Zehntara

Zehntara
Chap 36 ( Hilang Kontak )



~Jangan lupa saling menghargai😉


🌹🌹🌹


Suara alat medis mengisi sepetak ruangan bernuansa putih tulang. Jari-jari pucat itu perlahan bergerak, mulut yang terkatup rapat perlahan juga merintih. Raga itu ingin sadar, tapi alam bawah sadarnya memaksa untuk menetap.


Tatapan sendu menelisik setiap pahatan sempurna sosok yang terbaring lemah. Hanya bisa menatapnya dalam diam.


"Ziro udah nggak mau bangun lagi ya?," lirih Saniya menatap sayu wajah pucat di hadapannya.


"Aku kangen lihat kamu ketawa."


"Kamu nggak kangen lihat aku ketawa, hm?."


"Bangun Ro, aku nggak mau lihat kamu kayak gini. Please bangun!."


Setetes cairan berhasil luruh dari kelopak matanya. Sekuat apapun dia menahan, cairan itu akan tetap luruh tanpa disuruh. Rasa sakit ini lebih menyakitkan daripada penyakit yang selama ini ia derita.


"Sorry, kalau aku nggak pernah bisa ngerti-in perasaan kamu."


"Sorry aku belum bisa membalas apa yang kamu beri ke aku Ro. Kamu berhak mendapat yang lebih baik. Bukan aku."


"Zzz..ee..hn..."


Saniya mencondongkan badannya menatap mulut Ziro yang mulai merintih. "Apa Ro? Kamu bilang apa?," tanya Saniya bercampur senang. Senyum lebar tersungging, mendengar rintihan Ziro meskipun tak terlalu jelas.


"Zz....eeehn."


"Zehn!?."


🌹🌹🌹


Tara meringis saat kepalanya membentur wastafel. Pening seketika menyerbu kepalanya yang semakin berdenyut meski tidak sampai berdarah. Duduk dibawah lantai kamar mandi yang terasa dingin.


Suara tawa mencemooh itu kembali terdengar. Tiga pasang mata itu hanya menatap remeh Tara yang berusaha bangkit. Mencoba tidak menangis saat ini juga. Iya, dia tahu bahwa dirinya tidak sekuat perempuan lainnya. Mudah menangis jika hal itu membuat hatinya sakit. Tara memang lemah.


"Ulu uluuu ada anak kemarin sore ini nih, yang sok cantik!,"suara yang dibuat buat dari cewek ber name tag Gissel yang notabenya senior Tara juga teman sekelas Sonya dan Zehn.


"Jadi cewek itu jangan kegatelan bisa nggak!?," sahut Resti, juga teman sekelas mereka berdua.


"Maaf kak, saya nggak tahu masalahnya apa," balas Tara mencoba tidak menjatuhkan bendungan yang sudah menggenang dipelopak matanya. Bahkan tubuhnya sekarang sudah begetar, padahal dulu dia bisa melawan Saniya. Tapi entah kenapa hati dan pikirannya sekarang sedang dalam fase tidak baik baik saja. Mungkin karena hormon datang bulannya kali ya, jadi gampang terbawa suasana.


"Jangan sok na'if lo!," teriak Sonya mendorong bahu Tara hingga membentur wastafel.


"Anak baru juga udah berani ngelangkahin kita! Gaya-gaya an masuk olimpiade, pasti hasilnya kemarin palsu. Nyontek ya!?," lanjut Gissel dengan kedua tangan bersedekap dada.


Tara hanya menunduk memejamkan mata, berusaha agar cairan itu tetap didalam. "Tara nggak nyontek kak," balasnya lirih.


Ketiganya tertawa sumbang.


"Selain curang lo juga jangan genit jadi junior!," kini Sonya berkata sembari menarik rambut Tara hingga sang empu meringis.


Percuma saja jika Tara berteriak minta tolong. Ini bukan waktu istirahat, semua anak pasti sedang duduk anteng mendengar penjelasan guru kecuali kelas Tara yang sedang konser dilapangan. Ditambah pintu utama kamar mandi sudah ditempeli dengan tulisan 'Kamar mandi rusak'. Jelas semua pada berbelok arah.


"Sakit kak," suara serak Tara berhasil lolos bersama sebulir air menetesi pipinya.


"Siapa yang bilang nggak sakit hah!?."


"Ayo terus teriak, sampai rambut lo rontok semua pun nggak bakal gue lepasin," lanjut Sonya penuh penekanan dan terus menjabak rambut Tara semakin kencang. Dan Tara? Hanya bisa menangis dalam diam.


