Zehntara

Zehntara
Chap 50 ( Open Ending )



WarnaNya terlalu kelabu ditengah tengah tawa pernuh warna. Dimalam yang menjadi saksi kebahagiaan sahabatNya selama ini, dia tetap sama. Merasa hampa. Dalam keramaian, dia semakin merasakan kesendirian. Tidak ada bedaNya, ramai atau sepi. DuniaNya akan tetap sama, hampa.


"Ck, jangan bengong mulu ah Tar, sana temenin Chika diatas pelaminan! Siapa tahu bentar lagi ketemu jodoh."


'Jodoh gue udah direnggut Semesta, Ger.'


Senyuman dibibir Gery seketika luntur. Ah, sepertiNya dia salah bicara. "Eh, ngomong-ngomong Bang Dirgo sama Kak Manda mana?," tanya Maya yang berada disebelah Gery, mencoba mengalihkan topik yang agak sensitif bagi Tara.


"Emm...itu dia," tunjuk Tara kepada Dirgo dan Manda yang berjalan ke arah mereka dengan aura bahagia terpancar jelas dari keduaNya.


"Hai, fans! How are you?," tanya Dirgo dengan logatNya, lalu menarik kursi disebelah Tara untuk Manda.


"Halah, sok inggris lo Bang!."


"Apaan sih Ger, sirik amat lo! Daripada gandengan tangan mulu, mending langsung sikat Ger. Bawa ke KUA," sahut Dirgo melirik tangan Gery dalam genggaman Maya.


Ya, sejak tujuh tahun kepergian Sang Semesta, semua berubah drastis. Mereka, orang-orang yang Tara kenal, mulai beranjak menuju ke kehidupan baru. Seperti Chika contohNya, hari ini adalah hari dia akan melepas statusNya sebagai jomblo terhormat. MelepasNya bersama Jez, orang yang pernah ia benci mati-matian kini bersanding denganNya dipelaminan.


Tidak hanya Chika dan Jez, bahkan Dirgo sudah tiga tahun lalu resmi menjadi suami Manda. Dan kini, giliran Gery dan Maya yang akan menjemput sahabatNya. Entah, sejak kapan takdir merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin secepat ini.


Dan yang kalian harus ketahui, diotak Tara masih mengganjal satu nama yang tidak akan pernah tidak menghantuiNya dimalam hari. Yaitu Zweit, sejak kabar itu, sosok yang sangat mirip dengan Zehn secara tiba-tiba hilang bagai ditelan bumi. Tidak ada jejak yang ia tinggalkan, permainan yang sempurna.


"Tunggu Saniya sama Ziro dulu lah, gantian."


"Oke, gue tunggu undangan kalian berdua!."


Tara tersenyum kecut. Lihatlah manusia-manusia didepanNya ini dengan senang hati membahas perihal kata sakral itu. Bahkan, dia saja tak pernah berpikir sejauh itu. Dan mungkin, tak akan pernah mau ia pikirkan. Karena dihatiNya, masih ada satu nama yang akan ia jaga untuk selamaNya.


Kalian tahu, apa yang Tara lakukan selama ini? Sampai saat ini, ia menyibukkan diri di rumah sakit. Ya, Tara ingin menjadi dokter. Dan sekarang, dia masih menjalani kuliahNya juga kerja nyata disalah satu rumah sakit di Jakarta. Mungkin satu tujuanNya menjadi seorang Dokter, yaitu menyelamatkan nyawa seseorang. Karena dia tahu, bagaimana rasaNya kehilangan.


...////


...


Siang hari yang cukup terik, panas matahari tak membuat kegiatan para manusia itu terhenti. Suara koper beradu dengan lantai sangat jelas memenuhi inderaNya. Berjalan dengan langkah lebar, membawa juga perasaan rindu yang semakin membuncah. Ya, tujuh tahun lamaNya. Semua terlewati begitu saja.


