
Queen terbangun dari tidurnya yang nyenyak,dimana Kayla menepuk pipinya dan mengoceh tak jelas dengan bahasa bayinya yang menggemaskan.Queen tersenyum lembut melihat Kayla yang kini menjadi bagian dari hidupnya,Queen meraih tubuh Kayla menciumi hingga suara tawa bahagia keluar dari bibirnya yang mungil.
Keanu duduk di kursi kebesarannya dengan suasa hati yang baik,kenangan semalam masih terekam begitu jelas di ingatannya.diamana Queen mengungkapkan perasaannya,Keanu ingin berteriak bahagia.mengingat dirinya berada di kantor tentu dirinya harus menjaga image,Aslan yang sejak tadi memperhatikan penampilan serta gerak gerik Keanu ikut bahagia.pria yang ia layani selama belasan tahun,kini menemukan kebahagiaanya.pria dingin dengan segala kehidupannya yang kelam,kini mulai terlihat sedikit lebih manusiawi dengan senyum di sudut bibirnya.
“Apa kau sejak tadi memperhatikanku? Apa kau tidak memilki pekerjaan lain,selain menatapku dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya!”
“Maafkan saya Tuan,tapi saya merasakan aura kebahagiaan di wajah anda.dan hal itu membuat saya ikut senang,dan ikut merasakan kebahagian anda!”
Keanu berdehem,menghilangkan kecanggungan setelah mendengar ucapan Aslan yang begitu jujur padanya,Keanu tersenyum tipis melirik Aslan yang masih setia berdiri di hadapannya.
“Bacakan jadwalku hari ini?”
Aslan membacakan jadwal yang telah disusun kembali setelah kemarin di batalkan secara sepihak,Keanu mengetuk meja kerjanya dengan jarinya.
“Untuk pertemuan hari ini aku serahkan kepadamu!”
“Baik Tuan!”
Aslan meninggalkan ruangan Keanu,menyiapkan segala keperluan yang harus dirinya bawa.Aslan meninggalkan kantor menuju Hotel yang siap untuk di resmikan,dari jauh seorang wanita muda tersenyum lebar ketika melihat mobil yang biasanya membawa Keanu memasuki area Hotel.Namun senyum yang tadinya mengembang indah hilang begitu saja,melihat kedatangan Aslan tanpa Keanu.
“Selamat siang semuanya,maaf atas keterlambatan saya tanpa menunda waktu mari kita bahas rencana persemian Hotel ini!”
“Kemana Tuan Keanu? Seharusnya dia ikut hadir dalam acaranya ini!”
“Maaf Nona Maysa ada beberapa hal yang harus Tuan Keanu selesaikan di kantor,selain itu kita hany akan membahas rencana persemaiannya bukan,saya yakin tanpa kehadiran Tuan Keanu kita bisa membicarakannya dengan baik!”
Beberapa Klien yang hadir dan mengangguk membenarkan apa yang Aslan ucapkan,namun tidak bagi Maysa.wanita itu berharap bisa bertemu dengan Keanu, mencari tau apa yang terjadi pada Queen.setelah tragedy pelemparan ponselnya yang dilakukan oleh Keanu,pria itu semakin sulit untuk ditemui.
Pertemuan berjalan lancar,Aslan melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.saat ini dirinya hanya perlu memberikan laporan dari hasil pertemuannya dengan para pemegang saham,di dalam perjalanan Aslan sedikit terkejut dengan mobil Maysa yang hampir menyerempetnya.
Wanita sialan,jika dia kesal dengan Tuan seharusnya tunjukan kemarahan mu di depan Tuan saja.aku yakin kau bahkan tidak akan berani menatap kedua matanya,dasar wanita rubah.
Aslan memaki dalam hati,tidak terima dengan apa yang Maysa lakukan kepadanya.wanita itu benar-benar memilki temperamen yang buruk,bahkan melebihi Queen.sesampainya di kantor Aslan melirik stafnya yang menunggu kedatangannya dengan wajah pucat serta keringat dingin di dahi mereka,Aslan meyakini jika wanita rubah itu pasti memaksa masuk keruangan Keanu.
Aslan mengetuk pintu tiga kali sebelum dirinya masuk,dan benar saja Maysa telah duduk di sofa dengan keangkuhannya.Aslan melangkah mendekati Keanu yang duduk di kursi kebesarannya,tanpa memperdulikan keberadaan Maysa diruangannya.Keanu membaca dengan seksama hasil laporan Aslan,Keanu menyimpan kembali laporannya di atas meja.dengan sopan Aslan meninggalkan ruangan Bosnya,memberi ruang bagi keduanya untuk bicara.
