
Selesai mengikuti bimbingan olimpiade Tara dan Zehn mampir kekantin untuk sarapan sebentar sebelum bel masuk berbunyi. Keadaan kantin cukup ramai di pagi hari, hati Tara pagi ini sangat berbunga bunga bisa sedekat ini dengan Zehn. Dijemput pagi pagi, naik motor bareng, sarapan bareng lagi. Serasa Tara sudah jadi pacarnya Zehn, halu dulu nggak apa apa kali ya:).
Zehn tipikal cowok yang sangat perhatian tapi kurang ahli dalam hal asmara. Banyak yang mengidolakannya dikelas walau dia tidak setenar Ziro, dengan ketampanan bak dewa yunani dan kepintarannya yang tiada tanding.Zehn dan Ziro adalah dua cowok yang mempunyai sifat bertolak belakang. Zehn yang sangat care terhadap sesama apalagi sama orang yang dia sayangi, dan Ziro cowok nakal yang suka mempermainkan cewek sejak suatu kejadian membuatnya berubah. Tapi dia tidak pernah mempermainkan satu hati yang sangat dijaganya.
"Lo mau makan apa?, gue pesenin!."
"Nasi goreng aja deh kak sama lemon tea."
"Oke," Zehn beranjak segera memesan makanan, tak butuh waktu lama Zehn kembali membawa dua piring nasi goreng dan satu lemon tea beserta air mineral.
"Makasih kak!," ujar Tara tersenyum manis menunjukkan deretan gigi kelincinya. Zehn ikut mengulas senyum dan menyimpan makanan mereka dimeja.
Tak ada angin tak ada hujan, badai tiba tiba datang menghantam suasana hati Tara yang sedang membaik. Suara nenek sihir ini benar benar membuat Tara muak.
"Halo Zehn!!!, gue boleh gabung nggak??. Soalnya meja yang lain udah penuh," ujar Sonya dengan wajah sok manisnya dimata Tara.
'Dasar ngeles aja nih orang, masih banyak meja kosong loh emang situ nggak lihat apa? Buta ya mbak!?'
Tara mendengus kesal mendengar penuturan Zehn mengijinkan Sonya duduk ditengah tengah mereka berdua.
"Thanks Zehn!!."
"Oh ya Zehn kapan kita kumpul bareng anak anak PMR baru?," tanya Sonya menghentikan sesuap sendok yang hendak Tara makan.
"Besok aja sekalian sama anggota senior lainnnya."
Lagi lagi Tara gagal memasukkan sesuap nasi hanya karena Sonya yang tidak bisa diam.
"Nggak sabar deh gue pengen jahilin mereka, apalagi keiinget waktu dulu kita disuruh makan daun sirih langsung___iiuuhh nggak banget deh dikira kita kambing apa ya!."
Zehn terus menikmati makanan didepannya, sedangkan Tara sudah tidak ada nafsu makan gara gara makhluk disampingnya ini. Tapi sesuap nasi pun berhasil masuk, perlahan dan pasti dia mengunyah menikmatinya___
"Oh ya Zehn gue baru dikabarin kalau Saniya mau masuk sekolah disini!!!."
Sampai lah Tara tersedak membuat semua yang ada dimulutnya ia keluarkan. Zehn tak terlalu menghiraukan Tara yang sedang susah payah menghentikan rasa sakit di tenggorokan, dia menatap Sonya dan mencoba mencerna perkataan teman sekelasnya ini. Sedangkan Sonya menatap jijik Tara.
Ouhh masalah apalagi sekarang!?
"Lo bilang apa tadi?."
"Gue bilang, Saniya mau sekolah lagi disini Zehn!."
Wajah Zehn yang berubah antara senang dan khawatir menjadi satu, tidak mampu dia membayangkan apa yang terjadi jika Saniya kembali lagi diantara mereka.
Tara merasa lega setelah satu botol air mineral Zehn diteguk habis. Masih loading Tara mengingat nama Saniya, yah benar Saniya cewek yang kemarin malam mampu membuat hati Tara cemburu. Dan sekarang dia mau masuk sekolah disini?. Ayolah jangan bercanda, Tara belum melakukan jurus PDKT nya dan ditambah satu orang lagi yaitu Saniya. Sonya saja sudah membuatnya kesal setengah mati.
...PDKT...
...( Pernah Dipilih Kemudian Tereliminasi )...
...Gitukan Tar makhsud lo! :(...
'Mampus loTar, dia mau sekolah disini? terus nasib gue gimana?'
"Tara ke kelas dulu ya kak!!!," ujar Tara menggendondong tas dan hendak melangkah pergi.
"Tungu tar!!."
"Nanti pulang sekolah gue tunggu digerbang belakang!," lanjut Zehn yang hanya dibalas anggukan Tara.
"Kenapa lo bisa deket sama dia sih?. Emang lo nggak takut apa berantem lagi sama Ziro!?."
Zehn menautkan alis bingung dengan perkataan Sonya.
"Kenapa gue harus takut sama Ziro?."
"Lo nggak tau desas desus kalau Ziro lagi deket sama tuh cewek?. Gue denger sih kemarin mereka udah sempat sempatnya main basket bareng dilapangan," sahut Sonya memainkan sedotan digelasnya.
