
Wajah Keanu mengeras,ia mengepalkan kedua tangannya mendengar setiap ucapan Queen.setiap kata yang keluar dari bibir mungil itu begitu tajam,sehingga dirinya tidak bisa berkata apapun.
“Keluar,,aku bilang keluar dari kamarku!”
Queen menatap nyalang wajah Keanu yang dia yakini menahan amarahnya,namun dirinya harus bersikap tegas kepada Keanu yang meremehkan keselamatan Kayla.wajah Queen pun tak kalah bengisnya,Keanu memilih melangkah keluar dari kamar Queen,memberi waktu kepada wanita keras kepala itu untuk mendinginkan kepala serta pikirannya.
Queen mendesah lelah,membalikkan tubuhnya duduk bersimpuh di dekat kereta,menatap Kayla yang duduk di kereta bayinya.bayi perempuan yang sungguh rapuh yang harus dirinya lindungi,sebagai seorang paman tentunya Kenau lebih mengetahui apa yang yang di butuhkan oleh Kayla.percobaan pembunuhan yang di alami Kayla semasa bayi merupakan peringatan bagi Keanu bahwa nyawa anak itu menjadi incaran musuh yang mungkin membencinya dan membenci kedua orang tua Kayla,sehingga kehadiran Kayla bagaikan boomerang bagi mereka yang harus mereka lenyapkan dari muka bumi ini.
“Kau masih bayi dan masa depanmu masih panjang Kayla,tapi kenapa mereka ingin menyakiti dan melenyapkan mu?apakah kedua orang tuamu melakukan dosa yang besar hingga tubuh mungilmu ini harus menerima balasannya?”
“Hah,,haruskah aku membawamu pergi jauh dari sini,bagaimana kalau kita menemui Kakek dan Nenek serta kedua pamanmu yang gagah,ibu yakin mereka akan melindungi mu dengan sangat baik. Andai ibu bisa melakukannya sayang!”
Queen memejamkan kedua matanya memikirkan cara terbaik untuk melindungi Kayla,bagaimana jika keluarganya menanyakan asal usul Kayla? Apakah dirinya akan berterus terang mengatakan jika Kayla adalah anak dari korban pembunuhan?. Di saat pikirannya mulai kalut suara dering ponselnya mengejutkannya,dengan malas Queen meraih ponsel yang tergeletak di meja riasnya.Queen menarik dan menghembuskan nafasnya beberapa kali,dirinya harus terdengar baik-baik saja jika tidak sang kakak yang begitu peka akan menyadari sesuatu.
“Kenapa menjawab telpon kakak lama sekali,kau dimana?”
“Maaf kak Bian,Queen sedang sibuk!”
“Apakah kau di rumah sakit? Kakak ada di depan Apartemen mu sekarang,cepat pulang kakak menunggumu!”
“Apa?”
“Kenapa berteriak,cepat pulang kau ingin membuat kedua kakakmu menunggu,kami akan masuk terlebih dulu,kami menunggumu!”
Queen tidak percaya dengan apa yang dia dengar,kedua kakaknya berada di kota ini dan kenapa sang kakak tidak mengatakan rencana kedatangannya?Queen mengusap wajahnya dengan kasar,mencoba mencari cara agar keluar dari masalahnya.
Aku tidak mungkin menitipkan Kayla pada Keanu ataupun Aslan,apa yang harus aku lakukan?
Queen menatap Kayla dengan tatapan sendu,di luar sudah gelap dan dingin.haruskah dirinya membawa Kayla bersamanya?.Queen mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan bawahan jins serta sepatu sportnya,tak lupa dirinya membawa beberapa perlengkapan Kayla.
“Sepertinya ibumu ini tidak memiliki pilihan lain lagi Kayla,kau harus bertemu dengan kedua kakak ibu yang tampan itu!”
Kayla hanya mengoceh lucu membuat Queen tersenyum,dengan gerakan lembut Queen meraih tubuh Kayla kedalam pelukannya,membawa bayi mungil itu pergi meninggalkan apartemen Keanu tanpa meminta ijin.Queen enggan meminta ijin kepada pria dingin yang melakukan sesuatu seenaknya,apalagi setelah keluar dari kamar Queen bahkan tidak melihat keberadaannya.
