ZAYLIN HUZEFA

ZAYLIN HUZEFA
BAB 36. SEMBUH



Zaylin sedikit terkejut atas ungkapan Juna, tuduhan adik ipar pun dia abaikan, fokusnya hanya pada Liam dan sang suami. Apakah Graciella akan kembali merebut Abimanyu setelah pertengkaran yang mereka saksikan kemarin siang tak jauh dari kawasan sekolah.


Abimanyu merasa bahwa Zaylin mulai termakan isu tentang Graciella dan kisah masa lalunya itu, dia lalu menarik jemari sang wanita ayu menuju kamar mereka. Mengabaikan pertanyaan Iriana yang mengatakan apakah keduanya telah makan malam.


Di dalam kamar utama.


"Ay, Kia bilang apa sama kamu?" cecar Abimanyu kala keduanya telah duduk di sisi ranjang.


Zaylin meraih jemari kanan Abimanyu, menautkan ke sela jari. "Mas, Kia hanya cerita tentang pertemuannya dengan Juna dan sedikit kisah di balik masa lalu kalian itu. Aku gak nyalahin, ngerti kalau Mas belum bisa terbuka tentang itu, jadi jangan merasa bersalah. Toleransi ku hanya sebatas tak ingin membuka luka yang perlahan mulai pudar," jujur Zaylin.


"Tentang Graciella, ya entahlah. Aku gak mau menanggapi, asal dia gak ketemu Alexander aja, bisa kalah telak aku ini. Kaum seperti itu, biasanya gak akan mudah lupa, sebab dia merasa menemukan pasangan yang cocok itu sulit. Kalau Mas sadari, sungguh hatiku lebih takut dengan Alexander di bandingkan Graciella," lirih Zaylin masih menggenggam tangan Abim.


"Ay, kan dia itu sudah di amankan Roger. Gak akan lah balik sini. Sejatinya semua pria normal tidak akan terjerat dalam lembah itu apabila otak waras. Aku lebih takut pada mereka jika menggunakan cara yang diluar nalar. Kamu sasarannya, bukan aku," imbuh Abimanyu.


"Iya benar, aku sasaran kejahatan mereka dan Mas pialanya, miris banget ya kita. Juna menuduhku selingkuh dengan Liam, Mas di incar satu wanita masa lalu dan lainnya lagi perempuan kawe," kekeh Zaylin berusaha mengusir kecemasan.


"Aku baru tahu, jika Liam adalah sahabat Juna. Dugaan adikku juga tepat, kau memang dekat dengan Atthar makanya dia bilang potensi kamu selingkuh lebih besar. Mungkin saja Liam dan Atthar mengagumimu, Juna menyimpulkan demikian sebab mereka kawan. Kenapa sih, punya istri cantik itu ujiannya banyak. Sayang, kapan ini membesar, biar semua pria tuh tahu, kamu milikku," keluh Abim, menyandarkan kepala di bahu Zaylin seraya mengusap perut rata wanitanya.


Zaylin tersenyum simpul. "Punya suami tampan juga sulit, bahkan bukan hanya disukai kaum wanita namun lelaki juga," kekeh menantu Iriana.


Tawa renyah keduanya membawa pasangan itu merebahkan diri di atas ranjang. Jika bukan Zaylin, mungkin harga diri Abimanyu telah terkikis habis. Wanita berusia matang itu banyak memberikan support moril baginya yang tengah berjibaku keluar dari bayang masa lalu.


"Ay, trauma aku perlahan pudar berkat kamu. Hot banget sih," bisik Abimanyu sembari mengecup pipi Zaylin.


"Masih terapi loh Mas, dua sampai tiga kali lagi kan? panjang ya prosesnya. Tapi suamiku gigih banget, jadi aku juga semangat ... kalau aku gak gitu, takut Mas-ku gak berkesan," gelak Zaylin seraya menarik bantal guna menutupi wajahnya karena malu.


"Tapi dampaknya jadi ketagihan, gimana donk."


"Ya bagus," imbuh Zaylin masih terkekeh dari balik bantal yang menutupi wajahnya.