Mimik wajah Zehn mulai datar, tak ada ekspresi yang dia tunjukkan, juga pertanyaan yang sebenarnya mulai berjejer rapi diotaknya.
Dikelas Tara suasananya begitu riuh, banyak murid berlari kesana kemari seperti anak SD yang bermain kejar kejaran. Guru pengajar mereka hari ini sedang ada acara diluar dan jadilah kelas X Ipa 4 seperti pasar ayam, begitu kacau. Ada yang naik kemeja membawa sapu yang dimainkan seperti alat musik gitar, dan dua anak cewek dibawah setia bernyanyi menggunakan spidol sebagai mix nya. Tiga cowok lainnya asyik berteriak tak jelas dengan jari jari yang menari riang diatas layar HP.
"Dasar nggak tau diumur ya mereka!. Nggak ingat apa udah bukan anak SMP lagi loh, masih aja kek gitu kelakuannya," ujar Anna melihat kelakuan teman sekelasnya yang tidak ada akhlak. Sedangkan Tara menempelkan kepala diatas meja dengan wajah muram, membuat Anna memiringkan kepala memahami kondisi teman sebangkunya ini.
"Woy, lo kenapa Tar??. Kesambet ya atau lagi traveling??."
'Siapa sih sebenarnya Saniya itu?, kalau dia pacarnya kak Zehn gimana dong??'
"Woy Tar!!!.:
Panggil seseorang dari ambang pintu, dua teman sebangku itu memicingkan mata melihat Gery dan Maya yang melambaikan tangan.
"Noh dipanggil sama sahabat lo!!."
"Lo aja An gue males."
"Idih ogah!, siapa juga yang dipanggil kok main gue yang lo suruh. Sono buruan daripada disini manyun mulu, geli gue lihatnya!."
Mau tak mau Tara melangkahkan kaki mengikuti Gery dan Maya yang sudah berjalan didepan. Mereka bertiga sama sama masuk IPA, hanya Chika yang berbeda jurusan. Kelas Gery dan Maya pun bersebelahan dengan Tara.
"Ngapain lo ajak gue ke rooftoop?."
"Yaelah Tar daripada bosen dikelas nggak ada guru mending ngadem yak disini," sahut Gery.
Yah disinilah tempat nongkrong baru yang ditemukan Gery dan Maya.
"Muka lo kenapa lesu gitu sih Tar?. Ada masalah apa lagi hah?, salah kirim chating atau salah nembak cowok ?."
"Apaan sih May, gara gara lo tuh masalah gue ada aja!!!," keluh Tara mengusap kasar wajahnya.
"Yhee nyalahin gue, yang salah itu lo lah dari awal. Kalau lo paham apa yang kita makh___"
"Udah ya ciwi ciwi jangan pada debat pusing kepala ane ntar!!," potong Gery.
"Gini daripada muka lu manyun jadi jelek mending curhat aja biar kita bisa bantu selesai-in hidup lo!."
"Yang bener dong Ger kalau ngomong!!," sarkas Tara.
"Selesai-in masalah lo Tar___iya gitu aja ribet!."
"Okey jadi apa masalah tuan putri kali ini??," tanya Maya memegang kedua pundak Tara hingga menatapnya.
"Gimana cara ampuh buat nikung May??."
🌹🌹🌹🌹
Hari ini Ziro tidak masuk sekolah melainkan menemani Saniya berbelanja kebutuhan sekolahnya di mall. Banyak yang harus Saniya siapkan, lama tidak menginjakkan kaki disekolah membuatnya rindu akan suasana belajar. Satu tahun dia berhenti sekolah saat Saniya memasuki jenjang baru yaitu SMA, dan sekarang membuatnya harus berada dikelas 10.
"Gue seneng banget bisa jalan jalan diluar sama kamu lagi Ro, tapi ada yang kurang,!" ujar Saniya dengan tangan bertaut ditelapak tangan Ziro yang lebih lebar. Mereka baru sampai di area parkir mall.
Ziro tahu arti 'kurang' dari ucapan Saniya.
'Kenapa lo masih cari dia saat gue ada disamping lo San!?'
"Apa gue ajak Zehn kesini ya?. Sekalian kita jalan bareng, gimana Ro?."
"Hmm??___Zehn!?."
Saniya mengangguk antusias menunggu persetujuan Ziro. Masih berpikir, Ziro dikejutkan dengan penampakan si topik pembicaraan antara dia dan Saniya, berjalan bersama cewek disebelahnya.
"Nggak usah San!."
Wajah Saniya langsung ditekuk melepaskan tautan tangan mereka, dengan kesal ia menghentakkan kakinya.
"Kenapa nggak boleh!?."
"Makhsudnya nggak usah dipanggil dia udah datang sendiri," tunjuk Ziro dengan dagunya kearah dua orang yang mau memasuki pintu mall. Mata Saniya berbinar melihat Zehn didepannya sekarang.
"Zehn!!!."
🌹🌹🌹🌹
~Silahkan masuk di 'Grup Kimi' , jangan sampai memutus tali silaturahmi😊, ada di profil ya gaes!
...~Jangan lupa saling menghargai😉...
...Bom Like, Vote, and Komen!...