Zehntara

Zehntara
Chap 6 ( 2Z )



~Jangan lupa saling menghargai😉


...Sebuah hubungan itu ibarat kaca...


...Jikalau sudah retak...


...Akan sulit disatukan...


...🌹🌹🌹🌹...


Chika dan Tara langsung menuju kantin setelah mendengar bel istirahat. Suasana tidak seramai jika ada geng Heroz ditempat. Ini yang diinginkan kedua gadis yang sedang menikmati semangkok bakso. Disaat lahap lahapnya Tara memasukkan sebola bakso Geri datang dengan suara hebohnya.


"Gayyss gayyss gaaysss!!!!!."


Uhhuuk uhuukk


"Shit apaan sih Ger!!??," sentak Tara.


"Nih anak kenapa sih May nongol nongol bikin heboh," sahut Chika. Maya dengan santai menyeruput es dihadapannya, lain dengan Geri yang sibuk dengan gawainya.


"Nih lihat!!!."


Ketiganya mengernyit masih tak paham apa yang dimakhsud Geri. "Kayak nggak asing deh."


"Lihat baik baik dong Tar."


"Wait___mereka berdua bukannya Zehn sama Ziro ya?."


"Nah pintar lo May."


"Gini ya dengar baik baik. Gue punya berita ter update tentang mereka berdua," lanjut Gery.


"Mereka berdua pernah dekat ya?."


"Nggak tahu Tara makanya kita dengerin dulu cerita dari mr.update, okey!?," sahut Chika. Mereka merapatkan kursi dan mendengar baik baik apa yang diceritakan Gery.


Yah dialah Gery, situkang ter uptudate diantara mereka berempat.


"Haa lo yakin Ger?."


"Iya May yakin seratus persen."


"Jadi Zehn sama Ziro bukan pernah dekat aja tapi mereka saudaraan."


"Gue juga nggak nyangka Tar."


'Pantesan mereka berdua kayak saling kenal'


"Terus kenapa mereka nggak pernah bareng lagi??," tanya Tara.


"Pertanyaan yang bagus___dari berita yang gue denger mereka itu ada skandal keluarga gitu."


Tara memutar ingatannya saat diperpus sore itu, dia ingat sekelibat percakapan seseorang didalam dan saat itu Zehn dan Ziro keluar. " Gue ingat sekarang!!!."


"Ingat apa Tar??."


"Waktu itu gue dengar pembicaraan mereka berdua. Intinya salah satu dari mereka disuruh pulang kerumah atau gimana gitu gue juga nggak yakin sih mereka bicara apa."


"Wah Tar hanya lo yang bisa selidikin ini!!!."


"Kenapa kok gue sih Chik?."


"Heyy Tara lo kan lagi dekat sama Zehn. Jadi selidikin sedikit sedikit napa."


"Nggak mau ah. Kenapa malah urusin hidup orang sih."


"Ckk kita itu cuma mau tahu aja bukan ngurusin. Bahasa indonesia lo dibawah KKM ya Tar??."


"Benar tuh Chik. Gue udah cari tahu sekilas sekarang tinggal bagian lo Tar___semangatt!!!."


Tara menghembuskan napas kasar tak mau lagi berdebat. Lebih baik dia memikirkan bagaimana cara agar bisa dekat dengan Zehn, bukan mencari hal yang bukan urusannya.


Setelah bel masuk berbunyi semua kelas 10 disibukkan dengan pilihan ekstra masing masing. Inilah kesempatan Tara mendekati Zehn.


"Tar lo mau ikut ekstra apa??."


"Hmm entah___gue tanya dulu sama dia."


"Tanya ke siapa?."


"Dasar Anna kepo!!!," Tara melangkah keluar kelas. Tentu saja untuk melancarkam aksinya.


Dibawah pohon dia duduk sendirian, dengan ragu mendial nomor seseorang.


'"Hallo?."


"Hai kak___ eemm kak Zehn lagi apa?."


"Menurut lo gue lagi apa sekarang?."


"Lagi teleponan sama Tara."


"Itu lo tahu kenapa tanya."


