
~Author peringatkan terlebih dahulu. Dimohon bijak dalam membaca Chap ini ya guys🙃
🌹🌹🌹🌹
Jarum jam menunjukkan pukul dua dini hari. Suasana berubah menjadi kacau sejak Saniya datang beberapa jam lalu. Tidak menikmati kesedihan tetapi panik sendiri mengurus Saniya yang berkali kali pingsan. Ditambah dengan mulut asal ceplos Adit yang sering kali membuat dua sahabatnya pening. Sudah empat jam sejak Ziro masuk kedalam ruang operasi, semuanya masih sama. Tidak ada kabar. Bahkan Zehn masih setia mememani Ziro didalam.
"San bangun dong. Jangan pingsan mulu," ujar Adit menggoyang lengan Saniya yang masih memejamkan mata diatas brankar.
"Udah gue duga kan?. Lo sih main ngabarin dia, jadi repot sendiri!."
"Woy!," duo twins menoleh, terlihat Jez diambang pintu.
"Lampu operasi udah mati!."
Setelah mengatakan itu Jez kembali meninggalkan dua saudara kembar yang masih sedikit loading.
"Woylah operasinya udah selesai," ujar Aditya menabok lengan Adit dan segera beranjak menyusul Jez.
"Aduh, suka banget sih nabok orang. Kayak tangan cewek aja, main tangan," geram Adit mengelus lengannya. Mereka berdua meninggalkan Saniya sendiri yang masih pingsan.
"Dok operasinya lancar kan? Keadaan anak saya bagaimana dok?," tanya Aryo saat dokter ber name tag Andre keluar.
"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi-"
"HHUUWAAAAA BOS NGGAK BOLEH MATIII HMMPPP..."
"Jangan bikin gue malu persetan!," geram Aditya membekap mulut Adit.
"Anak saya selamatkan dok!?," ujar panik Aryo memegang kedua bahu Dokter Andre, sedangkan Jez sudah membawa Indira duduk karena pingsan sejak teriakan Adit menggelegar.
Ini nih kelakuan Adit yang membuat Dokter Andre menahan tawanya. Padahal dia harus menghargai suasana duka ini, eh malah dibikin ngakak.
"Dokter kok senyum senyum?," tanya Aditya.
"Ekkhmm... maaf sebelumnya saya tadi belum selesai menjelaskannya, jadi jangan salah paham dulu."
"Operasinya berjalan lancar tapi keadaan pasien koma."
"Ko...koma dok?."
"Tapi tenang saja kami akan terus memantau perkembangan pasien. Doakan saja agar pasien cepat sadar. Boleh dijenguk asalkan satu orang saja ya bergantian, kalau begitu saya permisi!."
Setelah kepergian dokter Andre, luruh sudah tubuh Aryo meremas rambutnya frustasi. Sedangkan dari kejauhan, tatapan pilu itu tak henti henti mengeluarkan cairan dari kelopak matanya. Tercetak jelas wajah wajah tertekan dari ketiga sahabat Ziro.
Saniya berlari menerobos ruangan tanpa menganggap orang orang disekitar.
"San jangan masuk dulu gue juga mau masuk ya elah."
Langkah Saniya terhenti tak kala melihat kondisi Ziro, sungguh memgerikan. Banyak alat alat medis menempel ditubuh Ziro. Hidupnya seakan bertompang pada alat buatan itu. Apa jadinya jika alat alat medis dilepas?.
Suara tangis yang tertahan, juga tubuhnya enggan untuk lebih dekat. Melihat sahabatnya terbaring seperti ini, membuat hatinya seperti ditusuk benda tajam. Sangat sakit.
"Lo udah janji buat jagain gue selamanya Ro," gumam Saniya mengepalkan tangan, berusaha menahan tangis.
Disaat seperti ini Ziro hanya butuh kekuatan dari orang orang disekitar, dia tidak butuh tangisan yang hanya membuat Ziro semakin drop.
Zehn keluar dari balik korden sebelah. Pandangan mereka berdua bertemu. Tangis Saniya kembali pecah, segera dia menutup mulutnya sendiri.
Zehn mendekati Saniya, memeluk dan mengelus lembut punggung sahabat yang sudah dianggapnya seorang adik.
"Ziro butuh lo San. Lo nggak boleh nangis, Ziro juga bakal sedih kalau lo terus terus nangis."
Saniya mengangguk, menghapus air matanya kasar.
"Gue yakin dia segera sadar, karena janjinya belum selesai sama gue Zehn. Gue yakin itu."
"Anak pintar," sahut Zehn menepuk nepuk kepala Saniya.
"Ajak dia ngobrol San, orang koma itu bisa mendengar suara disekitarnya," Saniya kembali mengangguk. Zehn keluar meninggalkan Saniya bersama Ziro.
