
Queen menyandarkan tubuhnya ke sofa empuk miliknya,seharian membersihkan Apartemen yang ia tinggalkan membuatnya kelelahan.Queen tersenyum melihat seisi apartemen yang cantik dan tertata dengan rapi,setelah berbulan-bulan akhirnya dirinya bisa kembali dan menikmati hari-harinya seperti dulu lagi.
Berbeda dengan Queen,Keanu terlihat uring-uringan dikantor.sehari tidak melihat Queen membuat harinya buruk,terutama Aslan yang harus mengusap dadanya karena harus bersabar dengan sikap Keanu.
Sabar Aslan,seorang pria yang sedang merasa rindu kepada sang kekasih mungkin memang seperti itu.kau harus memaklumi sikap Tuanmu itu.
Aslan berucap dalam hatinya berusaha mengerti apa yang sedang Keanu rasakan,dengan penuh kesabaran Aslan melakukan pekerjaannya dengan baik.Hari-hari berlalu dengan begitu cepat,Keanu mulai terbiasa kembali dengan kesendiriannya.namun hampir setiap malam ia akan mampir ke apartemen Queen,untuk makan malam dan melepas rindu kepada sang kekasih.
Keanu menatap lembar demi lembar kertas yang berada di hadapannya,keningnya mulai mengkerut membaca isi dari kertas-kertas tersebut.
“Jadi mereka mengajukan kerjasama dengan kita?”
“Iya Tuan,saya juga sudah menyelediki perusahaan ini,dan saya akui perusahaan kali ini akan membawa keuntungan besar bagi kita,jika kita berhasil menjalin kontrak kerjasama.Perusahaan ini begitu Berjaya dan hampir menguasai seluruh bisnis di negaranya!”
Keanu mengetuk-ngetuk kan jemarinya dimeja,mencoba menganalisis dan mencari tujuan perusahaan asing itu mengajukan kerjasama dengannya.
“Apa kau tau pemiliknya?”
“Pemiliknya masih muda Tuan,sepertinya seumuran dengan anda.namanya Darwin Ibrahim,pemuda dengan segudang talenta dan berani dalam mengambil keputusan dalam setiap tindakannya.dia sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan besar di beberapa negara,dan kini Tuan Ibrahim ingin melebarkan sayapnya di kota ini!”
“Dan menurut penilaian saya Tuan,perusahaan kita merupakan kandidat yang cocok baginya,karena kita memiliki bisnis yang hampir serupa dengannya!”
“Baiklah,coba kau atur pertemuan kita dengannya!”
“Baik Tuan!”
Aslan dengan segera menghubungi pihak terkait guna mengajukan pertemuan dengan Darwin,para anak buah Darwin merupakan orang terlatih dalam bidangnya.mendapat respon positif dari pihak Keanu,dengan segera pihak Darwin menghubungi kaki tangan Tuannya.
Darwin yang saat itu sedang melakukan pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya,tersenyum senang mendapat respon yang baik dari pihak Keanu.Darwin segera memerintahkan asistennya untuk mengatur jadwal pertemuan bagi keduanya.
“Tuan kami sudah mengatur jadwal pertemuan anda,kami telah menyesuaikan jadwal anda dengan Tuan Keanu.dan kami bersepakat membuat janji satu minggu lagi dari sekarang!”
“Baiklah sebelum aku menemuinya,aku akan berjalan-jalan dulu.jadi kita berangkat dua hari sebelumnya!”
“Baik Tuan,saya akan menyiapkan semuanya!”
Darwin menatap pusat kota yang bisa ia lihat dari atas gedungnya,entah apa yang kini pria itu pikirkan.apakah yang dirinya lakukan sudah benar,bagaimana jika sang ibu mengetahui apa yang dirinya lakukan? Akankah sang ibu memaafkannya?.
“Bagaimana terapi ibu?”
“Berjalan dnegan baik!”
“Minggu depan Darwin akan melakukan perjalanan bisnis ke Kota kelahiran Darwin,apa ibu mau ikut?”
Nyonya Lidya menatap sang putra dengan sedikit terkejut,setelah 25 tahun lamanya sang putra memutuskan kembali ke kampung halamannya.
“Tenanglah Bu,Darwin akan menemani ibu selama disana.Darwin hanya melakukan satu pertemuan,saat itu ibu bisa jalan-jalan dan bernostalgia!”
“Sekalian ibu akan mencarikan mu seorang gadis muda di sana!”
“Belum apa-apa kau sudah membuat ibu patah semangat,kau benar-benar kejam!”
Darwin terkekeh pelan mendengar ucapan sang ibu,di raihnya kedua tangan hangat yang kuru situ.Darwin menatap lembut sang ibu,wanita yang selalu menjadi semangatnya untuk menjadi orang kuat serta hebat.
“Jika kota itu meninggalkan banyak luka dan ibu tidka siap untuk kembali,Darwin tidak akan memaksa.namun Darwin ingin Ibu melepaskan semua luka itu,tunjukan kepada mereka yang pernah menyakitimu,bahwa kini kau adalah seorang ibu dari seorang putra yang hebat sepertiku!”
Nyonya Lidya mengangguk pelan,meyakinkan sang putra bahwa dirinya baik-baik saja dan sudah melupakan masa lalu yang begitu menyakitkan baginya.Darwin tersenyum meraih tubuh sang ibu dan memeluknya dengan hangat,menepuk pelan pundak sang ibu yang begitu rapuh.
