
Queen menatap wanita dihadapannya dengan tenang,meraih tubuh Kayla dan menempatkannya di pangkuannya.wanita itu berusaha tersenyum manis berusaha mendekati Queen.
“Aku Maysa Amora” wanita yang mengaku bernama Maysa itu mengulurkan tangannya,namun Queen hanya tersenyum dan mengangguk tanpa meraih tangan wanita tersebut.
Sial wanita ini bahkan tidak menyambut uluran tanganku,apakah aku terlihat begitu jelas jika mengincar anak itu.apakah wanita ini curiga padaku?
“Aku Queen” Queen memperkenalkan dirinya,Maysa tersenyum tipis menatap tajam Baby Kayla.
“Apa dia putrimu?” Maysa bertanya sekali lagi tanpa melepaskan tatapannya,dan hal itu membuat Queen semakin waspada.
“Tentu saja aku adalah ibunya,kenapa anda begitu penasaran dengan putriku Nona.” Queen menatap tajam Maysa, membuat wanita itu terkekeh pelan,terlihat jelas Queen tidak menyukainya.
“putrimu sangat cantik” Maysa melirik lagi Baby Kayla,Queen melihat sekelebat tatapan benci di mata wanita itu.Queen mengangkat tubuh Kayla dan membawanya ke pelukannya,lamunan Maysa terganggu oleh suara ponsel Queen,Maysa melirik ponsel yang tergeletak di samping Queen.
Queen melirik sekilas dan melihat nomor Keanu tertera di layar ponselnya,tanpa pikir panjang Queen meraih dan mengangkat panggilannya.
“Hello,,iya aku akan segera kembali” Queen berucap tanpa mendengarkan ucapan Keanu sama sekali,yang ada dipikirannya adalah pergi dari tempat itu.perasaannnya mengatakan jika wanita di hadapannya adalah wanita berbahaya,jika dirinya hanya sendiri mungkin saja Queen bisa sedikit memberi perlawanan,namun dirinya bersama Baby Kayla.
Melihat Queen yang mulai merapikan barang bawaannya,Mays menyadari jika Queen akan pergi.
“Apa kau akan pergi,aku baru saja ingin berteman denganmu.” Maysa berucap pelan seolah-olah merasa sedih akan kepergian Queen,Queen tersenyum tipis wanita di hadapannya sungguh pintar berakting.namun Queen lebih pintar dan tidak sebodoh yang Maysa pikirkan.
“Sayang sekali aku harus kembali,kita bisa menjadi teman jika kita bertemu lagi tapi sekarang aku harus pergi,sampai jumpa.” Queen membuat dirinya terlihat tergesa-gesa,aktingnya yang apik membuat Maysa percaya.Maysa menatap punggung Queen yang mulai menghilang,tanpa wanita itu sadari sepasang mata penuh amarah serta dendam menatapnya dengan lekat.
Keanu sudah berada di taman beberapa menit yang lalu,namun langkahnya terhenti ketika kedua matanya menangkap sosok wanita yang kini menjadi incarannya,Maysa Amora kakak kandung dari Alysa Amora istri Kai adiknya.Keanu menyimpan kecurigaan yang tentunya sangat berdasar pada wanita itu,Maysa begitu membenci adiknya dan terbukti beberapa kali ingin menghabisi nyawa adiknya.namun karena keluarganya selalu menutupi kejahatannya,wanita itu semakin menjadi.
Cemburu,itulah yang menjadi motif Maysa membenci Alysa.Kai lebih memilih menjadikan Alysa sebagai istrinya,dan menolak cinta Maysa secara terang-terangan hingga membuat wanita itu tidak terima dengan pilihan Kai.hingga Maysa memilih pergi dari kehidupan keduanya,dan semuanya mempercayai hal itu. Ternyata Maysa merencanakan kejahatan yang luar biasa,hingga melenyapkan nyawa Kai serta sang adik.Keanu hanya perlu mengumpulkan semua bukti kejahatannya dengan begitu dirinya akan dengan mudah membalaskan dendam sang adik.
Melihat Maysa mengajak Queen bicara dan mulai mendekatinya,Keanu reflek meraih ponselnya dan menghubungi Queen.Keanu merasa jika Queen menyadari sesuatu yang aneh pada diri Maysa karena itu tanpa mendengarkan ucapannya,Queen menyelanya terlebih dulu.
