
Abimanyu di arahkan menuju pintu keluar dengan gerakan smooth hingga tanpa orang-orang sadari. George sekilas melihat mantan tunangan putrinya kala mereka masih college dahulu namun dia tak mempunyai kesempatan untuk menyapa Abimanyu.
Semua begitu cepat, Alexa telah mempersiapkan segalanya. Mobil yang membawa Abim paksa pun melesat meninggalkan tempat itu tepat sesaat sebelum Juna menyadari keberadaan kakaknya telah menghilang.
"Bim. Kak."
Juna menyusuri setiap lorong di rumah duka. Mobil Abimanyu masih terletak disana. Merasa curiga, lelaki cerdas jtu meminta bantuan security untuk melihat CCTV, dia mengatakan bahwa mantan tunangan Graciella menghilang.
Tak lama, visual pun dia peroleh. Umpatan seketika menguak dari mulut pedas sang Arjuna.
Dia lalu menghubungi ponsel Abimanyu, melacak melalui gps namun sia-sia. Putra bungsu Ibrahim Yasa panik. Dia meminta bantuan pada seseorang yang dulu pernah mencari tahu lokasi Abimanyu saat percobaan pembunuhan.
Kedua lelaki nampak sangat serius membicarakan hal yang menyebabkan Abimanyu pergi, karena kecerobohan Juna. Langkah pertama, dia meminta mobil Abimanyu diambil dari lokasi rumah duka dengan meminta satpam perumahan mereka agar membantunya.
Rencananya setelah ini, dia akan menemui Liam namun karena sang sahabat tengah berduka juga merawat putranya, Arjuna segan meminta bantuan pada pemilik resort kaya itu.
Tidak ada pilihan. Bila Arjuna kembali pulang, apabila Zaylin mendengar kabar ini ia khawatir ini akan berdampak pada kesehatan sang ipar mengingat kehamilannya begitu riskan.
"F-ucck. Bego, Juna!" umpatnya untuk diri sendiri. Putra bungsu Iriana lalu mencoba mendiskusikan hal ini dengan Gilmot.
Sesampainya di kantor sang pengacara sekaligus sahabat almarhum sang ayah, Juna langsung mengutarakan kilasan peristiwa yang baru saja menimpa. Gilmot kemudian membuat bagan, mencoba menarik siapa yang berulah kali ini namun Juna mengatakan dia telah mempunyai jawaban.
"Alexa. Baiknya hubungi suaminya itu, Om kan lawyer Abim. Kuasa hukumnya juga, jadi lebih tepat menanyakan hal demikian padanya," ujar sang pria tampan nan di landa panik.
Gilmot menyetujui usulan Arjuna. Dia menghubungi asisten Roger evoque namun sayang, nomer ponsel mereka tidak ada yang aktif.
"Kantornya, Om."
Kedua pria bergelut mencari sekuat tenaga dimana Abimanyu berada. Hingga Gilmot meminta bantuan orang luar untuk melacak keberadaan sang keponakan angkat.
"Gimana Om?" cemas Juna.
"Nunggu Juna, mau gak mau. Kita gak bisa berbuat banyak. Lapor Roger sudah, minta bantuan sudah, palingan nanti kalau dia on langsung hubungi aku. Sekarang mending pulang," saran Gilmot lagi.
"Gak bisa, Zaylin gimana? pasti dia nanya, mana sekarang lagi ketergantungan sama Abim pula. Bisnis kakakku juga sedang gencar berkembang, Abimanyu itu punya tangan dingin untuk urusan perniagaan apalagi didukung Zaylin, semangatnya membuat kian berkobar," keluh Juna kian buntu.
"Ambil alih sementara manajemen milik Abimanyu. Lalu bicarakan dengan Zaylin perlahan. Jangan keluar rumah, mending resign saja agar iparmu aman. Aku akan mengawasi kediaman kalian dengan orang ku," tukas Gilmot kemudian.
Hingga malam menjelang, kedua putra Iriana tak kunjung kembali pulang. Zaylin senewen sebab ponsel sang suami padam hingga dia kesulitan menjaga mood dan hatinya
Iriana tak kalah panik saat Juna mengatakan sedang mencari Abimanyu namun diminta merahasiakan pada Zaylin agar menyampaikan bahwa mereka keluar kota beberapa hari.
Putri Zulkarnaen terisak, tak biasanya sang suami tidak mengatakan kemana dia pergi. Zaylin, merasa Iriana menyembunyikan sesuatu.
