
Queen menghempaskan tubuhnya di ranjang besar milik Keanu,setelah menghabiskan waktunya di rumah sakit Queen beranjak pulang dan memilih pulang ke apartemen milik sang kekasih.Queen menatap langit-langit kamar Keanu yang bernuansa gelap,sang kekasih memang memilki selera yang cukup unik dalam mendesain serta menata kamarnya.
Setelah membersihkan diri serta merendam tubuhnya yang terasa lelah,perlahan kedua mata Queen terpejam memasuki mimpi indah.Perlahan seorang pria membuka pintu kamar yang masih gelap,siapa lagi kalau bukan sang pemilik kamar.Keanu menyalakan lampu kamar dan mendapati sesosok wanita yang terbaring membelakanginya,Keanu mengerutkan kening seingatnya Queen masih melakukan operasi,lantas siapa wanita yang tidur di atas ranjang empuknya?.
Keanu melangkah mendekati ranjang dengan langkah ringan,tanpa menimbulkan suara.senyum melengkung di susut bibirnya yang manis,setelah mengetahui siapa wanita yang tertidur pulas di atas ranjangnya.tidka ingin mengganggu sang kekasih,Keanu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.tak butuh waktu lama,Keanu keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya.merangkat ke atas ranjang,meraih tubuh Queen dan memeluknya dengan erat.
Menyadari seseorang memeluk tubuhnya,dengan aroma tubuh yang begitu di kenalinnya,Queen tersenyum tipis.Ia membalikkan tubuhnya,membalas pelukan Keanu.menyandarkan pipinya di dada bidang Keanu yang terasa dingin.Keanu terkekeh pelan melihat sikap Queen yang manja,wanita di dekapannya itu sangat jarang memperlihatkan sikap manjanya,bahkan Queen terkesan sangat mandiri.hal tersebut membuat Keanu senang,Keanu memberikan kecupan ringan di kening serta kepala Queen berulang kali.
“Aku merindukanmu,kau membuat hari-hariku begitu berat tanpa bisa melihatmu!”
Queen hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Keanu,namun bagi Keanu senyum cantik Queen telah mewakili hati serta perasaan sang kekasih.keduanya tidur sambil berpelukan,mengarungi mimpi indah bersama di malam yang hangat akan kasih sayang mereka berdua.
Pagi mulai menyapa,Queen membuka kedua matanya dengan perlahan.yang dilihatnya setelah membuka mata adalah wajah tampan sang kekasih.Queen mengusap pipi Keanu dan mengecupnya dengan pelan,membuat Keanu membuka kedua matanya .
“Jangan memancingku di pagi hari!”
“Kecupan selamat pagi!”
Queen kembali mengecup pipi Keanu,sebelum meninggalkan pria itu ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.Keanu melempar senyum manisnya,merasa bahagia karena bisa melihat sang kekasih di pagi hari,di atas ranjang yang sama.Keanu menyandarkan tubuhnya,meraih ponselnya dan melihat rencana kerjanya pagi ini.
Keanu menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan,berusaha mencari asal suara yang di yakini dari ponsel Queen.setelah menemukan benda pipih itu,Keanu sedikit mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera di layar ponsel Queen.tanpa ragu sedikitpun,Keanu menggeser tombol hijau dan menjawab panggilan masuk.
“Hello!”
Kerutan di kening Keanu semakin dalam,ketika dirinya tak mendapat jawaban sama sekali dari seberang sana,bahkan panggilannya terputus begitu saja.tidak ingin ambil pusing,Keanu meletakkan kembali ponsel Queen di atas nakas.kali ini ponsel Queen berdering lagi,dan Keanu mengabaikannya.merasa terganggu dengan panggilan yang terus masuk dengan nomer serta nama yang sama,membuat Keanu semakin penasaran.
“Hello,,!”
Sekali lagi tidak ada jawaban dari seberang sana,membuat Keanu geram dan ingin memaki.namun sebelum suaranya yang lantang keluar dari mulutnya,Queen meraih ponselnya dan menatap Keanu sambil menggelengkan kepala dengan pelan.
“Tidak sopan!”
“Aku hanya penasaran,sejak tadi ponselmu terus berdering dengan nama yang sama,setelah aku angkat pun dia tidak menjawab salamku!”
“Kurangi sikap penasaranmu itu!”
“Aku penasaran dengan orang yang berani menganggu kekasihku!”
“Hahahaha,,!”
Tanpa keduanya sadari sambungan telpon yang masih tersambung,membuat seseorang yang berada di seberang mendengar percakapan keduanya.Darwin mengeratkan giginya,rasa marah tiba-tiba merayap ke hatinya.
Siapa pria yang bersama denganmu Dokter?,aku harus memilikimu apapun caranya.
Darwin menurunkan Handphonenya dan menggenggamnya dengan erat,hingga urat tangannya terlihat.Hingga terlintas di benaknya untuk mencari tau siapa pria yang dekat dengan Queen saat ini,dengan gerakan cepat Darwin menempelkan ponselnya ke telinganya dan meminta orang kepercayaannya untuk mencari tau pria yang mendekati wanita incarannya saat ini.