Tiba saat keberangkatan Darwin mendorong sebuah kursi roda dimana sang ibu duduk dengan tenang,Darwin menggunakan pesawat pribadi miliknya menuju negara kelahirannya.Darwin meremas lembut pundak sang ibu,melemparkan senyum hangatnya,mencoba menenangkan sang ibu yang ia yakini sedang ragu akan keputusannya.
Perjalanan yang panjang hingga berjam-jam mereka lalui,hingga pesawat mendarat dengan selamat.beebrapa mobil telah menunggu kedatangannya lengkap dengan beberapa pengawal sewaannya,Darwin mendorong kursi roda sang ibu menuju kemobil.melihat sang ibu yang kelelahan,Darwin segera memutuskan menuju Villa tempat yang telah ia sewa sebelumnya.
Kicauan burung yang berterbangan membuat tidur Nyonya Lidya terganggu,wanita paruh baya itu mencoba membuka kedua matanya.Nyonya Lidya menurunkan kedua kakinya,melangkah menuju jendela kamar.kedua matanya melebar melihat pemandangan indah di depan matanya,sebuah Villa sederhana,yang menyajikan pemandangan danau yang menakjubkan.
“Apa ibu menyukainya?”
Nyonya Lidya menolehkan kepalanya melihat kedatangan sang putra yang tampak segar bugar setelah mandi,sang ibu tersenyum dan mengangguk pelan.Darwin tersenyum senang melihat sang ibu yang begitu menyukai Villa pilihannya.
“Ibu sangat menyukainya,disini udaranya sejuk!”
“Kota tidaklah jauh dari sini Bu,jika ibu merasa bosan di Villa mereka bisa mengantar ibu jalan-jalan!”
“Terimakasih,sepertinya ibu akan hidup lebih lama jika seperti ini terus!”
“Itulah yang Darwin lakukan,semua yang putramu hasilkan adalah untuk membahagiakanmu Bu.tetaplah sehat dan berada di sampingku!”
“Ayo kita turun untuk sarapan!”
Darwin menuntun sang ibu menuju meja makan,beberapa pelayan terlihat menunduk sopan.para pelayan mulai menyajikan makan sehat untuk keduanya,setelah menikmati sarapan Darwin membawa sang ibu untuk berjalan-jalan dan mengelilingi Villa.menikmati suasana cerah denan udara yang begitu segar.
Darwin terlihat tampan dengan balutan kaos polosnya,meninggalkan sang ibu yang sedang beristirahat dikamarnya.Darwin pun memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga dan segera menghubunginya jika sesuatu terjadi,dengan santai Darwin mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan yang sedikit sepi.Darwin mulai melewati satu-persatu tempat masa kecilnya dulu,Darwin menghentikan mobilnya pada sebuah taman dimana taman itu dekat dengan panti asuhan.
Darwin menatap pemandangan indah yang di suguhkan di depan matanya,dengan santai ia duduk bersandar di bawah pohon rindang.menutup kedua matanya menikmati sapuan angin yang menerpa wajahnya,suara indah nan merdu mengganggu pendengarannya membuatnya mau tak mau membuka kedua matanya.meamstikan apa yang telinganya dengar,Darwin menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mencari asal suara yang sempat ia dengar.
Apa aku sedang bermimpi?kenapa aku bisa mendengar suara seorang wanita?
Darwin tersenyum tipis,apakah karena dirinya telah lama sendiri karena itu tanpa sengaja dirinya berhalusinasi?.namun pikirannya terbantahkan dengan kehadiran seorang wanita cantik,dengan rambut yang di ikat tinggi ,senyumnya yang menawan membuat Darwin tertegun.
Seorang wanita dengan kaos putih polos dengan bawahan jins dan sepatu sportnya,terlihat mengejar seorang anak perempuan yang berlari menjauhinya seakan takut jika wanita itu menangkapnya.kedua mata Darwin tidka berkedip melihat wanita cantik,yang berlari dengan senyum bahagia di wajahnya,jantung Darwin berdegup kencang melihat senyum sang wanita yang sungguh memepsona.tanpa Darwin sadari,tubuhnya bergerak begitu saja mengikuti kemana wanita itu pergi.
Kedua kakinya terhenti ketika melihat sebuah Rumah sederhana namun begitu terawat di depan matanya,Darwin mengamati bangunan tersebut dan mengenalinya sebagai panti asuhan.tatapan mata Darwin kembali tertuju pada seorang wanita,yang memberikan pelayanan kesehatan kepada beberapa anak yang dibantu oleh para pekerja panti.
Darwin meraih ponselnya,mengambil gambar wanita itu secara diam-diam.satu,dua,dan tiga gambar telah ia ambil.namun Darwin merasa belum puas,hingga pria itu mengambil puluhan gambar di hadapannya.kegiatannya terhenti ketika salah seorang anak panti menarik ujung kaosnya,Darwin menunduk dan menatap wajah anak yang terlihat polos itu.
Tidak ingin mendapat masalah Darwin meninggalkan anak serta panti asuhan begitu saja,sang anak hanya bisa terdiam dan melihat kepergian Darwin dengan wajah polosnya.Darwin menenangkan debaran jantungnya yang menggila,entah kenapa dirinya malu jika ketahuan.senyum di sudut bibirnya terukir indah,untuk pertama kalinya dalam hidupnya dirinya melakukan hal bodoh.