You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
24. Adu Mulut



Hari-hari Queen yang tenang kini berubah menjadi hari-hari yang mengesalkan,hampir setipa minggu Maysa datang berkunjung dengan alasan yang sama yaitu menjenguk Kayla.namun bukan Kayla tujuan utamanya datang berkunjung melainkan mendekati Keanu,Queen lebih  memilih menghabiskan sore harinya dikamar sebelum jam makan malam.sperti sore ini setelah memandikan Kayla,kini gilirannya yang membersihkan diri.


Maysa masuk kedalam kamar Queen secara diam-diam,mengamati dan menilai kamar yang diperuntukkan untuk seorang perawat sepertinya.


“Lihatlah kamarnya yang mewah ini,wanita ini hanya seorang perawat tapi lihatlah  fasilitas yang Keanu berikan,aku tidak akan membiarkan kau mendekati Keanu.hanya aku yang boleh menjadi Nyonya Smith!”


Maysa mengangkat alisnya mendengar ocehan Kayla,dengan sangat berhati-hati Maysa mencari keberadaan Kayla yang ternyata di kurung di di tempat permainan.Queen sengaja memasang pelindung bagi Kayla yang sekarang sedang aktif merangkak tidak menyentuh benda yang berbahaya,Maysa tersenyum sinis melihat bocah yang sedang asyik dengan mainannya itu.


“Lihatlah putrimu yang menyedihkan ini Kai,andai saja kau tidak menolak cintaku dan membuatku sakit hati dengan menikahi adikku,kau tidak akan berakhir menjadi mayat.kita mungkin akan bahagia sekarang,tapi tenang saja Kai sebagai balasan untukmu dan ucapan terimakasih ku, aku akan dengan senang hati merawat putrimu setelah pernikahanku dengan kakakmu!”


Maysa tersenyum puas,mendekati Kayla dan meraih tubuh mungil yang mulai merasakan bahaya.kayla mulai merengek mencoba meronta dan melepaskan dirinya,apa yang Kayla lakukan memancing emosi Maysa.


“Anak sialan bukan hanya ayah dan ibunya yang tidak menyukaiku tapi juga sudah berani memperlihatkan sikap tidak sukamu terhadapku hah,,bagaimana jika aku melempar mu sekarang? berhubung perawat mu tidak melindungi mu saat ini,apa kau masih tidak menyukaiku hah?”


Maysa menekan dagu dan meremas kedua pipi Kayla, membuat sang bayi kesakitan dan menangis.


“Kau hanya mahluk kecil yang lemah,tanpa bantuan orang dewasa kau tidak akan bisa berbuat apa-apa.pergilah ke neraka  dimana Ayah dan ibumu berada,dengan begitu tidak akan ada yang bisa menghalangiku lagi!” 


Maysa mencubit salah satu paha Kayla membuat bayi itu menangis kencang,bukannya merasa kasihan Maysa terlihat puas dengan apa yang dirinya lakukan terlebih lagi tidak adanya Queen didalam kamar itu semakin membuatnya bersemangat menyakiti Kayla.Queen yang baru mengenakan jubah mandi terkejut mendengar suara tangisan Kayla, ia segera berlari keluar dari kamar mandi.tatapannya tertuju pada Maysa yang yang tersenyum senang melihat Kayla yang menangis di pelukannya,dengan langkah lebar Queen mendekati Maysa dan merampas tubuh mungil Kayla dari pelukan wanita ular itu.


Maysa sedikit terkejut dengan apa yang Queen lakukan,bahkan Maysa tidak menyangka jika Queen berada di kamarnya.


“Aku tidak melakukan apapun kepada Kayla,tapi dia menangis jadi aku mencoba menenangkannya!”


Queen bahkan mengabaikan penjelasan Maysa,Queen masih sibuk mengamati dan memeriksa tubuh Kayla yang masih menangis kencang.kedua mata Queen melebar melihat salah satu paha Kayla yang merah dan mulai membiru karena lebam,sebagai seorang Dokter tentu Queen sangat paham akan lebam yang ada di tubuh Kayla.Queen memeriksa keseluruhan tubuh Kayla dengan penuh amarah,setelah memastikan tidak ada luka lain selain di kaki,Queen meletakan Kayla yang masih menangis di kereta bayinya.


