
“Dokter Queen!”
Queen menolehkan kepala ketika suara seorang wanita terdengar memanggil namanya,Queen mengerutkan keningnya sejenak sambil mengingat siapa wanita yang kini berdiri di hadapannya dengan senyum senang.melihat Queen yang bahkan tidak menjawab sapaannya,membuta sang wanita memilih duduk.
“Kau lupa kepadaku? Aku Rena,Rena Baskara kita pernah berkerja di rumah sakit yang sama!”
“Kau Rena si kaca mata?”
“Hahaha,,akhirnya kau mengingatnya!”
“Wow,,kau terlihat berbeda sekarang dan tentunya lebih cantik!”
“Kau bisa saja,aku melakukan perawatan kecantikan!”
“Dia putrimu?”
Rena melirik Kayla yang sedang bermain,Queen hanya mengangguk dan melempar senyumnya.
“Aku tidak percaya kau akan menikah lebih dulu dariku,lihatlah putrimu sangat cantik!”
“Terimakasih!”
Keduanya mulai bernostalgia mengingat kembali kebersamaan mereka,siapa sangka keduanya kini di pertemukan kembali.hampir 1 jam keduanya menghabiskan waktu bersama,serasa waktu tidak cukup untuk bertukar cerita Rena mengajak Queen ke salon melakukan perawatan.meski sudah beberapa kali menolak sepertinya Rena bukan wanita yang langsung menyerah begitu saja,Queen akhirnya mengikuti kemauan Rena,dirinya juga butuh perawatan agar terlihat lebih rileks.
Keduanya menuju Salon langganan Rena yang merupakan Salon untuk kumpulan para sosialita,Rena merupakan seorang Dokter serta putri dari seorang pengusaha tambang.semasa bekerja di rumah sakit beberapa orang sering mengejek penampilannya yang terlihat biasa saja,sama seperti Queen yang tidak pernah berdandan.namun perbedaan keduanya adalah, Queen memiliki kulit putih mulus,sedangkan dirinya memiliki jerawat di seluruh jidat dan pipinya.setelah menjadi Dokter spesialis Rena mulai melakukan perawatan hingga dirinya terlihat tampil sempurna,keduanya berteman karena satu kesamaan.
“Salonnya terlihat mewah!”
“Bukan mewah lagi Queen,pelayanan serta perawatan yang mereka berikan menjadi yang terbaik disini.karena itu tidak semua orang bisa datang dan pergi,kita harus membuat janji terlebih dulu!”
Queen mengangguk-anggukan kepalanya sambil mengamati tiap sudut serta kemewahannya,seorang pelayan datang menghampiri mereka,menyambut keduanya dengan sangat ramah.
“Reservasi atas nama Rena Baskara!”
“Mari Nona!”
Rena meraih tangan Queen dan membawanya kesebuah ruangan yang begitu rapi lengkap dengan berbagai peralatan kecantikannya,Rena tersenyum melihat sahabatnya yang sepertinya baru pertama kali memasuki salon kecantikan.
“Hei kau seorang Dokter uangmu pasti banyak,apa kau tidak pernah masuk ke salon kecantikan yang mewah seperti tempat ini?”
“Apa hubungan antara menjadi Dokter dan pergi ke salon Rena!”
“Tentu ada,seorang Dokter itu harus menjaga penampilannya.kita tidak hanya bertemu dengan pasien,kita juga akan bertemu dengan orang-orang penting,karena itu kita harus tampil cantik!”
Queen tersenyum tipis sambil menggeleng pelan.
“Kau tentu tidak terlalu memperhatikan penampilanmu,wajahmu sudah sangat cantik tanpa make Up,apalagi kau sudah menikah.tapi satu yang harus kau ingat Queen,meski kau sudah menikah kau harus tetap menjaga dan merawat kecantikanmu karena kecantikan adalah asset terpenting kita.jangan biarkan orang ketiga memasuki rumah tanggamu!”
“Aku akan mengingatnya,terimakasih atas nasehatmu!”
“Biarkan putrimu di jaga oleh salah satu karyawan disini!”
“Bisakah kau meminta mereka menjaga putriku disini saja?”
“Mereka memliki ruangan khusus untuk menjaga anak-anak dari pelanggan,kau bisa menitipkan putrimu di sana!”