Keanu menghubungi Aslan dan memberikan serentetan perintah kepadanya,yang langsung di tanggapi dengan cepat oleh sang asisten.Keanu menyimpan ponselnya,menghidupkan mesin mobilnya berusaha mengejar mobil yang Queen gunakan.
Queen menghela nafasnya,wajah wanita yang tadi di temuinya begitu familiar baginya,namun entah dimana dirinya pernah melihat wajah itu. Queen melirik Baby Kayla yang duduk di kursi penumpang dengan kursi yang di sediakan khusus untuknya,Queen melajukan mobilnya menuju apartemen elit yang memiliki keamanan tingkat tinggi.tidak sembarang orang bisa masuk kedalam area apartemen itu,mereka yang tinggal di sana memiliki tanda pengenal dan para petugas keamanan hanya akan mengijinkan mereka masuk jika memperlihatkan kartu khusus.
Setelah melewati gerbang tinggi dan pemeriksaan Queen kembali melajukan mobilnya menyusuri jalanan yang asri dengan pohon rindang yang terdapat di setiap jalan.Queen memandikan Baby Kayla,memberinya susu serta makan sebelum tidur.Queen menatap sendu bayi perempuan yang sudah terlelap di pelukannya,bagaimana bisa bayi secantik Baby Kayla harus hidup dalam ketakutan serta ancaman para pembunuh?
Queen masuk kedalam kamar mandi,merendam tubuhnya dengan air hangat mencoba menjernihkan pikirannya.haruskah dirinya membawa Baby Kayla lari dari kota ini,agar hidupnya selamat?haruskah drinya meminta bantuan kedua keluarga besarnya? Queen menggelengkan kepalanya,dirinya tidak boleh egois dengan membawa kedua keluarganya dalam bahaya.Keanu adalah keluarga terdekat Baby Kayla,jadi pria itulah yang harus menjaga dan memastikan keselamatan keponakannya.
“Kapan kau kembali? Suara Queen mengusik indera pendengaran Keanu,dengan cepat pria itu menoleh dan menatap Queen dari ujung kaki hingga ujung rambut.penampilan Queen kali ini sangat berbeda,Queen mengenakan kaos yang sedikit kebesaran dengan celana pendek selututnya.Queen menghempaskan dirinya di sofa,menatap Keanu yang masih diam terpaku melihatnya.Queen memutar bola matanya lelah,pria dihadapannya itu terkadang terlihat bodoh,tegas dan menakutkan.
“Aku ingin bicara denganmu,jadi bisakah kau mendengarkan apa yang ingin aku katakan kali ini?” Keanu menegakkan tubuhnya menetap Queen dengan serius,Keanu menganggukkan keplanya.Queen diam beberapa saat,sebelum akhirnya dirinya mengutarakan apa yang terlintas di benaknya.
“Kau mengatakan padaku jika kedua orang tua Baby Kayla meninggal Karena percobaan pembunuhan bukan? Apakah kau sudah menemukan pelakunya? Keanu sedikit terkejut akan pertanyaan Queen,apakah Queen menyadari sesuatu? apakah wanita di hadapannya itu menyadari jika Maysa adalah wanita yang berbahaya? Keanu menelan ludahnya dengan susah payah,apakah jika dirinya mengetahui kebenarannya,Queen akan lari dan meninggalkannya serta Baby Kayla? Keanu berperang dengan pikirannya sendiri,tidak mampu berucap ataupun menjawab pertanyaan Queen.Keanu menatap kedua mata Queen yang terlihat tidak sabar menunggu jawaban darinya.
“Kami masih mencarinya,dan aku berjanji akan menemukan pelakunya secepatnya.” Keanu akhirnya hanya bisa mengucapkan janji,Queen menganggukkan kepalanya pelan.
“Aku harap kau menemukan pelakunya secepatnya,aku tidak ingin keselamatan Baby Kayla menjadi taruhannya,kau adalah keluarga terdekat yang dimiliki Baby Kayla sekarang.kehidupan serta keselamatannya tergantung padamu,jadi aku minta kau serius menanggapinya.” Keanu tercengang mendengar permintaan Queen,Keanu menatap tubuh ramping Queen yang mulai melangkah meninggalkannya.
