
Hari-hari menjadi seorang ibu dan Dokter pribadi bagi Baby Kayla membuat Queen merasakan sesuatu yang lain di sisi hatinya,Queen benar-benar mencurahkan perhatiannya kepada sang Baby yang mulai menunjukkan perkembangan.dan hal itu membuat Queen senang.meski harus satu rumah bersama Keanu,Queen menganggap Keanu tamu meski sebenarnya dirinyalah tamu di dalam rumah tersebut. keberadaan Keanu yang hanya akan ada di pagi dan malam hari,membuat Queen menikmati hari-harinya dengan baik.
“Apa yang aku minta sudah kau kerjakan? Keanu menatap Aslan dengan sedikit penasaran,sudah beberapa hari berlalu,namun laporan tentang masa lalu Queen belum ada di tangannya dan hal itu membuatnya kesal.dengan sedikit keraguan di hatinya,Aslan meletakkan kertas putih yang sedikit tebal di atas meja kerja Keanu.melihat wajah Aslan sekilas yang penuh dengan keraguan,membuat Keanu bertanya-tanya dalam hatinya apakah ada sesuatu yang menarik pada wanita itu?
“Kau boleh pergi” tanpa menjawab ucapan Keanu,Aslan menundukkan kepala sejenak dan melangkah meninggalkan ruang kerja Keanu.Keanu menatap kepergian Aslan yang mulai menghilang di balik pintu ruangannya,melirik kertas putih yang berisi data pribadi dan masa lalu Queen.inilah yang dirinya inginkan namun entah kenapa ada sedikit rasa ragu didalam hatinya,tangannya terulur meraih kertas membuka dan membaca lembar demi lembar data yang Aslan rangkum dengan rapi.
Kening Keanu sedikit mengerut,ia menegakkan tubuhnya membaca dengan serius apa yang tertera di kertas tersebut.beberapa menit berlalu Keanu menyanggah dagunya dengan kedua tangannya,menelaah laporan yang di tulis Aslan secar terperinci.
“Aslan”,Keanu memanggil nama Aslan lewat introkom yang tersambung ke meja Aslan,tak menunggu lama pria jangkung itu muncul menundukkan sedikit kepala dan berdiri di hadapan Keanu.
“Apa ada yang bisa saya bantu Tuan? Aslan menatap Keanu,menunggu perintah dari atasannya yang di yakininya kini sedang berperang dengan pikirannya.apa yang akan dilakukan Tuannya setelah mengetahui masa lalu Dokter Queen semasa kecil,menginjak remaja dan kini menjadi seorang Dokter handal itu?
“Apa jadwalku hari ini?” Aslan menunduk,meraih notepad dan membacakan serangkaian agenda yang telah di rencanakan hari jauh hari sebelumnya.Keanu menganggukkan kepalanya menatap Aslan sang asisten yang begitu kompeten dimatanya.”Batalkan semua agendaku hari ini,kita kembali ke apartemen.” merasa semua agenda yang dibacakan Aslan tidak terlalu penting,Keanu membatalkan semuanya secara sepihak.Aslan mengangguk walaupun sebenarnya dirinya ingin berteriak dengan keras di wajah sang Tuan yang seenaknya itu,dirinya harus mencari alasan yang tepat untuk membatalkan janji yang telah di atur jauh hari sebelumnya.Keanu meraih jas mahalnya dan mengenakannya,Asalan berjalan mengikuti langkahnya yang lebar.Aura dingin mulai ia rasakan,apakah akan terjadi sesuatu hari ini?ataukah Tuannya akan melakukan sesuatu pada Dokter Queen? Pikiran Aslan di hantui rasa takut,apakah sang Tuan marah setelah mengetahui semua cerita hidup sang Dokter cantik,sehingga tanpa sebab dia ingin kembali ke apartemen.apapun yang terjadi Aslan berharap sang Dokter akan baik-baik saja,Karena tanpa Dokter Queen sepertinya Babay Kayla tidak akan mengalami perkembangan yang cukup baik dalam beberapa hari ini.
