You Are The Light In The Dark

You Are The Light In The Dark
40. pulang (2)



Queen berdiri di ambang pintu rumah kedua orang tuanya, menggendong Kayla yang masih terjaga. Mendengar seseorang mengetuk pintu, sang pelayan bergegas membuka pintu. Melihat kedatangan putri dari sang majikan, sang pelayanan bergegas berlari memanggil Tuan dan Nyonya nya.


Queen menggeleng pelan seraya tersenyum manis melihat tingkah sang bibi, yang masih setia mengabdi kepada kedua orang tuanya.


"Queen! "


Terdengar suara sang Mommy yang begitu melengking memekakkan telinga, Lily berlari memeluk dan mencium seluruh wajah Queen dengan penuh kerinduan. Bara yang mendengar kedatangan sang putri juga tak mau tinggal diam, ia ikut memeluk putri kesayangannya.


Beberapa menit kemudian keduanya mulai menyadari jika Queen tidak datang seorang diri, ada malaikat kecil yang sangat menggemaskan ikut bersamanya.


"Queen dia? "


" Nanti Queen ceritakan Mom, sekarang boleh Queen masuk! "


"Tentu sayang! "


Lily membawa putrinya memasuki rumah yang sudah beberapa tahun tidak Queen tinggali, Queen melirik tiap sudut rumahnya,semuanya masih sama saat terakhir kali dirinya tinggalkan.


"Istirahat lah dulu, setelah makan malam kita bicara! "


Bara menatap Putrinya dengan lembut, putri kecilnya yang kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa. Queen menganggukkan kepalanya, karena memang dirinya sangat lelah.


"Biarkan Bayi lucu ini bersama Mommy! "


Queen melirik Kayla yang terlihat merentangkan kedua tangannya, ingin memeluk Lily. Queen tersenyum melihat tingkah Kayla, yang sepertinya mengetahui semua anggota keluarganya. Bahkan bayi itu merasa nyaman berada di dekat keluarganya.


Queen menyerahkan Kayla kepada sang Mommy, suara tawa Kayla yang sangat senang semakin membuat kedua orang tua yang kesepian itu terhibur.


"Kayla jangan nakal ya, tidak boleh rewel. Sekarang Kayla main sama kakek dan nenek dulu ya, ibu ingin tidur sebentar! "


Lily melirik Bara yang diam, melihat interaksi keduanya yang begitu dekat. Bahkan kedua mata Queen menatap Kayla dengan penuh perasaan, Lily tersenyum melihat perubahan besar yang terjadi kepada putrinya itu.


"Bayi ini sangat cantik ya sayang, terlihat seperti putri kita, atau jangan-jangan dia memang anak Putri kita. Dan dia sengaja mengarang cerita, agar kita percaya! "


Lily mendelik tak suka akan ucapan sang suami, di lihat dari segi manapun Kayla lebih mirip dengan Smith, pria yang pernah mengunjungi mereka beberapa waktu lalu.


"Putri kita bukan wanita seperti itu, jika dia melakukan kesalahan atau lainnya, kau yakin kedua putramu itu akan diam saja?, bahkan mereka lebih menakutkan darimu dan ayah! "


"Mereka memang para pria hebat, aku bangga pada mereka berdua. Tapi jika di lihat secara sekilas bukankah gadis kecil ini mirip Queen? "


"Kau tidak lihat tatapan Queen barusan? Tatapannya begitu lembut, ada perasaan sayang dalam hatinya! "


"Hai gadis manis ayo bermain bersama kakek dan nenek! "


Kayla terkekeh dan merentangkan tangannya, Bara dengan senang hati menggendong Kayla yang mengoceh lucu. Mereka kembali mengingat kenangan Bara dan Queen semasa kecil.


Queen membaringkan tubuhnya yang terasa penat,perjalanannya yang panjang membuatnya lelah dan butuh tidur.


Queen membuka matanya dan melirik jam di tangannya, hari telah menjelang malam. Queen bangun dari tidurnya, menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Kau sudah bangun Queen sayang? "


"Maaf Mom, aku ketiduran! "


Queen mengecup pipi ibunya dan ayahnya, dan berlanjut ke pipi Kayla yang sedang menikmati buah.


"Hai putri ibu yang cantik apa kau senang bermain dengan kakek dan nenek? "


Kayla terkekeh dan mengoceh seakan mengerti apa yang Queen katakan, Queen tersenyum dan mencium lembut pipi Kayla. Segala interaksi Kayla dan Queen,menjadi pusat perhatian kedua orang tuanya.


Ketiganya menikmati makan malam bersama dengan tenang, setelah makan malam selesai. Ketiganya duduk bersama di ruang tamu, sementara Kayla duduk di lantai yang di alasi karpet tebal.


"Bisa kau ceritakan pada kami apa yang terjadi disini Queen? "


"Maaf Dad, Mom, jika kepulanganku kali ini sedikit membuat kalian terkejut. bayi ini adalah bayi yang Queen asuh dan Queen rawat sejak ia lahir, sejak kedua orang tuanya meninggal, Queen menggantikan peran mereka untuk merawatnya! "


Queen mulai menceritakan kejadian yang menimpa Kayla, hingga dirinya memutuskan untuk merawat Kayla, dan membuat kontrak kerja dengan Keanu Smith.


Bara sebagai orang tua hanya bisa mendukung apa yang putrinya lakukan, namun Bara tetap mengingatkan putrinya agar berhati-hati. karena masalah yang menimpa keluarga Smith bukanlah hal biasa.


"Jadi apa tujuanmu pulang sayang, Mommy yakin kau memiliki tujuan lain selain mengunjungi kami!"


Queen tersenyum ke arah sang Mommy yang selalu mengerti dirinya, Queen menundukkan kepala dan mendesah pelan.


"Queen ingin mengunjungi paman! "