“Apakah kau takut,apakah kau akan lari jika bertemu para pembunuh yang mencoba menyakiti Baby Kayla?” Suara Keanu terdengar dingin,namun bercampur rasa resah jika Queen memilih meninggalkan mereka dan menyelamatkan dirinya.menutup kedua mata serta telinga dari bahaya yang siap mengintai Baby Kayla kapan saja.
“Apa aku terlihat seperti itu di matamu? Aku tidak akan membiarkan orang itu menyentuh atau menyakiti putriku,jika itu terjadi aku akan menghajar dan membunuhnya dengan tanganku.” Queen berucap tegas tanpa ragu di kedua matanya,membuat Keanu merasa sangat senang. Apa yang dirinya takutkan hanya pemikiran bodohnya,Keanu menatap punggung Queen yang mulai menghilang di balik kamarnya.
Tidak sia-sia aku membawamu dengan paksa ke apartemenku Queen,kau memnag wanita berbeda.seandainya saja pria itu masih hidup,apakah kita bisa bersama seperti ini?
***
Queen terpaku melihat kebersamaan Keanu dengan Baby Kayla di raung tamu,Keanu menemani Kayla bermain.bocah cantik itu tumbuh dengan sehat serta lincah,Baby Kayla kini sedang belajar merangkak semua yang dilakukan Baby Kayla terlihat menggemaskan.diam-diam Queen meraih ponselnya dan mengabadikan momen langka yang mungkin hanya akan terjadi sekali dalam waktu yang lama,Queen tersenyum tipis ternyata pria kaku itu bisa bersikap lembut.
Queen mendatangi keduanya dengan sebuah nampan yang berisikan susu,serta makanan untuk Baby Kayla.melihat kedatangan Queen mata Baby Kayla berbinar senang,bahkan bayi mengemaskan itu merangkak mencoba mendekati Queen.Keanu yang melihat kedekatan keduanya tersenyum tipis,Queen meletakkan nampannya,meraih tubuh gembul Kayla memberikan berapa kecupan kecil hingga suara kekehen nan menggemaskan terdengar di ruang tamu.mereka terlihat seperti sebuah keluarga bahagia,Keanu bangun dari duduknya meraih nampan yang tadi Queen bawa.
“Duduklah,beri Kayla minum sepertinya dia kehausan.” Keanu berucap dengan penuh perhatian,Queen mengangguk dan duduk tepat di sebelah Kenau.dengan telaten Queen menyuapi Baby Kayla serta memberinya susu,tepukan pelan serta usapan tangan Queen yang lembut membawa Baby Kayla terbuai dalam mimpi.Keanu sungguh kagum akan perlakukan lembut serta sikap hangat yang Queen berikan dengan tulus pada putri Kai itu,merasa di perhatikan Queen mengangkat kepalanya dan mengernyit melihat Keanu yang menatapnya dengan tersenyum.
“Kenapa kau menatapku seperti itu,apakah ada yang salah denganku?” Queen bertanya dengan nada heran,Keanu terkekeh pelan wajah Queen sungguh menggemaskan dimatanya.
“Aku tidak salah membawamu kemari,putri adikku tumbuh dengan kasih sayang bahkan sepertinya Baby Kayla sangat menyayangimu.” Untuk pertama kali Queen mendengar ucapan Keanu yang lembut,serta wajah dinginnya berubah menjadi lebih lembut.
“Jika kau sering berada disisinya serta merawatnya,sebuah ikatan akan tumbuh begitu saja di hati kalian,meski kalian tidak memilki ikatan darah sekalipun.”
“Seperti hubunganmu dengan pria yang bernama Billy itu?” Queen menatap Keanu dengan kedua mata lebarnya,Keanu terkekeh melihat wajah menggemaskan Queen.Keanu mengulurkan tangannya mengelus pipi Queen dengan lembut,membuat Queen sedikit terkejut.
“Aku sangat terkesan dengan apa yang keluargamu lakukan Queen,bahkan tidak semua orang bisa melakukan hal seperti yang dilakukan oleh keluarga besarmu.dan aku sangat berterimakasih kepada ibumu,karena melahirkan wanita mulia sepertimu.”