
"Heeyy, boga panon teu, sia nabrak aing, nyareri heh!" caci Graciella tak kalah lantang, ponsel puluhan juta miliknya jatuh membentur paving pedestrian.
Dia mengeluarkan makian dalam bahasa daerah, hasil pergaulan dengan para sosialita ternyata membawa manfaat, bule mana paham, pikirnya.
"Heh, Indon people, Lu kalo ngomong jangan asal nyablak, pan situ duluan nabrak gue, sambi-t juga ni orang," Alexa tak kalah garang, dia membalas makian Graciella.
"Apa kalian sudah gila? ribut di pinggir jalan. Come on, Baby. Kamu bikin malu aku," keluh Roger seraya mengambil ponsel Grace.
"Tah, salaki maneh sopan," Grace menjulurkan tangan meminta ponselnya kembali.
Saat Roger hendak mengembalikan benda pipih itu, tanpa sengaja jarinya menekan tombol power sehingga layar gawai menyala. Di sana terpampang foto lama Abimanyu. Roger urung menyerahkan benda itu, mengamati seksama apakah penglihatannya salah.
"Are you?" selidik Roger menahan ponsel Grace.
"Who is that?" ujar Alexa meminta agar Roger memperlihatkan picture yang dia sembunyikan.
"Balikin, punya gue." Grace menyambar gawai miliknya dari tangan Roger.
Tak ingin Alexa curiga, pria itu mengalihkan topik agar wanitanya melupakan tragedi tadi dengan mengajak Alex kembali masuk ke dalam resto mewah tak jauh dari sana. Dia secara sembunyi-sembunyi meminta pada salah seorang anak buah untuk menyelidiki Grace.
Bukan Alexa jika dia tak cerdik. Diam-diam, jemari lentiknya menekan tombol panggilan cepat untuk menghubungi seseorang yang ia percaya. Alexa membagi titik koordinat di mana ia berada dan mengirim kotak suara permintaan untuk menyelidiki CCTV tak jauh dari sekitar, saat Roger lengah kala di sapa koleganya.
...***...
Indonesia.
Beberapa pekan ini Aylin memang intens menjaga jarak dengan Atthar, bahkan dia mulai terbiasa mendengar segala amukan bocah tampan itu yang tak kunjung berubah sikap.
Siang ini diagnosa dokter terapi kejiwaan Abimanyu akan memberikan laporan keseluruhan bagi pasangan Yasa. Sayang, Zaylin tidak dapat menemani sang suami untuk konseling akhir. Hanya video call yang dapat mereka lakukan saat ini.
"Beneran Dokter? Mas sudah dinyatakan bebas dari trauma?" tanya Zaylin dengan sorot mata berbinar.
"Benar dan laporan medis terlampir, selamat ya. Upaya untuk mengikis ingatan masa lalu dan keluar dari bayang kelam, berhasil kalian lakukan. Jangan lagi memendam segala keluhan, perasaan aneh atau apapun terhadap pasangan. Terbuka dan saling support adalah kekuatan bagi semua masalah," pesan sang Dokter.
Abimanyu tersenyum, menerima hasil akhir perjalanan panjang usahanya untuk sembuh. "Ay, aku bebas. Makasih, Sayang," ucap sang suami, trenyuh.
Zaylin tak kalah haru. Kesulitan serta kesabarannya berkali menahan hasrat atas segala sikap sang suami, terbayar lunas. Abimanyu resmi miliknya lahir batin, jiwa raga. "Mas. Aku happy banget," isak putri Zulkarnaen.
Dokter lalu mengucapkan selamat dan meminta Abimanyu untuk tetap review konseling enam bulan atau satu tahun ke depan untuk memantau sisa trauma.
Satu jam kemudian.
Sudah menjadi rutinitas bagi Abimanyu menjemput Zaylin tepat pukul tiga sore di sekolah. Jika hari-hari biasanya dia hanya menunggu di dalam mobil, kali ini lelaki tampan itu berdiri dengan menyandarkan tubuh atletis nya di badan kendaraan.
Wanita cantik dalam balutan busana formal terlihat berlari di lorong menyambangi sang suami kala dia melihat Abimanyu menunggunya. "Maaass," seru Zaylin.
"Jangan lari-lari, Sayang," cemas Abim mengingat heel yang Zaylin kenakan lumayan tinggi, khawatir kakinya terluka.
Brugh. Zaylin menabrakkan diri ke tubuh sang suami.
"Aku happy."
Abimanyu memeluk erat, mengusap punggung istrinya lembut. "Makasih, Sayang."