“Aku tidak melakukan apapun Queen,mungkin dia haus karena kau tinggalkan terlalu lama,seharusnya jika kau ingin melakukan sesuatu kau bisa menitipkan Kayla kepadaku!”


Queen membalikkan tubuhnya menatap Maysa dengan tatapan marah,sejenak Maysa merasakan ketakutan dari tatapan mengerikan yang Queen berikan kepadanya.Queen melangkah mendekati Maysa dan,,”Pplaaakkkk”.Tamparan yang begitu keras mendarat disalah satu pipi Maysa yang mulus,kebas dan panas itulah yang Maysa rasakan sekarang.


“Kau,,beraninya kau menamparku!”


“Aku bahkan bisa membunuhmu saat ini juga jika aku ingin Maysa!”


Maysa melebarkan kedua matanya mendengar ucapan Queen,dirinya tidak menyangka seorang perawat yang terlihat biasa saja begitu berani menantangnya.Bahkan adik kandungnya sendiri begitu takut kepadanya,wanita di hadapannya bahkan berani mengancamnya.


“Jika kau berani meletakkan seujung kuku mu, atau bahkan menyentuh putriku aku akan membunuhmu saat itu juga Maysa,yang kau inginkan adalah Keanu bukan?jadi jangan habiskan waktumu untuk kami,camkan itu baik-baik!”


“Siapa kau berani mengancam ku hah,,sebentar lagi kau akan tersingkir dari tempat ini!”


“Aku akan menunggu hari itu tiba Maysa,dan ketika hari itu belum tiba aku peringatkan kepadamu untuk berlaku sopan selayaknya seorang tamu yang datang bertamu,bukan bertindak selayaknya seorang Nyonya yang bahkan nasibnya belum pasti bisa menduduki posisi sebagai Nyonya di rumah ini!”


“Jangan pernah masuk kek amarku tanpa ijin dariku,atau kau ingin aku melaporkanmu ke pihak berwajib atas percobaan pencurian?”


“Kau!”


Queen bahkan tidak memberi Maysa kesempatan untuk bicara,dengan kemarahan yang memuncak di ubun-ubun Queen meraih pergelangan tangan Maysa dan menyeretnya keluar dari kamarnya.melihat mereka melewati ruang tamu Maysa sedikit kebingungan akan tindakan Queen,kemana dirinya akan dibawa.Queen meraih Tas Maysa yang ada di sofa yang mereka lewati,dengan kasar Queen membuka pintu apartemen dan menghempaskan tubuh Maysa keluar hingga tubuh Maysa terhuyung kebelakang .


“Beraninya kau melakukan ini padaku, tidak kah kau sadar akibat dari perbuatanmu ini,dasar pelayan kampungan!”


“Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu hari ini kepadaku,aku akan membuatmu memohon maaf dan pengampunan dariku!”


Keanu dan Aslan yang baru saja melangkahkan kaki mereka dilantai apartemen,mengehentikan langkahnya ketika pandangan mata mereka tertuju pada dua wanita yang sedang beradu mulut di depan pintu apartemen.Keanu menaikan alisnya melihat pemandangan yang tidak biasa,apalagi melihat penampilan Queen yang hanya menggunakan jubah mandi,menampilkan kaki jenjangnya serta rambut basah yang begitu menarik perhatiannya.tidak ingin seseorang menikmati keindahan miliknya,dengan langkah lebar Keanu mendekati keduanya.


“Apa yang kalian ributkan di depan pintu Apartemen?”


“Keanu!”


Maysa langsung berakting seolah-olah dirinya telah menerima perlakuan kasar dari Queen,dia bahkan melebih-lebihkan ceritanya.menuduh Queen telah menampar dan menjambak rambutnya sambil menyeretnya keluar dari apartemen,tentu Keanu tidak mempercayai semua ucapan Maysa begitu juga Aslan yang berdiri diam di belakang Keanu.


Keanu menatap Queen dengan tatapan meminta penjelasan akan cerita yang disampaikan Maysa kepadanya,Queen hanya menatap Keanu dengan tatapan datar seperti biasanya.


