
"Plaakk" Suara tamparan yang begitu keras menggema di sebuah ruang tamu, seorang pria serta satu wanita muda yang Darwin pekerjakan untuk menemani serta menjaga sang ibu terhuyung beberapa langkah ke belakang.
Pria bertubuh tinggi itu marah dan menghajar anak buahnya, yang tidak bekerja dengan baik sehingga mereka kehilangan seseorang wanita yang merupakan ibu dari Tuan mereka.
"Bagaimana bisa kalian kehilangan ibuku,yang dalam keadaan lemah dan tidak bisa berjalan jauh,Dimana mata kalian.
Mereka terdiam tak berani menjawab ataupun mengelak,mereka diam karena mengakui kesalahan fatal yang telah mereka lakukan.keduanya tidak menyadari kepergian Nyonya Lidya sehingga,sehingga mereka kehilangan jejak.mereka bahkan tidak berfikir jika kerumunan beberapa saat lalu,adalah sebuah kecelakaan yang melibatkan san g Nyonya besar.
“Tuan saya telah menemukan keberadaan Nyonya,Nyonya mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit dengan sebuah mobil!”
Sang asisten yang bergerak cepat setelah mendapat berita dari salah satu anak buahnya,memberikan keberadaan sang Nyonya yang di yakini dibawa ke salah satu Rumah sakit terdekat.tanpa banyak bicara Darwin memerintahkan anak buahnya untuk menyebar dan memeriksa pasien,yang berada di ruah sakit terdekat.
Pikiran Darwin kalut membayangkan nasib sang ibu yang dalam keadaan lemah,meski telah melampiaskan amarahnya kepada anak buahnya,tetap saja emosi masih menguasai hati serta pikirannya.Hari telah menjelang malam,Darwin bahkan belum mengetahui keberadaan sang ibu.setiap Rumah sakit telah dia serta anak buahnya datangi,namun pasien dengan ciri-ciri seperti ibunya tidaklah mereka jumpai.Berjam-jam Darwin mengelilingi kota berharap menemukan sang ibu,namun usahanya belum membuahkan hasil.
“Tuan sebaiknya anda beristirahat,kami akan mencari keberadaan Nyonya!”
“Bagaimana aku bisa beristirahat,sedangkan aku belum mengetahui keberadaan ibuku.apakah dia baik-baik saja,atau sedang menangis ketakutan.bagaiamana aku bisa tenang!”
Sang asisten hanya bisa menutup mata mendengar ucapan Darwin yang begitu keras,mereka telah mencari ke beberapa Rumah sakit terdekat dari tempat kejadian.Namun usaha mereka belum membuahkan hasil hingga tengah malam,Darwin menghempaskan tubuhnya di sofa rasa lelah menggerogoti tubuhnya.
Kau dimana ibu,aku harap kau baik-baik saja.
Darwin menghela nafas lelahnya,ia beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi untuk merendam tubuhnya yang lelah.sementara itu anak buah serta sang asisten masih berusaha mencari keberadaan sang Nyonya.
Seorang wanita muda berdiri di balkon apartemennya,menikmati udara malam yang dingin sambil menikmati secangkir Teh panas.setelah menerima telpon dari sang kekasih ,Queen belum bisa tidur hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuat secangkir teh dan menikmatinya.
“Kau belum tidur Nak?”
Suara lembut seorang wanita paruh baya membuyarkan lamunan Queen,dengan senyum lembut nan meneduhkan Nyonya Lidya mendekati Queen yang masih berdiri.melihat wanita paruh baya itu mendekatinya,sementara udara malam begitu dingin dengan penuh perhatian Queen melepaskan switernya untuk melindungi tubuh wanita itu dari hawa dingin,tak hanya sampai disitu Queen merangkul dan membawanya kembali ke dalam ruangan yang hangat.
“Kenapa Ibu belum tidur,udara di luar sangat dingin nanti ibu bisa sakit!”
“Ibu sehat,dan terimakasih atas perhatianmu Nak!”
Queen hanya tersenyum lembut mengusap kedua tangan kurus yang hanya terbungkus oleh kulit itu,keadaanya yang memprihatinkan membuat Queen ikut bersedih akan keadaannya.
“Sejak kapan Ibu sakit,apakah Ibu sudah melakukan pengobatan dengan benar?”
Nyonya Lidya tertegun mendengar ucapan Queen,darimana gadis muda di hadapannya mengetahui penyakitnya pikirnya dalam hati.melihat kebungkaman Nyonya Lidya,Queen tersenyum lembut seolah mengerti apa yang wanita paruh baya itu rasakan.
“ Maaf Ibu,aku mengetahuinya ketika memeriksa mu!”
“Kau,,?”
“Aku seorang Dokter!”
Nyonya Lidya menutup mulutnya dengan salah satu tangannya,tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Queen menceritakan dirinya serta pekerjaannya kepada Nyonya Lidya,semakin mengenal Queen Nyonya Lidya semakin menyukainya.kedunya bahkan mengabaikan malam yang semakin larut,Queen yang mulai sadar akan waktu meminta Nyonya Lidya untuk segera tidur dan beristirahat.
