Zehntara

Zehntara
Chap 13 ( Sahabat )



Disinilah mereka berempat berada, mengelilingi toko peralatan sekolah. Tak disangka rencana Zehn mengajak Tara membeli buku latihan olimpiade biologi membuatnya bertemu Saniya dan Ziro. Rasa canggung Zehn, Ziro, dan Tara yang tidak bisa dilihat Saniya membuatnya enjoy. Sedangkan mereka bertiga bergelut bersama suara batin masing masing.


"Tara, gue nggak nyangka deh bisa ketemu lagi sama lo!."


Deg


Suara detak jantung Tara dan Zehn berlomba lomba ingin keluar dari tempatnya, dan Saniya belum juga mengerti situasi mereka.


'Aduh gawat kenapa nih cewek bisa kelepasan!!!'


'Saniya disini ada Ziro, kenapa kamu ngomong gitu!?'


Cukup melewati suara batin dan gerakan mata juga mimik wajah membuat Saniya mendelik dan refleks menutup mulutnya.


"Kamu kok kenal sama dia?. Dimana??kapan??."


Lolos sudah pertanyaan Ziro yang menautkan alis menatap Saniya dan Tara bergantian.


"Emm..i..itu kemarin waktu___"


"Waktu gue ke pasar nah ketemu deh sama San..Saniya," potong Tara membuat Zehn geleng geleng kepala. Bagaimana bisa Tara membuat alasan bertemu dipasar sedangkan Saniya sendiri tidak pernah ke pasar dengan kondisinya sekarang.


"Hah kamu ke pasar San??," tanya Ziro semakin curiga dengan tingkah mereka.


"I..iya aku ikut Bi Imah terus ketemu sama Tara waktu diangkot hehee..."


'Aduh semoga Ziro percaya'


"Kalian masih mau disini?, soalnya gue mau cari buku!."


Sahut Zehn mencoba mengalihkan perhatian Ziro.


"Oh iya kak Tara ikut cari buku ya!."


"Ya udah sekalian aja aku juga mau beli buku tulis Zehn, yuk!!!."


'Ada yang mereka sembunyi-in, tapi apa?'


Merasa lega, tak ada lagi pertanyaan dari Ziro. Saniya dan Tara berjalan dibelakang mengikuti dua cowok yang sibuk mengitari rak rak buku. Merasa bosan Saniya menarik Tara keluar dan berhenti didepan penjual es kriem.


"Ngapain kita ke sini?. Nanti kalau mereka cari__."


"Udah nggak apa apa Tar, ini kesempatan!. Gue mau beli es kriem," ujar Saniya dengan wajah cute sama persis dengan anak anak yang ingin dibelikan es criem.


"Tapi lo kan lagi sakit__"


"Ssuttt!!!, sekali kali masa nggak boleh. Lo awasin ya kalau mereka nongol gue mau pesan dulu___eh lo mau juga nggak?."


Tara mengangguk, jika masalah es criem mana mungkin dia menolak. Masih tidak sadar jika dibelakang mereka tidak ada kedua cewek yang sudah menyantap es criemnya dengan kedua kaki digoyangkan.


"Oh ya Tar berhubung besok gue masih siswi baru, lo mau ajak gue keliling sekolah nggak??. Soalnya gue cuma kenal lo, Sonya sama mereka berdua."


"Ahh i..iya boleh."


'Nah ini waktunya buat jalanin strateginya si Maya, harus bisa deket sama saingan biar gue mudah naklukinnya'


"By the way panggil gue Saniya aja ya!," Tara mengagguk, sedikit demi sedikit tidak ada rasa canggung lagi diantara dia dan Saniya.


'Tapi Saniya kayaknya orang baik deh, beda sama si nenek lampir Sonya itu. Apa gue tega rebut kak Zehn dari dia?.'


Tara dan Saniya asyik menjilat makanan moncong ditangannya. Duduk didepan tempat Zehn dan Ziro mencari buku membuat mereka leluasa mengamati keduanya jika akan keluar.


"Lo suka es kriem?."


"Suka banget!."


"Kalo sama Zehn?."


"Suk___"


Tara menghentikan ucapannya yang hampir kelewat jalur. Memandang Saniya yang juga menunggunya dengan alis terangkat.


"Gawat mereka kesini!!!."


Saniya mengikuti arah mata Tara, dan yah dua 'Z' sudah berjalan keluar. Panik?, ya jelas paniklah!. Segera mencari tempat sampah, hanya itu yang ada dipikiran Tara juga Saniya.


"Kok nggak ada tong sampah, gimana ini?," panik Saniya melihat sekelilingnya.


Seketika Tara melihat kebelakang, dan jauh dibawah sana banyak lalu lalang manusia dengan aktifitas masing masing. Yang ada dipikiran Tara 'bagaimana cara membuang es kriem ini' sedangkan tidak ada tempat sampah terdekat.


Dua 'Z' hampir membuka pintu toko dan tanpa pikir panjang Tara segera mengambil es kriem Saniya dan___


Wuuiingg


.


.


.


Cpukk


Dua es krim terjun sempurna ke bawah, dan mendarat mulus di atas kepala bapak bapak botak.


"Dasar kurang ajar!!!," ucap bapak berambut botak itu menatap keatas, dan segera Tara juga Saniya berjongkok.