“Bagaimana proses pencarian para pelaku? Keanu duduk di kursi belakang mobilnya,dengan Aslan sebagai sopirnya.tatapan Keanu masih fokus ke depan,sementara Aslan masih sibuk menyalakan mesin mobil dan membawa mobilnya keluar dari area gedung.
“Saya sudah mengerahkan orang-orang terbaik kita Tuan,serta membayar beberapa informan untuk mencari keberadaan pelaku utama.” Keanu menyandarkan tubuhnya,menutup kedua matanya setelah mendengar ucapan Aslan yang kurang memuaskan.
“Kerahkan semua orang terhebat mu,aku ingin kalian menemukan pelakunya apapun caranya.”
“Baik Tuan” Aslan menjawab singkat dan kembali fokus ke jalanan yang mobil mereka lewati,Aslan melirik Keanu dari kaca spionnya mencari sesuatu yang mungkin bisa mengobati rasa penasarannya.
“Katakan?” Aslan tertegun mendengar ucapan Keanu,apakah dirinya ketahuan mengintip dan berusaha membaca garis wajahnya.dengan sedikit canggung Aslan memberanikan dirinya menanyakan apa yang ada di kepalanya.
“Apa yang akan anda lakukan pada Nona Queen Tuan?” Keanu mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Aslan,dia merasa sedikit tersinggung dengan pertanyaan Aslan apakah sang asisten berpikir jika dirinya akan melakukan sesuatu yang buruk pada Dokter Queen?
“Apa yang kau pikirkan,apa kau pikir aku akan marah dan mengusirnya karena masa lalunya?jauhkan pikiran konyol mu itu,aku hanya ingin melihatnya hari ini dan memastikan apa yang wanita itu lakukan.”
“Lanjutkan pekerjaanmu” setelah mengatakan perintahkan Keanu melangkah memasuki Apartemen mewah miliknya,” Selamat beristirahat Tuan.” Aslan menundukkan sedikit kepalanya,Keanu mengangguk dan meninggalkan Aslan.
Bisakah anda mengimbangi Tuan Keanu Dokter Queen? Melihat anda untuk pertama kali yang dengan berani bersikap kasar pada Tuan,bahkan meneriaki Tuan dengan lantang membuat saya yakin jika anda adalah wanita yang tepat berada di sisi Tuan Keanu.
Aslan mendesah pelan,setelah ini dirinya masih memiliki setumpuk pekerjaan yang harus dirinya selesaikan.belum lagi dirinya harus menyiapkan sejuta alasan untuk membatalkan pertemuannya dengan beberapa kliennya,Aslan menatap apartemen tempat dimana sang Dokter di tempatkan bersama putri Kai.apartemen mewah yang hanya di tempati oleh Keanu,kini di tempati oleh Dokter cantik dan seorang bayi cantik,layaknya sebuah keluarga kecil dimana sang istri menunggu sang suami kembali dari berkerja.sudut bibir Aslan melengkung membentuk sebuah senyuman,dimana dirinya membayangkan jika sang Tuan telah menjadi seorang kepala keluarga akankah sifat kejam,dingin dan arogannya hilang?entahlah namun dirinya berharap sang Tuan bisa merasakan kebahagiaan,dirinya telah bersama Keanu selama belasan tahun,sebagai asistennya dirinya sangat mengenal sang Tuan yang jarang mengambil waktu untuk sekedar bersenang-senang layaknya seorang pria kaya yang suka menghamburkan uangnya.
Keanu membuka pintu apartemen,matanya menyapu tiap sudut ruangan namun tak dilihatnya dua mahluk yang menempati apartemennya.Keanu melangkah menuju kamar Queen,membuka pintunya secara perlahan.tak menemukan keberadaan keduanya,Keanu mulai merasa panic dengan langkah lebar Keanu berjalan kea rah pintu hendak keluar.langkahnya terhenti ketika pendengarannya menangkap suar lembut yang sedang bersenandung pelan,Keanu melangkah mencari asal suara tersebut.
