You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
26.Perkelahian



Maysa menghabiskan malamnya di sebuah Klub ternama,wanita itu menghibur dirinya dengan berbagai minuman keras yang menggoda.perlakuan Queen sore ini kepadanya membuatnya semakin menyimpan dendam kusumat kepada Queen,wanita yang hanya berprofesi sebagai perawat dengan berani menghina dan mengusirnya dari rumah Keanu.


Sementara di apartemen milik Queen,kedua pria berparas tampan dengan kebengisan yang sama duduk dengan pikiran masing-masing ,menunggu gadis mereka menidurkan bayi perempuan yang  dibawa oleh adiknya.Queen mendesah pelan,menyiapkan hatinya untuk menjawab berbagai pertanyaan yang nantinya tertuju kepadanya.hampir 15menit keduanya menunggu,hingga Queen menampakan diri dan mendaratkan bokongnya di sofa empuk miliknya yang Ia tinggalkan beberapa bulan ini.


“Siapa bajingan yang dengan berani menghamili mu Queen!”


Bian langsung mencerca Queen dengan pertanyaan yang membuat kedua mata Queen melebar,pakah kedua kakaknya mengira jika dirinya wanita yang bisa di permainkan.namun tidak ada yang salah dari pertanyaan sang kakak,tentu saja kedua kakaknya akan terkejut melihat kedatangannya dengan seorang bayi.


“Dia bukan bayiku kak,bayi itu tidak memiliki orang tua lagi.orang tuanya meninggal dalam kecelakaan!”


“Kau pikir kakak akan percaya pada ucapanmu?”


“Bukankah kalian berdua sangat mengenalku,apakah aku akan melakukannya? Ayolah,aku terlalu lelah untuk sebuah hubungan kak!”


Billy melirik Bian yang meliriknya balik,keduanya mulai memikirkan kebenaran dari ucapan Queen.namun bukan bayi itu yang kini menjadi masalah,apakah adik semata wayangnya itu masih menutup hatinya dengan rapat?


“Bisakah kau ceritakan kepada kami siapa bayi mungil itu,kami adalah keluargamu Queen dan sebagai kakak tertua di keluarga kita,kak Billy berhak tau apa yang adikku lakukan!”


Queen menghela nafasnya,menatap kedua kakaknya yang sedang menatapnya dengan tatapan serius dan menuntut penjelasan.


“Dia anak dari korban tabrak lari,lebih tepatnya kecelakaan  yang di sengaja!”


Queen mulai menceritakan awal pertemuannya dengan kedua orang tua Kayla,sampai insiden di mana Kayla yang masih berjuang antara hidup dan mati,menjadi korban percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh orang bayaran.Bian dan Billy mendengarkan dengan seksama cerita Queen,bahkan Queen menceritakan semuanya tanpa ada yang dirinya tutupi.


“Jadi sekarang kau merawat bayi itu,dan tidak pergi ke rumah sakit? Dan masalah sebesar ini kau tidak mengatakannya kepada kami,aku sebagai kakakmu sangat kecewa dengan sikap gegabah mu Queen.aku tau tugas seorang Dokter adalah menyelamatkan pasiennya,tapi kau mengabaikan keselamatanmu sendiri demi orang lain!”


“Apa yang Bian katakan benar Queen,kau belum mengenal dengan baik keluarga korban.apalagi mendengar dari ceritamu mungkin saja pembunuhnya menyimpan dendam kepada korban atau kakak korban,lepaskan bayi itu dan kemabli pada profesimu.jangan melibatkan diri dalam masalah orang lai Queen!”


Queen menundukkan kepala,memikirkan apa yang kedua kakaknya ucapkan.Hatinya  begitu terusik dengan keberadaan Kayla yang begitu membutuhkan pertolongannya saat itu,lantas sekarang haruskah dirinya meninggalkan Kayla yang telah dia anggap seperti putrinya sendiri?. Melihat Queen yang diam,Bian menghela nafasnya .Bian bangun dan duduk tepat di sebelah Queen,membelai kepala sang adik dengan penuh sayang.bagi mereka berdua Queen tetaplah gadis kecil mereka,yang begitu mereka sayangi.