Di tempat lain Keanu menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk bermanja pada sang kekasih,Keanu melingkarkan tangan kekarnya ke pinggang ramping Queen sambil menunggu pujaan hatinya menyelesaikan ritualnya menggunakan cream pada wajahnya.
“Mau sampai kapan kau seperti ini?
“Selamanya,aku ingin seperti ini bersamamu selamanya!”
Queen tersenyum sambil menyandarkan kepala hingga kepala keduanya menempel,melihat Keanu yang masih memejamkan kedua matanya lewat pantulan cermin hias di hadapannya.dirinya tidak pernah membayangkan sebelumnya,kalau hatinya akan luluh oleh sesosok pria bengis namun memiliki hati yang hangat.
Queen mengelus lengan kekar Keanu,membuat pria itu membuka kedua matanya hingga keduanya saling menatap lewat cermin.pria mana yang tidak akan jatuh cinta pada pesona Queen yang luar biasa,wanita yang tetap terlihat cantik dengan kesederhanaannya,tanpa polesan make up ataupun barang mahal Queen sudah nampak berkelas.
“Aku ingin mengurung mu di dalam Apartemen ini,hingga tak ada seorangpun yang akan ikut menikmati kecantikanmu selain aku!”
“Dasar pencemburu,aku seorang Dokter bagaimana bisa tetap berada dalam apartemen!”
Keanu mendesah mengangkat kepalanya,membalikkan tubuh Queen hingga keduanya saling berhadapan.Keanu menatap Queen dengan lekat,hingga dirinya bisa melihat pantulan dirinya dikedua bola mata Queen.
“Aku tidak akan mengehentikan tindakan sosialmu,aku akan mendukung segalanya.dimana kau akan merasa nyaman,dan tetap bahagia bersamaku.Yah,,meski aku harus berusaha menahan api cemburu,jika melihatmu di kelilingi para Dokter serta pengusaha muda!”
Queen terkekeh pelan,kekasihnya ini memang memilki sifat keras serta cemburu yang cukup berlebihan,namun sebagai seorang wanita Queen menyukainya.
*****
“Bagaimana,apa kau menemukannya?”
“Maaf Tuan,kami belum menemukannya.Dokter Queen tidak pernah terlihat bersama seorang pria,selama beberapa bulan Dokter Queen tidak bekerja.dan dari informasi yang berhasil kami dapat,dia merawat seorang bayi,yang hampir mati karena sebuah insiden kecelakaan dan percobaan pembunuhan!”
Kening Darwin mengernyit mendengar penjelasan anak buahnya,siapa yang tega mencoba membunuh seorang anak yang baru saja dilahirkan ke dunia?.karena penasaran,Darwin menatap anak buahnya dengan tatapan penuh selidik.
“Seorang bayi?.maksudmu Dokter Queen vakum dalam beberapa bulan di dunia kedokteran,demi menjaga dan merawat bayi itu?”
“Iya Tuan,itulah informasi yang kami dapatkan.namun kami belum bisa menemukan siapa bayi tersebut,karena semua informasi tentang bayi itu sangat di rahasiakan!”
“Sepertinya bayi itu bukan orang biasa Tuan,anda bisa membaca semua informasi yang telah kami rangkum di dalam file ini Tuan!”
Yakop menyodorkan sebuah benda kecil pipih ke hadapan Darwin,yang langsung di raih oleh pria berparas tampan tersebut.Darwin menatap tajam benda kecil itu,segala bentuk rasa penasarannya akan jawaban dari segala pertanyaan yang ada di benaknya terdapat pada benda mini itu.
“Pergilah!”
Dengan sopan Yakop menundukkan sedikit kepalanya sebelum pergi meninggalkan ruangan Tuannya,Darwin langsung menghubungkan benda mini itu ke perangkat laptop yang sudah siap sejak beberapa saat lalu.mata jelinya membaca tiap kalimat yang tersusun dengan rapi,keningnya mengernyit dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca.Tangannya mengepal,wajahnya mulai memerah karena amarah.
Dengan nafas yang naik turun,Darwin memejamkan kedua matanya mencoba menurunkan emosi yang bergejolak di hatinya.apa yang sebenarnya membuat Darwin terlihat begitu marah? Apakah ada sesuatu yang begitu membuat pria tampan itu berubah?
“Manusia macam apa yang dengan kejinya mencoba membunuh seorang bayi, yang bahkan terlahir dengan kondisi prematur?bahkan bajingan sekalipun akan berfikir berpuluh kali untuk melakukannya”.
“Sial,,kenapa aku jadi memikirkan kondisi bayi itu saat ini,apakah Queen berhasil menyelamatkan bayi itu,apakah sesuatu yang buruk telah terjadi pada anak itu,sehingga Queen kembali bekerja?.
“Tindakanmu yang berani sungguh membuatku kagum Dokter,semakin membuatku yakin untuk memilikimu di sisiku dan akan aku pastikan kau menjadi milikku”.