
Di dalam mobil,keysila mengerutu tentang perlakuan Diego yang memang seringkali di lakukannya.Karna terlalu sering hingga keysila menamai Diego dengan sebutan si mesum.
"kenapa lelaki terhormat kelakuannya seperti itu,kalo bukan perintah om Iwan,aku gag mau lagi terima job dari dia,"ucap keysila memakai sabuk pengamannya.
"dia berani bayar di muka key,jadi om Iwan merasa tidak enak jika menolaknya,"
apa om Iwan menaikkan tarif ku??kenapa tadi Diego berkata jika tarifku 80 juta per jam.Apa dia hanya sekedar ngomong agar tidak ada yang berani menyewaku?entahlah...selama om Iwan tidak berbicara soal itu,aku juga tidak akan membahasnya..
"apa dia sudah menyentuhmu tadi?"imbuh Dion karna melihat keysila yang tidak merespon ucapannya.
"hmm dia hampir meremas p*nt*tku..untung aku langsung berdiri tadi,"
"kamu tenang aja key,aku bakal datang di saat yang tepat kok,"Dion tersenyum sambil masih fokus melihat ke arah jalan.
"Dion,,"
"hmm ya kenapa??,"
"kamu ingat soal kalung aku yang hilang dulu,"
"ohh kalung peninggalan ibu kamu itu,"
"hmm ya,aku menemukannya tadi,"
"bukanya udah lama hilang key?"
"hmm ya,tapi kalung itu tadi ada di tangan kak Dean,"
"kak Dean?aku baru mendengar namanya,"
"rekan bisnis Diego tadi bernama Deandra,"
"aku binggung key,kok bisa kalung kamu ada di dia,"
"dulu sebelum aku di usir budhe Rani,aku sempet nolong orang di bus,orang itu kak Dean,terus kamu inget gag waktu kamu kekurangan uang di restoran terus kamu pinjem uang aku,"
"ohh waktu sama Stefany dulu?"
"hmm ya,itu kan aku kehabisan uang buat ongkos pulang,aku sempet ketemu kak Dean dan kita makan bareng di sebuah resto makanan padang.Mungkin kalung aku jatuh di bus atau di restoran itu,"
"terus masalahnya?"
"aku pengen kalung itu balik,"ucap keysila tersenyum ke arah Dion.
"kenapa gag kamu ambil aja tadi,"
"aku minta pendapat kamu dulu,menurut kamu om Iwan bakal marah atau gag ya?"
"kenapa harus marah,"
"soal identitas aku Dion,"
"kamu nutupin identitas kan biar gag ketahuan budhe Rani jadi itu terserah kamu key,"
"mau balik ke restoran buat ambil itu kalung?"
"gag usah Dion,aku males ketemu Diego,"
"katanya mau ambil itu kalung?"
"udahlah..nanti juga dia bakal nyariin sendiri,"keysila tersenyum tipis sambil melihat ke arah jalan.
"kok gitu key,"
"dia nyariin pemilik kalung itu Dion,dan dia kayaknya curiga sama aku tadi,jadi biarin dia nyariin aku sendiri,"
"hmm ya aku percaya key,siapa lelaki yang gag langsung nyariin kamu,daya tarik kamu udah mirip orang pakek susuk key hahaha,sekali lihat langsung nempel,"
buktinya kamu gag nempel sama aku dion...aku menginginkanmu Dion..tapi aku takut buat ngomong,karna aku lebih memilih berteman seperti ini asal selalu bersamamu...
***
Dion mengantarkan keysila ke apartemennya dan langsung berlalu pergi.Keysila sengaja tinggal di apartemen karna dia hanya tinggal seorang diri.Meski sudah tinggal sendiri keysila tetap tidak melupakan bik Iyem yang sudah menolongnya dulu.Sesekali dia berkunjung di sana untuk memberi sedikit bantuan untuk sekolah kedua anaknya.
Mobil Dion terlihat masuk ke sebuah hotel tempat yang biasa dia pakai untuk pertemuannya dengan budhe Rani.Di lobby hotel budhe Rani langsung menyambut mesrah Dion dengan sebuah kecupan di bibir.
"kenapa lama sekali sayang,"ucap budhe Rani dengan nada manja.
