
Dua tatapan tajam itu saling menghunus. Memancarkan aura mencengkam disekitarnya. Tiga orang dibelakang mereka hanya diam menyaksikan.
"Bilang ke dia, kalau punya dendam sama gue jangan ngelampiasin ke Saniya," ujar Ziro penuh penekanan.
Disinilah mereka berada, ruang tamu dengan model jawa unik. Rumah Saniya.
"Itu kejadian yang tidak dise-"
"Masa bodo!. Yang penting bilang ke pacar culun lo supaya jauhin Saniya!."
Zehn mengepalkan tangan kuat kuat sampai rahangnya mengeras. Ingin sekali meninju wajah Zehn saat ini, tapi tidak dengan posisinya yang berada dirumah Saniya.
"Ngapain masih disini!?."
Zehn tersenyum miring lalu berbalik, namun baru tiga langkah tubuhnya kembali berputar.
"Asal lo tahu Ro, gue dari dulu nggak pernah ada rasa sama Saniya. Dan lo juga tahu, kalau gue cuma anggap Saniya sebagai adik. Nggak lebih!."
"Satu lagi, gue tahu Saniya itu menganggap lo lebih dari seorang sahabat. Tapi dia belum mengerti semuanya. Saniya masih terikat dengan masa lalu. Gue harap lo nggak jadi pengecut Ro!."
Setelah mengatakan kalimat panjang lebar Zehn beranjak meninggalkan Ziro yang masih terdiam seribu bahasa. Tidak terkecuali seseorang diatas tangga. Matanya berkaca kaca mencerna setiap perkataan Zehn.
"Lo nggak apa apa bro!?," ujar Jez menepuk pundak Ziro.
Ziro mengangguk lalu berjalan ke arah tangga diikuti ketiga sahabatnya.
Ceklek
"San!?."
"Lo pulang aja Ro!."
"Tapi-."
"Gue mau istirahat," ujar Saniya yang masih duduk ditepi ranjang menghadap balkon.
"Ya udah gue pulang dulu. Besok gue jemput ya!?."
"Nggak usah Ro."
Ziro menghela napas, entah kenapa perasaannya tidak enak sedari tadi.
"Lo jaga diri baik baik ya San. Jangan nakal kalau gue nggak ada. Gue pergi dulu!."
Suara pintu tertutup membuat Saniya langsung meringkuk. Menenggelamkan wajah dikedua kakinya. Terisak dengan bahu yang semakin begetar kuat. Entah kenapa perkataan Zehn membuat hatinya benar benar terasa nyeri. Dan itu juga yang membuat Saniya sedikit berpikir. Apakah benar selama ini dirinya masih terikat dengan masa lalu yang belum usai?.
"Maafin gue Ro!."
🌹🌹🌹🌹
Dua orang paruh baya itu saling diam. Di ruang keluarga yang begitu luas membuat keadaan semakin sunyi. Aura keduanya juga tidak bersahabat.
"Saya tanya sekali lagi. Kamu yakin dengan keputusanmu?."
"Untuk apa diteruskan kalau keluarga ini sudah hancur sedari awal?," sahut Indira tanpa gentar menatap Aryo.
"Ziro akan ikut dengan ku. Aku akan membawanya ke Bandung."
"Tidak bisa!," tolak Aryo meninggikan volume bicaranya.
"Ziro akan tetap tinggal disini!."
Indira tertawa remeh. "Kamu pikir Ziro akan mau tinggal dengan mu disini!?."
"Dia pasti akan tetap tinggal disini!."
Kekeh keduanya tanpa sadar ada sepasang netra yang mengawasinya.
"Apa belum cukup kamu membuatku menderita?. Selama ini aku cuma diam ya mas. Kamu pikir aku nggak tahu hah!?."
"Bagus kalau kamu tahu semuannya!."
"Anak anak pasti akan kecewa mempunyai ayah yang tidak punya rasa tanggung jawab seperti kamu!."
"TANGGUNG JAWAB SEPERTI APA!?."
Aryo kembali menarik napasnya dalam sebelum berbicara kembali.
"Kalau aku nggak bertanggung jawab, aku nggak mungkin mempertahankan pernikahan kita yang didasari perjodohan yang nggak jelas ini!!!."
"Dasar munafik!!!."
"Kamu kira lebih baik dari aku mas??. Kamu udah menikah bukan? Dan tanpa sepengetahuan keluarga kamu!."
"Kamu cuma nggak mau harta warisan diambil alih oleh adikmu, lalu menerima perjodohan ini dan menelantarkan istri dan anakmu bukan!?."
Indira tersenyum kecut melihat ekspresi Aryo. Keluar sudah unek unek yang selama ini disimpannya seorang diri.
"Dan sekarang salah satu anakmu ada diantara kita. Zehn!."
Pyyaarr
Keduanya menoleh kearah sumber suara. Aura terkejut melihat Ziro dengan ekspresi yang sulit diartikan. Tatapannya kosong, tapi kepalan tangannya membuat kuku bukunya memutih.
"Ziro!?."
"Sejak kapan kamu disitu," sahut Aryo.
Ziro berbalik dengan langkah lebar meninggalkan orang tuanya yang terus berteriak.
"Cepat kejar dia!," panik Indira menyusul langkah Ziro yang sudah menjauh.
BBRREEMMM
"Ziro tungu nak!."
Hilang sudah sosok Ziro bersama motor ninjanya. Kedua orang itu saling pandang dengan raut gelisah.
"Semuanya sudah selesai mas. Sebaik baiknya kamu menyembunyikan bangkai, perlahan tapi pasti bangkai itu akan tercium."
Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Kendaraan begitu padat, tak menghalangi seorang leader Heroz menyalip beberapa pengendara.
Gas terus ditancap, tak peduli suara klakson dari beberapa mobil yang dilewatinya.
Tidak ada yang bisa menghalangi Ziro dengan kecepatan penuh. Bahkan sudah dua lampu hijau diterobos, dua mobil polisi mengejar. Tak menghiraukan suara intrupsi dari polisi yang kewalahan mengejar, Ziro malah menambah kecepatan sepenuhnya.
"HARAP BERHENTI MOTOR NINJA WARNA MERAH ANDA SUDAH MELANGGAR LALU LINTAS!!!."
"SAYA PERINGATI SEKALI LAGI TOLONG BERHENTI!!!."
"PENGENDARA MOTOR NINJA WARNA MERAH TOLONG BERHENTI!!!!."
Didepan Ziro terdapat lampu hijau yang sudah mulai berganti merah dalam hitungan tiga detik. Tanpa menghiraukan pengendara yang sudah berhenti dibelakang garis putih, Ziro menerobos hingga cahaya silau dari arah kanan membuatnya melepas satu tangan menutupi kedua mata.
Cccciitttt
BBRRRAAKKKK
Suara hantaman keras membuat dua mobil sirine berhenti mendadak.
'Tugas gue udah selesai buat jagain lo San.'
🌹🌹🌹🌹
Tara bosan melihat drama seorang Dirgo putra ginanjar. Sedari sore sampai malam hari masih saja merengek seperti anak kecil. Menggelayut dilengan Ratih sudah seperti anak monyet.
"Pulang gih Bang!. Muak gue lihat tingkah lo," ujar Tara dengan gaya muntah yang dibuat buat.
Dirgo mengambil bantal disampingnya dan melempat tepat diwajah Tara. " Diem aja lo!!!."
"Terima aja kali, toh Bang Dirgo juga nggak punya pacar kan!?."
"Bundaaaa... hikss..."
Ratih tersenyum mengelus lembut punggung Dirgo yang masih bergelayut dilengannya.
"Ayah suruh Bang Dirgo pergi dong!," rengek Tara menghampiri Fariz yang baru saja duduk dimeja makan.
"Biarin aja sayang, percuma dia merengek sama bunda. Percuma!."
Tara tertawa puas melihat Dirgo yang semakin berteriak tidak jelas. Sama persis seperti anak kecil.
"Dasar bayi gede!!!."
"Diem lo bocil. Gue sunat baru tahu rasa lo!!!."
"Sunat aja kalau berani wlleee,"Tara memeletkan lidah membuat Dirgo semakin geram.
"Sini lo gue sunat sekarang!!!."
Tara berlari memutari meja makan menghindari kejaran Dirgo. Fariz geleng geleng kepala melihat kedua anaknya yang masih saja seperti anak TK.
"Ayah Abang Dirgo langsung dinikahin aja nggak usah pake tunangan segala biar nggak gangguin Tara mulu!!!."
Teriak Tara beralih berlari kearah bundanya. Dirgo berhenti dengan kedua tangan dipinggang.
"Dasar adek durjana lo!!!. Gue jodohin sama si Ucup baru tahu rasa lo!!!."
"Nggak akan bisa wllee."
"Bunda pegang tangan dia biar Dirgo sunat tuh mulut!!!."
Dirgo melangkah mendekati Tara yang sudah menenggelamkan wajah disamping Ratih.
"Dirgo kamu itu udah besar jangan usilin adikmu terus," ujar Ratih tak dihiraukan Dirgo yang terus menggelitiki Tara.
"Aahhh geli baaanggg lepass!!!."
"Biarin!. Salah siapa dari tadi bikin gue emosi hah!?."
"Ahahhahhaa ... udah bang!!!."
Tara terus tertawa, keduanya berganti dilantai dengan Tara berguling guling karena Dirgo terus menggelitikinya.
"Jangan macam macam sama gue. Gue tahu kelemahan lo!."
"Gue juga tahu kelemahan lo bang!."
Greepp
"Aarrgghhh...."
"Dasar gila lo Tar!," teriak Dirgo mengusap tangannya bekas gigitan Tara yang sudah berlari masuk kedalam kamar.
Dirgo kembali menghampiri Ratih dengan wajah memelas.
"Bunda bujuk ayah ya please!!."
"Itu sudah keputusan mutlak nak. Nggak bisa dibantah," sahut Ratih mengusap lengan Dirgo.
"Emang bunda nggak kasihan lihat Dirgo menderita setiap hari kalau harus nikah sama bocil bego itu!?."
"Emang kamu pernah ketemu sama dia? kok bisa ngatain dia bego sih?. Nggak boleh gitu nak!."
Dirgo mengela napas kasar, mengacak acak rambutnya frustasi.
'Yang bener aja gue harus nikah sama bocah dodol kek dia?.'
"Sudah sana kamu pulang!!!," ujar Fariz membukakan pintu lebar lebar.
"Ayahh..."
🌹🌹🌹🌹
HOLA HOLAA👋
Kemarin ngga double up karena belum tembus tiga vote.
Perbanyak Poin supaya Up bertambah ya gaes🤗
Hayo siapa ya yg mau dijodohin sama Dirgo??
...JANGAN LUPA SPAM KOMEN...
...LIKE...
...VOTE...
...POOIINNN...
...LOVE YOU ALL GAES...
...SEE YOU NEXT CHAP😘...
...Nih yang pengen tahu fotonya 'BOCIL SETAN'...
...Kata Bang Dirgo...
...Nggak ada yang kepo sama visualnya bang gogo nih?...