“Tidak,aku tidak tenang jika kami berada di ruangan yang berbeda!”
“Baiklah!”
Rena memanggil salah satu karyawan,menyampaikan apa yang Queen minta dengan ramah sang pelayan memanggil salah satu rekannya untuk menjaga Baby Kayla.Queen dan Rena memulai perawatan mereka,Baby Kayla pun tertidur karena kelelahan.dengan penuh kehati-hatian sang pelayan menidurkan Kayla di Box bayi yang telah ia sediakan.
“Kau yakin pria itu bekerja di kantor ini?”
“Hmm aku yakin,tidak sulit mencari informasi tentangnya!”
Billy menyerahkan tabletnya,Bian meraih dan membaca semua yang tertulis dengan jelas di tablet itu.
“Dia pria yang cukup terkenal,memiliki banyak anak perusahaan.seorang pria yang tentunya menjadi incaran setiap wanita muda!”
“Sepak terjangnya di dunia malam juga sangat mengesankan,dia salah satu pria yang begitu di takuti.dia memiliki begitu banyak mata-mata,menurutku tidak sulit baginya menemukan pembunuh adiknya jika benar sang adik meninggal karena pembunuhan berencana.namun dari cerita Queen,sampai saat ini dia belum menemukan titik terang dari pembunuh tersebut.bagaiamana menurutmu?”
Bian diam dan mencerna dan menganalisis ucapan Billy.
Billy mengangguk membenarkan ucapan Bian,pria berkuasa di dunia bawah seperti Keanu tidak mungkin memiliki informasi mengenai pembunuh sang adik. Bian dan Billy turun dari mobil mewahnya,keduanya melangkah dengan gagah ke kantor Keanu.beberapa pasang mata menatap keduanya dengan mata tak berkedip,beberapa wanita muda pun sakan terhipnotis akan ketampanan keduanya.
Bian dan Billy berdiri di depan resepsionis yang diam mematung memuja ketampanan keduanya,Billy yang sudah terbiasa dengan sikap serta tingkah para wanita yang sellau menatap meraka dengan tatapan memuja hanya tersenyum ramah.semakin membuat jiwa sang resepsionis melayang,dengan perasaan tak karuan.
“Tolong katakan kepada atasanmu jika Bian Andara Stave datang berkunjung!”
“Baik Tuan,tunggu sebentar!”
Tanpa mematuhi protocol,dengan cepat sang resepsionis menghubungkan sambungan telepon ke asisten Aslan.
“Tolong Katakan kepada Sekertaris Aslan,Jika Tuan Bian Andara Stave datang berkunjung,dan berada di lobi sekarang!”
Mendengar nama Bian Andara Stave,dengan cepat Aslan meminta stafnya untuk menjemput keduanya di lobi.Aslan segera menemui Keanu di ruangannya,mengatakan kedatangan kedua kakak dari Dokter Queen.
“Mereka dimana sekarang?”
“Salah satu Staf kita sedang menjemputnya Tuan!”
Keanu merapikan penampilannya ,keluar dari ruangannya untuk menyambut kedatangan dua pria yang menjadi benteng pertahan yang harus dirinya robohkan.dengan gaya yang begitu nyaris sempurna keduanya begitu menghipnotis beberapa karyawan Keanu,setelah sampai di lantai teratas staf Aslan mempersilahkan kedua tamunya menuju ruangan khusus yang telah di sediakan Keanu.terlihat Keanu telah berdiri menyambut keduanya,Billy melempar senyum ramahnya.meski terlihat tenang dan ramah Billy adalah pria yang cukup di takuti dan di segani di negaranya,berbeda dengan Bian yang lebih suka bertindak apa adanya.
“Selamat datang di kantorku,maaf aku tidak menyambut kedatangan kalian di lobi,karena kalian tidak memberitahukan kepadaku lebih awal jika kalian akan datang!”
“Jika aku memberitahumu lebih awal maka bukan kejutan namanya!”
Billy meraih tangan Keanu dan menjabatnya,hal yang sama juga dilakukan oleh Bian meski terlihat dingin Bian adalah pria sopan serta sangat professional.
“Kantormu sangat besar dan cukup mewah!”
“Terimakasih atas sanjunganmu,mungkin tempatku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kantor milikmu!”