Saniya menatap cengo nasib malang sang es kriem yang belum habis itu berada diatas kepala orang. Tidak habis pikir, dia saling pandang dengan Tara yang meringis menggaruk lehernya.


"Kalian kenapa disini?."


"Lagi lihat orang lewat aja hehee...," sahut Tara berdiri disusul Saniya.


"Kita makan yuk!!!. Udah laper nih," ujar Saniya cengengesan.


🌹🌹🌹🌹


Hari ini sahabat Tara bernama Chika sedang kesal dengan orang didepannya ini, enak saja membuat dirinya malu didepan banyak murid. Bagaimana tidak, seorang Chika disuruh memerankan nenek lampir dan suara Chika yang sangat mendominan berhasil membuat semua anggota club drama tertawa. Padahal bukan pemeran nenek lampir yang dia inginkan.Ya, sore ini adalah waktu club drama berlatih.


'Dasar korek Jez!!!. Awas aja gue bakal balas dendam, berani beraninya lo bikin gue malu. Mentang mentang senior aja sok berwibawa lo, nggak pantes tahu!.'


"Kenapa masih disini?__silahkan turun!!!."


Ujar Jez yang dibalas hentakan kaki Chika dan berlalu meninggalkan panggung.


Yah Jez adalah wakil club drama, dia biasa memerankan pameran sebagai seorang pangeran atau biasa dibilang tokoh utama. Sudah jelas karena wajahnya yang tampan.


Beberapa jam berlalu sampai jarum pendek tepat diangka 5, sudah waktunya semua anggota pulang dan bersiap menyambut hari esok. Begitu semua merapikan barang barangnya seorang Chika mempercepat dan langsung pergi mengendap endap.


"Huuhh ankhirnya bebas juga gue__apes banget hidup gue kalau ketemu sama korek Jez sialan!. Ngapain juga dia di club drama??, bikin gue males aja."


Mata Chika berbinar melihat mobil bewarna silver tak jauh dari pandangannya. Segera dia mendekat dan berjongkok disebelah ban mobil.Senyum licik terukir jelas diwajah tirus Chika. Tak tahu saja dia dari kejauhan dua mata elang menatap tajam ke arahnya.


"Sipp beres___rasain lo!!!," ujarnya sambil menepuk nepuk kedua telapak tangan. Empat ban sekaligus berhasil dia kempeskan.


Dengan santai dia melangkah, tak jauh dari tempatnya tadi dan betapa terkejutnya Chika melihat sosok musuh baginya sedang bersender dimobilnya.


"KITA IMPAS!!!."


Dua kata berhasil membuat Chika naik pitam. Sudah selesai, ya sudah selesai juga Jez  membuat ban mobil Chika kempes semua.


"DASAR KOREK JEZ!!!."


Disisi lain Tara merasa senang bisa seharian ini bersama seniornya. Hangat tubuh Zehn menghilangkan dingin ditubuhya. Memeluk Zehn saat berada diatas motor menjadi moment spesial bagi Tara. Seyum diwajahnya pun tak bisa luntur sampai didepan pagar rumahnya.


"Emm lo nggak mau turun!?."


"Hah?," Tara mengerjap bingung, kapan dia sampai?.


"Ahh iya kak!."


Tara mengembalikan helmnya, sedikit malu Tara mencoba menetralkan wajahnya yang terasa panas.


"Mau mampir dulu kak?."


"Nggak usah, gue langsung balik aja."


Tara sebenarnya ingin bertanya satu hal, tapi takut membuat Zehn tersinggung. Jika tidak bertanya pasti akan terbawa sampai tidur, bagaimana ini?.


'Hanya beberapa kata Tar lo pasti bisa'


"Kak se..senenarnya kalian bertiga ada hubungan apa?."


"Lo pengen tahu banget atau pengen tahu aja?," Tara memiringkan kepala tak tahu harus menjawab apa.


"Emm Tara kepo banget kak!."


Dasar Tara ditanya apa jawab apa:(


Zehn terkekeh melihat antusias Tara yang ingin tahu apa hubungan dirinya dengan Saniya dan Ziro.


"Gue sama mereka pernah sedekat perangko."


"Sebut aja sahabat dari kecil," lanjut Zehn disambut wajah berseri Tara.


'Jadi cuma sahabat, yes!.'


Heyy apa salahnya status 'sahabat' untuk tidak saling ada rasa?, begitukah Tara!?.


"Yaudah masuk gih!!!."


"Kak Zehn aja dulu!."


"Emm___gue rasa jangan panggil kak deh."


Tara bingung, jantungnya sedikit berpacu lebih cepat. Gugup, rasa itu muncul lagi.


"Panggil Zehn aja biar makin akrab!."


Demi apa?. Jangan membuat Tara berhalu di Sore menjelang petang ini.


Oh tidak, Tara tidak salah dengarkan 'biar makin akrab' itu makhsudnya apa?. Jangan sampai si Tara salah paham okey!.


Deru mesin motor Zehn membuat Tara sadar dan melambaikan tangannya dengan hati berbunga bunga.


"ZEHN!?"


"BUNDA ANAK MU LAGI DIMABUK CINTAAAAAA....."


🌹🌹🌹🌹


~Bantu Scrol dari Chap pertama sampai akhir yaaaa, biar menabah Popularitas Zehntara😉 Nggak Up dulu sbelum 1500 lebih, yok semangat SCROL BERKALI KALIII!!!!!


...~Jangan lupa saling menghargai😉...