
...WARNING TYPO BERTEBARAN...
...Jangan lupa saling menghargai😉...
...🌹🌹🌹...
Suara tawa tak henti hentinya menggelegar memenuhi ruangan bernuansa putih dengan bau khas obat obatan. Sedangkan ke-empat orang yang juga berada di sana hanya diam, hanyut dalam pikirannya masing-masing.
"Udah ah, capek gue ketawa," ujar Dirgo sembari memegangi perutnya yang terasa kram.
Dirgo masih menahan tawanya ketika kembali mematap satu per satu wajah yang tak lain adalah kedua orang tuanya, adiknya dan-
Zehn.
"Kok bisa-bisanya sih ayah salah kira, hah!?," lanjut Dirgo yang masih tak habis pikir.
Bagaimana tidak? Dirinya sudah panik, menancap gas menuju rumah sakit dan nyatanya apa? Kabar kematian Zehn hanyalah angan semata.
Mungkin jika Fariz tak menyerobot perkataan Dokter waktu itu, ke-salahpahaman ini tidak akan terjadi. Terbuang sia-sia air mata Tara hanya untuk menangisi hal yang tidak terjadi.
Iya, Zehn belum is dead, hmm.....
Bagaimana bisa?. Tanya saja sama Dokter!
"Kasian banget adek gue, udah mau kena serangan jantung dia hahahaaha......"
Bugh
"Diem bisa nggak bang!?," sarkas Tara melempar bantal tepat mengenai tubuh Dirgo yang dibalas juluran lidah.
"Kalau ayah nggak motong ucapan Dokter tadi, mungkin kita nggak salah paham," sahut Ratih menghela napas panjang.
"Kok jadi ayah sih? Yang penting kan Zehn-nya masih hidup sehat wal'afiat."
Zehn terkekeh geli melihat wajah Fariz memerah karena kesal. Sedari tadi mereka hanya ingin menertawakan kejadiam absurd beberapa jam lalu. Dimana ucapan Dokter Hendra ditujukan kepada pasien tabrak lari yang masuk sebelum Zehn.
Masih untung, itu bukan Zehn.
"Kalau aku bener-bener pergi, kamu bakal nangis kayak tadi nggak Tar?," ucapan Zehn yang tiba-tiba membuat semuanya menoleh menatapnya.
"Apaan sih," balas Tara memalingkan wajah kesal. Pertanyaan macam apa itu? Jangan ditanyakan pun seharusnya Zehn sudah tahu jawabannya. Tidak mungkin ada hati yang mau ditinggalkan oleh orang yang paling kita sayangi.
"Zehn, lo itu udah level berapa sih cinta sama dia? Kok mau-maunya makan yang seharusnya nggak lo makan!?," seloroh Dirgo melipat kedua tangannya didepan dada sembari bersandar di dinding.
"Kalau sampai telat sedikit aja-."
"Mungkin lo udah nggak ada," lanjut Dirgo terheran heran dengan pola pikir Zehn.
"Maaf," lirih Tara menundukkan kepalanya dengan jari jemari slaing bertautan.
Zehn mengangkat tangannya, menyentuh puncak kepala Tara sembari mengelus lembut gadis yang kini mulai terisak kembali. "Jangan nangis, ada yang sakit kalau lihat kamu nangis," ujar Zehn, bibir pucatnya melengkung naik ke atas.
"Gue nggak suka lihat kamu nangis Tar."
Tara mendongak, matanya semakin berkaca kaca melihat wajah pucat itu. Semua ini gara-gara dirinya yang tahu diri.
"Makasih udah mau bertahan," lirih Tara. Zehn membawa tubuh Tara kedalam dekapannya.
"Harus bertahan, ada dua janji yang belum aku tepati."
Alis Tara terangkat satu, seakan bertanya 'apa itu?'.
"Eekhhmmmm.....keselek kadal gue, au ah pulang aja yuk bun!Daripada disini gerah banget, padahal udah ada AC," sahut Dirgo mengibas ibaskan tangannya seakan suasana disekitar panas. Iya, panas melihat duo sejoli itu.
"Ya udah kamu pulang sama bunda, biar ayah sama Tara yang disini."
"Om sama Tara juga pulang aja! Zehn disini sendiri nggak apa-apa kok, cuma nunggu infus-nya habis terus nanti jam delapan juga ada latihan olimpiade."
"Apa sih Zehn kok masih mikirin latihan sih? Kamu kan lagi sakit, istirahat aja deh nggak usah mikir yang lain," cerocos Tara.
"Tapi aku udah nggak apa-apa Tar, toh ini kan latihan terakhir. Besok udah hari 'H'."
"Kami lihat kondisi kamu? Jangan keras kepala deh Zehn nanti kalau-."
"Nggak apa-apa Tar, toh kata dokter juga udah boleh pulang kalau infus-nya habis."
"Tapikan kata dokter juga harus istirahat! Pokoknya nanti Tara bilang ke pak Huda suruh ganti peserta aja!."
"Nggak lucu Tar, mana bisa main diganti ganti? Kan udah kedaftar nama aku disana, udah nggak bisa diganti."
"Nggak pokoknya kamu harus break titik nggak pakai koma!."
Zehn menghela napas lelah.
"Cuma alergi doang Tar, masa harus di disfikualifikasi?."
"Ya nggak pa-."
"WOY UDAH BELUM DEMO RUMAH TANGGA-NYA?."
Teriakan Dirgo membuat keduanya bungkam.
"Masalah sepele aja ribet banget lo pada! Dasar ABG labil!."
"Buruan nikahin aja yah, daripada cekcok mulu," lanjut Dirgo.
