You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
11.Bertemu Billy



Queen melangkahkan kaki jenjangnya,Queen tampil sederhana dengan balutan Dress Biru muda.beberapa pasang mata menatapnya tanpa berkedip,namun tatapan Queen hanya tertuju pada seorang pria yang duduk sambil menikmati secangkir kopi miliknya.


“Hai pria tampan bolehkah aku duduk dan bergabung di mejamu?” sang pria menolehkan kepalanya,menatap Queen dengan tajam tanpa senyum sedikitpun.


“Maaf Nona aku sudah memiliki janji,dan kursi itu aku kosongkan untuknya.anda bisa duduk di kursi lainnya.” Queen menggelengkan kepalanya bersikap keras kepala pada sang pria yang menatapnya kesal,Queen mengacuhkan tatapan pria di hadapannya dengan santai dia meletakkan tasnya dan duduk tepat di sebelah sang pria.


“Aku tidak ingin duduk dimanapun,kursi kosong itu tidak menarik perhatianku.tapi kehadiranmu lah yang menarik perhatianku.” Queen mengerlingkan sebelah matanya dengan sikap menggoda,keduanya tersenyum dan terkekeh.Queen meraih tubuh sang pria memeluknya dengan penuh kerinduan,dan hal yang sama dilakukan oleh pria yang tak lain adalah Billy.interaksi keduanya menjadi tontonan menarik,karena mereka terlihat serasi bahkan sebagian dari mereka menganggap keduanya adalah sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.


Seorang pria berpakaian bisa mengambil gambar serta video keduanya tanpa sepengetahuan mereka,prai itu adalah anak buah yang Aslan tugaskan untuk mengikuti kemanapun Queen pergi.Billy mengusap lembut rambut adik angkatnya,gadis kecil yang dulunya sangat periang serta selalu bisa membuatnya tertawa serta tersenyum,berubah menjadi gadis pendiam dan tertutup.sebagai seorang kakak dirinya bersama Bian selalu melakukan yang terbaik untuk Queen,selalu berusaha hadir di saat hari-hari bahagianya.beberapa tahun sempat mereka lewati dengan sikap diam Queen,bahkan tidak ada perayaan ulang tahun lagi untuknya.Queen selalu merayakannya dikamar dengan mengurung diri,membuat dirinya serta keluarga frustasi dan hampir menyerah.namun keajaiban terjadi setelah ulang tahunnya yang ke 15,sedikit demi sedikit sifat Queen kembali hanya senyuman cerianya yang belum bisa mereka kembalikan.namun demikian kedua keluarga besar mensyukuri perubahan yang terjadi,hingga Queen memutuskan menjadi seorang Dokter.


“Bagaimana kabarmu Dokter Queen,lama tidak berjumpa kau semakin cantik saja.” Queen menatap Billy dengan alis terangkat,untuk pertama kalinya sang kakak bicara manis dan sedikit merayu.


“Aku merawat kulitku dengan baik karena itu,aku selalu terlihat cantik.dan bagaimana denganmu Tuan,kau tampak semakin gagah?” Billy tidak bisa menahan tawa lepasnya,setahun tidak bertemu dengan sang adik membuatnya belajar melucu,setidaknya dia ingin membuat Queen tersenyum ceria seperti pertama kali mereka bertemu.


“Kemana kak Bian,kenapa dia tidak ikut menemui ku?” Billy meletakkan kopi yang baru di seruputnya,menatap Queen yang seperti mencari keberadaan sang kakak.


“Bian tidak bisa ikut,dia harus menemani kakek Stave yang sedang melakukan pengobatan.datanglah dan jenguk kakek serta Nenek mereka sangat merindukanmu.” Billy berucap lembut,ucapannya hanya di angguki oleh Queen.


Setelah menikmati makan siang di kafe,keduanya menuju pusat perbelanjaan.Billy membelikan beberapa Parfum dan gaun,meski Queen menolaknya Billy terus memaksanya hinga mau tak mau Queen menyerah dan menerima semua pemberian Billy.hingga tanpa sengaja keduanya berada di lantai yang menyediakan perlengkapan bayi,Queen teringat akan Baby Kayla.kaki jenjangnya melangkah memasuki toko perlengkapan bayi.Billy mengernyit melihat kemana kaki Queen melangkah.


“Apa yang kau cari disini? Deg,Queen melupakan keberadaan Billy.


“Aku ingin membelikan sebuah hadiah untuk pasienku,dia seorang Baby yang baru berusia tiga bulan.” Queen berucap tenang,hingga Billy mempercayai ucapannya.


“Pasienmu Baby perempuan atau laki-laki?” Billy bertanya sambil memilih dan mengarahkan pandangannya ke tiap sudut ruangan.Queen tersenyum tipis,”Dia Baby perempuan yang menggemaskan”


Tanpa Queen duga,Billy telah membawa beberapa pakaian lucu ke hadapan Queen.”Bgaaimana dengan pilihanku?” Queen tersenyum dan meraih baju yang terlihat imut di tangan Billy,ternyata sang kakak memiliki selera yang bagus dalam memilih pakaian.


“Aku ingin sekali bertemu dengan Baby yang kau maksudkan,tapi pesawatku akan berangkat dalam waktu 45menit lagi.kau harus mengambil gambarnya dan mengirimkannya padaku,aku ingin melihatnya menggunakan pakaian imut itu.” Billy terlihat begitu antusias,dengan kedua mata berbinar senang.


“Aku akan mengirimnya,aku berjanji.cepatlah menikah jika ingin memiliki seorang bayi,aku pikir sudah waktunya kakak untuk menikah.” Queen mulai menggoda Billy yang menatapnya dengan mata tajam,sang kakak akan kembali pada mode dingin jika membahas tentang pernikahan.entahlah apakah Billy pernah patah hati oleh seorang wanita,karena itu jika menyangkut masalah pernikahan dia akan berubah sensitive.