Abimanyu menyingkirkan bantal yang menutupi wajah Zaylin, menarik kepala sang istri mendekat dengannya, "Banyak yang kesulitan keluar dari bayang itu, sebab bagai luka nan membuat harga diri kami runtuh. Gak bisa membahagiakan istri hingga akhirnya kembali ke jalan lama, karena mereka lebih bersedia menerima dan terus menstimulasi. Ujung semua ini, kefitrahan gairah pada lawan jenis pun pudar seiring kebiasaan. Meski pada awalnya hanya terjebak, bagai kasus ku," jujur Abimanyu.


"Mas kan awalnya gak begitu. Beda cerita dengan mereka yang memang menyatakan diri terkungkung dalam diri yang berlawanan dengan hasratnya. Akan berlainan kisah, dampak juga penyelesaian terhadap semua itu."


"Aku masih takut dosaku tak terampuni sebab liwath, Ay. Bahkan ngeri apabila dosaku menimpa kamu dan anak kita nanti," cemas Abimanyu lirih, tersirat jelas kekhawatiran di setiap kata.


"Inget kasus Fredi budiman gak, Mas? betapa para sniper itu mengatakan setelah kematiannya, bau wangi menyeruak menusuk hidung. Sejenis wewangian bunga namun tak terdeteksi dari jenis apa. Rahmat Allah datang padanya, setelah dia taubatan nasuha bukan? kan Mas juga masih menjalani sholat taubat, puasa, ngaji juga," imbuh Zaylin.


"Bila Allah saja Maha Pengampun, kenapa maafku dangkal? yang penting, suamiku teguh berjalan sesuai fitrahnya, bismillah sehat jiwa raga, sudah bisa berfantasi denganku, kan? nah pertahankan itu ya Mas, buat aku melayang hingga lupa daratan di malam-malam selanjutnya," tawa Zaylin kembali menguar membuat Abimanyu gemas.


Weekend berkesan nan panas, bagi keduanya pertama kali dijelang, meski Zaylin belum merasakan apa arti 'kedutan' sebab fokusnya masih menuntun sang suami untuk terus melihatnya.


...***...


Beberapa hari kemudian.


Zaylin kembali melakukan aktivitas mengajar seperti biasanya. Atas saran Abimanyu, dia harus menahan diri apabila diminta bantuan untuk membujuk putra Liam, Atthar Achazia.


Dua hari ini, dirinya mendengar dari Dina bahwa Atthar kembali bersikap seperti semula, tantrum dan mogok bicara. Guru baru sang anak didik pun menduga bahwa Atthar sedang menarik perhatian Zaylin sebab sang guru memang tengah menghindar dari si bocah atas permintaan Liam Sakhair.


"Tapi kasihan Bu Aylin, tangannya luka karena mencoba melakukan perlawanan terlebih jika sang ayah memaksa," tutur Dina mencoba membujuk Zaylin.


"Aku dilarang oleh walinya mendekat juga suamiku pun begitu. Maaf ya Bu Dina, aku menahan diri," ujar sang guru kelas A.


Keadaan Atthar tak jua membaik hingga satu pekan kemudian. Rasa tak tega mulai menyergap nurani Zaylin apabila mendengar teriakan juga tangisan bocah itu. Kehilangan ibu di usia belia memang menjadi luka tersendiri baginya, terlebih sosok Liam kerap tak ada di sisi untuk mengayomi dan mengisi kekosongan sosok Bunda nan menjadi penyebab kerinduan. Zaylin tetap bergeming.


Di saat yang sama, Singapura.


Setelah pertengkaran beberapa waktu lalu, Graciella memilih terbang ke Singapura dengan tujuan membuat Liam agar mengejarnya.


Beberapa hari di negeri Singa nyata membuat dirinya kesepian. Liam tak jua mengunjungi bahkan menghubungi dirinya. Wanita ayu nan seksi itu kini menyusuri kawasan pusat perbelanjaan di sana. Dia berjalan seraya memainkan ponsel, mencari sebuah foto lama.


Gubrak. Prak. Ponsel Graciella jatuh, juga beberapa paper bag berantakan di jalur pedestrian.


"Hey, what the f-uck!" teriak seorang wanita, dia tengah geram dengan sosok lelaki dibelakangnya. Kekesalan memuncak kala dirinya ditabrak oleh pejalan kaki dari lawan arah.


"Heeyy!" Graciella tak kalah lantang, ponsel puluhan juta itu jatuh terpelanting membentur paving.


.


.


...______________________...


...Mau lempar bom, nunggu satu lagi....