"Kamu itu yang ayah nikahin dulu, biar bisa lebih bertanggung jawab!," balas Fariz membuat Dirgo mengerucutkan bibirnya. Kenapa sekarang dia yang kena?.
"Dirgo nggak mau nikah sama BOCIL TITIK!."
"Iya yah, nikahin aja bang Dirgo biar punya kerjaan selain usil sama Tara."
"Diem lo bocah!," geram Dirgo menunjuk Tara yang dibalas juluran lidah.
"Biarin wwleee..."
"Kalian itu sama-sama kayak anak kecil. Debat mulu," seloroh Ratih membuat semua orang disana saling pandang.
"Udah Zehn, nanti biar Om yang bilang sama guru kalian kalau nggak bisa ikut latihan. Tapi besok tetap bisa ikut Olimpiade, jadi kalian berdua belajar disini aja sampai kondisi kama benar benar pulih," finish Fariz yang akhirnya diangguki Zehn dan mendapat senyum lebar dari Tara.
"Udah kan? Gitu aja ribet!."
"Ikut ikut aja lo bang, pulang sono! Eh-."
"Sekalian mampir dulu ke rumah calon istri antar sarapan, ya nggak bun?," goda Tara di hadiahi senyum lebar Ratih.
Wajah Dirgo memerah, ingin sekali main tangan ke Tara. Tapi ingat, dia masih berada dalam pengawasan komandan.
"Iya bener itu kata adik mu, buat pendekatan juga biar tambah akrab," sahut Ratih.
"Iya bang, biar nggak canggung ntar malam pertama," kini Zehn bersuara hingga tatapan maut menghunus netranya.
"**** lo Zehn, amit-amit jangan sampe," balas Dirgo mengetuk etuk kepalan tangannya ke kening.
"Udah jam enam-."
"Ayah sama bunda cari makan dulu," lanjut Dirgo beranjak diikuti Ratih.
Tara dan Zehn masih terkekeh melihat wajah Dirgo yang sudah memerah. Entah apa yang ada dibayangannya sekarang sampai bergidik ngeri. "Astaghfirullah jangan please aahhhh nggak maaauuu...."
"Kesambet lo bang!?," tanya Zehn seketika menghentikan tangan Dirgo mengacak acak rambutnya sendiri.
"IYA, KESAMBET SETANNYA MANDA!."
"Oowwhh kakak ipar Tara nama-nya Manda!?."
*S*ial
🌹🌹🌹
"Ck, kenapa nggak ngabarin sih tu anak, kalau gini tadi gue juga nggak berangkat! Ihh keseelll...."
"Lo kenapa sih Chik? Udah kayak ditinggal kemana aja," sahut Iren terlampau kesal. Pasalnya sedari tadi makhluk disampingnya ini terus meracau hanya karena Tara tidak ikut latihan.
"Gue tuh lagi kesel banget, lo tahu nggak separuh nyawa gue itu dibawa sama tuh anak. Kalau nggak ada dia, mood gue itu langsung ilang separuh, bisa nggak sih lo rasain? Eh-."
"Kalau lo punya sahabat sih pasti tahu gimana rasanya," lanjut Chika membuat Iren terdiam.
"Sorry, gue nggak tahu rasanya kayak gimana,"sahut Iren lirih.
"Eh...gue nggak bermakhsud-."
"Emang Zehn sama Tara kemana?," potong Krezy yang tiba-tiba datang dari belakang. Menarik kursi didepan mereka berdua.
"Lagi di rumah sakit," balas Chika antusias dengan kedua tangan memangku wajahnya, menatap Krezy penuh binar.
"Siapa yang sakit!?."
"Katanya sih kak Zehn keracunan gara-gara alergi."
"Terus apa hubungan-nya sama Tara?."
"Ya ampun Krez, ya ada dong! Gue kasih tahu ya, biar lo paham."
"Yang perlu lo tahu itu mereka lebih dari sekedar teman," lanjut Chika.
Krezy terdiam sejenak sebelum pertanyaannya membuat Chika tertawa lepas. "Mereka pacaran?."
Chika menggeleng disela sela tawanya, membuat alis Krezy mengkerut. "Terus maksudnya lebih dari sekedar teman?."
"Ya, emmm...gimana ya nggak bisa jelasinnya."
Iren menggeruk belakang lehernya, merasa sedikit takut akan ucapan Chika. Setahunya, sejak mengenal Chika dia orangnya asal ceplos.
"Udah mau nikah!."
Nahkan, gosip baru mulai tersebar.
"Chik, itu sahabat lo. Gue ingetin kalau lo lupa!," sahut Iren, benarkan dugaannya?.
"Serius!?," tanya Krezy. Wajahnya berubah dingin kali ini.
"Iya lah, masa gue bohong sih!?."
Bugh
"Aawwhh..."
Pekik Chika ketika sebuah buku yang tebalnya 300 halaman memghantam kepalanya.
"Sorry, sengaja!."
"ANJING!."
🌹🌹🌹
HOLA HOLAAA👋
Kasian yang kena prank😂
Lama nggak Up huhuhu😭 Maappkan sayaa yang lagi di zona nyaman 😁
~Readers yg terhormat, bantu author Scroll dari atas sampai bawah ya🥺 Buat naikin popularitas Zehntara, dari dulu nggak naik" kan jadi bad mood😞_
Ramaikan kolom komentar, biar tambah cemunguutt!!!
...SPAM KOMEN...
...LIKE...
...VOTE...
...POOOOIIIINNNN...
...LOVE U ALL GAES😘...
...SEE U NEXT CHAP🤗...
...☠...
...🖤...
...👽...
...Nih buat yg kangenn...