“Katakan keperluanmu?”
“Kenapa kau bersikap begitu dingin kepadaku? Apa salahku kepadaku Keanu?kau seolah-olah menghindari pertemuan denganku!”
Keanu mengangkat alisnya mendengar ucapan Maysa,kenapa wanita di hadapannya ini bersikap seperti seorang kekasih yang tidak terima atas perlakukan dingin dari kekasihnya.
“Apa aku tidak salah dengar?kau seolah tidak terima akan sikapku kepadamu,hubungan apa yang ada di antara kita Nona Maysa hingga kau merasa marah akan sikapku!”
“Inilah sikapku,Aku tidak menghindar seperti yang kau katakan,Aku memiliki banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.bisakah kau membicarakan masalah pribadi di luar jam kantor,kehadiranmu sungguh menggangguku!”
“Aku hanya kesal karena kau mengabaikan ku,aku ingin lebih dekat denganmu dan keponakanku.tapi kau seolah membangun dinding yang tinggi bagi keberadaan ku,hal itu melukai perasaanku!”
“Aku tidak menampik jika kau adalah bibi dari kayla,tapi sebagai wali yang memilki hak penuh,setidaknya kau menghormati setiap keputusan serta aturan yang aku buat!”
“Jadi kedatanganmu kemari hanya untuk membicarakan Kayla?”
“Tidak!”
Maysa menatap Keanu dengan tajam,sorot matanya mengatakan rasa penasaran yang dalam.Kenau melirik Maysa dengan alis terangkat,wanita di hadapannya benar-benar tidak bisa di tebak.
“Aku ingin merawat Kayla,sebagai bibinya aku juga memliki hak untuk memberikan kasih sayang serta peranku dalam merawatnya.Aku lebih tepat dibandingkan dengan wanita lain yang bahkan tidak memiliki hubungan apapun dengan Kayla!”
“Apa yang membuatmu keberatan Keanu,aku juga seorang wanita yang memiliki kasih sayang seorang ibu.akan lebih baik jika Kayla di rawat oleh keluarga terdekat dan bukan orang asing seperti wanita yang kau pekerjakan itu!”
“Bukankah aku sudah memintamu untuk menghormati keputusanku,siapa kau yang bisa menentukan siapa yang pantas untuk menjaga serta merawat Kayla? Akulah yang lebih pantas memutuskan segalanya untuk keturunan adikku,bukan dirimu yang bukan siapa-siapa bagi keluarga kami.dan satu hal yang harus kau ingat Maysa,ketika adikmu meninggalkan keluarganya untuk menikahi adikku,maka tidak ada hubungan yang tersisa di antara kalian lagi!”
“Keanu hubungan persaudaraan kami tidak bisa kau putuskan begitu saja,kau tidak memiliki hak untuk itu!”
"Keluarga pun bisa saling menyakiti Maysa,apalagi jika terdapat iri hati serta dengki di dalamnya! "
“Aku bisa melakukan apa saja Maysa,bahkan aku bisa melakukan hal yang lebih dari itu,contohnya mengejar para pembunuh adikku misalnya!”
Wajah Maysa seketika berubah pucat mendengar ucapan pria di hadapannya yang menatapnya dengan nyalang,Maysa mengalihkan tatapan matanya,menghindari kedua mata Keanu yang seakan mengulitinya hidup-hidup.
“Apa kau telah menemukan pembunuh adikku?”
Maysa kembali menatap Keanu dengan wajah yang ia buat sesedih mungkin,Keanu ingin sekali menampar wajah yang penuh akan drama itu,namun Keanu menahan segala emosi yang bergejolak di hatinya.
“Aku akan mengabarinya jika dia sudah tertangkap,kau tenang saja ketika para pembunuh bayaran itu tertangkap aku akan segera menghubungimu.dengan demikian kita akan tau siapa dalang di balik kematian adikku!"
Maysa memaksakan senyumnya ,mencoba menahan perasaan cemasnya namun Keanu bukan pria bodoh,dengan cepat Keanu bisa merasakan kegelisahan di wajah Maysa.setelah keluar dari ruangan Keanu,Maysa meneguk habis sebotol air mineral.kerongkongannya terasa kering,suasana didalam ruangan Keanu terasa mencekiknya.
Dengan tangan yang sedikit gemetar Maysa meraih ponselnya,mengetikkan Sesuatu sebelum akhirnya ponsel itu ia lempar kursi penumpang yang berada di sebelahnya.
