
“Kalau begitu haruskah aku meminta ijin sebelum menciummu?” Belum sempat Queen menjawab pertanyaan Keanu,bibirnya telah dibungkam oleh Bibir Keanu yang hangat.Queen memberontak mencoba melepaskan tautan bibirnya,namun tangan kekar Keanu menahannya.Keanu membalikkan tubuhnya dan memposisikan Queen di dinding hingga dia dengan mudah mencium dan merasakan bibir manis Queen,ciuman Keanu yang lembut membuat tubuh Queen merasakan hal aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.otaknya ingin memberontak dan menghajar Keanu,namun tubuhnya berkata lain,tubuhnya sangat menikmati apa yang Keanu berikan.
Queen menutup kedua matanya menikmati setiap ciuman lembut yang Keanu berikan hingga ciuman panjang berlangsung,Keanu tersenyum tipis menyadari Queen yang tak memberontak maupun melawannya lagi bahkan terkesan menikmati ciuman mereka.tak ingin melewatkan kesempatan yang ada,Keanu semakin mengeratkan pelukannya hingga Queen bisa merasakan gairah Keanu di bawah sana.otaknya mulai bekerja,Queen mengigit sudut bibir Keanu hingga pria itu mau tak mau melepaskan ciumannya.
Dada Queen terlihat naik turun,sementara Keanu menatap kedua bola matanya yang indah,Keanu tidak ingin mengakhiri keintiman di antara mereka, meski sudut bibirnya telah terluka akibat gigitan Queen.Keanu kembali menekan dagu Queen dan menenggelamkan bibirnya kembali kedalam bibir Queen yang manis.Queen tak bisa melawan,kedua kakinya terasa lemas akibat serangan Keanu.menyadari kedua kaki Queen tak mampu menopang berat tubuhnya,Keanu meraih tubuh Queen dan menggendongnya tanpa melepas ciuman mereka.Keanu mendudukkan Queen di meja,satu tangannya yang kekar melingkar indah di pinggang Queen,dan satunya lagi mengusap lembut pipi Queen.keduanya terbuai dalam ciuman hangat yang mengairahkan,Keanu melepas ciumannya memberi Queen waktu untuk menghirup oksigen.bibir Queen yang memerah karena ulahnya kian menggoda,Keanu menempelkan keningnya di kening Queen menatap lebih dekat wajah wanita yang mengganggu pikirannya.
Keanu meraih tengkuk Queen dan mencium kembali bibir yang terasa manis,tangannya bergerak membuka kancing jas yang hanya memiliki 2 kancing,Keanu melemparkannya sembarangan dan menyisakan kemeja putihnya yang telah terbuka di bagian depannya,memperlihatkan dada putih nan kokoh.sentuhan Keanu yang lembut membuat Queen terbuai,Keanu melepas ciumannya memberi gigitan kecil di lekuk leher Queen membuat ******* lembut lolos dari mulutnya,membuat Keanu semakin bergairah.
Queen mulai menyadari apa yang dirinya lakukan salah, dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Keanu dengan kedua tangannya,Queen menatap kedua mata Keanu yang telah di penuhi hasrat.Queen turun dari meja berlari meninggalkan Keanu yang menatapnya dengan bingung,Queen merutuki kebodohannya yang terbuai oleh sentuhan Keanu.
Keanu diam dan mengeram kesal karena ditinggalkan begitu saja,bukti gairahnya begitu nyata dan membuatnya tersiksa.dengan langkah kesal Keanu berjalan menuju kamarnya,mengguyur tubuhnya dengan air dingin mencoba bernegosiasi dengan hasratnya yang menggila.namun bayangan Queen yang menerima dan membalas ciumannya dengan lembut,terus terbayang di benaknya hingga mau tak mau dirinya menuntaskan apa yang seharusnya ia tuntaskan.
Queen menyentuh dadanya detak jantungnya terdengar seperti genderang, jemari lentiknya mengusap bibirnya yang sedikit bengkak dan basah.