"Gue udah peringati dari awal bukan!? Jangan pernah deketin cowok incaran gue!."


"Nggak punya telinga kali Nya. Mangkanya berani ngelawan pantangan dari lo!," Resti menimpali dengan santai bersandar di dinding dengan mulut mengunyah permen karet.


"Lo itu cuma serpihan abu! Jauh levelnya sama gue, jadi jangan pernah lo deketin Zehn lagi! Ngerti!?," Sonya mendorong kepala Tara hingga membentur dinding sampai menimbulkan suara benturan.


'Maaf yah, Tara gagal jadi perempuan tangguh seperti bunda,' batin Tara.


"Kalau gue lihat lo masih deket deket Zehn-."


"Gue bakal lakuin yang lebih parah dari ini!," lanjut Sonya.


🌹🌹🌹


Zehn frustasi, mengecek terus gawai canggihnya itu. Sudah sejak tadi siang dirinya tidak mendapat kabar dari Tara. Biasanya sepulang sekolah Zehn mengantar Tara pulang, tapi kali ini dirinya tak menemukan Tara di post satpam. Bahkan beberapa kali menghubungi pun HP Tara tetap tidak aktif. Padahal besok, hari sabtu akan ada pelatihan terakhir olimpoade. Dan hari minggunya digunakan untuk belajar mandiri.


"Arghh kemana sih tu anak nggak ada kabar sama sekali. Istirahat juga nggak ke kantin, pulang gue ditinggalin, ho dimatiin. Terus gimana nasib gue malam ini? Bisa nggak tidur sebelum denger suaranya," teriak Zehn sembari melempar lempar keripik singkong ditangannya.


Dirgo keluar dari kamar, menatap heran sosok ABG labil itu sembari mengusap rambutnya dengan handuk.


"Galau kenapa ngab!? Suntuk amat tuh muka dari tadi," ucap Dirgo mendaratkan bokongnya disamping Zehn.


"Adik lo ilang-."


"HAH KOK BISA ILANG DICULIK SIAPA!?."


Zehn mengusap usap telinganya yang terasa berdenging saat Dirgo berteriak tepat disampingnya.


"Gue belum selesai ngomong bang!."


"Iya, serius gue nanya ilang dimana tuh bocah!?," ngegas Dirgo.


"Bukan ilang diculik orang bang tapi ilang nggak ada kabar!," geram Zehn balik ngegas.


"Yang jelas dong kalau ngomong," balas Dirgo mencomot keripik singkong.


"Lah emang nggak ada kabar sejak kapan? Bukannya juga lo yang anter dia kalau pulang sekolah?."


"Iya bisanya juga gitu. Tapi tadi nggak ada gitu ngabarin kalau mau pulang sendiri. Tadi di kantin juga gitu, nggak nongol dia."


"HP nya nggak aktif?," Zehn mengangguk lesu.


"Roman romannya ada yang ngambek nih," balas Dirgo spontan membuat Zehn menoleh menghadapnya.


"Kenapa ngambek!? Gue nggak ngerasa punya masalah sama Tara. Hubungan kita kemarin juga fine fine aja, malah Tara mau jadi istri gue."


"Sekolah yang bener dulu! Jangan ngebet mau nikah lo," sahut Dirgo melempar keripik tepat diwajah Zehn.


"Mungkin HP nya lowbat kali Zehn. Baru beberapa jam juga kan,nggak usah khawatir berlebihan," lanjut Dirgo menasihati. Padahal dia tahu kalau adiknya ini anti lowbat lowbat. Karena masih banyak antrian drakor yang menjadi teman begadang Tara.


"Tapi perasaan gue nggak tenang bang. Gue nggak bisa tidur kalau nggak denger suara Tara dulu!."


"Jijik gue, jangan bucin bucin lo! Belum ada status kepastian aja udah over kegalauan, gimana ntar kalau udah pacaran? Bisa bisa adik gue lo borgol, biar kemana mana bisa lo pantau terus!."


Zehn hanya terkekeh. Membayangkan jika dirinya benar benar se protektif itu.


Secepat kiilat Zehn menerima panggilan dari HP nya. Pasti itu Tara, batin Zehn. Tapi naas saat suara serak Saniya mengatakan untuk ke rumah sakit sekarang. Dan lebih mengejutkan lagi, Ziro sudah siuman.


"Oke gue kesana sekarang," final Zehn memutuskan sambungan lebih dulu.


Dirgo menautkan alis seakan bertanya ada apa?.


"Ziro udah siuman," ujar Zehn tersenyum lebar. Segera dia melangkah mengambil jaket juga kunci motornya diatas nakas.