“Kakak” Billy berjalan mendekat,meraih tubuh Queen dan membawanya dalam pelukannya.menenggelamkan kepala Queen kedalam dadanya yang hangat,mencoba menenangkan sang adik yang menangis di pelukannya.


“Jangan menyalahkan dirimu Queen,kau adalah cahaya bagi kehidupan kami.kau adalah salah satu alasan kenapa aku harus bangkit dari keterpurukan ku,jadilah wanita hebat dan kuat.sambutlah masa depanmu dan cari kebahagiaanmu,hanya itu yang kami harapkan darimu.” Billy mendorong tubuh Queen dengan lembut,menatap kedua bola matanya yang basah.gadis tegar yang bahkan tak meneteskan sedikitpun air matanya ketika pemakaman sang paman,kini menangis dan memperlihatkan kerapuhannya.


Queen menatap kepergian Billy yang kembali ke negara Y,Queen menghela nafas dadanya sesak bila mengingat kepergian sang paman. Queen meninggalkan bandara dan kembali ke apartemen miliknya,menenangkan pikirannya sebelum kembali ke apartemen sang tirani.


Sementara di apartemen, Keanu kebakaran jenggot karena melihat foto serta kebersamaan Queen dengan seorang pria,Keanu merasakan api cemburu di dalam hatinya.beberapa menit setelah kepergian Queen,Keanu meninggalkan kafe dengan sedikit drama.Baby Kayla merengek seperti mengetahui jika Queen jauh dan tidak berada di dekatnya,Keanu dengan segera membawa Baby Kayla kembali ke apartemen.Aslan melakukan tugasnya dengan baik,mengancam pemilik Kafe agar tidak menyebar luaskan apa yang mereka lihat hari itu juga.ancaman Aslan yang tentunya tidak main-main membuat pemilik kafe mengintruksikan kepada seluruh staf serta pengunjung yang datang,untuk menghapus semua foto yang mereka ambil.


“Kenapa wanita itu belum kembali juga,ini bahkan sudah lewat dari tiga jam yang dia minta.hubungi anak buahmu itu Aslan dan tanyakan kepadanya kemana perginya wanita itu.” Keanu berteriak dengan amarah di hatinya,berani-beraninya Queen memeluk pria lain di belakangnya.setelah menghubungi anak buahnya Aslan kembali menemui Keanu yang terlihat duduk di sofa dengan memijat pangkal hidungnya.


“Dokter Queen berada di apartemennya Tuan,mungkin dia sedang mengambil sesuatu Tuan.” Aslan mengatakan apa yang lewat di pikirannya,atau mungkin saja Dokter Queen tidak ingin kembali lagi ke apartemen ini? Dan jika hal itu terjadi maka dirinya harus siap-siap menerima amarah Keanu.


“Apa yang wanita itu lakukan di apartemennya,bukankah semua kebutuhannya telah aku siapkan disini?” Keanu berteriak,seolah menyalahkan apa yang Aslan pikirkan.


Kenapa anda panik seperti ini Tuan,Dokter Queen mungkin saja rindu akan kamar serta suasana apartemennya,bukankah itu hal wajar setelah dia tinggalkan berbulan-bulan?anda saja yang terlalu berpikir negative Tuan,ataukah anda sudah jatuh cinta pada Dokter Queen?


Aslan melirik Keanu diam-diam,mengamati setiap gerak tubuh Keanu yang gelisah dan Aslan menemukan jawaban dari pertanyaan yang melintas di benakknya.Tuannya sedang jatuh cinta,dan wanita yang berhasil membuatnya uring-uringan dalam beberapa jam itu adalah Dokter Queen.


Hampir satu jam Keanu menunggu namun Queen belum kembali ke apartemennya,Keanu meradang dan mulai berpikir yang aneh-aneh.apakah Queen melarikan diri dan meninggalkannya serta Babay Kayla?Keanu mengeratkan giginya,menahan rasa kesal dan berharap apa yang ada di pikirannya tidak benar.


“Aslan,siapkan mobil aku akan menjemput wanita keras kepala itu,jika dia berani lari dariku aku akan merantai kakinya hingga dia tidak bisa pergi kemana-mana.” Aslan menelan ludahnya mendengar ucapan Keanu yang dingin dan penuh ancaman,Keanu hendak beranjak dari duduknya namun suara klik dari pintu apartemennya membuat tubuhnya kaku dan menegang.wajah cantik Queen yang membuatnya tidak tidak selama beberapa jam berlalu terlihat,Queen telah menganti Dress  dengan dress baru berwarna kuning cerah hingga Queen terlihat semakin cantik.


Keanu dan Aslan tertegun melihat penampilan Queen yang sederhana namun cantik dan anggun,bahkan keduanya tak berkedip melihat penampilan wanita di hadapan meraka.Queen mengerutkan kening melihat keduanya yang diam terpaku,Queen menolehkan kepalanya kebelakang mungkin saja ada sesuatu yang mengikutinya,namun tak ada satupun keanehan menurutnya.Queen menatap keduanya yang sepertinya akan pergi keluar,Queen melangkah dan mendekat meletakkan sebuah cake panas di atas meja.


“Aku membelikan kalian cake,cobalah rasanya sangat enak” Ucapan Queen membuat lamunan keduanya buyar,Aslan dengan segera berdehem dan mengontrol wajahnya yang sedikit merona karena malu,apalagi Keanu menatapnya tajam karena dengan berani mengagumi kecantikan Dokter Queen.Queen bahkan tidak memperdulikan keduanya,matanya sibuk mencari keberadaan bayi kecil yang menggemaskan.


“Dimana Baby Kayla?