You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
62. Mengunjungi Rumah Sakit



Keanu Menatap Wajah Queen yang masih terlelap di sampingnya,wanita yang beberapa hari tak di temuinya.wanita yang begitu ia rindukan,Keanu tersenyum dan mengecup kening Queen sebelum menurunkan kedua kakinya menuju kamar mandi.


“Apa jadwal mu hari ini?”


Queen berucap sambil memakaikan Keanu dasi,bukannya menjawab pertanyaan Queen.Keanu terlihat menikmati lamunannya,menatap wajah cantik Queen yang kini berdiri di hadapannya.Queen mengerutkan keningnya menyadari Keanu yang hanya diam dan melamun.


Queen mengecup pipi Keanu,membuat pria itu tersentak dan terkejut akan kecupan ringan yang di berikan oleh wanitanya.Queen terkekeh pelan melihat wajah Keanu yang merona.


“Kenapa melamun,kau bahkan tidak mendengar ku bicara!”


“Maaf,aku terlalu fokus pada kecantikanmu,kau terlihat cantik setiap saat!”


“Jangan mulai,masih pagi!”


Queen tersenyum,meraih tangan Keanu dan membawanya ke meja makan,Queen telah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua nikmati.setelah sarapan keduanya menuju tempat kerja masing-masing,Keanu akan pergi keluar kota untuk beberapa hari,sedangkan Queen tetap melakukan pekerjaannya di Rumah Sakit.


Keduanya berpisah dan berangkat dengan mobil masing-masing,Queen menuju Rumah sakit dimana dirinya akan melakukan operasi pada siang  hari.Queen menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya,tenaganya terkuras setelah melakukan operasi selama berjam-jam.di liriknya jam di ruangan yang sudah menunjukan pukul 4 sore,Queen meraih tas serta ponselnya bersiap untuk kembali ke rumah.


“Queen!”


Langkah Queen terhenti mendengar seseorang memanggil namanya,Queen membalikkan tubuhnya dan melihat wanita paruh baya yang dirinya kenal.Nyonya Lidya tersenyum lembut di dampingi oleh seorang gadis muda,yang diyakini adalah perawatnya.Queen tersenyum dan mendekati Nyonya Lidya,yang berjalan dengan sedikit tertatih. Queen mulai bisa  melihat wajah pucat Nyonya Lidya dari dekat,dengan rasa cemas Queen merangkul tubuh rapuh itu.


“Kenapa ibu tidak menghubungiku,aku bisa datang menemui mu setelah pulang dari Rumah Sakit!”


“Ibu merindukanmu Queen!”


Queen terkekeh pelan mendengar ucapan memelas Nyonya Lidya,Queen memapah tubuh Nyonya Lidya dan mendudukkannya di kursi penumpang bagian depan mobilnya,memasangkan sabuk pengaman untuknya dan dirinya sendiri.


“Sekarang kita mau kemana?”


“Bawa Ibu jalan-jalan Queen!”


Queen menatap bingung Nyonya Lidya,wanita di hadapannya memintanya membawanya jalan-jalan,lantas kemana dirinya harus membawanya?.Queen berpikir sejenak,melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Masih ada waktu 1 jam lagi,mungkin sebaiknya aku membawanya kesana,suasana di sana juga bersih.


“Kemanapun ?”


Queen bertanya dan menatap Nyonya Lidya dengan serius,Nyonya Lidya tersenyum dan mengangguk pelan.Queen tersenyum,menghidupkan mesin mobilnya dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.sang pengawal,perawat serta sopir Nyonya Lidya hanya bisa mengikuti mobil Queen dari belakang,tak lupa sang pengawal memberi informasi ke kaki tangan Darwin jika sang Nyonya menemui Dokter Queen.


Darwin yang mendengar sang ibu pergi menemui Dokter Queen tersenyum senang,entah kenapa dirinya begitu bahagia mendengar kebersamaan keduanya.Darwin memutuskan kembali ke Villa lebih awal,berharap dirinya belum terlambat untuk bertemu Queen.


Nyonya Lidya menatap bangunan sederhana dimana terdapat anak-anak yang berlarian serta saling membantu satu sama lain untuk mengerjakan sesuatu,Queen membawa Nyonya Lidya ke Panti Asuhan yang biasa ia kunjungi.melihat kedatangan Queen anak-anak berlarian untuk menyambutnya,tawa bahagia melihat kedatangan Queen terpancar di wajah mereka.semua kejadian itu tak lepas dari mata Nyonya Lidya,ia begitu mengagumi sikap serta sifat Queen yang begitu mengejutkan.


