You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
45. Aku Akan Membantumu



Aslan terus menatap tamu yang mulai berdatangan,kedua matanya menangkap sesosok wanita cantik yang datang mengenakan gaun biru Muda ,yang memperlihatkan pundak indahnya.Aslan tersenyum manis menyambut kedatangan Queen,yang beberapa menit lalu menghubunginya.


“Selamat malam Dokter,anda terlihat sangat cantik mala mini!”


“Terimakasih Aslan atas pujianmu!”


“Tolong jangan katakan kepada Tuan jika saya memuji anda,dia bisa membunuh saya!”


Queen tertawa di hadapan Aslan,membuat pria jangkung itu tertegun dan terpesona.untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan selama ia mengenal Queen,mala mini untuk pertama kalinya Queen tersenyum cantik kepadanya.


“Aku akan ingat Aslan,dan akan aku pastikan Tuanmu yang dingin itu tidak mengetahui rahasia kita.dan sekarang tolong tunjukan jalannya,aku ingin memberi selamat kepada Tuanmu itu!”


“Dengan senang hati Dokter!”


Aslan menemani Queen memasuki lobi Hotel menuju ballroom tempat di adakannya jamuan makan,ruangan yang penuh sesak dengan para tamu undangan serta tamu yang ingin menikmati segala Fasilitas serta berbagai promo yang  di berikan pihak penyelenggara.


“Dokter,Tunggulah disini saya akan mencari Tuan!”


Queen menganggukkan kepala,menatap punggung Aslan yang mulai menghilang di balik keramaian.Queen pun tak tinggal diam,ia mencoba mengenali satu persatu para tamu yang hadir mencari keberadaan Keanu yang entah berada dimana.Kedua mata Queen akhirnya menangkap dua pasang manusia yang begitu ia kenali,kening Queen mengerut ketika melihat keadaan Keanu yang sedang tidak baik-baik saja.pria sehat,dengan tubuh tegapnya di papah dengan susah payah oleh seorang wanita yang tak lain adalah Maysa,tanpa meminta bantuan dari siapapun.pikiran Queen langsung memberi tanda bahaya,Queen mengangkat sedikit gaunnya dan mengikuti kemana Maysa akan membawa Keanu.


Perasaan Queen mulai berkecamuk ketika menyadari kemana arah Maysa pergi,namun sebelum dirinya bertindak dan ingin menghentikan Maysa,seorang wanita yang tidak ia kenali menarik tubuh Keanu dengan paksa.Melayangkan tamparan keras ke salah satu pipi Maysa,membuat pertengkaran di antara mereka tidka bisa di hindari lagi.dengan diam-diam Queen menyelinap di antara kerumunan,yang menonton perkelahian keduanya.ketika tubuh Keanu akan ambruk kelantai,kedua tangannya menangkap tubuh tegap Keanu yang mulai kepayahan.


“Keanu!”


Mendengar suara wanita serta aroma tubuh yang begitu ia rindukan,Keanu menatap Queen dengan lekat,kedua matanya yang berkabut karena hasrat tak menghalangi kemampuannya mengenali wanita yang ia cintai.


“Queen?”


“Tenanglah,tahan sedikit lagi aku akan membawamu ke tempat aman,katakan padaku di lantai mana kamarmu!”


“Lantai 7,kamar Cendana!”


Queen menatap penuh prihatin pria yang ada di pelukannya itu,Keanu seakan tidak bisa menahan hasratnya ketika melihat pundak Queen yang begitu menggoda.perlahan Keanu mendekatkan kepalanya di sela leher Queen,mengecup dan menempelkan bibir panasnya di atas permukaan kulit Queen yang dingin.Deru nafas Keanu yang panas serta,serta suhu badan  yang panas membuat Queen menyadari sesuatu,sebagai seorang Dokter yang sangat professional di bidangnya Queen meyakini jika Keanu berada dalam pengaruh obat perangsang. Jika Keanu tidak di tolong secepatnya,maka akan menyebabkan kelumpuhan pada saraf-sarafnya atau yang lebih parah lagi bisa beresiko kematian.


Queen mengeram kesal pada Maysa yang memberikan dosis perangsang yang terlalu tinggi pada Keanu,hingga wajah serta tubuhnya memerah.bagai tersiram air,Keanu mendapatkan kenyamanan pada aroma tubuh Queen.Diraihnya wajah Keanu di barengi usapan lembut,Queen tersenyum menatap pria di hadapannya.Queen mendekatkan kepalanya,mencium lembut bibir Keanu.keduanya menikmati ciuman panas di dalam Lift,dan menghentikan ciumannya setelah Lift terbuka.


