
Queen menatap gedung Rumah Sakit dimana dulu ia bekerja, Queen menutup kedua matanya menghirup aroma khas Rumah sakit. Kaki jenjangnya mulai melangkah memasuki lobi Rumah Sakit, beberapa rekan kerja telah menunggu kedatangannya. Mengetahui Dokter cantik mereka akan kembali bergabung, dengan antusias mereka menyiapkan acara penyambutan.
"Selamat datang kembali Dokter Queen! "
Beberapa rekannya terlihat berdiri dan berjejer rapi, dengan rangkaian bunga serta coklat ditangannya. Senyum Queen mengembang ketika mendapat sambutan hangat dari para rekannya, mereka yang melihat langsung senyum cantik Queen terdiam hingga terpesona. Untuk pertama kalinya, mereka melihat senyum indah sang Dokter yang terkenal dingin itu.
"Senyuman anda sungguh memabukkan Dokter, aku jatuh cinta pada pandangan pertama! "
"Dokter maukah kau menjadi kekasihku? "
Gombalan yang tak bermutu mulai terdengar, Daniel sang Dokter muda dan tampan mulai mendekati Queen dengan seikat bunga mawar. Mendorong beberapa pria muda yang ikut menghalangi jalannya.
" Terimakasih karena telah kembali sayang, aku sangat menantikan kedatangan mu! "
Daniel yang merupakan sahabat serta Dokter pribadi Keanu, telah mendapat perintah untuk menjaga sang kekasih dari para pria hidung belang. Karena itu dengan sigap Daniel merangkul pundak Queen, dan membawanya menjauh dari para pria yang mencoba bicara padanya.
"Terimakasih untuk sambutan kalian, aku merasa tersanjung! "
Queen melambaikan tangannya, dan melempar senyum cantiknya, sebelum tubuhnya hilang di balik pintu lift.
"Kalian lihat tadi, Dokter Queen tersenyum. Dan senyumannya sungguh cantik, membuatnya semakin terlihat cantik! "
" Benar, dan lihatlah wajahnya yang tampak berseri-seri. Tidak seperti Dokter Queen yang biasanya, yang selalu cuek dan bersikap datar pada kita. Bahkan kita bisa menghitung berapa kali dia tersenyum dalam satu bulan terakhir! "
"Apa ada sesuatu yang membuatnya berubah? "
Mereka mulai bergunjing dan membicarakan perubahan sikap Queen ke hal yang lebih baik, kembalinya Dokter Queen kesatuan mereka tentu menambah semangat para rekannya.
Queen menatap ruangan yang ia tinggalkan untuk beberapa bulan lamanya, tata ruangan yang masih sama persis dan tentunya sangat terawat. Queen tersenyum tipis, ternyata Keanu sebagai pemilik Rumah sakit masih menjaga ruangannya.
Daniel tersenyum melihat reaksi Queen, yang tentunya mengagumi apa yang dilakukan Keanu terhadapnya.
"Kau pasti senang karena memiliki kekasih seperti Keanu, pria kaya dengan segudang pesona! "
"Tentu saja, wanita mana yang tidak menyukainya. Tapi ada satu hal yang tidak aku sukai dari sahabat, sekaligus bosmu itu! "
"Benarkah, aku penasaran apa yang tidak kau sukai darinya? "
"Rahasia! "
Queen tersenyum jahil, dan meninggalkan Daniel sendiri di ruangannya. Daniel menggerutu kesal dengan sikap Queen, yang mulia jahil.
"Kenapa mereka kian mirip sekarang, apa yang Keanu lakukan terhadapnya, dia sedikit berubah! "
Daniel mengangkat kedua bahunya dengan acuh, tidak ingin memikirkan lebih jauh lagi perubahan yang terjadi pada Queen. Setelah menemui Direktur Rumah sakit, dan menyatakan kesiapannya untuk kembali bekerja, Queen memulai aktivitasnya dengan baik. Mulai menerima pasien serta memeriksa beberapa pasien, yang membutuhkan penangan.
Keanu tersenyum mendengar laporan Daniel, yang mengatakan jika Queen telah memulai pekerjaan. Meski awalnya Daniel marah serta mengumpat padanya, karena Keanu menghubunginya disaat dirinya sedang sibuk dengan pasiennya.
Menjadi pemilik Rumah sakit tentu bisa melakukan semaunya, itulah yang dilakukan Keanu kepada Daniel. Daniel harus melakukan apapun yang Keanu minta, sebagai atasan yang tidak boleh ia bantah.
Aslan yang melihat perubahan sikap Bosnya ikut merasakan kebahagiaan, sikap dingin Keanu sedikit demi sedikit menghangat. Keanu mengerutkan keningnya melihat Aslan yang senyum-senyum sendiri.
" Kau kenapa? "
"Sejak kapan dia menyuruhmu? "
"Tadi pagi Tuan, maaf Tuan saya harus melanjutkan pekerjaan saya yang tertunda! "
Dengan langkah cepat Aslan meninggalkan ruangan Keanu, meninggalkan pria yang menatapnya dengan tatapan aneh.
*****
Kini Menikmati makan malam bersama menjadi kebiasaan serta keharusan bagi Keanu, Queen yang akan kembali pulang di sore hari, setelah rutinitasnya yang panjang akan menyempatkan diri memasak beberapa hidangan kecil, untuk mereka santap bersama.
"Aku akan kembali apartemen ku, tidak enak rasanya jika kita satu atap untuk waktu yang lama!"
Keanu terkejut mendengar ucapan Queen yang tiba-tiba, ada rasa tidak rela di dalam hatinya melepas sang pujaan hati. Keberadaan Queen di apartemen membuatnya, mengerti dan mengenal arti pulang.
"Kau tidak boleh pergi, tetaplah disini bersamaku Queen! "
Queen tersenyum menatap Keanu, pria yang mulai menunjukkan sikap kesalnya.
" Jangan hanya melihat dari satu sisi Keanu, kau harus melihat dari sisi pandang orang lain. Bagaimana pendapat orang-orang diluar sana, jika mengetahui kita tinggal serumah tanpa sebuah ikatan! "
"Jika dulu mungkin hal berbeda, karena aku bekerja sebagai perawat Kayla, tapi sekarang situasinya berbeda. Kita hanya tinggal berdua Keanu! "
"Jangan mendengar dan menghiraukan pendapat orang lain! "
"Pikiran keluargaku Keanu, aku tidak ingin membuat mereka malu. Meski mereka telah mengetahui hubungan kita, setidaknya hargai kepercayaan yang telah mereka berikan! "
Keanu terdiam mendengar ucapan Queen, dengan rasa kesal dan berat hati Keanu hanya bisa mengangguk pelan. Queen meraih tubuh kelar Keanu, membawanya dalam pelukannya uang hangat.
" Kau bisa mengunjungi ku kapan saja! "
"Tapi aku akan kesepian setelah kau tinggal! "
"Jangan manja, dulu kau juga tinggal sendiri disini! "
"Queen! "
Queen terkekeh pelan melihat sikap Keanu yang manja, ditepuknya punggung kokoh Keanu, membuat pria dingin itu semakin mengeratkan pelukannya.
"Kapan kau pindah! "
"Besok pagi! "
"Kenapa harus secepat itu, kenapa aku sudah merindukanmu. Malam ini tidurlah di kamarku! "
"Tidak mau! "
"Aku tidak akan melakukan apapun, hanya memelukmu!"
" Kau bilang tidak akan melakukan apapun? "
"Aku hanya memelukmu, aku berjanji! "