
...WARNING TYPO BERTEBARAN!...
...Jangan lupa saling menghargai😉...
...🌹🌹🌹...
Mata Chika memerah, urat-urat diwajahnya tercetak jelas dengan tangan yang terkepal erat menatap nyalang pemuda yang kini dengan santai berjalan kesisi ruangan untuk membuka gorden.
Giginya saling bergemelutuk menahan amarah yang kian memuncak. Suasana sekitar sangat hening, dan mendadak menjadi sangat menyeramkan tak kala Chika menggulung lengannya sampai ke atas.
"Chik udah ya nggak usah diladeni. Ingat dia kakak kelas kita," bisik Iren memegang lengan Chika agar tak melangkah sejengkal pun.
"MASA BODOH! TUH ORANG HARUS DIKASIH PELAJARAN!."
"PAGI-PAGI UDAH BIKIN GUE EMOSI."
"KALAU MAU NGAJAK GELUD MAH AYO GUE LADENIN!."
BRAK
Chika bungkam, tidak hanya dia. Iren dan Krezy pun juga ikut terperanjat saat meja didepan Chika terpental karena tendangan spontan dari Jez.
Wajahnya juga merah padam, rahangnya mengeras menatap Chika dengan sorot penuh dendam.
"LO GILA YA!?."
"Lo, yang gila," balas Jez lirih, tapi seakan ucapannya itu penuh ancaman. Bahkan Iren sudah mati kutu melihat aura mematikan Jez. Krezy dengan santainya duduk anteng sembari membaca buku.
Chika tertawa remeh.
"Kalau mau berantem ayok, tapi nggak disini," balas Chika melipat kedua tangannya didepan dada.
Jez perlahan mendekati Chika sampai jarak mereka benar benar terkikis. Seperti mati kutu, entah kenapa kaki Chika saat ini sulit untuk digerakkan. Tatapan tajam itu menghunus netranya.
Deg
Deg
Deg
'Astaga jantung gue,' batin Chika gelisah sembari mengalihkan pandangan dari sosok yang kini menundukkan wajahnya agar dapat melihat dengan jelas wajah Chika.
"Masih ingat kejadian di rooftoop!?," bisik Jez membuat Chika memejamkan mata.
"Sejak saat itu, lo-."
"Chika ananta, jadi rival gue!."
Chika kembali membuka matanya, tersenyum miring menatap Jez. Hembusan napas keduanya saling bertubrukan membuat Jez sedikit kaku, kembali menegakkan tubuhnya.
"Oh gitu!?."
"Masih dendam sama gue gara-gara Johny punya lo gue sakitin, iya?."
Mata Jez membelalak, bagaimana bisa Chika dengan mudah mengatakan hal absurd semudah itu? Apalagi ini menyangkut harta dirinya. Yakinlah, setelah ini Chika sungguh akan menjadi musuh bebuyutan makhluk batu itu.
Bahkan Krezy yang semula tak menghiraukan, kini mendongakkan kepala menatap duo sejoli yang masih saling tatap mmancarkan penuh amarah, benci, dendam, dan mungkin rasa saling membunuh mulai tumbuh di jiwa mereka berdua.
"Emang Johny-nya kenapa sampai lo murka?."
"Oh atau jangan jangan-."
"Johny lo rusak ya!?," ledek Chika disambung gelak tawanya.
Iren menepuk jidat, sungguh kelakuan Chika ingin membuatnya hilang dari muka bumi. Padahal bukan dia yang melakukan tindakan ini, tapi kenapa rasa malu yang harus dirasakan Chika malah ia rasakan?.
"Chik udah dong jangan bikin ulah," bisik Iren menggenggam erat lengan Chika.
"Hahahhaaa....gue bikin masalah!?," tawa sumbang Chika.
"Gara gara dia, kalau nggak gara-gara dia gue nggak bakal cari masalah!," lanjutnya menunjuk Jez tepat didepan wajah seniornya.
Kali ini Jez benar-benar murka, wajahnya merah padam. Kepalan tangan membuat buku buku jarinya memutih.
Grep
Chika meringis, ketika tangan kekar itu mencengkram erat lengannya. "Lepasin!."
"Baru kali ini ada cewek yang berani sama gue, dan lo-."
"Satu-satunya orang yang bakal gue tandai seumur hidup!."
Wow hitunglah berapa kata yang keluar dari mulut manusia es itu? Hanya karena satu orang dia bisa bicara melebihi tiga kata. Hebat.
"Terserah lo mau ngomong apa, lepasin tangan gue!.... Ahh sakit bego!," berontakan Chika tak membuat Jez gentar, semakin mempererat cengkramannya.
"Apa yang kamu lakukan Jez!?."
Ide licik seketika muncul melewati otak Chika. Senyum licik pun terukir jelas. "Aduh, tolong saya pak. Dia mau melakukan kekerasan sama saya, beraninya cuma sama cewek! Cowok macam apa itu!?," rengek Chika mendramatisir ucapannya.
Jez semakin membelalakkan mata, membuat hati Chika terlonjak lonjak kegirangan.
"Lepas Jez! Jangan berani main tangan kamu sama perempuan!," teriak Pak Huda, mau tak mau Jez melepaskan tangannya dari lengan Chika.
"Tuh lihat pak, dia nendang meja sampai kena perut saya. Sakit tahu pak hikksss..."
Eneg
mual
jijik
itu yang dirasakan Jez saat ini. Melihat wajah ratu drama membuatnya ingin mencakar wajah itu sekarang juga.
"Pantes lo ikut club drama, ackting yang luar biasa," ucap Jez sangat pelan namun mimik ucapannya dapat ditangkap oleh Chika.