“Hahaha,,kau dengar itu Bian,dia memuji kantormu!”
“Aku tidak haus akan pujian,jangan berbasa-basi Bill katakan kepadanya tujuan kita datang kemari!”
Billy terkekeh pelan melihat sikap Bian yang tak pernah berubah sedikitpun,Ketiganya duduk dengan sangat serius. Aura di ruangan itu cukup panas,pendingin udara seakan tak terasa di ruang tersebut.keringat dingin mulai membasahi punggung Aslan,ia mulai menerka kedatangan keduanya pasti berhubungan dengan Dokter Queen.Apakah Tuannya akan membebaskan Dokter Queen seperti permintaan kedua pria di hadapannya sebelumnya?.
“Seperti kata Bian,kedatanganku kemari hanya ingin memperjelas keberadaan Queen di apartemen mu,dan,,!”
Billy mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan menatap Keanu dengan kedua mata elangnya,yang tentunya bisa membuat lawannya kencing di celana.namun Keanu bukan pria lemah,mereka berada di satu kumpulan yang sama. Sama kuat dan sama-sama memliki pengaruh yang hebat dalam dunia malam dan dunia bawah tanah.
“Keselamatan Queen,apa kau siap menerima kemarahan kami jika sesuatu terjadi padanya? Yang kau jaga bukan hanya satu nyawa,melainkan dua nyawa yang sangat berharga.satu nyawa dari anak adikmu,dan yang kedua adalah nyawa adik kami yang sangat berharga!”
“Tentunya kau sadar akan konsekuensinya,jika sampai sesuatu terjadi kepadanya bukan? Kami berharap kau bisa secepatnya menemukan pembunuh adikmu itu,dengan demikian Queen tidak akan terseret jauh dalam masalahmu!”
“Queen adalah cucu perempuan satu-satunya dalam keluarga Stave dan Andara,kau tentunya tau akhir dari pertempuran kita jika kau tidak bisa menepati janjimu bukan?”
“Aku paham dan mengerti maksud kalian,seperti janji serta sumpah yang telah aku ucapkan,aku akan menjaga Queen dan Kayla dengan nyawaku!”
“Bukan ini yang aku inginkan Tuan Keanu!”
Bian yang sejak tadi diam akhirnya membuka suaranya yang dingin,kedua mata tajam nan menusuk menatap Keanu yang duduk berseberangan dengannya.
“Jangan sakiti hati Adikku!”
Deg,Keanu tersentak akan ucapan Bian.apa maksud dari ucapan pria di hadapannya tersebut,dirinya bahkan tidak berniat menyakiti Queen.bahkan sikap Queen lah yang kadang membuatnya sakit hati, karena sikap penolakan Queen yang begitu terus terang kepadanya.melihat Keanu yang kebingungan,Bian mengerutkan keningnya dengan dalam mengamati tiap ekspresi yang Keanu perlihatkan.
"Dasar pria bodoh, kau membuat sebuah ikatan yang kuat antara adikku dan bayi kecil itu. Bagaimana jika kau menemukan wanita yang kau cintai dan menikahinya begitu juga sebaliknya, apa yang akan kau lakukan pada adikku? Apa kau akan mengusirnya dari kehidupan kalian begitu saja?"
"Aku tidak akan melakukannya! "
"Meski kau tidak berniat melakukannya, apakah istrimu nantinya akan membiarkannya begitu saja? Aku minta padamu untuk melepaskan Queen sekarang, kebersamaan mereka belum lama, dan aku yakin luka dihatinya tidak akan sedalam ketika kau mengusirnya! "
Keanu terdiam dengan kedua tangan yang terkepal, dirinya sungguh tidak berpikir sejauh itu. Keberadaan Queen di hidupnya saat ini, membuatnya tidak memikirkan apapun. Semua yang Bian katakan benar, apa yang akan dirinya lakukan kelak.
Aslan yang ikut mendengar perkataan Bian menunduk, ikut merasakan keresahan yang dirasakan oleh ketiga pria yang duduk berhadapan.
Sial,, aku bahkan tidak memikirkan hal ini,bagaimana jika aku menikahinya saja sepertinya ini jalan satu-satunya.
"Ijinkan aku menikahi Queen! "