
Setelah perdebatan panjang antara dirinya dan Nyonya Lidya,akhirnya Queen mengalah.ia memutuskan untuk tinggal dan menginap untuk semalam,tak lupa dirinya mengabari sang kekasih yang begitu posesif padanya.
Di Teras yang berada di samping rumah Queen memejamkan kedua matanya,menikmati hembusan angin malam yang menerpa wajahnya.seorang pria tinggi yang sejak beberapa menit lalu terus memperhatikannya,bahkan tak beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri.seolah tak ingin mengganggu kedamaian Queen yang sedang menikmati waktunya sendiri,Queen membuka kedua matanya,mendesah pelan dan menatap lurus ke depan.
“Mau sampai kapan kau berdiri disitu,tidakkah kedua kakimu kram karena berdiri?”
Darwin terperanjat mendengar ucapan Queen yang menyadari keberadaannya,dengan wajah memerah karena merasa malu,Darwin beranjak mendekati Queen dengan sikap kaku.
“Maaf,aku hanya tidak ingin mengganggumu!”
Darwin melirik wanita yang duduk di sampingnya,wanita yang bahkan tidak melirik dan tersenyum padanya itu.Wanita yang mampu membuat aliran darahnya berdesir,bahkan sang ibu terlihat sangat menyukainya.Wanita yang menurutnya angkuh itu,mampu mengusik hati serta jiwanya yang tenang.
“Terimakasih atas semua perhatian yang kau berikan kepada ibuku!”
Queen melirik Darwin sejenak,dan kembali melemparkan tatapannya kedepan.seharusnya Darwin tak perlu mengucapkan terimakasih kepadanya,karena apa yang ia lakukan adalah tugasnya sebagai seorang Dokter.Queen hanya diam dan mendengarkan semua yang Darwin katakan,setiap pujian dari mulut pria itu hanya membuat Queen muak.
“Berhenti memujiku,seolah apa yang aku lakukan tidak bisa dilakukan oleh wanita di luar sana.jika kau bersikap seperti ini,aku akan menganggap kau mencari perhatian padaku!”
“Aku seorang Dokter,dan apa yang aku lakukan kepada ibumu adalah tugasku untuk menjaga dan mengobati pasienku.jadi hentikan omong kosong mu!”
Ucapan Queen yang begitu pedas dan tidak enak di dengar,bukannya membuat Darwin marah ataupun tersinggung,sebaliknya pria jangkung itu tertawa lebar.Queen mengerutkan keningnya,sedikit heran dengan sikap Darwin kepadanya.
Darwin semakin menyukai sikap tegas serta jujur yang Queen tunjukan,dirinya belum pernah berjumpa dengan wanita yang bersikap seadanya tanpa di buat-buat.selama ini dirinya lebih sering menjumpai wanita dengan sikap kepura-puraan yang begitu jelas,wanita yang selalu bersikap manis di hadapannya,semata hanya untuk memikat dirinya.
“Boleh aku jujur,aku kagum pada sikapmu yang tegas dan apa adanya,kau bahkan tidak menutupi perasaanmu kepadaku.dan aku menyukai hal itu!”
“Terimakasih!”
“Hanya itu?”
Queen Menolehkan kepalanya,menatap pria di hadapannya dengan heran.apa yang pria tersebut harapkan dari dirinya?,bersikap manis karena telah memujinya,atau tersenyum seperti orang gila di hadapannya?.
“Lantas apa yang kau harapkan dariku,berharap aku bersikap manis padamu,karena telah memberiku pujian serta sanjungan yang luar biasa?.maaf aku bukan tipe wanita yang bisa bersikap manis pada sembarang pria!”
“Aku bisa melihatnya,dan aku semakin penasaran tentang dirimu yang sesungguhnya!”
Queen mendesah kesal,ternyata selain Keanu masih ada pria lainnya yang memiliki sikap arogan yang hampir sama.Queen menolehkan kepalanya menatap Darwin dengan tatapan tajam,membuat jantung pria itu berdebar tak beraturan.
“Simpan rasa penasaran mu itu Tuan,sebelum dia menjadi benalu di hatimu.cukup kau mengenalku sebagai Dokter yang merawat ibumu,tidak lebih!”
Queen beranjak dari duduknya meninggalkan Darwin yang terpana akan sikap tegasnya,sudut bibir Darwin melengkung,membentuk sebuah senyuman yang manis.baru kali ini ini dirinya begitu tertarik akan kepribadian seorang wanita yang baru di temuinya beberapa kali,wanita angkuh dan tegas yang dirinya temui dari sekian banyaknya wanita yang ada di muka bumi.
Aroma masakan nan menggugah selera tersebar ke setiap sudut ruangan,Darwin yang baru melangkahkan kakinya di tangga langsung terhenti.kedua matanya langsung menuju arah dapur dimana terlihat sang ibu bersama seorang wanita muda yang sedang menggenggam spatula,bicara santai dengan sang ibu sambil mengaduk makanannya.