Dua pasang kaki itu memasuki sebuah taxi, mendudukkan tubuhNya dengan tenang. Perjalanan yang sangat melelahkan. Seperti cerita takdir yang ia rangkai bersama Semesta.


"Lo yakin, sekarang waktuNya?."


"Hm, udah nggak kuat lagi. Cukup, sampai disini aja!."


"Gue takut."


"Takut kenapa?."


"Lihat reaksiNya...lo, nggak takut dia marah?."


Suara helaan napas panjang menjeda ucapanNya sebelum suara kekehan terdengar. "Takut, takut kalau dia udah nggak kenal sama gue."


Hening yang cukup lama, hingga taxi itu berhenti tepat didepan rumah sakit. Pandangan keduaNya sempat terhenti pada se-sosok perempuan yang memakai jas Dokter.


"Itu dia, semoga berhasil!."


"Thanks, gue dulu."


Cowok itu turun, melangkah santai memasuki rumah sakit. TatapanNya sulit diartikan, menatap punggung yang sekarang jauh terlihat tegap. Tapi entah, apa saja yang sudah dilewatiNya selama ini, setegap dan sekokoh punggung itu?.


"Dokter, Tara."


SuaraNya lirih, namun entah kenapa sang empu langsung terhenti. MembuatNya ikut berhenti lima langkah dari dia, yang selama ini ia permainkan.


TubuhNya terlihat menegang, sebelum memantapkan untuk berbalik. Dan, ya...seakan waktu berhenti. JantungNya seakan tak jalan bersama napas yang tercekat. Tara, dia membeku melihat apa yang terpampang saat ini.


Dia, ZehnTara. Yang suka dipermainkan garis takdir, dibawah rengkuhan semesta. Tak usai kisah mereka sesingkat itu. Sesingkat pertemuan dikala awal semesta sedang bahagia. Mempertemukan dua hati yang akan terikat sampai nanti. Dan, Semesta menepati janjiNya.


Kini, setelah waktu membentang. Memisahkan jarak yang cukup kelam. Seakan garis takdir yang telah bersekongkol dengan Semesta, kembali menemukan dua hati itu. MerangkaiNya dalam dekap penuh warna. Hingga warna itu semakin tak terlihat. Menyisakan kelabu yang terus membentang jauh seiring berjalanNya poros bumi.


Belum usai Semesta bercanda, dikala luka itu masih menganga lebar. Sosok yang pernah menjadi canduNya, menjadi saksi betapa kejam Semesta bermain dengan sebuah luka. Dia, datang kembali.


Tepat dihadapanNya


Tubuh tegap itu berdiri diantara lalu lalang tenaga medis. Menatap lekat manik mata yang selama ini ia bekap dalam kerinduan.


"Zehn?!."


Satu nama yang bertahun tahun tak pernah ia ucapkan, kini menguap begitu saja diudara. Bukan hanya itu! Sosok dengan iris bak Samudra yang pernah Tara selami sedalam dalamNya, kini terpampang nyata.


Nyata, bukan ilusi


Apakah Semesta akan selalu bercanda dengan dua hati itu? Selalu menempatkan posisi mereka dalam sepaket rasa. Pertemuan dan perpisahan. Tapi, pada akhirNya Semesta mengalah. Kembali menyatukan hati yang harus ia jaga. SepenuhNya.


...ENDING...


...HALO FRIENDSSS👋...


Nah gimana sama Ending nya nih?? Pasti banyak tanda tanya ini itu kan?!


Seperti judulnya diatas ( Open Ending )itu akhir ceritanya masih banyak teka teki atau istilahnya menggantung. Ending ini mengajak para pembaca berekspetasi sendiri dengan pertanyaan yang ada dikepala kalian masing".


So, happy or sad nih di kalian??


...Terima kasih udah dukung karya ini sampai tamat Friends, Love You😚


...


...SAMPAI JUMPA DI NEW STORY AUTHOR👋...