Aku harus bertindak,mereka tidak boleh tertangkap jika mereka tertangkap maka usahaku selama ini akan sia-sia.aku harus meminta bantuannya,hanya dia yang bisa membantuku sekarang,,
Maysa meremas rambut indahnya yang tergerai begitu saja,menyalakan mesin mobil dan meninggalkan kantor Keanu dengan perasaan gelisah.ia harus segera bertindak,sebelum para anak buah yang Keanu sebar berhasil menangkap orang-orang yang telah dirinya bayar untuk melenyapkan sang adik.
Dirinya harus melakukannya dengan bersih agar Keanu tidak menyimpan kecurigaan kepadanya,sama seperti saat dirinya membayar seorang wanita untuk membunuh bayi Alysa. Namun sayangnya tuhan masih melindungi bayi malang itu,hingga bayi Kayla bisa selamat dan bertahan sampai sekarang.
Maysa memiliki orang-orang bayaran yang bisa bekerja dengan sangat professional,karena itu sampai saat ini dirinya masih bisa berjalan bahkan mendekati Keanu dengan bebas.semua keberhasilan Maysa berkat seseorang yang dengan senang hati membantunya,yang sebenarnya memilki tujuan lain,dan Maysa hanya sebagai alat untuknya mencapai keinginannya.
Pukul 4 sore Keanu kembali ke apartemen lebih cepat dari biasanya,ketika kakinya mulai melangkah memasuki apartemen harum masakan memenuhi penciumannya,dan tanpa sadar kakinya melangkah mencari sumbernya.sosok wanita cantik sedang berdiri dengan spatulanya,gerakannya yang ringan seolah terbiasa dengan dapur membuat kedua mata Keanu melebar.Queen melemparkan senyum manis dan hangat untuknya,begitu juga Kayla yang menyadari kedatangan sang Ayah.
“Selamat datang di rumah!”
Keanu menatap tak percaya kearah yang menyapa serta menyambutnya dengan senyum tulus,inikah rasanya di cintai? Keanu bahkan tidak bisa menggambarkan suasana hatinya sekarang ini,Queen mendekat bersama Kayla yang merentangkan tangannya kearah Keanu.
Keanu tersenyum lembut mengecup pipi Kayla yang mulai mengoceh,menatap Queen yang tersenyum tulus padanya.Keanu meraih tubuh Queen,membawanya dalam pelukannya,mengecup keningnya seperti seorang suami yang mencintai istrinya.
“Duduklah aku akan siapkan makan malam untukmu,hari ini aku memasak makanan special untuk kalian!”
“Terimakasih!”
Keanu duduk di kursi makan dengan Kayla di pangkuannya,menatap Queen penuh cinta.kedua matanya bahkan tak lepas dari kegiatan Queen yang menata serta menyiapkan alat makan untuk mereka,Keanu tercengang melihat beberapa menu yang begitu menggugah seleranya.
“Cobalah,semoga sesuai dengan seleramu!”
Queen meraih tubuh Kayla,mendudukkannya di meja makan khusus untuknya.layaknya seorang istri yang sedang melayani suaminya di meja makan,perlakuan manis Queen serta sikapnya yang lembut mengingatkannya kepada wanita paruh baya yang bernama Lily telah melahirkan wanitanya.
Keanu mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya,rasa berbeda yang belum pernah ia rasakan.Queen menatap Keanu dengan seksama,pria di hadapannya makan dengan begitu lahap.Queen tersenyum mengingatkannya kembali pada sosok pamannya yang begitu menyukai masakan ibunya,dan apa yang Queen hidangkan kali ini adalah masakan sang ibu.
Malam mulai menjelang,Baby Kayla sudah tidur sejak 15 menit yang lalu.Queen berdiri mematung di depan kamar Keanu,setelah menenangkan hatinya dengan segenap keyakinannya Queen mengetuk pintu kamar Keanu.tidak ada jawaban yang terdengar membuat Queen mengerutkan alisnya,dengan kesal Queen membuka pintu kamar Keanu dan masuk begitu saja.kamar yang begitu sunyi tanpa keberadaan Keanu di manapun,langkah Queen terhenti ketika mendengar suara gemericik air dan Queen meyakini jika pria itu sedang mandi.
Queen melangkah mendekati kaca berukuran besar yang memperlihatkan pemandangan pemukiman di sekitar apartemennya,mendengar pintu terbuka Queen menolehkan kepalanya.Keanu berdiri canggung dengan handuk yang hanya melilit sebagian pinggangnya,rona merah terlihat samar-samar di rahang Keanu yang kokoh.membuat pria itu terlihat semakin manis di mata Queen,yang diam-diam tersenyum.
“Keanu!”