You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
52.Musuh?



Keanu menatap datar tubuh kaku yang ada di hadapannya,Maysa meregang nyawa di tangannya dengan cara cukup mengerikan.beberapa anak buahnya mulai bekerja untuk membersihkan tempat kejadian serta menghilangkan jejak para korban.ucapan Maysa sebelum ajal menjemputnya membuat Keanu berpikir keras.


10menit sebelumnya,Keanu melampiaskan kemarahannya kepada Maysa hingga wanita itu tak berdaya di tangannya.jeritan serta permohonan yang keluar dari mulut Maysa tak menyurutkan api amarahnya yang menggebu,Keanu geram serta tak terima dengan segala makian Maysa yang di tujukan kepada Adik serta baby Kayla.bukannya memohon maaf atas perbuatannya,Maysa malah semakin mengutuk bayi yang tak berdosa tersebut.Hingga akhirnya Maysa tergeletak dengan lemah,dengan darah dimana-mana,Maysa menatap Keanu dengan remeh serta memberikan senyum penuh ironi kepada pria yang berdiri dengan tubuh tinggi menjulang di hadapannya.


“Semua ini belum berakhir meski kau membunuhku,Musuh terbesarmu masih terus mengintai mu Keanu Smith!”


Belum sempat Keanu bertanya,Maysa telah meregang nyawa dengan cukup mengenaskan.Aslan yang juga mendengar apa yang Maysa katakan ikut larut dalam pikirannya,siapa gerangan yang di maksud oleh Maysa? Siapa musuh terbesar Keanu?.


“Tuan,apa perkataan Maysa mengganggu pikiran anda?”


Keanu mengalihkan tatapannya kearah Aslan,pria jangkung yang masih setia mendampinginya.


“Dari cara wanita itu menatap serta berucap,aku yakin apa yang dia katakan benar Aslan.aku hanya sedikit penasaran siapa yang wanita iblis itu maksudkan!”


Aslan menatap Datar Keanu,sedikit tidak nyaman melihat keadaan Keanu yang penuh dengan darah.


“Sebaiknya kita kembali Tuan,anda harus segera membersihkan diri!”


Keanu menundukkan kepala dan menatap keadaanya yang cukup mengerikan,jas putihnya serta wajahnya penuh dengan bercak darah Maysa.Keanu melirik tubuh Maysa serta pria yang ikut ambil andil dalam kematian adiknya, kini di bungkus dengan kantong mayat dan di seret oleh  beberapa anak  buahnya.Aslan yang menyadari tatapan Keanu berusaha meyakinkan sang Tuan, untuk tidak mencemaskan sisa  masalah di markas mereka.bahkan Aslan telah menghapus rekapan CCTV yang memperlihatkan kebersamaan sang Tuan dengan Maysa,dengan menyabotase serta membuat alibi seolah-olah Maysa bersama pria lain.


Keanu mulai meninggalkan gedung tua dan kembali menuju apartemennya,ia yakin Queen telah tidur melihat malam semakin larut.tanpa Aslan Keanu kembali ke Apartemen seorang diri,menyerahkan segala urusannya kepada sang kaki tangan yang selalu sempurna dalam segala hal.entah apa yang akan Aslan lakukan,yang jelas esok Keanu akan menerima laporan yang tentunya memuaskan untuknya.


Jam dinding menunjukan pukul 2 dini hari,Queen terbangun dari tidurnya melihat Apartemen yang begitu sepi Queen menyadari jika Keanu belum kembali.


Apa yang pria itu lakukan ,dan kemana perginya hingga dia belum kembali.apakah ada sesuatu yang terjadi kepadanya?.


Queen larut dalam pikirannya hingga suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya,penerangan yang cukup redup membuat Queen melihat kedatangan Keanu dalam penglihatan yang sedikit samar.Queen menghidupkan lampu yang berada di ruang tamu dengan remote yang berada di sampingnya,langkah Keanu terhenti ketika satu persatu lampu menyala dan memperlihatkan keadaannya yang mengerikan.


Queen terdiam meski sebenarnya ia cukup terkejut dengan apa yang ia lihat,pakaian serta wajah Keanu penuh dengan bercak darah.Queen menatap Keanu dengan datar tanpa keinginan untuk bertanya tentang apa yang terjadi,Queen mulai berjalan dan mendekati Keanu yang berdiri kaku di hadapannya.


Malam ini wanita yang dicintainya melihat sisi gelapnya,hingga suaranya tercekat di kerongkongan.Queen meraih tangan Keanu,membawanya masuk kedalam kamar langsung menuju kamar mandi.Queen mengerakkan jari jemarinya yang lentik untuk membuka satu-persatu kancing kemeja,serta melepas celana kain yang melekat di tubuh Keanu hingga menyisakan dalaman.


“Bersihkan tubuhmu,aku akan menunggu diluar!”


Keanu menganggukkan kepala dengan patuh,ia mengguyur seluruh tubuhnya dengan air hangat hingga air berubah menjadi merah.Queen menatap tubuh Keanu yang samar akibat uap air panas,meninggalkan pria tersebut yang masih berperang dengan pikirannya.


30 menit Queen menunggu,hingga Keanu muncul kembali dengan wajah segar serta tubuh yang telah bersih dari bercak darah,yang terlihat mengerikan sebelumnya.Queen menyerahkan sepasang piyama untuk Keanu gunakan,serta secangkir coklat panas kesukaannya.


