You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
28. Omong Kosong!



Queen terbangun dari tidur lelapnya,Queen menatap sekeliling kamarnya mencari keberadaan Baby Kayla yang biasanya sudah bangun.Queen turun dari ranjangnya bergegas keluar kamar,Tawa riang terdengar di telinganya,tampak sang kakak Bian dan Kayla sedang bermain membuat bayi menggemaskan itu tertawa bahagia sedangkan Billy terlihat membuat sarapan.


Queen tersenyum melihat wajah bahagia kedua kakak laki-lakinya yang sellau mengutamakan kebahagiaannya di atas kebahagiaan mereka,Queen kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum bergabung dengan ketiganya.tak butuh waktu lama Queen sudah selesai dengan ritual paginya,wajahnya tampak segar dengan pakaian rumahan yang nyaman untuknya.


“Selamat pagi semua,selamat pagi putri ibu yang cantik!”


Selamat pagi Queen!”


Queen mengecup pipi Bian dan pipi Kayla,membuat Kayla tertawa senang melihat kehadiran sang ibu.Queen melempar senyum lembutnya kepada Billy yang membalas senyumnya.


“Bagaimana tidurmu Queen?”


“Kau tidak lihat tadi, Dia tidur seperti babi bahkan kedatangan kita mengambil bocah kecil ini tidak dia rasakan.aku jadi penasaran selama ini bagiamana kehidupanmu bersama  pria brengsek itu!”


“Jangan mulai kak,masih pagi untuk memulai sebuah pertengkaran denganku!”


Billy tertawa serta menggelengkan kepalanya,Queen berjalan pasrah ke arah Billy yang sedang memindahkan sarapan untuk mereka ke piring.


“Lihatlah ibumu itu,kenapa dia galak sekali kepada paman yang tampan ini.lihatlah kau lebih cantik darinya,dengan pipi gembul yang menggemaskan ini!”


Kayla hanya tertawa lucu menanggapi ucapan Bian yang bahkan tak di mengerti olehnya,keduanya terlihat begitu dekat bahkan Baby Kayla terlihat nyaman berada di pangkuan Bian.Queen tersenyum melihat kedekatan keduanya,Billy yang diam-diam memperhatikan tingkahnya tersenyum tipis.


“Bukankah kami sudah pantas menjadi seorang paman,lihatlah Bian yang begitu menikmati perannya.pria bringas sepertinya bisa lembut karena seorang bayi,bagaimana denganmu?”


Queen mengerutkan keningnya mendengar ucapan Billy,dengan tatapan bingung Queen menatap Billy yang masih terkekeh pelan.


“Tidakkah kau ingin menjadi seorang ibu  dari anak yang kau lahirkan dari rahimmu sendiri,sudah saatnya kau lepas dari masa lalu Queen!”


“Aku tidak mengerti apa yang kak Billy maksud,aku bahagia dengan kehidupanku sekarang.meski Kayla bukan anak yang terlahir dari rahimku,aku menyayanginya seperti anakku sendiri!”


“Kau siap dengan akhir dari cerita kalian,kau tidak akan bisa selamanya menjadi ibu dari anak itu.jika pria semalam menikah tentunya sang istrilah yang akan merawat bayi itu,apa kau siap dengan perpisahan itu?”


Queen tersenyum tipis menatap Billy dengan tatapan lembut yang sellau Billy dan Bian rindukan,Queen mereka yang ceria serta selalu menebar kebahagiaan bagi mereka.


“Dimana ada pertemuan maka di situ pasti aka nada perpisahan bukan,sekarang aku hanya menikmati waktu kebersamaan kami tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi nantinya.aku akan memastikan anak ini aman sebelum meninggalkannya!”


“Baiklah jika itu keputusanmu,yang kami inginkan adalah kebahagiaanmu!”


“Kalian yang terbaik!”


“Kau ingin menjilat dariku?”


“Tentu saja tidak,aku tidak akan melakukannya!”


“Hahaha,,kau membuatku malu Queen.pulanglah ke rumah kami merindukanmu!”


“Hmm,,aku akan pulang!”


“Jangan membuat kedua orang tuamu menunggu,ketika mereka datang menemui mu, kau tau kakak sangat kesal!”


“Aku tau,kau dan pria itu pasti memakiku habis-habisan karena membuat Mom dan Daddy datang berkunjung,padahal yang sepantasnya  menjenguk mereka adalah aku!”


“Kembalilah jika semuanya telah kembali ke tempatnya,kau mengerti maksudku bukan!”


“Hmm,aku mengerti kau memang kakakku yang bijak!”


“Hahaha,,kau baru sadar!”


“Cihh,,!”


Bian yang melihat keduanya asyik mengobrol melemparkan tatapan kesal,Billy yang menyadarinya hanya mengacuhkan tatapan pria pemarah itu.