“Queen!”


“Aku hanya menamparnya,dan mengusirnya.dan jika aku mau aku ingin membunuhnya saat ini juga,jangan pernah mengizinkan wanita ini menginjakan kaki di apartemen ini lagi,karena aku tidak suka!”


Queen membalikan tubuhnya menutup pintu apartemen dengan sangat keras,membuat tubuh Ketiganya terlonjak karena kaget.Keanu merasa ada yang salah pada Queen,dan semua itu pasti karena wanita licik yang kini berdiri di hadapannya dengan air mata buayanya.


“Lihatlah perawat mu yang bar-bar itu,dia sama sekali tidak menghargai mu sebagai pemilik dan Tuannya.pecat saja dia dan cari perawat lain untuk menjaga Kayla,aku juga bisa menjaga Kayla untukmu.kenapa  wanita sepertinya kau ijinkan menjaga Kayla,dia sama sekali tidak pantas untuk mendapatkan semua fasilitas serta kemurahan hatimu.dia wanita busuk Keanu!”


Keanu menatap Maysa dengan tajam,tak suka dengan ucapan Maysa yang begitu menghina Queen.


“Sudah puas dengan semu ucapanmu,sekarang aku minta kau pergi!”


“Tapi Keanu,aku tidak bersalah!”


“Kita akan tau kebenaranya nanti,sekarang pergilah biarkan aku beristirahat!”


Keanu membuka pintu Apartemennya,meninggalkan Maysa dan Aslan.wajah Maysa merah padam karena marah karena mendapat perlakukan dingin dari Keanu,keberadaan Queen sungguh berbahaya bagi posisinya.Aslan yang diam-diam memperhatikan Maysa hanya tersenyum sinis,puas melihat wajah penuh kekalahan dari wanita licik yang berkedok bak malaikat itu.


Keanu mengedarkan tatapannya mencari keberadaan Queen yang diyakininya berada di kamarnya,Keanu mendesah dan melangkah menuju kamar wanita yang tidak bisa dirinya tebak jalan pikirannya.Keanu mendorong pintu kamar Queen dengan pelan,melihat wanita yang kini duduk di kasur dengan sebuah salep di tangannya.Kenau mengerutkan dahi melihat apa yang Queen lakukan kepada Kayla,kedua mata Keanu melebar dan segera mendekati Queen,perasaannya mulai mengatakan sesuatu telah terjadi .


Rahang Keanu mengeras melihat lebam yang begitu membiru di paha mulus Kayla,kulitnya yang masih lembut tentunya sangat berdampak jika terbentur ataupun terluka karena sesuatu.Queen meraih tubuh Kayla, dan memeluknya menepuk pelan punggungnya memberi rasa aman pada tubuh mungil yang ketakutan itu.


“Jangan pernah membawanya atau mengijinkan wanita itu datang ke apartemen ini,meskipun kau memliki tujuan lain dari sikapmu mengijinkan dia datang.jika kau tidak mendengarkan ku maka aku yang akan pergi dari tempatmu ini,dan tentunya Kayla akan pergi bersamaku!”


“Lebam itu,apakah wanita itu pelakunya?”


“Aku yakin kau sudah pasti mengetahui jawabnya,aku merawat Kayla dengan penuh kasih sayang  bahkan aku tidak membiarkan nyamuk menggigitnya,tapi kau malah mengijinkan ular itu untuk mematuk putriku.aku tidak menerimanya Keanu,jika diantara kalian ada hubungan special seperti yang wanita itu katakan maka aku peringatkan kepadamu.sebagai seorang Dokter dan ibu asuhnya,aku tidak mengijinkan wanita itu merawat Kayla!”


“Siapa yang memiliki hubungan dengannya,melihatnya saja membuatku ingin muntah!”


“Jika begitu bersikap jantan dan tegaslah Tuan Keanu,jika kau ingin mencari pembunuh adikmu,maka jangan libatkan mahluk kecil tak berdosa ini dalam trik mu!”


“Queen,tidak seperti yang kau pikirkan!”


“Keluar,aku bilang keluar dari kamarku!”