Tara tertawa ringan dengan wajah imutnya dia menuliskan huruf demi huruf ditanah sambil terus berbincang. Andai Zehn bisa melihat wajah Tara mungkin dia sudah mencubit pipi cabi milik anak bunda Ratih.


"Ada apa?."


"Oh itu kak Tara cuma mau tanya___ kak Zehn ikut ekstra apa?."


"Ekstra??."


"Iya."


"Kenapa lo tanya??."


"Ya kan Tara nggak tahu jadi Tara tanya sama Kak Zehn," diseberang Zehn tersenyum tak disangka Tara selalu bisa membuatnya senang. Padahal baru beberapa kali dia bertemu gadis imut ini.


"Iya gue tahu tapi apa itu penting gue jawab??."


"Sangat penting lah kak," sahut spontan Tara membuat Zehn mencium makhsud lain. Bukan Zehn jika tidak menggoda Tara, dia seperti candu membuat Zehn selalu ingin melihat salah tingkah Tara. Tapi sayang Zehn tidak bisa melihat ekspresi Tara saat ini.


"Kenapa penting?."


"Yaa..eemm pokoknya penting," gagap Tara.


"Kalau nggak lo kasih tau alasannya gue nggak bakal jawab."


"Yah jangan dong kak. Please!!!."


"Yaudah gue tutup aj..."


"Karena Tara pengen dekat sama kaka Zehn!!!."


Astaga Tara kenapa jurus keceplosan lo selalu muncul tiba tiba hah??. Sekarang gue jamin lo pasti malu berkali kali lipat dari kemarin, ya nggak??.


'Bego lo Taaarrrr!!!!'


Mereka berdua sama sama terdiam. Tara menggigit bawah bibirnya, dia takut Zehn akan marah. Iya boleh kalau cuma marah tapi kalau sampai menjauh bagaimana nasib perasaannya?.


"PMR."


Tut


Hanya satu kata tiga huruf membuat hati Tara terasa berbunga bunga. " Yess akhirnya!!!," bulan tak lepas dari wajahnya. Dari belakang pohon yang Tara duduki terdapat senyum miring dengan segala pikirannya.Tara segera pergi dan mendaftarkan dirinya diorganisasi PMR.


Cowok bertubuh tinggi itu keluar dari balik pohon. Menatap nyalang tulisan tangan Tara ditanah.


"Zehn."


'Gue nggak akan biarin lo bahagia!!!'


🌹🌹🌹🌹


Tiga tahun sudah mereka berdua tak lagi menjalin hubungan saudara seperti dulu. Hanya karena seseorang mereka mempertaruhkan persaudaraannya. Panggilan 2Z sudah terdengar sebagai barang keramat sekarang. Siapa saja yang mengungkit nama itu mereka tidak akan membiarkannya lepas begitu saja.


Jangan mengira geng Heros hanya sebatas geng biasa dilingkungan Adi Bangsa. Salah. Heroz adalah kalimat yang paling dibenci dan ditakuti beberapa organisasi geng motor atau sebuah oraganisasi pemuda diluar. Anggota Heroz yang dikenal banyak orang hanya ada empat. Siapa lagi kalau bukan Ziro, Jez, Adit, dan Aditya. Selain mereka mungkin hanya anggota atau antek antek geng Heroz.Seharusnya ada lima orang dari yang terkenal, tapi sejak masalah itu satu orang memutuskan keluar.


"Bos lo yakin mau masuk ekstra relawan itu?," tanya Adit.


"Mau nggak mau!."


"Oh ya Bos ini ada laporan ntar malam ada yang mau balap sama lo," sahut Aditya.


"Siapa?."


"Nama samarannya D."


"Berani berapa dia??."


"Biasalah___ motor."


"Okey!."


Bel pulang sekolah menghentikan percakapan mereka. Segera Zehn keluar diikuti ketiga anteknya.


"Bro kita nebeng sama twins aja," ujar Jez.


"Nggak usah."


"Terus pulang naik apa?."


"Berangkat naik mobil pulang juga naik mobil lah," Jez mengernyit entah apa yang sedang dipikiran sohibnya ini.