Balas Chika terang terangan sembari mengibaskan rambutnya ke belakang.
"Sampai bapak lihat kamu main tangan lagi, siap-siap dapat eval dari saya!."
"Dan kamu Chika kalau Jez berani sama kamu lagi, jangan malu bilang aja sama bapak. Paham!?."
"Asyapp pak! Sangat di mengerti!," balas Chika diiringi senyum lebarnya. Melirik Jez yang membuang muka malas.
"Oke kita mulai bimbingannya!."
"Syukurin lo!," ujar Chika tanpa suara.
'Lo bakal mati ditangan gue,' batin Jez penuh gairah.
🌹🌹🌹
Tugas matahari kini mulai selesai, berganti dengan bulan yang mulai menerangi gelapnya bumi. Senyum penuh kebahagiaan itu terpancar jelas diwajah dua orang. Melihat rona bahagia dari banyaknya anak-anak yang tersenyum membuat keduanya ikut merasakannya.
'Gimana aku bisa lupain kamu Zehn? Sifat sederhana kamu aja udah bisa bikin aku tambah sayang,' batin Tara melihat sosok cowok yang sedang tersenyum manis membagikan beberapa mainan kepada anak anak.
'Perasaan tulus itu, bisa aku lihat. Kamu benar-benar sosok yang akan selalu aku jaga Zehn, meski ada aja orang yang nggak suka sama hubungan kita.'
"Kakak kenapa ngelamun?," tanya seorang anak perempuan.
"Nggak lagi ngelamun kok. Emm...adek udah dapat mainannya?," tanya Tara sembari tersenyum hangat mengelus puncak bocah cilik itu.
"Udah, kak Zehn baik banget. Aku selalu suka mainan yang dikasih sama kakak," ujarnya terlihat menggemaskan, mungkin usianya sekitar lima tahun.
Tara terkekeh senang. "Emang kak Zehn selalu ke sini?," tanya Tara heran.
"Iya kak, seminggu sekali kak Zehn selalu ke panti buat jenguk kita. Venya suka banget kalau kak Zehn main pasti bawa mainan sama makanan enak enak," ujarnya bersemangat.
Ya, Panti asuhan Bunda kasih selalu menjadi tempat kunjungan Zehn disela sela kesibukannya. Entah kenapa, selama dirinya berada disekitar anak-anak tanpa ayah dan ibu itu hatinya merasa hangat. Senang masih bisa berbagi kepada sesama.
Bibir Tara semakin melengkung ke atas. Dia benar, tidak salah pilih mencintai orang yang sangat peduli dengan orang lain. Bahkan dirinya saja kurang kasih sayang dari kedua orang tua, bahkan banyak yang belum terungkap tentang jati dirinya.
"Tara," panggilan itu mengalihkan keduanya. Dari jauh Zehn tersenyum sembari melambaikan tangan agar Tara mendekat.
"Kakak pacalnya kak Zehn ya?," pertanyaan spontan dari bocah laki-laki yang baru datang membuat Tara tersenyum malu.
"Adik kecil kok udah tahu soal gituan sih?," gemas Tara mencoel kedua pipi anak itu.
"Soalnya balu kali ini kak Zehn bawa cewek cantik hehehee.."
"Nggak salah pilihkan kakak?," sahut Zehn yang sudah mengambil kedua anak kecil itu kedalam pangkuannya.
Wajah Tara semakin memerah menahan malu. Hatinya berdesir seperti banyak kupu-kupu berterbangan. Bahkan tatapan Zehn malah diacuhkannya, tak mampu menatap netra indah itu.
"Iya kak cantik," celoteh Venya.
"Punya siapa dulu dong," sahut Zehn diakhiri kedipan saat Tara kembali menatapnya.
"Ekhmm...udah jam delapan nih, pulang yuk. Mereka juga harus istirahat," ucap Tara.
Yah, setelah pulang dari rumah sakit Zehn mengajak Tara mampir membawa banyak makanan dan mainan untuk anak anak panti dan meminta doa agar besok acara olimpiade mereka berjalan lancar juga membawa pulang piala kemenangan. Hati Tara seketika langsung menghangat, mendengar penuturan Zehn yang menurutnya mulia. Tidak semua orang seusia Zehn dengan segudang masalah masih memikirkan orang lain. Satu sisi lain dari Zehn yang baru Tara ketahui, mungkin masih banyak lagi sifat-sifat Zehn yang belum ia ketahui.
Kini mereka berdua telah sampai didepan rumah Tara. Keduanya saling pandang sejenak sebelum ucapan keluar daru mulut Zehn membuat Tara mematung.
"Jangan pernah tinggalin aku ya Tar! Aku cuma punya kamu yang tulus sayang sama aku."
"Jangan kayak kemarin lagi ya?."
"Maaf."
🌹🌹🌹
HOLA HOLLAAA👋
Hari senin Gaes jangan lupa Vote yaaa....
In sya allah mulai rajin update asalkan penuhi kolom komentar🤗
ADA INFO BARU NIH, YANG MAU DAPAT JULUKAN 'FANS' DI KOLOM DUKUNGAN DARI NT ATAU MT _ CARANYA MUDAH KOK,
PERBANYAK VOTE
PERBANYAK KOMEN ( LEBIH DARI SATU SETIAP CHAPTERNYA )
PERBANYAK LIKE
PERBANYAK POIN
MUDAH KAANN!???
Seperti dibawah ini ya gaess👇
...LOVE U ALL GAES😘...
...SEE U NEXT CHAP🤗...
...☠...
...🖤...
...👽...