Apa yang kau pikirkan Queen, kenapa kau membiarkan pria brengsek itu mencuri ciumanmu untuk kedua kalinya. sadarlah Queen jangan terjerat akan pesonanya, ingat itu,,
***
Dua bulan berlalu semenjak kejadian itu,Queen berusaha bersikap biasa dia akan bicara jika menurutnya hal itu perlu dibicarakan dengan Keanu.sementara Keanu berusaha menahan rasa kesal karena Queen terlihat menghindarinya.Baby Kayla tumbuh dengan sehat,bahkan sekarang dia menjadi bayi menggemaskan dengan kedua pipi gembulnya.Queen bahkan tak menggunakan hari liburnya sama sekali,dia merasakan kebahagiaan ketika menghabiskan hari-harinya bersama Baby Kayla.
Namun hari ini dirinya harus meninggalkan baby Kayla untuk beberapa jam,karena sang kakak datang berkunjung dan dirinya tak mungkin membawa Baby Kayla menemui keduanya.kedua kakaknya adalah manusia yang paling peka menurutnya,dan mereka akan tau jika dirinya sedang berbohong.jalan satu satunya adalah menitipkan Baby Kayla kepada sang paman,Queen meraih ponselnya dan menghubungi Keanu.
Melihat nama Queen tertera di layar ponselnya,Keanu sangat terkejut dan merasa senang,karena untuk pertama kali selama mereka tinggal bersama Queen menghubunginya.Keanu meraih ponselnya berusaha mendatarkan suaranya,namun hatinya berteriak kegirangan,dan hal itu tak luput drai perhatian Aslan yang diam-diam tersenyum tipis melihat tingkah sang Tuan.
“Ada apa? Kedua mata Keanu melebar,mendengar ucapan Queen di seberang sana.Aslan terlihat kebingungan melihat reaksi Keanu,yang malah menatapnya.
“Tunggu disitu dan jangan kemana-mana sampai aku datang” Keanu memutuskan sambungan telponnya,dan menatap Aslan.”Ayo kita pergi ke kafe Happy,Queen ada di sana bersama Kayla” Aslan terkejut mendengar ucapan Keanu.
Apa yang Dokter Queen lakukan di kafe Happy bersama Baby Kayla? Bahkan Tuan terlihat terkejut apakah ada sesuatu?
Aslan bertanya-tanya dalam hatinya,namun sesegera mungkin ia menyamakan langkahnya dengan sang Tuan yang telah jauh mendahuluinya.letak Café yang tidak jauh dengan gedung kantor miliknya membuat Keanu dengan mudah mencari keberadaannya,Queen telah memesan ruangan khusus untuk mereka bertemu.Queen sadar jika Keanu adalah seorang pebisnis terkenal dan dirinya tidak ingin terlibat dalam skandal dengan pria Tirani itu,bahkan dirinya begitu hati-hati agar mereka tak terlihat atau tertangkap kamera,karena jika itu terjadi masalahnya akan runyam.
Keanu menuju ruangan yang telah Queen informasikan sebelumnya,tanpa mengetuk pintu Keanu membuka pintu dan melihat Queen yang duduk sambil memangku Baby Kayla.Keanu berusaha menahan senyumannya dan menampilkan wajah datarnya,dan hal itu membuat Queen kesal dan ingin melempari wajah datar sok angkuh itu dengan bantal yang berada tepat disampingnya.
“Aku akan pergi dalam beberapa jam,jadi aku tidak mungkin membawa Baby kayla,,jadi aku memintamu sebagai pamannya untuk menjaga Baby Kayla.” Keanu mengerutkan dahinya,mendengar ucapan Queen.wanita dihadapannya akan pergi dalam waktu yang lama,apa yang akan dia lakukan,ataukah dia akan menemui seseorang? Keanu menatap Queen dengan tajam,namun Queen bersikap santai dirinya sudah mulai terbiasa di tatap seperti itu oleh Keanu.
