You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
48.ketakutan Raya



Keanu tersenyum sinis melihat sikap Raya,yang begitu senang mendengar pujian yang dirinya berikan.wanita yang akan besar kepala dan melakukan apa saja  ketika di sanjung dan puji,oleh orang yang mereka sukai seperti halnya Raya saat ini.Raya bahkan tidak berpikir panjang, dan memikirkan akibat dari apa yang akan dirinya ucapkan.


“Aku yakin wanita ular itu melakukan sesuatu kepadamu semalam,kau seperti seseorang yang berada dalam pengaruh obat Keanu,dan semua itu pasti Karena ulah wanita ular itu!”


“Apa yang kau ketahui?”


Raya menceritakan semua yang terjadi tanpa ia tutupi lagi,bagaimana dirinya di kunci di dalam Toilet,serta bagaimana dirinya menemukan keberadaan mereka berdua yang Raya yakini menuju salah satu kamar Hotel.bagiamana dirinya dan Maysa berdebat,hingga keduanya kehilangan Keanu saat itu.


Dengan sedikit keraguan serta rasa takut yang ia miliki, Raya melirik Keanu beberapa saat memberanikan diri bertanya untuk sekali lagi,dan memastikan apa yang ia dengar beberapa saat lalu.


“Apa kau bersama seorang wanita semalam?”


Keanu menatap Raya dengan dingin,membuat tubuh Raya sedikit gemetaran.Raya tidak memilki keberanian lebih untuk melawan ataupun menatap kedua mata Keanu yang begitu tajam menghujam,mengingat dirinya bukanlah siapa-siapa bagi Keanu.


“Setelah aku meminum obat perangsang dalam dosis tinggi,menurutmu apa yang bisa aku lakukan untuk menghilangkan pengaruh obatnya?”


Keanu meraih Dagu Raya dan mengangkatnya,membuat wanita di sampingnya mengangkat sedikit kepadanya untuk menatap kedua mata Keanu yang mulai berkilat.keringat dingin mulai membasahi punggung Raya,ia meremas kedua tangannya dengan keras.


“Aku menghabiskan waktuku semalam suntuk dengan seorang wanita,yang begitu lihai memuaskan tubuhku Raya.apakah jawaban dariku membuatmu puas?”


“I,,iya!”


Keanu melepaskan dagu Raya,membenarkan duduknya dan tersenyum dengan begitu sinis semakin membuat Raya yang berada  di sampingnya ketakutan.dering ponsel Keanu membuat keheningan di antara mereka terpecah,Keanu menatap layar ponsel di tangannya sebelum meletakan benda pipih itu di telinganya.


“Ada apa?”


Wajah Keanu memerah,kemarahan terlihat jelas di wajah tampannya  yang beberapa saat lalu terlihat begitu lembut di mata Raya.


“Aku ingin kalian menangkapnya hidup-hidup,bawa dia ke hadapanku!”


Suara Keanu yang begitu keras membuat gendang telinga Raya kesakitan hingga ia harus menutup kedua telinganya,kedua mata Keanu merah menatap Raya yang memilih menjauhkan dirinya dari Keanu.


“Apa kau ingin melihatku menguliti seseorang atau kau turun dengan sukarela disini?”


“Turunkan saja aku disini,aku tidak apa-apa!”


Raya berucap cepat berusaha menyelematkan dirinya dari keganasan Keanu,meski belum melihat apa yang bisa Keanu lakukan,Raya meyakini jika pria di hadapannya lebih mengerikan dari apa yang ia lihat saat ini.mobil terhenti,tanpa menunggu lama Raya melompat turun dari mobil Keanu.apa yang terjadi saat itu terekam jelas di ponsel seseorang,tanpa basa basi Raya berlari meninggalkan mobil Keanu yang langsung melaju entah kemana.


Raya menenangkan dirinya,degup jantungnya berpacu dengan begitu kuat seakan ingin melompat dari tempatnya.dengan tangan sedikit gemetaran Raya meraih botol mineral yang ia beli,Raya memilih duduk di sebuah kursi taman dimana dirinya bisa menenangkan diri dari apa yang ia alami beberapa saat lalu.


Sial,pria itu sungguh menakutkan.aku harus berpikir seratus kali untuk mendekati dan memilikinya,bagaimana kehidupanku nantinya.tidak ,sebaiknya aku mundur dan menjauh dari pria menakutkan ini.


‘Ting’Maysa meraih ponselnya ketika melihat ada pesan masuk,kedua matanya melebar sempurna melihat gambar di layar ponsel yang dikirimkan oleh anak buahnya.dalam gambar itu terlihat Raya turun dari mobil Keanu,bahkan Keanu terlihat sangat jelas di foto tersebut.