Tatapannya terpaku pada sosok wanita cantik yang mengenakan dress putih satu jari yang panjangnya selutut,Queen bak bidadari dengan rambut indah terurai.tubuhnya berayun pelan mengikuti alunan lagu yang ia senandungkan,di pelukannya terlihat Baby Kayla yang menatapnya dengan mata indah serta gerakan tangannya yang mencoba meraih wajah Queen.Queen berada di sudut ruangan yang membentang luas,memperlihatkan pemandangan kota serta pohon hijau yang terlihat.
Baby Kayla terlihat begitu nyaman di pelukan Queen,interaksi keduanya tak luput dari perhatian Keanu yang tak berkedip melihat kehangatan yang Queen berikan kepada keponakannya.tak ingin menggangu Keanu memilih meninggalkan keduanya menuju ruang baca,susut bibir Keanu melengkung membuat senyuman indah,wajahnya yang keras perlahan melembut entah rasa apa yang tadi ia rasakan,hatinya menghangat melihat kasih sayang Queen yang begitu tulus pada Baby Kayla.
Setelah Baby Kayla tertidur,Queen membawanya kembali ke kamarnya meletakkan sang Baby ke Box bayinya.Queen mengecup pelan pipi Baby Kayla,tersenyum menatap tidur damai sang Baby.merasa haus Queen melangkahkan kakinya yang telanjang kea rah dapur,mencari segelas air minum untuk menghilangkan rasa hausnya.tanpa dirinya sadari Keanu telah berdiri tepat di belakangnya,kedua tangan kekar Keanu melingkar indah di perut Queen.tanpa memperdulikan reaksi Queen yang terkejut dan meronta Keanu memeluk erat tubuh Queen,meletakkan dagunya di bahu Queen yang terekspos indah.
Keanu menghirup aroma tubuh Queen yang menenangkan pikirannya,Queen mengeram kesal akan perbuatan Keanu,sekuat tenaga Queen meronta namun usahanya sia-sia.
“Berhenti bergerak Queen,kau membuatnya bangun” suara Keanu yang serak serta ucapannya membuat Queen menghentikan usahanya,ia tau apa arti dari ucapan pria menyebalkan di belakangnya itu.diamnya Queen membuat Keanu semakin mengeratkan pelukannya,kepalanya menelusuri ke leher jenjang Queen yang putih.menghirup dalam aroma tubuh Queen yang menyenangkan,Queen merutuki perbuatan Keanu ingin rasanya dirinya menjambak kasar rambut indah itu.
Cukup lama mereka berada di posisi itu,Queen mulai kesal merasa pelukan Keanu melonggar dengan gerak cepat Queen meraih tangan Keanu dan menggigitnya dengan keras.Keanu hanya meringis dan membiarkan Queen melakukan apa yang dia inginkan,Keanu melepas pelukannya hingga Queen mendapat kesempatan untuk membalikkan tubuhnya dan menatap Keanu dengan tatapan kesal.
Bukannya marah karena pergelangan tangannya di gigit ,Keanu hanya terkekeh pelan membuat Queen mengerutkan dahi,dengan kesal Queen mendorong tubuh Keanu hingga terbentur ke tembok.Queen menarik kerah baju Keanu menatap mata hazel milik Keanu, Queen menatap kesal pria arogan dihadapannya.
“Bisakah kau berlaku sopan padaku Tuan Keanu,jangan memelukku sembarangan tanpa ijinku.” Keanu tersenyum tipis mendengar ucapan Queen,Keanu meraih pinggang Queen dan memeluknya membuat Queen melebarkan kedua matanya .
“Kalau begitu haruskah aku meminta ijin sebelum menciummu?”