Entah bagaimana Keanu menjelaskan tentang apa yang terjadi malam ini,semua terasa canggung baginya apalagi melihat tatapan Queen seblumnya.Keanu menghabiskan secangkir coklat panasnya dengan cepat,berusaha menghilangkan suasa canggung di antara mereka.menyadari sikap Keanu yang tidak nyaman,Queen tersenyum tipis nyaris tak terlihat.


“Jangan mencoba untuk menjelaskan apapun kepadaku,jika menurutmu itu tidak perlu.aku lega kau kembali dalam keadaan baik-baik saja,sekarang istirahatlah!”


Queen bangun dari duduknya,namun gerakannya terhenti oleh sikap Keanu yang menahan tanagnnya.Keanu menarik lembut tangan Queen hingga tubuh mungil itu mendarat di pangkuannya,Keanu memeluk tubuh Queen dengan lembut.membenamkan kepalanya ke ceruk lehernya,Queen terdiam dan menunggu apa yang akan Keanu lakukan.


Beberapa menit berikutnya tubuh Keanu mulai bergetar,Queen mulai merasakan jika Keanu menangis.dengan lembut Queen meraih tubuh pria itu,menepuk pelan pundaknya membiarkan pria dingin itu mencurahkan apa yang kini ia rasakan.


Queen larut dalam pikirannya,sambil memeluk dan menenangkan Keanu.


“Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri!”


Queen tertegun mendengar ucapan Keanu dengan suara sedikit serak,Queen melonggarkan pelukannya mendorong tubuh Keanu secara perlahan,menatap kedua mata pria yang duduk di hadapannya.Queen mencoba mencari kebohongan di mata pria berhati dingin itu,namun kepedihan terlihat jelas di kedua mata hazel miliknya.


“Aku membunuh wanita itu,wanita yang telah merencanakan pembunuhan untuk kedua adikku,serta orang tua Kayla.aku membunuhnya Queen,aku membunuhnya!”


Mulut Queen tertutup rapat,lidahnya kelu untuk mengeluarkan kalimat.yang bisa dirinya lakukan hanya mencoba menenangkan Keanu dengan memberinya pelukan,terkejut?tentu saja,malam ini dirinya bisa melihat sisi kelam dari pria yang berada di pelukannya.


*****


“Bagaimana tidurmu?”


Queen melemparkan senyum lembut kearah Keanu yang baru keluar dari kamar,pagi ini dirinya memutuskan untuk tidak berangkat kerja.bahkan Keanu telah menghubungi Aslan sang asisten,untuk menghandle semua pekerjaannya.


“Berkat dirimu,aku bisa tidur nyenyak!”


Keanu tersenyum lembut menatap Queen yang menyiapkan sarapan di meja makan,keduanya menikmati sarapan bersama dengan tenang.setelah menikmati sarapan bersama,keduanya memutuskan menikmati udara pagi di teras apartemen.beberapa kali Keanu melirik Queen,yang menatap jauh ke depan.


“Apa yang terlintas di benakmu setelah melihatku semalam?”


Queen mengalihkan tatapannya menatap mata Keanu yang sayu,dirinya tidak bisa menghakimi Keanu atas apa yang ia lakukan.meski sebenarnya caranya salah dengan menghilangkan nyawa seseorang,yang membuatnya menjadi seorang pembunuh.


“Aku tidak akan menghakimi mu atas apa yang kau lakukan Keanu,namun apa yang kau lakukan sangat di sayangkan.kau menjadi seorang pembunuh dengan membunuh seorang pembunuh,seharusnya kau menyerahkannya kepada pihak yang berwajib,biarkan dia menjalani hukuman yang setimpal atas perbuatannya!”


“Wanita sepertinya tidak akan pernah berhenti Queen,dia akan kembali melakukan apa yang menurutnya benar,jadi biarkan hukum alam yang menghukumnya!”


Queen mendesah mendengar ucapan Keanu yang masih di balut amarah,dirinya tidak bisa menyalahkan Keanu,bagaimanapun dirinya kehilangan keluarga serta Kayla yang kehilangan kedua orang tua akibat ulah Maysa.


Keanu menatap Queen dengan dalam,setelah mengetahui sisi gelapnya akankah wanita di hadapannya meninggalkannya?.takut itulah yang kini Keanu rasakan,dirinya takut jika wanita di hadapannya menjadi ketakutan karena tindakannya.


“Kenapa kau menatapku seperti itu Keanu?”


“Setelah ini apakah kau akan meninggalkanku dan meninggalkan Kayla?”


Queen terdiam mendengar pertanyaan Keanu,tidak ada rasa takut ataupun niat di hatinya meninggalkan pria di hadapannya.meski sejenak dirinya merasakan keterkejutan luar biasa,karena pria di hadapannya ini telah membunuh,dan memperlihatkan sisi gelapnya.mungkin Queen harus belajar menerima segala kekurangan serta kelebihan yang ada pada pria di hadapannya.


Queen mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi Keanu,perasaan hangat itulah yang kini Keanu rasakan,keberadaan Queen sungguh membuat hati Keanu berubah drastic.


“Aku tidak takut padamu,dan aku akan berada di sampingmu disaat kau terpuruk sekalipun!”