“Sampai kapan kalian akan bergunjing dan curhat di sana,aku dan bayi mungil ini sudah kelaparan apa kalian berdua akan membiarkan kami kelaparan?”


“Lihatlah tingkahnya yang menyebalkan itu,apakah kau yakin aka nada seorang wanita yang menyukai  kakakku yang satu ini?”


“Entahlah,selama ini pria itu begitu menyebalkan dia menempel seperti lintah kepadaku jika ada seorang wanita yang mendekatinya.dan bukan hanya itu pria menyebalkan itu pernah membuat seorang wanita menangis karena bentakannya!”


“Ckkckk,,benar-benar pria yang tidak berbelas asih!”


“Yah seperti itulah dia,pria mengesalkan!”


Queen menata makanan yang telah Billy siapkan di atas meja,aromanya yang lezat semakin membuat Bian kelaparan.Queen pun tak melupakan sang putri yang menunggu sarapannya,ketiganya makan dengan tenang di selingi tawa karena tingkah menggemaskan Kayla serta ocehannya yang lucu.kedamain ketiganya terusik dengan suara kedatangan seseorang,ketiganya menolehkan kepala melihat kedatangan tamu tak di undang tersebut.


Keanu berdiri dengan Aslan di sampingnya yang tersenyum ramah kearah ketiganya,namun tidak dengan Keanu yang menatap ketiganya dengan tatapan datar.Bian melirik Queen yang sibuk menikmati sarapannya.


“Kau memintanya datang kemari?”


“Kapan aku memintanya datang,kau tanyakan saja  kepadanya!”


Bian mengangguk-anggukan kepalanya,melirik kedua pria kaku yang masih berdiri di tempatnya.Bian ikut mengacuhkannya keduanya seperti yang dilakukan Queen.


“Kalian bisa duduk dan menunggu di sofa Tuan-tuan,kami sedang menikmati sarapan serta kebersamaan kami.kau mengerti maksudku bukan?”


“Iya Tuan Billy,kami akan menunggu!”


Aslan menjawab dengan ramah,dan mulai membisikkan sesuatu di tangan Keanu.membuat pria kaku itu mengangguk dan mengikuti Aslan,dengan sabar Keanu duduk di sofa sambil menatap Queen yang sesekali memberi perhatian kecilnya kepada Kayla.


“Apa yang membuat anda datang sepagi ini kemari?”


“Aku hanya ingin memastikan keadaan keponakanku!”


Bian mengangkat alisnya mendengar jawaban Keanu,Billy hanya terkekeh pelan sambil menatap Keanu dengan tatapan tajam kali ini.


“Apa kau yakin dengan yang kau ucapkan Tuan,aku pikir kedatanganmu sepagi ini bukan hanya untuk memastikan keadaan keponakanmu bukan.apakah Queen adalah salah satu alasanmu?”


“Berhentilah bicara omong kosong,apa kalian tidak bisa membicarakan hal lainnya!” 


Queen kembali dengan tiga cangkir teh dan meletakkannya di atas meja dengan wajah kesal,Keanu hanya melirik sekilas wajah Queen sebelum kemabli menatap Billy.


“Baiklah kita bicara dengan serius sekarang,kami tidak menghalangi keputusan Queen menjaga bayi cantik ini.tapi satu hal yang harus kau ingat Tuan Keanu,aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya atau menempatkannya dalam bahaya!”


“Aku minta pertanggung jawabanmu terhadapnya,selama dia menjaga keponakanmu ini.aku  berharap kau tidak membuatnya terluka sedikitpun!”


Kedua mata mereka saling beradu,ada satu ancaman yang kuat dimata tajam Billy yang bisa Keanu tangkap.pria di hadapannya ini serius dan tidak main-main.


“Jika aku mengetahui adikku dalam bahaya karena ulahmu,siapapun dirimu  dan bagaimana kekuasaanmu di kota ini,aku tidak takut.aku akan menghancurkan mu hingga hancur menjadi debu,setiap kau menempatkan adikku dalam bahaya kau akan mengingat ucapanku ini dalam ingatanmu!”


Aslan yang biasanya terbiasa menekan dan mengancam lawannya merinding mendengar ancaman kedua pria di hadapannya itu,dengan tatapan yang tak kalah menakutkan Keanu menganggukkan kepalanya dengan tegas tanpa rasa takut sedikitpun.


“Aku berjanji dan bersumpah,akan menjaga Queen dengan sebaik-baiknya.tak perduli bahaya apa yang akan aku hadapi kedepannya,aku akan menjaga mereka berdua dengan nyawaku!”


“Aku berharap ucapanmu itu bukan omong kosong belaka Tuan Keanu,aku pegang janjimu itu!”