Keduanya tak mengindahkan tatapan sekitar dari beberapa pasang mata, Abimanyu melerai pelukan kala mendengar bel sekolah berbunyi.
Saat Zaylin akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba terjadi kisruh di kelas Atthar. Dina tergesa membuka pintu mobil milik Liam yang baru saja masuk pelataran parkir sekolah.
"Mas, Atthar kenapa?" ucap Zaylin menunjuk ke arah parkiran.
Abimanyu menoleh, "Atthar sakit? digotong gitu, pingsan Ay?"
"Entah. Aku boleh ke sana gak?" Zaylin meminta izin pada suaminya.
"Gitu ya. Aku paham. Oke deh," balas Aylin, dia lalu masuk ke dalam mobil.
Pasangan Yasa melanjutkan perjalanan menuju rumah Iriana. Ibu kandung Abimanyu meminta waktu kurang lebih satu bulan untuk menjawab lamaran Gilmot beberapa pekan lalu.
Banyak yang harus Iriana pertimbangkan termasuk masalah desakan Arjuna yang ingin segera menikah dengan Rizkia. Malam nanti rencananya keluarga inti akan berkumpul membahas permasalahan ini.
Ba'da isya.
Pembicaraan serius tengah dilakukan keluarga Abimanyu tanpa melibatkan Zaylin. Wanita itu sengaja menghindar dalam urusan keluarga suaminya.
"Aku menunggu keputusan final saja ya Mas. Gak mau ikut campur terlalu dalam apabila tidaak diminta," ujar Zaylin kala Abim memintanya duduk bersama.
"Tapi Ibu mau kamu ada di sana, Ay," bujuk sang suami.
"Juna gak minta aku secara khusus, ini kan acaranya. Yang penting aku support BTS," jawab Aylin lagi.
"BTS?"
"Behind the scene, dibalik layar aja. Gih," Zaylin mendorong Abim keluar kamar sebab Juna sudah memanggil dirinya.
Setelah kepergian sang suami. Ponsel Zaylin tak henti berdering.
Wanita ayu lalu melihat nama yang tertera di layar gawai. "Dina? kenapa ya?... halo, assalamu'alaikum Bu Dina, ada apa ya malam-malam?" tanya sang Guru.
"Atthar demam tinggi, memanggil nama Ibu terus menerus. Ayahnya panik," terang Dina.
"Sudah di rumah sakit kan? tunggu reaksi obat. Aku gak bisa keluar, sedang ada rapat keluarga," balas Zaylin ikut cemas mendengar kabar anak didiknya meski tak secara langsung, tengah berjuang melawan rasa sakit.
"Maaf ya Bu Dina. Jika suamiku mengizinkan, aku akan menjenguk Atthar esok pagi dengan beliau," pungkas Zaylin.
Inginnya pergi namun dia memilih tinggal. Selain sudah malam, Abimanyu tengah berbincang serius, jika dia memaksa pergi maka dugaan Juna terhadapnya makin menguat.
"Ujian ada-ada aja rupa dan ragamnya. Sabar, Ay," gumam Zaylin, meletakkan kembali ponselnya di atas meja rias. Namun celaka, benda pipih itu menyenggol botol parfum tester mini sehingga cairan wangi tumpah berantakan menggenang di lantai.
Prakk.
"Ya tumpah deh," Zaylin meraih tissu lalu menyeka parfum yang tercecer.
Setelah semua rapi, dia lalu membasahi lantai dengan kain basah agar sisa wanginya tak terlalu menusuk hidung.
Tiba-tiba. "Huek." Mual hebat melanda wanita ayu yang hanya mengenakan homy dress diatas lutut. Zaylin bergegas menuju bathroom.
Abimanyu mendengar samar suara Zaylin, dia izin pada Iriana melihat kondisi istrinya sejenak. Saat pintu kamar terbuka, wangi menusuk hidung pria tampan dengan setelan baju santai. Bau parfum semerbak menyeruak hingga ke ruang keluarga yang tak jauh dari kamar mereka.
"Bim, kenapa Zaylin? wangi apa ini," tanya sang Ibu.
"Entah, Aylin di toilet, Bu."
"Ay, buka. Ay," suara Abimanyu menggedor pintu kamar mandi. Sementara Zaylin masih memuntahkan semua isi perutnya, dia bagai teracuni wangi parfum.
...***...
Singapura.
"Aku tunggu di Rhine Cafe, Orlando street 2nd tepat pukul delapan pagi." Tulis sebuah pesan yang masuk dalam gawai wanita cantik nan tengah vacation.
.
.
...__________________...