteng apa coba gue?,"gumam Zehn.


🌹🌹🌹🌹


Udara dingin dimalam hari menembus jaket yang dikenakan Zehn. Jarum jam menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit.  Sialnya dia harus kerumah Tara, karena kebodohannya sendiri yang tidak sadar telah menaruh tasnya sebagai pembatas Tara dan Krezy.


Matanya menyipit ketika motor yang baru saja melewatinya tidak asing.


"Sial!," umpatnya segera berbelok arah mengejar motor itu.


Motor Zehn berhenti tak kala motor yang didepannya juga berhenti.


"Bisa nggak?."


"Kok susah ya?."


"Sini gue bantu," Krezy berusaha melepaskan helm Tara tapi tangannya segera ditepis seseorang.


"Udah gue bilang jangan sentuh milik gue, paham nggak sih lo!?."


"Zehn? Kok kamu bisa disini?."


Zehn berganti menatap dalam netra Tara.


"Ngapain kamu sama dia?."


"Cu..cuma mau cari buku buat olimpiade aja kok."


"Kenapa nggak bilang?."


"Emang harus bilang sama kamu?."


"Iya!."


"Emang kamu siapa?."


"Aku.... aku calon pacar kamu!."


"Hhhmmppp...."


Krezy menahan tawanya yang langsung kena tatapan horor dari Zehn. Tara hanya terkekeh melihat wajah Zehn yang sedikit memerah.


"Langsung masuk aja Tar!," ajak Krezy dibalas anggukan Tara.


Zehn menerobos ditengah tengah Krezy dan Tara. Mengambil pergelangan mungil Baby Ra.


Sedari tadi lirikan tajam tak pernah dilepaskan Zehn untuk Krezy.


"Tar, buku latihan lo yang mana?," tanya Krezy menunjukkan kedua buku ditangannya.


"Yang ini!," sahut Zehn mengambil buku ditangan kiri Krezy dan memasukkan kedalam keranjang.


"Buk-."


"Udah lo cari buku Fisika aja, kenapa malah tanya buku biologi. Nggak jelas!."


Tara menghela napas kasar, mencubit perut Zehn membuat sang empu meringis.


"Geli Baby Ra."


Tara kembali mencari buku, dengan Zehn yang senantiasa mengikutinya dari belakang. Zehn menoleh melihat Krezy memilah milah buku latihan olimpiade kimia.


"Gila, buku fisika sebelah sono!."


"Namanya Krezy Zehn bukan gila!."


"Sama aja kan? Coba aku tanya sama kamu, bahasa inggrisnya gila apa?."


"Crazy."


"Nah, sama aja kan?."


"Tapi nama Krezy itu pakai 'K' bukan 'c'."


"Masa bodo!!!."


"Udah lah Tar, terserah dia mau panggil apa."


"Apa lo!!!," sewot Zehn menatao nyalang Krezy yang tersenyum kepadanya.


Bruk


Ketiganya menoleh, melihat seorang anak laki laki menjatuhkan buku yang tak jauh dari tempat mereka.


"Pen!?."


"Kak Zweit kenapa ada disini?."


🌹🌹🌹🌹


HOLA HOLAAA👋


Up nya nggak teratur ya gaes, kadang juga kehalang sama review yang terlalu lama. Jadi sabar ya hehehee😁


Yuk ramaikan kolom komentarrr!!!!


...JANGAN LUPA SPAM KOMEN...


...LIKE...


...VOTE...


...POOIIINN...


...SEE YOU NEXT CHAP...


...LOVE U ALL GAESS😘...


...☠...


...🖤...


...👽...