You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
59. Bertemu Lagi



Seorang pria dengan setelan jas mahal memasuki lobi Hotel,tatapan kagum dari para kaum hawa tak menyurutkan langkahnya.Keanu dengan wajah dingin serta pembawaannya yang tenang setenang air,menyusuri lorong Hotel menuju ruangan VVIP yang telah di siapkan Aslan,untuk menyambut calon rekan bisnisnya yang ternyata telah menunggu kedatangannya.


Keanu adalah pria yang selalu tepat akan waktu,namun kali ini sepertinya sang calon rekan sedikit bersemangat sehingga datang lebih awal dari waktu yang telah di tetapkan.pintu ruangan di buka,Keanu bisa melihat seorang pria dengan tubuh tinggi tegap berdiri membelakanginya.


“Selamat siang Tuan Darwin!”


Aslan menyapa Darwin dan asistennya dengan sopan,membuat pria yang di sebut namanya menoleh.Darwin tersenyum ramah melihat  keberadaan Keanu di hadapannya,pria yang ia akui ketampanan serta wibawanya yang terlihat tenang.


“Selamat siang Tuan Keanu Smith!”


“Selamat datang di kota Distrik Tuan Darwin Ibrahim,ternyata anda masih sangat muda dari yang aku bayangkan!”


Keanu mengulurkan tangannya,yang di raih dengan sopan oleh Darwin.


“Terimakasih atas pujian anda Tuan Keanu,aku merasa merasa tersanjung!”


Keduanya terlihat saling mengagumi satu sama lain,namun di sisi lain baik Keanu dan Darwin larut dalam pikirannya masing-masing.


Pria ini sedikit familiar di mataku,tapi dimana aku pernah melihatnya?


Aku kembali,aku akan membuatmu mengingatku Keanu Smith!


Keduanya mulai terlibat dalam pembicaraan,keduanya bahkan tampak sangat cocok dan memilki satu pemikiran.Darwin diam-diam sangat mengagumi cara bicara serta pemikiran Keanu,yang membuatnya takjub dan terinspirasi.


Setelah melakukan pertemuan singkat karena Keanu harus mengikuti jadwal lain,membuat keduanya mengakhiri pertemuan mereka.Darwin mengulurkan tangannya,yang di sambut oleh Keanu dengan ramah.


“Senang bisa bertemu denganmu dan semoga kedepannya kita bisa menjalin kerjasama!”


“Aku juga senang bertemu denganmu,semoga di lain waktu kita bisa bertemu lagi!”


Keanu meninggalkan Darwin serta asistennya,Darwin menatap tubuh tinggi tegap yang mulai menghilang dibalik pintu.


Ibu aku bertemu dengannya,apa ibu akan senang jika atu bersedih melihat wajah pria yang begitu mirip dengannya?


Darwin tersenyum tipis dan mendudukkan kembali tubuhnya,menatap kosong ke depan dimana ia bisa melihat pemandangan kota dari tempatnya kini berada.Sementara Darwin tenggelam dalam kegundahan hatinya,Keanu mengigit jarinya seolah berusaha mencari tau dimana dirinya pernah bertemu Darwin.Aslan yang menyadari wajah sang Tuan berubah semenjak keluar dari Hotel,sedikit penasaran hingga ia memberanikan diri untuk bertanya.


“Apa ada masalah Tuan?”


“Kau bilang dia tinggal dan besar di luar negeri,apa kau tau dimana kota kelahirannya?”


“Saya belum mencari taunya sampai sedetail itu Tuan,apa ada yang salah?”


“Tidak,hanya saja aku merasa sedikit familiar dengan wajahnya!”


“Haruskah saya mencari tau lebih banyak lagi Tuan?”


“Tidak untuk saat ini!”


“Baik Tuan!”


Aslan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantornya,dimana mereka akan mengadakan rapat dengan beberapa staf pemasaran.


Seorang wanita paruh baya meneteskan air matanya,ketika ingatannya kembali mengenang kenangan yang menyakitkan.diaman dirinya ditinggalkan oleh sang kekasih,untuk menikahi wanita lain sementara dirinya saat itu sedang mengandung anak mereka.malang yang harus ia terima,dengan perasaan hancur.


Wanita itu menangis menumpahkan segala sakit hatinya serta luka yang telah berpuluh tahun ia pendam,puas menumpahkan segala tangis serta duka.wanita paruh baya yang merupakan Nyonya Lidya melangkahkan kakinya yang tanpa arah,karena berjalan dengan pikiran serta tatapan yang kosong tanpa disadari Nyonya Lidya berjalan ke tengah jalan.


Queen yang merupakan pengendara dari mobil tersebut turun dan melihat apa yang terjadi,melihat seorang wanita paruh baya tergeletak di aspal.dengan sigap Queen mengecek denyut nadi serta tubuh bagian lainnya,memastikan tidka ada yang terluka sebelum akhirnya ia meminta bantuan kepada masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.