Hampir 1 jam mereka di sana,Nyonya Lidya mulai terlihat akrab dan menikmati kebersamaannya bersama para anka-anak serta pengelola panti.Rona bahagia terlihat di wajah Nyonya Lidya,Queen ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh wanita paruh baya itu.


“Ibu Lidya sepertinya kita harus kembali!”


Queen melirik jam di tangannya,mengerti dengan kegelisahan Queen Nyonya Lidya menganggukkan kepalanya.setelah berpamitan dengan anak-anak serta pengelola panti,keduanya meninggalkan panti.


“Tidak Bu,Queen hanya memberikan perawatan,makanan serta vitamin ke mereka!”


“Kau sungguh gadis mulia!”


“Jangan memujiku  seperti itu,Ibuku selalu mengajarkanku untuk berbagi.karena ibuku juga berasal dari Panti asuhan!”


“Maafkan Ibu Queen!”


“Tidak perlu meminta maaf Bu!”


Kau sungguh gadis berhati malaikat,aku ingin kau menjadi istri Darwin putraku.apakah aku bisa meraih hatimu nak Queen?.


Nyonya Lidya mendesah pelan,selama perjalanan keduanya terlibat percakapan yang hangat bahkan sesekali Nyonya Lidya tertawa bahagia.hingga keduanya tak menyadari jika mereka telah sampai di sebuah Villa yang cukup sederhana,dan membuat siapa saja menjadi tenang ketika berada di sana.


Darwin yang telah sampai 30 menit sebelumnya terlihat sedikit gusar,dirinya berpikir jika keduanya langsung menuju Villa.namun setelah sampai di Villa,ia tidak melihat keberadaan keduanya.Darwin sedikit kesal,namun beberapa saat kemudian pria itu tersenyum manis.Darwin membersihkan dirinya berusaha tampil sebaik mungkin di depan Queen,yang cuek dan dingin terhadapnya.melihat dua buah mobil memasuki area Villa,Darwin segera beranjak dari duduknya dan berdiri di depan Villa untuk menyambut sang ibu dan Queen.


Jantung Darwin berdetak tak karuan,belum juga dirinya melihat wajah Queen namun keringat dingin sudah membasahi tangannya.Darwin terdiam melihat Queen yang turun dari mobil,sementara sang ibu dengan segera di papah oleh perawatnya.


“Selamat datang di Villa sederhana keluarga kami !”


“Villa nya terlihat nyaman Bu Lidya!”


Nyonya Lidya mengerutkan keningnya mendengar nama panggilan yang Queen berikan padanya,entah kenapa Nyonya Lidya tidak menyukai panggilan yang Queen berikan padanya.


“Bisakah kau memanggilku dengan panggilan Ibu saja,seperti awal kali kita bertemu.Ibu tidak menyukai panggilanmu!”


Nyonya Lidya memperlihatkan wajah kecewanya di hadapan Queen,yang merasa tidak enak.dengan senyum kaku Queen menganggukkan kepalanya,menyanggupi apa yang Nyonya Lidya minta.Darwin meraih tangan kurus sang ibu,merangkulnya kedalam pelukannya.melirik Queen yang bahkan tidak menatapnya sama sekali,sungguh wanita angkuh pikirnya.


“Ibu darimana?”


“Ibu dan Queen jalan-jalan,dan hari ini Ibu sangat senang.kau harus berterimakasih kepadanya karena waktunya yang berharga telah ibu rampas!”


Mendengar ucapan Nyonya Lidya,Queen tersenyum hangat.membuat Darwin tak bisa melepaskan tatapannya dari wanita cantik di hadapannya,Nyonya Lidya yang menyadari sikap serta perilaku Darwin yang sedikit berbeda dari biasanya tersenyum penuh arti.


“Ayo Queen,kita masuk!”


Queen mengangguk dan mengikuti keduanya memasuki Villa yang menurut Nyonya Lidya sederhana itu,dengan sopan Queen mengikuti keduanya dan duduk di kursi bambu yang menurutnya terlihat nyaman.para pelayan menyuguhkan minuman serta cemilan,Nyonya Lidya tidak meninggalkan Queen sedikitpun hingga Queen memintanya untuk beristirahat.


“Sebaiknya Ibu istirahat,kita sudah berjalan-jalan dan menguras banyak tenaga.ibu harus menjaga kesehatan mulai sekarang!”


“Tapi Ibu tidak ingin meninggalkanmu,bagaimana jika ketika ibu membuka mata kau sudah pergi!”


Queen tersenyum lembut,meraih tangan kurus itu.menatap kedua mata teduhnya.


"Ibu, aku tidak akan pergi kemanapun. aku akan pergi setelah ibu bangun! "