“Aku tidak akan melepaskan mu,aku akan memberimu pelajaran!”


Melihat foto yang dikirim oleh anak buahnya,membuat emosi Maysa membludak.dengan penuh kemarahan Maysa menuju lokasi dimana Raya berada,sang anak buah terus memberinya informasi mengenai keberadaan Raya sehingga dengan mudah Maysa menemukan keberadaan wanita  yang bahkan tidak melakukan apapun bersama Keanu.


****


“Dimana pria itu?”


“Dia ada didalam Tuan!”


Dengan tatapan tajam yang siap memangsa korbannya,Keanu melangkah menuju ruangan tempat dimana salah satu pelaku tabrak lari adiknya berada.Dengan tubuh terikat,mulut di bekap serta kedua mata yang di tutup.Sang pelaku ketakutan mendengar derap langkah yang mulai mendekatinya,Keanu duduk dengan tenang di hadapan pelaku yang telah memilki beberapa luka di wajahnya.mungkin karena dirinya mencoba melawan dan menyelamatkan diri,tapi yang tidak ia ketahui adalah kehebatan para anak buah Keanu yang begitu terlatih,meski dirinya berusaha meloloskan diri mustahil baginya untuk lolos dengan hidup-hidup.


Keanu memberi perintah kepada salah satu anak buahnya untuk membuka penutup mata serta mulut pelaku,ketakutan terlihat begitu jelas di kedua matanya melihat keberadaan Keanu serta Aslan,yang bagaikan seorang algojo yang siap memenggal kepalanya.


Kedua mata Keanu menatapnya dengan tajam,membuat tubuh pria muda itu gemetar ketakutan.Keanu mulai memindai mangsanya,kali ini dirinya harus mendapatkan bukti dari keterlibatan Maysa dalam tragedy yang menimpa adiknya.


“Apa yang ingin kau katakan,sebelum aku mencabut nyawamu dari tubuhmu!”


Dengan penuh ketakutan pelaku menggelengkan kepalanya,air mata mulai membasahi kedua pipinya yang lebam dan bengkak sana-sini.


“Tolong ampuni saya Tuan,tolong ampuni saya!”


Keanu mengeram marah,dengan kasar ia bangkit dari duduknya menerjang pelaku,menendang perutnya dengan keras hingga pria lemah itu tersungkur dengan kursi yang remuk.darah segar keluar dari mulut pelaku,tendangan Keanu yang begitu keras membuatnya harus menahan rasa sakit yang luar biasa.


Keanu menjambak rambutnya,membuat pria itu menengadahkan kepala.pisau runcing yang begitu berkilau menari-nari di permukaan kulitnya,hingga pria lemah itu bisa merasakan rasa dingin yang berasal  dari benda tipis itu.


“Katakan dengan jujur,untuk siapa kau bekerja,siapa yang telah membayar mu untuk membunuh adikku?”


“Jika kau bisa bekerja sama,mungkin aku akan sedikit berbaik hati kepadamu.atau mungkin saja aku akan melepaskan mu,pikirkanlah baik-baik!”


Sang pelaku semakin ketakutan,dirinya bukan hanya takut kepada Keanu, tapi kepada seseorang yang bahkan belum pernah ia temui.


“Atau kau takut pada mereka? Kau takut mereka akan menemukanmu dan membunuhmu? Jika kau bisa di ajak bekerja sama,aku akan menjamin keselamatanmu.pikirkanlah aku memberimu waktu 5 menit dari sekarang!”


Keanu menghempaskan tubuh pelaku ke lantai yang dingin,kedua matanya tak lepas dari pria tersebut.bagaiamanpun caranya ia harus menemukan pelaku pembunuhan sang adik,dengan begitu hidupnya akan tenang.sambil memainkan pisau di tangannya,Keanu menunggu sang pria untuk membuka mulut.Namun setelah 5 menit berlalu,tidak ada niat baik dari sang pelaku yang masih diam membisu.


Dengan gerakan lincah,Keanu melempar pisau runcingnya ke arah sang pelaku yang tepat mengenai tangan sebelah kirinya.erangan kesakitan terdengar begitu menyedihkan,Keanu berdiri tegak dengan tubuhnya yang tinggi tegap.bak malaikat maut,yang siap mencabut nyawa Keanu mengeluarkan pisau runcing yang lainnya.Kenau berjongkok dan menatap pelaku tanpa rasa iba sedikitpun,ketika tangannya siap berayun  ingin menebas urat leher pelaku,pria lemah itu berteriak ketakutan dengan sisa tenaga yang dia miliki.


“Amora,,Nama wanita yang membayar ku, untuk merusak mobil adikmu!