"biasa sayang,ada job tadi kan lumayan buat aku jajan,kenapa kangen ya,"
"iya donk sayang,"
Sudah satu tahun lebih hubungan gelap antara budhe Rani dan Dion berlangsung.Keysila bahkan tidak mengetahui tentang kebejatan Dion yang saat ini tengah berpacaran dengan budhe Rani yang telah bersuami.Pak de yanto sendiri hanya bisa berdiam diri melihat kelakuan istrinya yang semakin lama semakin menjadi,dia bahkan sudah pasrah dan pura-pura tidak tahu,meski sebenarnya pak de Yanto pernah melihat keduanya sedang bergumul di dalam rumah saat rumah dalam keadaan sepi.
***
Keysila baru saja mandi dan hendak mengeringkan rambutnya yang basah,dia menghadap ke arah cermin sambil terus menatap pantulan wajahnya sendiri.
"aku kurang apalagi Dion..aku sudah sangat cantik tapi kenapa kamu tidak menyukaiku,dulu aku menyadari jika kamu gag pernah ngelihat ke arahku karna aku berantakan,tapi sekarang??aku bahkan binggung apalagi kekurangan ku di matamu,"
Ponsel keysila berdering dan hal itu membuat keysila menghentikan aktivitasnya,dia berjalan ke arah tempat tidur dan menerima panggilan tersebut.
Via telfon☎️
"ya om?"
"Dion aku hubungin tapi gag bisa,"
"mungkin pacaran om,ada perlu?"
"hmm ya,ada job lagi hanya saja semua anak buahku sedang ada tugas,terus aku terlanjur menerima uang dari orang ini"
"kapan om?"
"sekarang...dia menyewamu tiga jam,dia pelanggan baru rose soalnya om baru lihat dia,kamu bisa datang ke sini sekarang?dia menyewamu dari jam 5 sore ini,tapi ya itu tadi,kamu gag ada yang ngawasin,gimana??coba kamu hubungin Dion kalo bisa,"
"kalo gag bisa di hubungin om?"
"tetap berangkat,dia sudah menunggumu di ruangan om,"
"hmm gitu,ya udah aku ganti baju dulu om,"
"iya om tunggu,"
panggilan berakhir
"baru aja mau istirahat,udah dapat panggilan lagi,setelah ini aku mau off dulu,sudah cukup untuk hari ini,"keysila cepat-cepat mengeringkan rambut dan segera berganti baju.
Pukul lima kurang 10 menit taksi yang membawa keysila tiba di depan club milik om Iwan.Dia langsung berjalan masuk dengan gaya khas keysila yang lembut dan anggun.Dia meletakkan ponselnya di tas setelah beberapa kali menghubungi Dion tapi nomernya masih belum aktif.
semoga aja orangnya baik jadi meski gag ada yang ngawasin gag masalah...
Keysila langsung masuk ke dalam club' yang keadaanya masih sepi,hanya beberapa OB yang sudah datang lebih awal sebelum club' beroperasi nanti malam.
Keysila cukup terkejut saat melihat siapa pria yang akan menyewanya,Dia adalah Deandra.
hmm tenyata kak Dean...astaga secepat ini sih.Keysila tersenyum sejenak ke arah Dean sebelum dia berjalan ke meja om Iwan.
"gimana Dion??"
"gag bisa om,"
"apa dia orangnya?"ucap key berbisik.
"hmm ya,"
"ya udah om gpp,aku udah ngenal dia kok,"
"temen kamu??,"
"bukan om ceritanya panjang,"
"oke..nih honor kamu,"om Iwan kembali memberi amplop coklat pada keysila."om tadi udah jelasin peraturannya sama dia,"
"hmm ya om Makasi."keysila memasukan amplop ke dalam tasnya."setelah ini aku boleh off om?,"
"tentu,buruan berangkat,"
"baik om aku permisi,"
keysila menuju ke arah Dean yang sejak tadi melihat ke arahnya.
"aku harus menemanimu ke mana tuan,"ucap key tersenyum ke arah Dean.
"kita makan berdua gimana??,"Dean langsung berdiri dan menatap lekat ke arah keysila.