"Bu, Mas Abim kemana? jangan bohong padaku," ujar Zaylin setelah lewat tengah malam kabar baik tak jua muncul.
"Gak kemana-mana, lagi ngurus bisnis," jawab Iriana menahan kantuk, sebab menunggu Juna pulang.
"Bukan kebiasaan Mas Abim, melakukan sesuatu tanpa aku tahu, apakah suamiku...."
"Lin, jangan berprasangka. Istirahat dulu ya, Ibu temani."
Iriana tak kuasa menatap sorot mata tajam sang menantu. Dia rikuh sehingga menguatkan dugaan Zaylin bahwa telah terjadi sesuatu.
"In sya Allah aku kuat, katakan yang sesungguhnya, Bu." Tatapan memohon Zaylin limpahkan untuk sang mertua.
"Nanti saja, tunggu Juna datang," sahut Iriana membalas pertanyaan sang menantu tanpa melihat wajahnya.
...***...
Sementara di tempat lainnya.
"Hanya ada kita berdua di sini. Hanya ada kita, " ucap Alexa, mengecup pipi Abimanyu yang belum siuman.
Semua fasilitas canggih, hasil pengerukan harta sang mafia dia manfaatkan untuk berlindung dan bertahan jika suatu saat bahaya mengancam. Alexa, demikian obsesif.
Hingga keesokan pagi.
Jika di kediaman Iriana masih dilanda kecemasan, maka berbeda dengan hunian Adrian juga Liam Sakha.
Atthar telah kembali pulang ke mansion ditemani sang guru, Dina sekaligus menstimulasi kembali semua pelajaran ringan agar pangeran Achazia tidak merasa bosan.
Setelah sarapan, ketika hendak pergi ke kantor, langkah sang duda kaya dijegal oleh Arjuna. Penampilan kusut serta tubuh lunglai menjadikan Liam bertanya pada sahabat baiknya itu.
"Kenapa sangat kacau, Jun? ada apa?"
"Abim menghilang, Zaylin pingsan. Ibu panik, aku lelah tapi ingin terus mencari," ujar Arjuna.
Bug. Tubuh itu jatuh.
"Juna!"
Mentari meninggi, Arjuna akhirnya siuman. Hidangan tersaji siap mengisi lambungnya yang minum nutrisi
Liam menunggu dengan sabar saat sahabatnya mengunyah makanan, meski masih diatas pembaringan.
"Video, coba kamu lihat, Liam." Juna menyerahkan ponselnya pada sang pemilik resort.
Beberapa saat. "Dia?"
"Panjang kisahnya. Slide berikut, itu foto before after pelaku. Kakakku pernah terlibat skandal dengannya, karena aku. Kau tahu? aku selingkuh dengan Graciella ketika mereka akan menikah, lalu yah terjadilah ... hingga percobaan pembunuhan sebab pelaku menggasak harta Abim dan kakakku di tolong tokoh masyarakat hingga bertemu Zaylin."
"Zaylin yang menolong Abimanyu keluar dari bayangan trauma. Wanita itu sangat besar pengaruhnya bagi Abim, begitupun sebaliknya," ungkap Juna menjelaskan singkat duduk perkara pada Liam.
"What? Graciella? dan Zaylin, guru Atthar adalah kakak iparmu...."
"Hmm, begitulah. Kau mau kan bantu aku," tanya Juna lagi, seraya menyingkirkan hidangan dari hadapan.
"Jelaskan rinci, agar aku dapat menyusun strategi. Ini demi Zaylin ... tak ku kira semua berkaitan, Abimanyu sangat berbeda dengan mu, makanya aku gak sangka jika dia, dan astaga skandal," Liam menyugar rambutnya yang telah rapi, ia shock.
"Abimanyu lebih tampan, tegap, dan tenang gak belangsakan macam aku, maksud kamu?" cecar sang sahabat.
"Kalian sama, maksudnya struktur wajah, Abim lebih maskulin ehm," Liam menahan tawa. Arjuna memang terlihat bagai cowok Korea, cantik.
"Bisa bantu gak?" sungut Juna kesal.
"Ceritakan dulu versi lengkapnya. Tau gitu, gue rebut Zaylin sekalian," goda Liam.
"Kan, kubilang juga apa, Zaylin bahkan aku tuduh berselingkuh denganmu memakai alasan Atthar sebab ku tahu kamu menaruh suka pada iparku itu," dugaan Juna tepat.
"Lekas, cerita."
"Begini awalnya...."
.
.
...______________________...
...ngebut aah, dikit lagi... selesai. ...