Perlahan langkah Saniya mendekati brankar Ziro. Meski sekuat apapun dirinya menahan bendungan air itu akan tetap luruh.
"Bangun Ro!!!."
"Lo nggak boleh mati tanpa seijin gue!."
"Jangan jadi pengecut lo, gimana nasib cewek cewek lo disana? Kalau tahu buayanya lemah kayak gini ha?."
"Kalau besok lo nggak bangun juga gue bakal jual mobil kesayangan lo!."
Dadanya terasa sesak, entah kenapa keadaan ini sangat sakit daripada saat dirinya putus dengan Zehn. Lebih sakit.
"Gue nggak mau lo kayak gini Ro hikkss.... please bangun!!!."
"Gue tahu selama ini lo anggap gue lebih dari sahabat Ro... tapi bodohnya gue nggak bisa lihat itu semua hikkss.... ahhhh gue benci sama diri gue sendiri..."
"BANGUN RO BANGUUNNN!!!!."
🌹🌹🌹🌹
Pagi hari yang sangat heboh. Diseluruh penjuru Adi Bangsa penuh dengan berita ter hot. Siapa lagi kalu bukan tentang berita sang leader Heroz kecelakaan. Bahkan membuat heboh ruang guru, bagaimana tidak jika raja Olimpiade terbaring tak berdaya di rumah sakit sedangkan hari 'H' sudah didepan mata.
Dikelas Tara hanya termenung memikirkan cerita dari abangnya. Keadaan Ziro yang sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya duka yang dialami para siswa siswi Adi Bangsa hari ini, tapi juga kabar yang ditungu tunggu. Apalagi kalau bukan jam kosong, Jamkos. Para guru sibuk mempersiapkan rapat dadakan untuk menyeleksi siapa pengganti Raja Fisika.
"Tar menurut lo keadaan Dewa Ziro gimana?."
"Dia koma."
"Whatt!?? Demi apa??."
Tara mengusap telinganya yang terasa berdenging.
"Jan teriak teriak napa!?."
"Ya gimana nggak teriak coba lo nya ngaco!."
"Gue serius Anna!!!."
PROK PROK PROK
"WAHAI PENGHUNI IPA EMPAT TOLONG PERHATIANNYA!!!!."
"Bang ter update mulai lagi," lesu Tara menempelkan kepalanya diatas meja.
Dengan heboh Geri naik diatas meja guru tanpa malu dengan tatapan seisi kelas. Maya mengehela napas pasrah melihat tingkah konyol sahabatnya, memilih duduk didepan Tara dan Anna.
"Sahabat lo agak miring ya Tar orangnya!?."
"Dari dia brojol juga udah gesrek tuh otak," sahut Maya yang disambut kekehan Anna.
"WOY GERY PASTA NGAPAIN LO KE KELAS GUE!?."
Teriak Benny selaku ketua kelas sepuluh Ipa empat. Seluruh murid mengarahkan fokus pada Gery.
"KENALIN DULU GUE BANG GERY SANG MR.UPDATEÂ SE SAN-."
BRAKK
"NGGAK USAH KEBANYAKAN GAYA LO!."
Sela Chika menggebrak pintu. Kelas Ipa empat seketika riuh saat kedatangan tamu tak diundang. Sahabat Tara memang ter the best kalau soal keriuhan.
"Woylah Chik bisa diem dulu nggak!?."
"NGGAK. TURUN LO!!!."
"Woy Chik diem dulu ada berita hot tuh dari Gery," sahut salah satu cowok berambut gondrong.
"Cihh bego banget pada mau denger ocehannya si Gery," geram Chika melangkah mendekati Tara dan Maya berada.
"OKE OKE SEMUANYA TENANG DULU YA!."
"BURUAN JIR GUE SLEDING JUGA LO!!!."
Semua penghuni kelas mengehela napas kasar melihat Gery yang masih ngoceh berdiri diatas meja.
"BERITA TER HOT NYA YAITUUUUU...."
"SANG DEWA ADI BANGSA KOMA GAESSS YUUHUUUU!!!!."
Krik krik krik
"AWHH JAN MAIN TIMPUK DONG!!!."
Seisi kelas melemparkan benda apa saja yang bisa dilempar kearah bang ter update. Geri berusaha menghalau lemparan sadis penghuni sepuluh ipa empat. Sedangkan keempat cewek dibangku paling pojok tertawa puas.
"SYUKURIINNN BWAHAAHAA...."
"DASAR SAHABAT LAKNAT LO!!!," geram Gery melihat sahabat ciwi ciwinya tertawa bahagia.
Gery turun saat mereka berhenti menyerangnya. Dengan wajah ditekuk kesal Gery berjalan kearaah sahabatnya.
"KITA JUGA UDAH TAHU KALI GER."
"GUE KIRA BERITA APA, EH TAU TAUNYA BASI!."