Queen melangkahkan kaki di lorong apartemen menuju Parkiran dimana mobilnya berada,sedangkan Aslan melangkah menuju apartemen Kenau.nasib baik sedang berpihak kepada Queen,malam itu dirinya meninggalkan Apartemen Keanu tanpa drama.Aslan memasukan beberapa kode sebelum dirinya memasuki apartemen milik Tuannya,dan tanpa perlu di persilahkan lagi Aslan menuju ruang kerja dimana Keanu berada.
“Kau sudah datang?
“Apa ada maslah Tuan?”
Keanu membalikkan tubuhnya menatap Aslan dengan tatapan tajam yang menghujam,Aslan bisa merasakan kemarahan dalam tatapan Keanu yang tidak biasa.siapa yang telah membuat singa buas itu marah bahkan sudah begitu lama sang tuan tidak memperlihatkan wajah kejamnya.
“Wanita itu menyakiti Kayla di apartemenku sendiri!”
“Apa?”
“Sepertinya aku harus memberi wanita itu pelajaran,beri dia sedikit peringatan Aslan lakukan dengan bersih agar dia tidak curiga.aku akan bersikap seolah-olah Queen bersalah,aku tidak akan membawa kayla dalam masalah lagi.kita akan menyelesaikannya dengan cara orang dewasa!”
“Baik Tuan,saya mengerti.apakah tidak sebaiknya anda memberitahu Dokter Queen tentang rencana anda?”
Keanu menggeleng,kali ini dirinya akan menyelesaikannya dengan caranya.uacapan Queen begitu melekat di otaknya,wanita itu bahkan mengusirnya dari kamarnya.
“Kita akan menjalankan rencana ini tanpa sepengetahuan Queen,dengan begitu semua terlihat alami dan wanita ular itu tidak akan menaruh curiga.pergilah dan siapkan semuanya,kita ikuti cara main wanita itu,kita tunjukan kepadanya bahwa kita lebih licik darinya!”
“Baik Tuan,saya permisi!”
Aslan meninggalkan ruang kerja Keanu dengan berbagai macam pikiran serta rencana yang akan dirinya buat untuk Maysa,Keanu duduk di kursi kebesarannya menatap foto Kai bersama sang istri yang tersenyum bahagia.
Istirahatlah dengan tenang bersama istrimu,aku akan menemukan otak dibalik kecelakaan yang membuat nyawamu melayang.Dan untuk putrimu,kau tenang saja ada seorang wanita yang begitu menyayanginya dan menganggap putri kalian seperti putrinya.
Queen melangkah dengan sedikit tergesa-gesa tidak ingin membuat kedua pria cerewet menunggunya terlalu lama,Queen menarik dan menghembuskan nafasnya secara teratur sebelum membuka pintu apartemennya.kedua bola mata indahnya menyapu tiap ruangan,mencari keberadaan kedua kakaknya.
“Kenapa lama sekali!”
“Apa gadis kecil kita sudah datang?”
Suara dari Bian memecah kesunyian yang tercipta antara dirinya dan Billy,hal yang sama terjadi kepada Bian,sang kakak yang terkenal galak dan protektif kepadanya menatapnya nyalang.
“Queen Andara Stave!”,,Suara lantang nan menggema memenuhi ruangan,membuat Baby Kayla yang sedang tertidur lelap terkejut dan bangun.
“Katakan kepadaku siapa laki-laki brengsek yang dengan berani menghamili mu Hah,,katakan kepada kakakmu sekarang juga!”
Suara Bian yang begitu keras dan menyeramkan membuat Baby Kayla menangis,namun kedua pria keras itu tak memperdulikan tangisan Kayla.Queen mendesah mencoba menenangkan Kayla yang terkejut,tanpa menghiraukan pertanyaan sang kakak,Queen melangkah menuju kamarnya menidurkan Kayla.
“Kau tidak ingin menjawab pertanyaan kakakmu ini!”
“Kita bicara setelah aku menidurkannya Kak,aku akan menjawab semuanya tanpa kau tutupi!”