“Saya seorang Dokter,tolong bantu saya membawa ibu ini  kedalam mobil.saya akan membawanya ke rumah sakit!”


Mendengar ucapan Queen,beberapa pemuda mulai membantu Queen mengangkat tubuh Nyonya Lidya.dengan tenang Queen membawa wanita asing yang hampir ia tabrak itu ke rumah sakit tempatnya bekerja,Queen memeriksa keadaannya dengan seksama,memasangkan infus ke pergelangan tangannya.dengan sabar Queen menunggu dan menemaninya di samping ranjangnya.


"Ahkk,,! " Wanita paruh baya itu terlihat memegangi kepalanya, Queen dengan segera memeriksa dan memastikan keadaan sang wanita yang terlihat sangat lemah.


" Bagaimana perasaan anda Bu,maaf tadi saya hampir saja menabrak anda! "


Nyonya Lidya mencoba mengingat apa yang terjadi sebenarnya, di sini dialah yang salah karena melamun dan tidak memperhatikan jalan. Nyonya Lidya menatap Queen yang tersenyum ramah padanya, gadis muda dengan kebaikan hati yang mungkin jarang di temui nya.


"Bolehkah saya tau nomer ponsel atau keluarga anda yang bisa saya hubungi, agar mereka bisa menjemput ibu disini! "


Nyonya Lidya terdiam, seolah memikirkan sesuatu. Queen dengan hati-hati menatap sang wanita paruh baya, yang seperti kebingungan.


"Apa ibu tidak ingat sesuatu? "


Nyonya Lidya menggeleng lemah, bagaimana bisa dirinya meninggalkan seorang wanita yang bahkan tidak mengenal dirinya. Queen bahkan berusaha mencari kartu pengenal yang mungkin saja ada di dalam tasnya, namun sungguh malang sang wanita bahkan tidak membawa apa-apa.


Queen tersenyum lembut menggenggam tangan Nyonya Lidya, membuat wanita paruh baya itu menatap kearah tangannya, yang mendapat usapan lembut dari wanita muda dihadapannya.


"Bagaimana kalau ibu saya antar ke kantor polisi, kita bisa meminta bantuan kepada pihak yang berwajib, dengan begitu mereka bisa dengan mudah mencari ibu! "


Nyonya Lidya menggeleng dengan cepat seolah tidak ingin berpisah dari Queen, terlihat dari genggaman tangannya yang cukup kuat. Queen menghela nafasnya, dirinya harus bersikap sabar menghadapi pasien seperti Nyonya Lidya.


"Bagaimana kalau ibu ikut denganku, aku akan mencari tau keberadaan keluarga ibu!"


" Iya, ibu mau! "


Nyonya Lidya memeluk erat tubuh Queen, membuat Wanita muda itu terkekeh pelan. Para tekan kerjanya telah menyarankan Queen untuk membawa Nyonya Lidya ke pihak berwajib, namun melihat kondisinya yang lemah, Queen memutuskan untuk membantunya.Queen membawa Nyonya Lidya ke apartemennya, Queen mempersilahkan Nyonya Lidya memasuki apartemennya yang sederhana.


"Apakah kau tinggal sendiri nak? "


"Iya, kedua orang tuaku berada di kota B. Aku disini untuk bekerja Bu! "


Queen memapah Nyonya Lidya yang memang memiliki tubuh lemah ke salah satu kamarnya, sesaat Nyonya Lidya begitu kagum dengan penataan kamar yang cukup cantik dan rapi.


"Istirahatlah disini, aku akan membuat makan malam! "


Nyonya Lidya mengangguk pelan, menatap kepergian Queen yang menghilang di balik pintu kamarnya. Nyonya Lidya tersenyum bahagia bisa bertemu dengan seorang gadis muda yang baik hati. Satu jam berkutat di dapur, beberapa hidangan sederhana telah tertata di meja.


Queen mengetuk kamar Nyonya Lidya dengan pelan sebelum masuk kedalam, terlihat wanita paruh baya itu duduk di tepi ranjang, melemparkan senyum hangat kepada Queen.


"Makan malam sudah siap, ayo kita makan! "


Dengan penuh perhatian Queen memapah tubuh renta itu menuju meja makan.


"Kau yang membuatnya? "


"Iya, semoga sesuai dengan lidah anda Bu! "


Queen mengambilkan nasi serta beberapa macam lauk ke piringnya, meletakkan piring yang kini penuh dengan lauk serta sayur yang menggugah selera.Keduanya menikmati makan malam dengan tenang, Queen tersenyum senang melihat wanita paruh baya dihadapannya makan dengan lahap.