Keanu mengangguk dengan mantap,membuat Billy dan Bian puas akan jawaban yang mereka inginkan.sementara Queen menatap Keanu dengan tatapan datar,tak ada satupun dari mereka yang bisa mengerti arti dari tatapan Queen.kedua matanya menatap Keanu dengan dingin,dengan kedua tangan yang terkepal.Billy melirik Queen  sekilas,dengan kening berkerut.


“Hentikan omong kosong mu dan pergilah dari sini,aku tidak butuh sumpah serta janjimu.yang aku butuhkan hanya bukti bahwa kau sebagai seorang paman bisa melindungi Kayla dengan baik,bukan sebuah janji dan sumpah yang keluar dari mulutmu!”


“Queen!”


Bian mencoba menegur Queen,namun wanita itu sepertinya tak terpengaruh akan panggilan Bian.Queen meraih tubuh mungil Kayla dalam pelukannya,membawanya memasuki kamar dan menutup pintu dengan keras.ke empat pria yang berada di ruangan yang sama kebingungan akan sikap dingin Queen,Keanu menundukkan kepalanya mencari letak kesalahan dari setiap ucapannya. Billy serta Bian hanya bisa menatap kepergian Queen dengan mata sendu,mereka berdua mengetahui apa yang membuat sang adik marah akan ucapan Keanu.


“Mungkin sebaiknya anda kembali kekantor,melihat pakaian anda yang begitu rapi saya yakin anda akan berangkat kerja!”


“Iya anda benar saya akan pergi kantor!”


Keanu menatap Billy dan Bian secara bergantian,benteng tinggi yang harus dirinya lewati sebelum meraih hati Queen.


“Jangan menatap kami seperti itu Tuan Keanu,bukan hanya kami berdua yang harus kau hadapi jika ingin memliki adik kami.masih ada beberapa orang terkuat yang harus kau hadapi!”


Keanu mengangkat alisnya ,bagaimana pria dihadapannya ini mengetahui jalan pikirannya.


“Bagaimana anda tau isi pikiranku!”


“Sebagai sesama pria tentunya aku menyadarinya Tuan Keanu,jika anda ingin mendapatkan hati adiknya tentunya anda harus mendapat restu dari kakaknya bukan,sungguh gampang untuk di tebak Tuan!”


“Aku kagum dengan analisamu yang sangat tepat,aku tidak akan bicara formal lagi kepada kalian berdua.aku akan harus pergi kekantor,mohon bantuannya!”


“Pergilah,kau terlalu lama disini mataku sakit melihatmu!”


Bian beranjak dari duduknya terlebih dulu,meninggalkan ketiganya.Billy hanya tersenyum melihat sifat terang-terangan Bian yang tak menyukai Keanu.dengan perasaan campur aduk Keanu meninggalkan apartemen Queen,mengingat kembali setiap ucapan yang dirinya lontarkan.melihat Tuannya sedang resah,Aslan hanya bisa menatap Keanu sambil ******* pelan.


“Apa yang anda pikirkan Tuan?”


“Entahlah,fokuslah Aslan kita selesaikan pertemuan ini dengan cepat!”


“Baik Tuan!”


Bian yang tak ingin adik kesayangannya tenggelam dalam masa lalu,mengajaknya keluar untuk menghirup udara segar.namun sialnya ada urusan mendadak yang harus dirinya selesaikan.


“Pergilah bersama Billy,bersenang-senanglah jika perlu habiskan uang yang ada di kartu ini!”


Bian berucap sambil meletakkan kartu tanpa batas di meja sofa,Queen menatap sang kakak yang mulai sombong di hadapannya.


“Aku akan membeli rumah dengan kartu ini,dan liburan ke Negara-negara indah di dunia ini!”


“Lakukanlah,uangnya tidak akan habis jika habis kakak akan mengisinya kembali!”


“Cihh,,sombong sekali!”


“Hei,kakakmu ini seorang milyader muda yang menjadi incaran banyak wanita,aku ingin memanjakan adikku yang cantik ini dengan semua kekayaanku!”


“Iya,,iya,,aku akan bersenang-senang dengan kartumu ini!”


“Bagus!”


Keduanya menoleh ketika Billy keluar dengan penampilan memukaunya,Queen dan Bian menatapnya dari ujung kaki hingga kepala seolah  menilai penampilannya hari itu.Bina serta Queen mengacungkan jempol ke arahnya ,yang membuat Billy tersenyum lebar.


Ketiganya berangkat dengan mobil yang berbeda,Bian dengan mobilnya sementara Queen dan Kayla satu mobil bersama Billy.ketiganya akan pergi ke pusat perbelanjaan,Queen ingin membeli beberapa barang untuk Kayla.sesampainya di pusat perbelanjaan,keduanya terlihat seperti keluarga bahagia mereka melewati beberapa toko yang menyediakan perlengkapan bayi,sepasang mata menangkap keromantisan keduanya.


“Kali ini kau tidak akan bisa lolos!”