Aroma lezat dari makanan yang Queen masak begitu menggoda selera,Nyonya Lidya keluar dari kamar setelah membersihkan diri.Queen terlihat segar dan cantik dengan pakaian rumahan,beberapa makanan telah terhidang di atas meja.
“Duduk dan cobalah Bu,semoga ibu menyukainya lagi!”
Keduanya duduk dan menikmati sarapan mereka dengan tenang,Nyonya Lidya yang biasanya hanya makan sedikit kini makan dengan lahap seolah selera makan yang dulunya hilang kini kembali setelah mencicipi berbagai menu masakan rumahan yang Queen buatkan.
Queen membawa Nyonya Lidya duduk diruang tamu,setelah sarapan Queen memutuskan memeriksa kembali keadaan wanita yang hampir ia tabrak.sepertinya suasana hati sedikit mempengaruhi keadaan Nyonya Lidya,Queen tersenyum lembut menatap wanita paruh baya itu.melihat senyum di wajah Queen yang menatapnya dengan lembut ,membuat Nyonya Lidya sedikit khawatir akan kebohongannya yang mungkin saja telah disadari oleh Queen yang seorang Dokter.
“Jika suasana hati Ibu terus seperti ini,aku yakin kesehatan ibu akan berangsur membaik!”
“Ibu ingin putra semata wayang ibu menikah dengan wanita sepertimu Queen!”
Queen terkekeh mendengar ucapan Nyonya Lidya,setidaknya mereka baru saling mengenal bagaimana wanita paruh baya di hadapannya berharap wanita seperti dirinya menjadi menantunya.
“jangan memaksa putramu untuk melakukan sesuatu yang tidak di inginkannya,apalagi menikahi orang yang tidak dicintainya.pernikahan itu hal yang sakral Bu,biarkan putramu memilih pasangannya!”
“Itulah yang selama ini Ibu lakukan Queen,tapi anak nakal itu tidak pernah mengenalkan seorang pun pada Ibu!”
“Bukan putra Ibu belum menemukan seseorang yang membuatnya nyaman,bersabarlah!”
Deg,Queen menatap Nyonya Lidya dengan tidak percaya,apakah wanita di hadapannya telah mengingat siapa dirinya?.Nyonya Lidya yang menyadari kesalahannya menatap Queen dengan lembut,menggenggam tangan Queen yang halus dengan lembut.
“Maaf Ibu telah berbohong,Ibu hanya ingin keluar dari rasa jenuh ibu.dan alangkah beruntungnya ibu bisa bertemu dengan gadis sebaik dirimu,untuk pertama kalinya ibu merasakan perasaan bahagia dan hidup kembali Queen!”
Queen tersenyum,melihat rona bahagia di wajahnya membuat Queen tidak tega untuk membawanya kembali kekeluarganya.namun dirinya akan merasa bersalah jika tidak mengabari keluarga Nyonya Lidya,yang pastinya telah mencari keberadaannya.
“Ibu Lidya,aku senang dengan keberadaan ibu dirumahku.tapi keluarga serta putramu pasti sedang mencari mu Bu,bagaimana kalau Ibu menghubungi putra Ibu!
Nyonya Lidya terdiam mendengar ucapan Queen,benar yang Queen katakan sang putra pasti sedang mencarinya saat ini.Dengan anggukan kepala Queen membantu Nyonya Lidya menghubungi nomer Darwin,namun saat itu ponsel Darwin mati hingga Queen tidak bisa menghubunginya sama sekali.
“Mungkin dia sedang sibu Nak,kami datang kemari karena dia sedang melakukan pertemuan penting dengan seseorang !”
Sementara di Villa Darwin masih menunggu kabar dari beberapa anak buahnya yang telah tersebar sejak semalam,dirinya bahkan tidak bisa menyentuh sarapannya,pikirannya terus tertuju pada sang ibu tercinta.Suara derap langkah seseorang membuat lamunan Darwin teralihkan,terlihat sang asisten datang dengan langkah sedikit tergesa-gesa.
“Tuan kami telah menemukan keberadaan Nyonya,saat ini dia sedang bersama orang yang hampir saja menabraknya,saya telah menemukan alamatnya!”
“Kita pergi sekarang!”
Tanpa basa-basi Darwin serta beberapa anak buahnya menuju alamat yang di berikan sang asisten,Darwin terus memikirkan sang ibu,serta pelaku yang dengan berani membawa sang ibu bersamanya.
Apa yang orang itu pikirkan,kenapa dia tidak menghubungiku dan memberiku kabar tentang keberadaan ibuku.siapa dia?.
Rombongan Darwin melajukan mobil mereka dengan kecepatan tinggi,tak ada yang lebih penting dari keselamatan sang Nyonya Besar.setelah sampai di gedung apartemen Darwin menatap sekelilingnya,Apartemen yang bisa dikatakan berada dilingkungan elit.semkain membuat Darwin penasaran,akan sosok yang telah membawa sang ibu pergi.
Bel apartemen berbunyi beberapa kali,Queen serta Nyonya Lidya yang sedang menikmati waktu bersama teralihkan dengan bel yang terus berbunyi.tanpa curiga sedikitpun Queen membuka pintu apartemennya,beberapa pria dengan tubuh besar serta pakaian serba hitamnya membuat queen mengerutkan keningnya.
“Siapa kalian,dan ada perlu apa?”