Kedua kaki Darwin melangkah begitu saja mendekati keduanya,sang ibu yang melihat kedatangan putranya melempar senyum senang.Darwin terpesona akan gaya alami Queen,wanita yang tampil apa adanya di hadapannya.Queen yang cekatan meletakkan beberapa lauk yang telah ia buat di atas meja,mempersilahkan Nyonya Lidya beserta putranya untuk duduk di meja makan.
Darwin terkagum-kagum melihat apa yang terhidang di atas meja,beberapa lauk rumahan yang terlihat begitu lezat.sejak kedatangan sang putra,Nyonya Lidya terus memperhatikan setiap gerak geriknya yang tidak melepaskan pandangannya kepada Queen,dan itu membuat Nyonya Lidya senang.
“Cobalah Bu,semoga sesuai dengan selera Ibu!”
“Ibu dan Darwin akan mencobanya!”
Apa pria ini kelaparan,atau dia hanya ingin menarik perhatianku?.masakanku tidak seenak koki ataupun Chef pada umumnya,apa dia memang menyukainya?.
Queen menggeleng pelan,menjauhkan pikiran anehnya.sementara Nyonya Lidya menggeleng pelan, melihat tingkah laku sang putra yang sedikit memalukan.Darwin meneguk segelas air putih,dan mengelus perutnya yang terasa puas akan hidangan yang ada di atas meja.
“Apa kau memang lapar,atau hanya sekedar berpura-pura menikmati masakanku?”
“Hahahaha,,,” Nyonya Lidya tertawa lepas mendengar pertanyaan Queen yang di tunjukan kepada Darwin,sementara Darwin tertegun dengan wajah yang sedikit memerah karena malu.dengan kesal Darwin menatap Queen, dengan wajah cemberut yang terlihat lucu.
“Apa aku terlihat seperti orang yang berpura-pura di matamu,aku benar-benar menikmati masakanmu.ini kali pertama aku menikmati masakan seenak ini,setelah ibu tidak bisa memasak lagi untukku!”
“Oh,,jadi kau lapar!”
“Hei,,!”
“Sudah,kalian berdua seperti anjing dan kucing saja!”
Darwin mendengus kesal,wanita di hadapannya benar-benar bisa merubah moodnya.Nyonya Lidya menatap Queen dengan lembut,meraih tangan Queen yang terasa hangat di genggamannya.
“Terimakasih,karena telah membuat kami berdua bisa merasakan kembali masakan rumahan yang begitu nikmat.Ibu tidak menyangka jika kau pandai memasak!”
“Jangan memujiku Bu,masakanmu mungkin lebih baik dariku.lain waktu aku akan memasak lagi untukmu!”
Setelah merapikan meja makan serta membersihkan semua alat makan,di bantu seorang pelayan,Queen mencari keberadaan Nyonya Lidya yang sedang menikmati sinar matahari pagi yang menghangatkan tubuh lemahnya.Queen bisa merasakan kasih sayang seorang putra yang begitu besar terhadap ibunya, semua itu terlihat di depan matanya.bagaiamana cara Darwin yang memperlakukan sang ibu dengan begitu lembut,serta sikapnya yang begitu perhatian.
“Khemm,,maaf mengganggu waktu kalian!”
Mendengar suara Queen,Darwin dan Nyonya Lidya menolehkan kepalanya.Terlihat Queen sudah berdiri dengan senyum ramah, serta pakaian santai yang terlihat begitu nyaman di tubuh rampingnya.
“Kemarilah Queen!”
Queen mendekati keduanya,meraih tangan Nyonya Lidya yang terulur padanya.pemandangan yang mendamaikan hati membuat Darwin bahagia,apalagi melihat wajah sang ibu yang begitu cerah dengan rona bahagia setiap bersama Queen.
“Queen harus pamit,hari ini Queen memiliki jadwal operasi!
Wajah Nyonya Lidya terlihat murung,berat hatinya untuk melepas kepulangan Queen.namun dirinya tidak bisa berbuat lebih,wanita muda di hadapannya adalah seorang Dokter yang memiliki tugas mulia,dengan berat hati Nyonya Lidya mengizinkan Queen kembali.
“Aku akan mengantarmu?”
“Tidak Perlu Tuan Darwin,saya sudah memesan Taxi.terimakasih atas niat baik anda!”
“Kau ingin mengecewakan ibuku,dia memintaku untuk mengantarmu kembali ke rumah sakit.bagaiamana jika ibu bersedih?”
“Kau bisa memberikan penjelasan kepada ibumu,kau pria dewasa yang memiliki sejuta akal bukan!”
Queen membuka pintu mobil dan masuk begitu saja,meninggalkan Darwin yang hanya bisa melongo tak percaya akan ucapan sadis Queen.Darwin menatap nanar mobil yang mulai melaju menjauhi villanya,Nyonya Lidya hanya bisa tersenyum tipis menatap wajah sang putra.
Bagaimanapun caranya ibu akan membantumu agar lebih dekat dengan Queen,karena ibu yakin kau mulai tertarik padanya.untuk pertama kalinya ibu bisa merasakan ketertarikan mu pada seorang wanita,berusahalah untuk menarik perhatian serta simpatinya.