"tentu boleh,"keysila langsung melingkarkan tangannya ke lengan Dean.
astaga..rasanya aku senang sekali..aku ingin tau apa penyebab dia berkerja seperti ini..
keduanya langsung menuju mobil dan pergi meninggalkan club' tersebut.Baru saja mobil melaju satu menit Deandra sudah beberapa kali melihat ke arah keysila.
"apa tebakanku benar??"ucap Dean memulai obrolan.
"soal apa?"
"kamu gadis yang ku temui satu tahun silam,"
keysila tersenyum sambil menutup bibirnya dengan satu tangan yang bertumpu pada pintu samping mobil.
"kemana saja key?"tanya Dean yang seolah mengerti tentang isyarat key tersenyum tadi.
"ceritanya panjang tuan,"
"panggil aku kak Dean,aku menyukai saat kamu memanggilku begitu,"
"hmm baik kak Dean,"
"aku mencarimu keysila,"
"untuk apa?"
"bukannya tadi kalung milikmu??"
"hmm ya kak,itu pemberian dari ibu sebelum dia meninggal,aku pikir sudah hilang,kak Dean nemuin kalung itu di mana,"
Suara keysila yang sangat lembut membuat Dean kembali terlena dalam perasaanya sendiri.Dia senyum-senyum karna merasa tidak percaya jika keysila sudah berada di sampingnya sekarang.
"malah senyum-senyum,kakak kenapa ihh,"
"entahlah key,aku menyukai nada swaramu yang lembut,kamu bertanya apa tadi??"
"kak Dean nemuin kalung itu dimana??"
"di bus waktu pertama kita bertemu,aku pengen balikin tapi aku gag bisa nemuin kamu lagi,"
"kenapa gag di kembalikan waktu di resto itu,"
"aku lupa key,rasanya aku melupakan sgalanya saat sedang bertemu kamu seperti ini,"
"kak Dean merayuku,"
"aku menginginkanmu key.."
deg...!!
kenapa ucapan itu bisa bikin hati aku terketuk ya??..
"ini sudah terwujut kak,kamu udah ketemu aku kan??"
"hmm tapi ini belum cukup,rasanya aku menyukaimu key,"
deg...!!
astaga...kenapa jantung aku??.
"semua orang berkata begitu kak,mereka bahkan rela ngeluarin uang banyak agar bisa sekedar jalan sama aku,"
aku sedikit kecewa dengan kenyataan ini keysila..aku tidak paham dengan apa yang terjadi padamu setelah pertemuan kita dulu.Yang aku sayangkan kenapa kamu memilih perkerjaan ini ketimbang harus meminta bantuan padaku..
"tarif yang sangat rendah Karna bisa berjalan bersama bidadari sepertimu,"
"kakak bisa saja,aku boleh meminta kalung aku kak,"
"tentu boleh,sebentar..."
Dean meminggirkan mobilnya lalu mengambil kotak putih kecil dari jas putihnya."boleh aku yang memakaikannya??"
"hmm baik kak,"keysila memunggungi Dean dan mengesampingkan rambutnya agar Dean dapat memakaikan kalung tersebut.
"maaf ya...,"Dean memakaikannya dengan sangat hati-hati karna dia paham jika keysila tidak mau di sentuh."sudah selesai,"
keysila kembali menghadap Dean dan tersenyum."makasih ya kak,aku pikir udah hilang,cuma ini peninggalan dari ibu,"ucap keysila sambil memegang liontin yang terdapat pada kalung tersebut.
"sama-sama cantik,"Dean kembali menjalankan mobilnya."bolehkan aku bertanya padamu key?"
"hmm bertanya apa kak?"
"kenapa kamu memilih perkerjaan ini daripada menghubungiku?"
"aku terpaksa kak,"ucap keysila lirih.
"aku menunggumu menghubungiku waktu itu,aku bahkan banyak melakukan hal bodoh saat aku mencarimu dulu,berhentilah berkerja key,jadilah milikku...,"
deg...!!
apa yang terjadi dengan hatiku...kenapa setiap kali Dean berucap soal perasaan,jantungku langsung merespon seolah sedang menjawab semua ucapan Dean..
NB.ilustrasi Deandra😁
NB.ilustrasi keysila😍
silahkan like dan komentar di bawah
vote Author juga biar bisa terus berkarya
makasih 😘😍