You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
56. Berkunjung



Kicauan burung yang berterbangan membuat Queen menengadahkan kepala,menatap pohon besar yang begitu rindang yang ada di pemakaman.sebuah makam yang begitu bersih serta terawat,dimana kini dirinya duduk dan menatap batu nisan Han.Queen tersenyum hangat menatap foto Han yang terpasang di nisan,hari itu dirinya memutuskan mengunjungi Han bersama Keanu.mengenalkan Keanu sebagai kekasih serta orang yang kini dirinya cintai,Keanu yang datang untuk kedua kalinya merasa lega karena Queen benar-benar membuka hatinya untuknya.


Queen mengenalkan Keanu dengan resmi,wanita muda itupun mulai bercerita tentang awal pertemuannya,sampai dirinya memutuskan menerima perasaan Keanu.dalam diam Keanu mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir Queen,tidak ada kata dalam setiap ucapan yang ia keluarkan salah di telinganya,Queen menceritakan semua kejadian secara gambling.dari situ Keanu bisa melihat sifat serta keterbukaan Queen terhadap Han,Keanu pun berharap Queen akan selalu jujur serta terbuka kepadanya,dan menceritakan setiap hal kecil padanya.


Tanpa terasa hari telah menjelang sore,Queen benar-benar menghabiskan harinya bersama Han sebelum kembali bersama Keanu.lega dan bebas dari bayang masa lalu membuat Queen terlihat berbeda,kini wajah cantiknya selalu di hiasi senyum yang menawan yang setiap saat membuat Jantung Keanu harus bekerja keras.


“Paman Han,kami harus kembali.Aku akan datang lagi di lain waktu!”


Kau akan tetap menjadi salah satu orang spesial dalam hidupku paman,tidak ada yang bisa menggantikan mu di dasar hatiku yang paling dalam.aku akan hidup dengan baik dan mengejar kebahagiaanku.


Aku berjanji akan menjaga Queen dengan baik,melimpahkannya kasih sayang serta kebahagiaan.aku tidak akan membiarkannya menangis,itu adalah janjiku sebagai seorang pria.


Keanu meraih tangan Queen,menautkan jari jemarinya.keduanya saling melempar senyum bahagia,setelah berpamitan keduanya meninggalkan area pemakaman dan kembali ke kediaman Bara.dalam perjalanan kembali ke rumah,Keanu terus tersenyum bahagia.beberapa kali Queen melirik wajah pria tampan di sampingnya yang terus tersenyum dan berseri-seri,Queen mengerutkan keningnya karena sedikit bingung dengan tingkah Keanu.


“Apa ada sesuatu yang membuatmu bahagia?Aku perhatikan sejak tadi,kau senyum-senyum sendiri!”


Keanu menatap Queen dan menganggukkan kepalanya,semakin membuat Queen mengerutkan keningnya semakin dalam.


“Aku bahagia,sepertinya jalan menuju pelaminan sudah di depan mata!”


“Cihh,apa kau yakin aku akan menerima lamaranmu?”


“Kenapa,apa kau tidak akan menerima lamaranku?”


“Tergantung,bagiamana caramu nanti melamar ku!”


“Aku akan membuatmu menerima lamaranku,jika kau tidak menerimanya aku akan memaksa bagaimanapun caranya hingga kau menerimanya!”


Queen terkekeh lucu melihat wajah Keanu yang terlihat kesal,keduanya menikmati sore yang indah dalam perjalanan mereka.Esok mereka akan meninggalkan kota kelahiran Queen,dan Queen akan kembali menjalani aktifitasnya menjadi seorang Dokter.


*****


Keanu kembali menjalani aktifitasnya seperti biasa,beberapa pekerjaan menumpuk setelah kepergiannya dan harus ia selesaikan secepatnya.meski beberapa minggu telah berlalu,berita kematian Maysa masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat dan di kantor Keanu.Maysa merupakan salah satu tim kerja,yang berhasil mengikat kontrak kerja dengan Keanu,karena itu keberadaan Maysa begitu di akui di perusahaan Keanu.


Mendengar beberapa karyawan yang masih membicarakan kematian Maysa yang mengerikan,membuat Keanu kesal.bahkan mereka tetap bergunjing,baik di jam kerja maupun jam makan siang.


“Apa kalian tidak memliki hal lain untuk kalian bahas? Apa kantorku ini menjadi pusat penyebaran gossip?”


Suara Keanu yang keras dengan intonasi mengerikan terdengar begitu lantang,membuat tubuh beberapa karyawannya yang berkumpul dan bergunjing ketakutan.wajah mereka pucat pasi melihat tatapan Keanu yang tajam,yah,,Keanu yang baru kembali dari perjalanan dinasnya mungkin tidak mengetahui kematian Maysa yang mengerikan,karena itu Keanu menjadi terkejut.itulah kira-kira yang para karyawannya pikirkan.


“Aku membayar kalian dengan gajih tinggi bukan untuk mengumbar cerita serta bergunjing di kantorku,jika aku masih mendengar kalian berkumpul dan bercerita,lebih baik kalian angkat kaki dan ambil pesangon kalian.aku tidak mempekerjakan orang-orang yang tidak professional seperti kalian!”


“Aslan,urus masalah ini.aku tidak ingin mendengar nama Maysa di kantorku lagi!”


“Baik Tuan!”


Keanu menuju ruangannya,niat hati ingin makan siang hilang begitu saja mendengar cerita kematian Maysa.Keanu menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya,memejamkan kedua matanya.pikirannya kalut,kematian Maysa yang begitu ia inginkan ternyata tidak membuat hatinya tenang.