“Aku tau,diantara kalian pasti telah tercipta sebuah ikatan batin yang kuat.bayi itu pasti telah mengenalimu sebagai ibunya,begitupun sebaiknya.namun ada hal-hal yang tidak akan kau pahami Queen,jika paman dari anak ini menikah nantinya kalian akan terpisah bukankah sekarang adalah waktu yang tepat bagi kalian untuk saling melupakan?”


“Berikan aku waktu untuk berpikir kak,semua ini tidak mudah bagiku.aku melihat kedua orang tuanya meregang nyawa,dan aku juga berada di tempat yang sama ketika pembunuh itu mencoba menyakiti Kayla.mungkin sejak itu perasaan ingin melindunginya mulai muncul!”


“Kau memang adikku yang baik,selalu mengutamakan keselamatan orang di atas keselamatannya sendiri.seharusnya paman dari bayi ini bergerak cepat dan menemukan pelaku,jika terus di biarkan yang akan menjadi sasaran utama adalah bayi yang tidak bersalah itu dan dirimu!”


“Aku baik-baik saja kak,aku bisa melindungi diriku sendiri!”


“Tapi tetap saja kau gadis lemah di mata kami,dan kami tidak akan membiarkan adik kesayangan kami menderita!”


Bian meraih tubuh Queen kedalam pelukannya,hampir Dua Tahun mereka tidak bertemu.dan pertemuan setelah sekian lama,di suguhkan dengan pemandangan di mana sang adik membawa seorang bayi.tentu saja keduanya Syok,terlebih Billy yang beberapa bulan lalu bertemu dengannya tanpa kehadiran bayi tersebut.


“Jadi bayi yang kau katakan beberapa bulan lalu,adalah bayi ini?”


Queen mengangguk dalam pelukan Bian,membuat Billy tak bisa menahan rasa tak percayanya.


“Kau benar-benar tidka bisa di andalkan Bill,bagaimana kau tidak mengetahuinya saat itu?”


“Hei kami hanya bertemu 2 Jam,bagaimana bisa aku mengetahui semuanya dalam waktu yang sesingkat itu.sudahlah lupakan masalah ini untuk sesaat,sekarang aku juga ingin sebuah pelukan!”


Mereka bertiga saling berpelukan menumpahkan kerinduan yang kini membuncah,tawa serta senyum bahagia ketiganya menghiasi wajah mereka.


“Apa kalian lapar?”


“Aku akan menyiapkan makan malam untuk kalian berdua,tunggu disini!”


Di antara mereka bertiga Billy yang paling pandai memasak,karena itu setiap mereka berkumpul Billy akan menjadi koki untuk mereka.ketiganya menuju dapur bersama-sama,mereka saling membantu membersihkan bahan makanan.suara pintu apartemen yang terbuka,serta suara seorang pria yang memanggil nama Queen membuat ketiganya saling melempar pandangan.


“Aku keluar sebentar menemui manusia itu!”


Queen keluar dengan sebatang wolter di tangannya yang lupa ia letakkan di meja,Queen menatap Keanu dan ASlan dengan datar seolah tak menyukai keberadaan keduanya.


“Kenapa kau pergi tanpa ijin dariku hah,,ini sudah malam Queen dan keluar bersama Kayla.apakah kau tidak takut akan bahaya yang mengintai kalian di luar apartemen?”


“Aku ingin menenangkan pikiranku,lagipula aku pergi ketempat yang aman.jadi kau tak perlu bicara dengan suara keras seperti itu kepadaku!”


Bian yang terkenal dengan sifat ketidaksabarannya meletakkan sayuran yang ada di tangannya dengan kasar,melirik Billy yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.  


“Aku akan menghajar bajingan itu,bajingan yang berani berteriak dengan suara keras kepada adik kesayanganku!”


Bian melangkah menuju ruang tamu,berdiri tepat di belakang Queen yang masih diam tanpa membalas satupun ucapan Keanu.Kedua pria yang menjadi tamu di apartemen Queen melebarkan kedua mata mereka,melihat kehadiran pria tampan yang menatap dingin kearah mereka.wajah Keanu mengeras,kobaran api cemburu mulia menyulut emosinya.