Queen memapah tubuh Keanu,meminta pria itu memasukkan sandi di kamarnya setelah bunyi klik terdengar,dengan cepat Queen membawa Keanu ke kamar mandi.membaringkannya dalam bak mandi berukuran besar yang bisa menampung 2 orang dewasa,Queen menyiram tubuh Keanu dengan air dingin hingga bak mandi itu penuh dengan air.


Queen melepaskan satu persatu pakaian Keanu hingga tak ada sehelai benangpun di tubuhnya,Queen menatap Keanu yang terlihat semakin kesakitan.bukti gairahnya terlihat dengan jelas,sebagai seorang Dokter hal seperti ini sudah biasa bagi Queen.namun melihat pria yang di cintainya polos di hadapan matanya dengan bukti gairah yang memuncak,membuat segurat semu merah terlihat di kedua pipinya yang merona.


Setelah 20 menit lamanya Queen mencoba menghilangkan efek obat pada tubuh Keanu dengan cara merendamnya,Queen mendesah pelan,tidak ada pilihan lain selain membantu Keanu menuntaskan hasratnya.Queen mengulurkan tangannya,Keanu menatap Queen dengan putus asa.


“Aku tidak ingin melakukannya di bawah pengaruh obat Queen,aku tidak ingin menyakitimu!”


Keanu berucap dengan suara serak di barengi butiran bening yang mengalir di pipinya,membuat Queen sedikit tertegun akan ucapan Keanu yang begitu tulus.jika pria lain di posisinya sekarang,dengan keberadaan mereka yang hanya berdua di dalam kamar,sudah pasti sesuatu yang buruk akan terjadi pada Queen.


Sementara Queen masih bergelut dengan pikirannya,Maysa dan Raya menghentikan perdebatan mereka ketika menyadari Keanu telah menghilang.


“Dasar wanita ******,apa yang kau lakukan kepada Keanu Hah,,aku yakin kau telah memberinya obat perangsang bukan,dan kau berencana menidurinya demi kepentingan mu!”


“Apapun yang aku lakukan itu tidak ada urusannya denganmu,siapa kau yang bisa menghakimiku,apa kau melihatku memberikan obat perangsang padanya? Apa kau memilki bukti Hah?”


Maysa tentu tak mau kalah dari Raya,tidak ingin sesuatu terjadi pada Keanu yang nantinya malah menguntungkan wanita lain,Raya meninggalkan Maysa dengan kesal.


Sial rusak sudah rencanaku,kemana perginya pria itu? Apakah dia sedang kesakitan sekarang,atau melampiaskan hasratnya pada wanita lain?


"Argggrrkkkhh,,!"


Maysa melampiaskan kekesalannya dengan berteriak keras,sama seperti Raya,ia pergi mencari keberadaan Keanu yang entah berada dimana.


Aslan terduduk lemah di mobilnya,setelah mendapat pesan dari Queen bahwa Keanu sedang bersamanya.perasaannya sedikit lega,entah kenapa beberapa saat lalu pikirannya terus tertuju pada Keanu.merasa sang Tuan berada di tempat  yang aman,Aslan menyalakan mesin mobil dan meninggalkan Hotel The King menuju apartemennya.


Queen mengulurkan tangannya untuk yang kedua kali,memantapkan apa yang dirinya yakini akan keputusannya kali ini.Keanu masih tetap pada pendiriannya,ia menggeleng lemah dan tidak ingin mengambil kesempatan untuk memiliki Queen seutuhnya,dengan cara yang tidak ia inginkan.


“Percayalah padaku Keanu,aku akan membantumu dengan caraku!”


Mendengar ucapan Queen yang begitu tulus,tanpa pikir panjang Keanu berdiri meraih tubuh Queen dan membaringkannya di ranjang.Kenau menindih tubuh Queen,menciumnya dengan rakus.meski mendapatkan serangan yang sedikit kasar,Queen berusaha menenangkan Keanu yang berada di bawah pengaruh obat.perlahan Keanu mengikuti irama lembut yang Queen berikan,ciuman keduanya begitu intens dan penuh hasrat.


Queen melepaskan satu persatu pakaiannya hingga tubuh indahnya terekspos dengan jelas,semakin membuat gairah Keanu memuncak,dengan lembut Queen memimpin dan mengarahkan Keanu yang terdiam dan menikmati setiap sentuhan yang Queen berikan.


Berkali-kali Keanu mengalami pelepasan, Queen begitu lihai membuat Keanu tak berdaya akan sentuhannya, hampir satu jam keduanya bergulat tanpa melakukan penyatuan. Queen benar-benar memuaskan hasrat Keanu dengan caranya, hingga tubuh Keanu ambruk di sampingnya dengan napas yang sedikit tidak beraturan.


Karena efek obat serta kelelahan dan kepuasan yang tubuhnya rasakan, Keanu tertidur lelap sambil memeluk tubuh Queen, yang masih lengket karena keringat.