“Kau ingin pergi?kemana dan menemui siapa?” Queen mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Keanu yang beruntun,sementara Aslan menahan senyum tipisnya melihat sikap posesif sang Tuan,yang tidak disadari oleh Queen.
“Sepertinya aku tidak perlu menjawab dan menjelaskan kepadamu,aku kaan pergi kemana dan menemui siapa,kau lupa akan perjanjian kita?” Queen berucap tenang,menatap Keanu yang mengeraskan rahangnya.
Aku akan merobek kontrak dan perjanjian sialan itu setelah ini,perjanjian konyol yang membuatmu mencoba menjauhiku,aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
“Aku hanya akan pergi selama tiga jam,dan selama kepergianku itu aku berharap kau menjaga Baby Kayla dengan baik jangan membuatnya menangis.” Queen bangun dari duduknya mendekati Keanu dan meletakkan Baby Kayla di pangkuan Keanu,Queen mengecup pipi gembul Kayla sebelum meninggalkannya.
“Kau tidak melupakan sesuatu?” Ucapan Keanu membuat Queen menghentikan langkahnya,dan membalikkan tubuhnya menatap Keanu dengan kening mengekerut.dirinya sama sekali tidak melupakan sesuatu,ponsel dan surat berharga lainnya telah ia simpan di dalam tasnya lantas apa yang tertinggal? Melihat kebingungan Queen,Keanu terkekeh pelan.
“Kau lupa mengecup kedua pipiku,seperti yang kau lakukan pada Baby Kayla.” Queen melebarkan kedua matanya menatap Keanu dengan kesal,Keanu hanya terkekeh melihat wajah marah Queen yang terlihat menggemaskan dimatanya.Queen melangkahkan kedua kakinya menuju pintu keluar,namun langkahnya kembali terhenti,membuat Keanu dan Aslan menoleh. Queen membalikkan tubuhnya menatap Keanu dengan tatapan tajam yang cukup menghujam,Aslan melirik keduanya yang saling melempar tatapan,seolah keduanya berkomunikasi dengan mata.
“Jangan membuatnya menangis ingat itu Tuan Keanu,dan itu juga berlaku untukmu Aslan.” Aslan menunduk dan menganggukkan kepalanya,menyanggupi apa yang Queen katakan. Queen melangkah dan hilang di balik pintu besar,Aslan menatap sang Tuan yang kini memangku Baby Kayla.
“Saya yakin Nona Queen tidak tenang meninggalkan Nona Kayla Tuan,saya bisa melihat kekhawatiran di wajahnya.” Keanu tersenyum tipis,dia membenarkan apa yang Aslan ucapkan dan hal itu akan dirinya gunakan untuk meminta Queen kembali ke apartemen secepatnya.
“Kau benar,dan akau akan menggunakan Kayla untuk memintanya pulang lebih cepat dari waktu yang dia minta.” Keanu meraih tubuh gembul Kayla,terlihat bayi manis itu mencoba meraih wajah Keanu.
“Sekarang kita akan kembali ke rumah, papa akan membawa ibumu yang cantik itu pulang lebih cepat.” Keanu melirik Aslan yang tertegun mendengar ucapannya,dan Keanu mengacuhkannya.
“Minta beberapa anak buahmu untuk mengikutinya,pastikan dengan siapa dia bertemu hari ini.yang terpenting adalah buat pemilik serta pelayan yang bekerja hari ini menutup mulutnya,jika sampai keberadaan ku dan Baby Kayla tersebar ratakan kafe ini.” Keanu berucap dengan nada mengancam, Aslan menganggukkan kepalanya, dan memastikan apa yang Keanu perintahkan berjalan sesuai keinginannya.
Queen mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kafe, mencari keberadaan seorang pria yang datang mengunjunginya. Sudut bibir Queen melengkung indah, ketika kedua bola mata indahnya menangkap sosok pria tampan yang menjadi pusat perhatian di kafe tersebut.
"Hai pria tampan apakah aku bisa duduk dan ikut bergabung bersama mu?