"Yaudah gue sama Adit duluan ntar jam delapan bro. Sepertii biasa," sahut Aditya.


Lagi dan lagi Chika dan Tara dikejutkan dua makhluk astral dihadapan. Dengan santainya duduk dibemper mobilnya.


" Ngapain kalian nempel dimobil gue??."


"Menurut lo??," sahut Ziro.


"Nggak ada ya. Gue nggak mau lagi ngangkut kalian, lo kira mobil gue angkutan apa."


"Chik jangan macam macam sama mereka," bisik Tara.


"Kenapa emang??. Gue harus takut gitu sama mereka?."


"Awwhh sakit Tar," ringis Chika saat cunitan mendarat di lengannya.


"Cepat buka!!!."


' Bikin masalah mulu nih kunyuk'


"Kenapa nggak bareng sama mereka berdua aja??," tanya Tara menunjuk si twins yang tak jauh dari mereka.


"Tau tuh___punya sahabat itu digunakan bukan disia siakan!!."


Benar sekali


"Gue cuma mau nebeng sama lo gimana dong?."


"Dasar nggak modal," sahut Tara.


"Apa lo bilang??."


"Ehh nggak ada," gagap Tara saat mata elang Ziro mulai menyorotnya.


Panggilan untuk Tara membuat keempatnya menoleh mendapati seorang Zehn berdiri dengan satu tongkat ditangannya. Mata Tara jelas langsung bersinar, berbeda dengan Ziro.


'Ngapain dia disini?'


"Kak Zehn," Tara berlari kecil menghapiri Zehn. Bahkan senyum manis masih terukir diwajahnya.


"Kenapa kakak kesini??."


"Lo nggak buka chat gue?."


"Ohh sorry kak hp Tara lowbat. Emang ada apa kak?."


"Bantu gue susun rencana olim."


"Ohh iya kak bisa kapan disini sekarang atau diamana?," cerocos Tara tanpa titik koma. Ziro mendekati mereka berdua dengan tatapan dinginnya.


"Nggak bisa."


"Tara bisa kok. Kenapa lo yang jawab?."


"Lo lupa ada janji sama gue?."


"Kapan?, gue nggak pernah buat janji sama lo!."


"Janji yang belum lo tepati."


"Itu bukan janji ya dan waktu itu Tara harusnya kirim ke kak Zehn bukan sama lo!!," bantah Tara.


"Pokoknya lo pulang sama gue sekarang!!," Ziro menarik tangan Tara tapi dengan cepat Zehn menarik tangan Tara yang satunya. Keadaan semakin panas saat mereka berdua mulai beradu pandang.


"Wah bakal ada perebutan mahkota nih," ucap Chika yang bisa didengar Jez.


"Lepasin!!!."


"Lo yang harus lepasin," sahut Ziro.


"Kalau dia bilang nggak mau jangan lo paksa!!!."


"Gue dulu yang punya janji dan lo selalu muncul diwaktu dan tempat yang salah!!!," ucap Ziro penuh penekanan. Tara menarik tangannya kembali, mendengar ocehan mereka berdua membuat kepalanya ingin pecah.


"Udah deh nggak usah cari perkara lagi sama Tara. Lagian gue juga nggak ada janji apapun sama lo!!!."


'Dasar kalau sama gue aja kasar banget tapi kalau dah sama Zehn kayak anak kecil'


"Gue jelasin ke lo___ sama sekali nggak ada niatan gue mengambil apa yang lo punya," Zehn tertawa ringan.


"Bukan sebaliknya ya Ziro aldiano??," lanjut Zehn.


'Mereka ngomongin apaan sih?'


"Yuk kak kita langsung ke lab aja!," ujar Tara memapah Zehn.


"Loh Tar terus gue gimana??," teriakan Chika tidak disahuti Tara yang mulai jauh dari tempat parkir.


'Shit masa gue harus pulang bareng dua kunyuk ini'


Jez dan Chika saling tatap. Yang satu dengan tatapan dingin dan satunya lagi menatap sengit tak ada rasa takut sedikitpun. "Buruan buka!!!."


"Dasar korek Jez brengsek!!!"


"Apa lo bilang!!??."