"Gue titip salam aja lah."


"Oke, oh ya bang kalau nanti gue mampir ke rumah Tara dulu gimana ya? Nggak bakal bisa tenang gue kalau belum mastiin keadaannya," ujar Zehn terhenti diambang pintu.


"Iya, tapi jangan lewat pintu."


"Lah terus lewat mana kalau nggak lewat pintu? Lewat lubang hidung Om Fariz gitu?," ucap Zehn terheran heran mendapati balas Dirgo.


Dirgo tertawa ringan. "Lewat balkon kamar Tara aja! Gue yakin lo nggak bakal dibukain pintu malam malam kalau lo yang datang."


"Manjat dong gue!?."


"Nggak, ngesot Zehn!."


🌹🌹🌹


Setibanya di rumah sakit suasana depan kamar ICU Ziro cukup ramai. Trio anggota inti Heroz, Saniya, dan papa Ziro ada disana. Saniya berdiri menghampiri dan memeluk Zehn saat hampir tiba didepan ruangan.


"Ziro terus nyariin kamu Zehn," lirih Saniya dalam dekapan.


"Kita masih bisa main lagi kan?," tanyanya mendongak menatap dalam netra sosok yang menjulang tinggi itu.


"Iya, Ziro udah sadar kan? Entar kalau dia udah sehat kita jalan jalan lagi," balas Zehn melepas pelukan Saniya.


Pintu kamar ICU terbuka, menampakkan wanita paruh baya yang terlihat pucat. Matanya sudah mirip seperti panda.


"Ma," panggil Zehn yang kemudian menghampiri Indira untuk memeluknya.


"Adik kamu sadar Zehn."


Zehn mengernyit, adik? Bukankah selama ini Zehn menganggap Ziro itu kakaknya. Kenapa Indira mengatakan Ziro itu adik Zehn.Tak ambil  pusing Zehn melepas pelukan dan mencium kedua pipi Indira bergantian. Lalu melangkah masuk kedalam.


Ziro memyadari seseorang mendekatinya. Berusaha menoleh karena pergerakannya terbatas sebab benda medis entah aoa itu menjanggal lehernya.


"Zehn!."


"Maaf," lanjut Ziro dengan suara purau.


"Kenapa lo minta maaf?."


"Harusnya lo berterima kasih sama gue. Karena darah gue lo bisa selamat," sahut Zehn terkekeh diakhir.


Ziro masih terdiam, menatap lurus netra cowok disampingnya. "Thanks, udah mau sadar lagi. Kalau udah sehat jangan lupa tawuran sama gue lagi ya!? Gue pikir pikir enak juga tidur di satu sel sama lo, kayak waktu kecil dulu suka tidur bareng hahhahaahhh," Zehn tertawa renyah mengingat kembali masa masa kecil mereka seperti anak kembar. Dimana ada Zehn disitu juga ada Ziro. Barang barang mereka juga hampir sama semua.


"Lo anak kandung papa Zehn," tukas Ziro dengan napas naik turun tak beraturan.


Sedangkan Zehn semakin menautkan alis tidak mengerti.


"Lo belum sadar seutuhnya ya Ro!?."


"Sadar dulu Ro," Zehn kembali menepuk nepuk lengan Ziro.


Spontan tangan Ziro melepas oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya. "Loh jangan lepas !."


"Jangan be..bego dulu Zehn! Gu..gue nggak sanggup bicara banyak," ujar Ziro tersengal sengal.


"Ya udah pakai lagi ini jangan bicara dulu!."


Ziro menepis tangan Zehn saat ingin memasang kembali alat oksigen itu. Ziro mengambil tangan Zehn untuk digenggamnya erat. "Gue se..serius! Lo anak kandung papa!."


Deg


🌹🌹🌹


HOLA HOLAA👋


SENENG NGGAK AKHIRNYA UPDATE LAGI MWEHEHEEHEE....


GIMANA SAMA CHAP INI KAWAN!? SPAM KOMEN BANYAK BANYAK BIAR SEMANGAT NULISNYA SEIMBANG SAMA NEW STORY^_^


Yuk mampir di New Story author judulnya Young Master Mafia.


Tapi Download aplikasi Hot Buku dulu ya gays😌 Penerusnya leader Heroz seorang Mafia lohhh🤙


...JANGAN LUPA SPAM KOMEN...


...LIKE...


...VOTE...


...PPOOIIIINNNNYYAA YANG BANYAAAAKKKK...


...SEE U NEXT CHAP!...


...LOVE U ALL GAYS😘...


..."Nggak bisa bobok, my baby Ra hilang kontak😩"...