"DIEM LO PADA!!!," kesal Geri melototi Benny dan juga si gondrong ber nam tag Joko.
"Makanya Ger jangan-"
"CEWEK KALO LAGI PMS TUH KENAPA SUKA CARI RIBUT SIH!?."
Para tatapan tajam dari para cewek menghunus ke arah Benny. Sang ketua kelas yang baru saja berteriak kesal itu seharusnya hanya ditujukan pada Syela selaku pacarnya. Tapi malah kelepasan.
PLAK
"Mau putus hah!?,"Â geram Syela menggeplak kepala Benny.
Satu kelas tertawa lepas melihat ekspresi Benny. Tapi tidak dengan para Ciwi yang ada di sana.
"PARA CEWEK TUNJUKKIN GIMANA RASANYA KALAU LO PADA KEDATANGAN TAMU TAK DIUNDANG BIAR PARA BUAYA NGGAK SEENAKNYA BILANG INI ITU!!!."
Kini giliran Chika yang berulah, Tara menepuk jidatnya sendiri. Bingung harus seperti apa menghadapi kelakuan absurt sahabatnya.
Chika berlari kesana kemari menghampiri para cewek cewek, membisikkan sesuatu yang membuat para cowok menggaruk tengkukknya tidak paham.
"YANG KERAS YA GUYS KITA MULAI. SIAP!?."
"SIAPP!!!."
"Chik lo mau ngapain!?," bisik Tara menarik tangan Chika agar duduk kembali.
"Udah lo diem aja!."
"Gawat nih kalau Chika sudah bertindak," sahut Gery.
"YUK SIAPKAN MENTAL KALIAN!!! JOGED DIMULAIII!!!!."
Chika terus menuntut para cewek agar berdiri mengikutinya. Dan dengan gampangnya seluruh kaum hawa dikelas mengikuti perintah Chika kecuali Tara. Anna dan Maya yang tidak diberitahu hanya ikut ikut saja.
"COWOK MANA PAHAM!?."
"BATUK!?," sahut salah satu teman sekelas Tara.
"SEEERRRRR...."
Para cowok mendelikkan mata melihat para cewek menggoyangkan pinggulnya dengan mengatakan 'seerr' ber nada. Dan terus bersahutan.
"BERDIRI!?."
"SEEERRRR...."
"BERSIN!?."
"SEEERRR...."
"JALAN!?."
"SEERRRR...."
"GIMANA GUYYSS!?."
"MANTAAPPP ..... AAHHHHHH.....," menggoyangakan jari jempolnya dengan pinggul bergoyang. Sungguh heboh para cewek seisi kelas. Sedangkan teman cowok Tara melongo dengan susah payah menelan salivanya.
"ANJING LO PADA!!!," teriak Joko frustasi disambut gelak tawa para ciwi ciwi.
"JANGAN MAIN MAIN LO SAMA CEWEK!!."
"DAN JANGAN MAU KALAH BRO SAMA CEWEK!!!," sahut Gery.
Tara mencebikkan bibirnya, menjadi penonton setia memang sangat membosankan.
"MANA SUARAMU PARA BUAYA!?."
"Cewek nggak bakal paham gimana rasanya si joni nylempit keluar jalur!."
Benny menjatuhkan botol aqua yang semula ingin diminumnya. Tatapan takjub dari Gery melihat Anton si culun Ipa empat bisa bisanya membuka senjata rahasia para buaya. Sedangkan para kaum hawa mengaga dengan tanpang campur aduk.
"MANTAB LO TON, LANJUT KANNN!!!."
"Cewek mana tahu rasanya si boy bangun waktu lagi main basket!."
"Cewek mana paham kalau adek lagi tegak terus rambutnya ketarik!."
"ASYEEKKK.... GOYANG SEERRR...."
PLAK
"DASAR MANUSIA MANUSIA GOBLOK!!!."
Sentak Tara menggepleng kepala Gery. Seisi kelas langsung terdiam seribu bahasa mendengar Tara buka suara. Sungguh sangat memalukan memang penghuni kelas Ipa empat. Eh, ralat. Gara gara si gesrek dua sahabatnya Tara.
"Kepala gue lagi yang kena," sahut Gery memgelus kepalanya yang terasa nyut nyutan.
"BUKA AIB SENDIRI!? OH SUNGGUH HANCUR DUNIA INI!!!."
🌹🌹🌹🌹
HOLA HOLAA👋
Gimana sama chap ini guyssðŸ¤
Ramaikan kolom komentaaarrrrr........
...JANGAN LUPA SPAM KOMEN...
...LIKE...
...VOTE...
...POOIIINNN...
...SEE YOU NEXT CHAP...
...LOVE YOU ALL GUYSS😘...
...☠...
...🖤...
...👽...
...Ini Ziro yang lagi koma, mohon doanya agar segera bangun😊...