"DASAR KOREK JEZ BRENGSEKK!!!," teriak Chika tak gentar sekalipun.


"Lo!!," ucapan Jez tertekan menunjuk Chika tepat diwajah.


"Apa hahh??."


Langsung saja Chika membuka mobilnya tanpa peduli Jez menggeram kesal dan berakhir menjadi sopir dadakan . Sungguh harinya tidak akan baik jika bersama makhluk makhluk dari geng Heroz.


"Buat dia menyesal karena udah ngambil apa yang gue punya."


"Siap!!," sahut Jez lalu merogoh gawainya dan mengetikkan beberapa kata.


'Makhsudnya apa?'


Chika tak terlalu memusingkan perkataan Ziro dan tetap fokus menyetir.


Didalam ruangan yang dipenuhi alat alat lab disinilah Tara dan Zehn berada. Tak ada orang kecuali mereka berdua.


"Eemm kak."


"Hmm??," sahut Ziro tanpa mengalihkan pandangannya dari beberapa tumpuk kertas HVS.


"Sebenarnya kak Zehn sama Ziro ada hubungan apa??," pertanyaam itu lolos keluar dari mulut Tara membuat pergerakan tangan Zehn terhenti.


"Nggak ada."


"Tapi kata Ger...."


'Aishh kenapa mulut gue nggak punya rem sih'


"Kenapa nggak dilanjut??."


" Ah nggak jadi."


Zehn tipe cowok yang egois tapi dia masih punya rasa empati bahkan Zehn bisa dibilang sangat penyayang dan perhatian. Berbeda dengan Ziro yang mempunyai sifat egois dan tak punya rasa empati sedikitpun, apapun yang dikatakan itulah yang terjadi.


'Jika kita menginginkannya kenapa kita juga yang harus mengalah??'


Itulah prinsip Ziro dalam segala hal. Apapun keinginannya harus terwujud.


Tok tok tok


Suara ketukan membuat keduanya menoleh. Seorang cewek berambut panjang memasuki laboratrium dengan lenggak lenggoknya. "Hay Zehn!!! apa kabar??"


"Seperti yang lo lihat."


"Sorry ya gue nggak sempet jenguk lo gara gara Saniya gue jadi sibuk."


"Oh ya lo nggak mau tanya gitu kabarnya Saniya??," lanjutnya. Tara agak sebal dengan senior bername tag Sonya ini. Apa Tara sekecil itukah sampai dia tidak menganggap dirinya disini?


'Siapa sih nih cewek ganggu aja'


"Gue harap dia baik," sahut Zehn cuek tanpa memandang lawan bicaranya dan terus menulis jadwal pembimbingan olim.


"Dia cariin lo dari kemarin," ujar Sonya sambil menatap Tara dari atas sampai bawah. " Lo siapa??."


"Tara kak."


"Oh."


'Whatt oh doang??'


"Gimana Zehn kapan lo bisa kesana??."


"Gue sibuk."


"Halah paling sibuk sama anak baru inikan??."


Tara melotot tak terima saat dirinya dibawa bawa. Masih tinggi nyalinya dia menatap Sonya dengan tatapan tak suka begitupun sebaliknya.


"Mending lo keluar daripada disini cuma bikin rusuh!!!."


Tanpa jawaban Sonya pergi begitu saja dengan wajah kesal. Zehn melihat wajah Tara merasa lucu. "Nggak usah manyun tambah jelek loh."


"Biarin!!!."


"Marah nih??."


Tara berdiri sambil mebungkukkan badan kearah pintu. Zehn menoleh, tak disangka dia menatap wajah yang selama ini dirindukannya.


'Mama'


🌹🌹🌹🌹


Nih bonus visual gengs empat semprul, pengecualian Tara karena udah ada di Chap 1


~Ada yang nitip visual gengs Heroz nggak!?


...Chika Ananta...


...Si Ratu Kepo:)...



...Maya Erlina Putri...


...Sahabat Rasa Pacar ' kata bang Gery:)'...


...



...


...Gery pasta, eh maap 'Geri Nugroho'...


...Bangter-Update...



Mana suaranyaaaa!!!???