“Jadi inikah alasanmu keluar dari apartemenku malam-malam,hanya untuk menemui laki-laki dan bersenang-senang disini,cihh,,sungguh memalukan.kau tak ada bedanya dengan wanita di luar sana Queen!”


Tuan tolong jangan mengucapkan sesuatu yang akan anda sesali pada akhirnya,tolong bicara dengan baik-baik,saya rasa Dokter Queen tidak seperti yang anda pikirkan Tuan.Tolong tahan sedikit emosi anda.


Aslan hanya bisa berteriak di dalam hati,tidak mudah baginya menahan amarah sang Tuan.Aslan hanya bisa melirik Keanu dan Queen dengan bergantian,melihat wajah merah padam pria yang berdiri di belakang Queen,Aslan yakin akan ada musibah yang tidak bisa terelakan lagi.


“Tutup mulutmu bajingan,sekali lagi kau mengatainya seperti itu aku akan membunuhmu saat ini juga!”


“Kau yang seharusnya menutup mulutmu,beraninya kau menghubungi seorang wanita yang telah memiliki seorang anak untuk datang ke apartemen sendiri.apa kau tidak bisa mencari wanita lain di luar sana yang masih muda dan cantik,dia bahkan seorang wanita yang sudah memiliki seorang anak!”


Ucapan Keanu memancing emosi Bian,dengan langkah dan gerak yang tidak terbaca Bian melayangkan pukulan yang cukup keras di wajah dan perut Keanu hingga tubuh kekar berotot itu tersungkur.Keanu yang tidak menerimanya bangkit dan membalas pukulan Bian,perkelahian antara keduanya tak terelakan lagi.


Billy meletakkan sayurannya dan beranjak dari dapur melihat keributan yang Bian ciptakan,melihat bukan hanya satu pria yang berada di apartemen Queen melainkan Dua ,emosi Keanu kian memuncak.terjangan,tinju serta tendangan saling beradu menunjukan keahlian serta kekuatan masing-masing.


Billy menatap dingin Keanu yang mulai kepayahan,Aslan tak bisa membantu sama sekali jika dirinya ikut turun tangan nyawanya lah yang akan melayang.pertempuran di depan matanya adalah pertempuran sang Tuan,namun Aslan tentunya telah berjaga-jaga untuk kemungkinan yang lebih buruk.Billy melangkah mendekati Aslan yang menatapnya dengan tatapan permusuhan,namun kening Aslan sedikit mengerut mencoba memutar memori ingatannya tentang pria yang kini berdiri di hadapannya itu.Kedua mata Aslan melebar ketika ingatannya tentang pria di hadapannya ini menguasai kepalanya,Dia adalah kakak angkat Dokter Queen.


“Tuan Billy?”


Billy mengangkat alisnya ketika namanya di sebut dengan benar oleh Aslan.


“Kau mengenalku?”


Aslan memalingkan wajahnya,menatap kedua pria yang masih beradu kekuatan itu sementara Queen sudah duduk di sofa  dengan tangan menyilang di dadanya,menonton perkelahian kedua pria dihadapannya dengan santai tanpa keinginan untuk menghentikan keduanya.Aslan berlari berdiri disamping Queen dengan tatapan sedikit cemas,Queen menengadahkan kepalanya melihat kehadiran Aslan yang disusul Billy.


“Dokter tolong hentikan Tuan,tolong hentikan perkelahian ini!”


“Mereka sedang bertarung untuk apa kita ikut campur,sebaiknya kita lihat siapa yang menang dan kuat di antara mereka berdua!”


“Dokter,saya mohon!”


Aslan memohon dengan tatapan mengiba,sedangkan Billy hanya terkekeh pelan.Bian terkenal dengan temperamennya,dia tidak akan melepaskan musuhnya begitu saja sampai musuhnya mengakui kekalahannya atau mati di tangannya.Quen mengacuhkan ucapan Aslan,tatapannya masih tertuju pada Dua pria yang masih di kuasai amarah itu.Bian membanting tubuh Keanu dan duduk di atas tubuhnya,bersiap melayangkan kepalan tinju yang keras,namun terhenti ketika suara manja menginstruksikannya untuk berhenti.


“Kak,,cukup!”