Sementara itu jauh di Negara seberang,seorang pria berwajah tampan dengan tubuh ramping serta pembawaannya yang lembut melempar hasil laporan anak buahnya tentang kematian seorang wanita yang begitu mengenaskan beberapa minggu lalu.pria itu tersenyum sinis,melemparkan kertas tebal ke mejanya.


“Jadi wanita itu telah mati?,sungguh sangat di sayangkan,aku masih ingin mengunakannya!”


“Beberapa hari yang lalu dia pergi menggunakan pesawat pribadinya!”


Pria berwajah tampan dengan kepribadian tenang itu menganggukkan kepala,mengetuk-ngetuk meja seakan memikirkan sesuatu.Dialah Darwin Ibrahim,pria muda yang kini berusia 32 tahun.pria tampan dengan sejuta pesona,pembawaannya yang tenang  begitu menunjang penampilan serta menutupi kebengisannya.pria muda yang menjadi salah satu pewaris perusahaan ternama di negaranya,pria yang hanya hidup bersama sang ibu.Dia harus kehilangan Ayahnya dalam sebuah kecelakaan,pria yang memiliki semuanya dalam hidup namun tidak dengan cinta sang Ayah.


Sang Ayah yang tidak pernah menganggap keberadaannya,membencinya dan selalu menyalahkannya bahkan tak segan-segan memukulnya.hanya sang ibu lah tempatnya mengeluh,hanya sang ibulah yang selalu memberinya kasih sayang serta dorongan untuk menjadi pria kuat.tidak di akui serta di tolak keberadaannya oleh sang ayah,membuatnya sakit hati,Luka di hati Darwin simpan dengan rapat,meski demikian ia sangat menyayangi sang Ayah. kini yang dirinya miliki hanya ibunya seorang,ibu yang selalu berdiri di belakanganya dan mendukung segalanya,kini sedang berjuang melawan penyakitnya.


“Lanjutkan penyelidikan kalian,belum saatnya aku datang.aku akan menemuinya jika waktunya sudah tepat!”


“Baik Tuan!”


Darwin terdiam menatap kepergian anak buahnya,Darwin menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya,menatap pemandangan kota dari atas gedung pencakar langit miliknya.


Aku akan datang,tunggulah pembalasan dari rasa sakit keluargaku yang di torehkan oleh keluargamu.aku akan membalas semua luka yang keluargamu berikan kepada ibuku,aku bersumpah.


Rumah besar dengan gaya eropa,lengkap dengan beberapa pelayan yang siap melayani segala keperluan serta kebutuhan pemilik rumah.seorang wanita paruh baya,meski di gerogoti oleh penyakit ia masih terlihat cantik.ia menatap langit malam yang penuh taburan bintang,tersenyum hangat dan membiarkan tubuhnya yang kurus terhempas angina malam yang dingin.


“Sudah Darwin bilang gunakan selimut jika ingin menikmati udara malam,ibu bisa jatuh sakit!”


Suara halus dan penuh perhatian memecahkan lamunannya,wanita paruh baya yang bernama Lidya itu tersenyum hangat kearah sang putra yang kini menyelimuti tubuhnya yang kurus.


“Kau sudah pulang?”


“Hmm,,apa yang ibu pikirkan?”


“Memikirkan kapan putra kesayanganku,membawa seorang wanita ke rumah untuk di perkenalkan sebagai  calon istrimu!”


“Ayolah ibu,putramu ini belum memikirkannya!”


Darwin menyentuh kedua bahu sang ibu,menatapnya dengan lembut.wanita penyayang yang kini menjadi satu-satunya keluarga yang ia miliki.


“Aku akan menikah jika bertemu dengan seorang wanita yang menyayangimu tanpa melihat siapa diriku,dan latar belakang diriku.wanita tegas,kuat serta berpendirian.wanita seperti itulah yang akan menjadi istri dan menantumu ibu!”


“Dimana kau akan mencari wanita yang sempurna seperti kriteriamu itu,kau hanya mencari alasan agar ibu tidak menjodohkan mu bukan?”


“Hahaha,,ibu sudah tau jawabannya!”


“Jangan membuat ibu menunggu Darwin,mungkin usia ibu tidak akan lama lagi!”


Darwin menatap sang ibu dengan wajah muram,di peluknya tubuh renta itu dalam pelukannya yang hangat.


“Jangan pernah mengatakan hal itu ibu,ibu bukan Tuhan yang bisa memutuskan kapan ibu akan pergi.putramu ini sedang berusaha melakukan pengobatan yang terbaik untukmu ibu,jangan patahkan semangatku dengan ucapanmu!”


Nyonya Lidya terharu dan menitikkan air mata bahagia,bahagia karena bisa melahirkan serta membesarkan seorang putra yang begitu menyanginya.putra yang menyimpan banyak luka di hatinya,seorang putra yang mampu menyembunyikan rasa sakitnya dengan selalu tersenyum lembut padanya.


Darwin menatap lekat sang ibu yang tertidur lelap di kamarnya,beberapa hari lalu sang ibu kembali menjalani pengobatan karena penyakit komplikasi yang di deritanya.Darwin mengelus rambut sang ibu dengan sayang,entah bagaimana hidupnya nanti jika sang ibu pergi? Hanya ibunya tempatnya berpulang.


Darwin menenggelamkan tubuhnya dalam bak mandi yang penuh dengan air hangat,kembali memikirkan ucapan ibunya tentang seorang istri.dirinya bahkan tidak pernah memikirkan seorang wanita sebelumnya,meski sebenarnya banyak wanita muda yang berpendidikan serta berasal dari keluarga kaya mendekatinya.namun mereka semua tidak memiliki standar,serta nilai dimatanya.


Wanita seperti apa yang akan mengisi hatiku?aku bahkan takut untuk jatuh cinta ibu.aku takut terluka sepertimu,dan hidup dalam penyesalan serta luka sepanjang hidup.