Bian begitu tak terima dengan ucapan acuh sang adik,Billy dengan segara menahan bahu Bian yang ingin mendekati Queen.Billy menggeleng pelan,mencoba meminta pengertian kepada Bian.
“Sial,,kita terlalu membebaskannya hingga anak itu menjadi seperti ini.apa kau percaya dengan yang kau lihat,gadis kita memliki seorang bayi Bill!”
“Jangan langsung berpikiran seperti itu Bian,kita tunggu Queen.kita minta dia menjelaskan semuanya,aku yakin gadis kita tidak akan melakukan hal yang memalukan keluarga!”
“Sial,,aku akan mencincang pria sialan itu,jika benar bayi itu miliknya.aku akan membunuhnya Bill!”
“Bukan hanya kau Bian,aku juga akan menguliti bajingan itu!”
Kedua pria berparas tampan itu akhirnya mengalah dan menunggu Queen dengan sabar,kedua larut dalam pikiran masing-masing menerka siapa gerangan bayi mungil yang adiknya bawa.
Apakah bayi ini,bayi yang pernah Queen ceritakan kepadaku?tapi waktu itu dia mengatakan seorang pasien,apakah Queen berbohong kepadaku?
Jika bayi itu benar-benar anakmu,kakak akan mencari bajingan yang berani menghamili mu Queen.kakak akan membunuhnya di depan matamu,beraninya dia melakukan hal ini kepada adik kesayanganku.
Keanu keluar dari ruang kerjanya,perutnya mulai berontak minta di isi sesuatu.sunyi tanpa adanya kegiatan membuatnya mengerutkan kening,apakah Queen tidak keluar untuk makan malam?pertanyaan yang memenuhi kepalanya membuat kakinya melangkah menuju kamar Queen,Keanu semakin mengerutkan keningnya melihat kamar Queen yang sepi.jubah mandi yang tergeletak begitu saja,membuat kerutan di kening Keanu semakin dalam.Queen bukan wanita yang akan menyimpan barang atau benda secara sembarangan ,pikiran Keanu mulai kacau Keanu melangkah dan memeriksa setiap sudut kamar Queen.namun keduanya tidak berada dikamar,Keanu mencoba menghubungi nomer ponsel Queen namun tidak ada jawaban dari wanita tersebut yang semakin membuat Keanu meradang.
“Queen menghilang,lacak keberadaanya sekarang!”
Setelah memberi perintah kepada Aslan,Keanu menggenggam erat ponselnya meremas rambutnya dengan sangat kuat.emosinya benar-benar di permainkan oleh kedua wanita yang berbeda karakter itu,panggilan dari Aslan membuatnya mengalihkan tatapannya pada ponsel di tangannya.
“Dimana?”
“Dokter Queen berada di apartemennya Tuan!”
“Kita kesana sekarang!”
Apa yang kau lakukan di apartemen mu malam-malam begini Queen,kenapa kau begitu suka membuat perasaanku kacau.
Keanu melangkah dengan kaki panjangnya,wajahnya keras dengan amarah yang terpendam.sesampainya di parkiran dengan cepat Keanu masuk kedalam mobil.Aslan yang begitu lama mengikuti Keanu begitu paham akan suasa hati sang Tuan,diam adalah pilihan terbaik untuknya.
“Kemudikan mobilmu dengan kecepatan penuh,aku ingin sampai di apartemennya dengan cepat!”
“Baik Tuan,akan saya usahakan!”
“Lakukan sesuai perintahku Aslan!”
“Baik Tuan!”
Aslan menghidupkan mesin mobil dan mulai melajukan mobilnya,membelah jalan yang sedikit lenggang dengan kendaraan yang berlalu lalang.
Hampir 15menit Bian dan Billy menunggu Queen menidurkan bayi perempuan yang dibawanya,wajah Bian sebagai kakak kandungnya sungguh menakutkan.Queen sudah menyiapkan hatinya untuk menjawab semua pertanyaan yang akan kedua kakaknya tanyakan,Queen mendaratkan bokongnya di sofa empuk yang ia tinggalkan beberapa bulan ini.
“Siapa bajingan yang dengan berani menghamili mu Queen!”