You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 31



🍽️Restoran🍽️


Dion dan keysila tengah makan berdua di salah satu restoran untuk sarapan pagi.Dari sejak kemarin Dion sengaja mematikan ponselnya sebab dia tidak ingin di gangu siapapun hari ini,dia ingin fokus pada keysila agar rasa rindunya dapat terobati setelah kemarin tidak bertemu beberapa hari.


"Emm sayang.."Tutur keysila lembut.


"Hmm ya kenapa?"


"Antarkan aku ke bik Iyem,aku sangat merindukannya."Pinta keysila pada Dion.


"Iya nanti ku antarkan."Mengusap lembut ujung kepala keysila.


"Terima kasih sayang,emm kapan kau akan mengurus persiapan pernikahan kita?"Tanya keysila melihat ke arah Dion yang saat ini berada di hadapannya.


Deg..!!


"Iya sayang secepatnya akan ku urus,"Tersenyum ke arah keysila.


"Apa kau mempunyai uang untuk biaya persiapannya sayang,jika tidak punya,aku mempunyai sedikit tabungan untuk itu."Kata keysila menawarkan.


"Aku sudah mempunyai uang untuk itu sayang bahkan aku berencana membeli rumah sederhana untuk kita tempati nanti."Jawab Dion tersenyum.


"Benarkah begitu sayang?"Tanya Keysila merasa terkejut.


"Apa aku pernah berbohong padamu?"Jemari kekar Dion mengusap lembut pipi merah keysila.


"Berarti kamu sudah mempunyai niat itu lama?Jadi kamu sampai mengumpulkan uang untuk ini."Tutur keysila dengan raut wajah bahagia.


"Hmm tentu sayang.."


Andai kau tahu keysila,jika uang itu adalah uang yang ku dapatkan dari om Iwan.Maaf key sebenarnya aku merasa buruk karena ini,tapi aku berjanji jika ini yang terakhir,setelah ini aku akan memakai sisa uang tersebut untuk membangun usaha agar aku bisa memberikan kehidupan yang layak untukmu..


***


🏠Kediaman budhe Rani🏠


Dari semalam budhe Rani merasa kesal dengan sikap Dion yang tidak juga menghubunginya sampai sekarang,dia tidak keluar kamar sama sekali serayap memandangi layar ponselnya secara terus menerus.Pak Yanto sendiri hanya bisa mengelengkan kepalanya sebab istrinya terlihat semakin tidak waras saja.


"Kamu sedang nungguin apa ma? Kenapa dari kemarin gelisah seperti itu."Tanya pak Yanto yang masih bersikap lembut dengan istrinya.


"Bukan urusanmu..!!"Bentak budhe Rani.


"Kau harusnya sadar ma,dia hanya menginginkan hartamu,mana mungkin ada anak semuda dan setampan itu mau sama kamu yang umurnya bahkan lebih pantas jadi ibunya."Tutur pak Yanto yang ingin menyadarkan istrinya.


"Kita saling mencintai pa,jadi kamu itu nggak usah ikut campur masalah ini.Keluar sana..!! Menganggu saja..!!"


"Mata hatimu benar-benar sudah buta ma,terserah padamu ma,aku sangat lelah untuk mengingatkanmu hal ini."


"Jika lelah diamlah...!! Dasar tua Bangka tidak tahu diri..!!"


Pak Yanto pun menarik nafas berat dan melangkah keluar kamarnya.


"Kamu di mana sih sayang?Kenapa dari kemarin sore kamu nggak bisa di hubungin,aku khawatir sama kamu.",Gumah budhe Rani yang tidak sadar jika dirinya sudah tidak pantas untuk mengatakan hal itu.


***


Sore itu Dion mengantarkan keysila ke rumah bik Iyem,biasanya Dion tidak pernah ikut masuk ke dalam,sebab dia selalu meninggalkan keysila begitu saja karena suatu urusan.Namun kali ini Dion ikut masuk ke dalam rumah serayap membawakan beberapa bahan sembako untuk bik Iyem yang saat ini tengah bercengkramah di teras rumahnya.Dion bahkan tidak sadar jika sampai sekarang bik Iyem masih berkerja sebagai pembantu di tempatnya budhe Rani,pacarnya.


Saat keysila datang,biasanya bik Iyem menyambutnya dengan sangat hangat namun kali ini bik Iyem menatap lekat ke arah Dion yang sangat mirip dengan pacar budhe Rani majikannya.


Apa aku nggak salah lihat,bukannya dia pacar buk Rani ya?Astaga ..Apa hanya mirip saja?Duhh Gusti kenapa pikiranku jadi nggak enak gini..


"Kenapa bik?"Tanya keysila tersenyum ramah.


"Tidak apa-apa non,bibik kangen non sudah lama nggak kesini kan."Jawab bik Iyem yang mencoba bersikap biasa saja.


"Emm sayang,aku tunggu di mobil ya..Aku mau menelfon om Iwan dulu."Kata Dion serayap beranjak dari tempat duduknya,keysila hanya tersenyum menjawab ucapan Dion.


"Iya bik maaf aku sibuk,terus anak-anak kemana??"


"Ke neneknya non,ini kan liburan sekolah."Jawab bik Iyem menatap lekat wajah cantik keysila."Emm non maaf,itu tadi siapanya non?"


"Lelaki tadi?"


"Hmm iya non."


"Calon suami aku bik."Tutur keysila tersipu malu.


Astaga Gusti,apa ada orang yang mirip banget seperti itu,aku yakin jika lelaki tadi itu yang sering datang ke rumah buk Rani..


"Kenapa bik?"


"Nggak apa-apa non,bibik cuma tanya saja,emm sudah di kenalin sama orang tuanya?"


"Hmm begitu."Mengangguk."Sebentar ya non."Bik Iyem beranjak dari tempat duduknya dan kembali dengan membawa secarik kertas."Ini nomer Tuan Yanto non,bibik di suruh hubungin dia kalau non datang ke sini.Sebaiknya non hubungi soalnya tuan sudah lama nyariin non keysila."Ucap bik Iyem serayap menyerahkan secarik kertas.


"Astaga bik..Kenapa baru ngomong sama aku."Keysila langsung mengambil kertas tersebut dan mengetik nomer sesuai dengan yang tertera di kertas tersebut.


"Maaf non bibik takut buat kasih tahu."


"Hmm sebentar bik aku mau telfon pak de dulu."Tutur keysila lembut.


📲Via Telfon 📲


"Hallo pak de.."


"Ini siapa ya?"Jawab pak Yanto yang masih kebingungan.


"Ini aku keysila pak de,emm aku sekarang ada di rumahnya bik Iyem."


"Astaga keysila...Sebentar,pak de akan kesana,kamu jangan pulang dulu."


"Hmm iya pak de keysila tunggu."


Keysila tersenyum serayap meletakkan ponselnya kembali di tas,raut wajah keysila terlihat bahagia sebab dia akan mempunyai keluarga untuk hadir di acara pernikahannya dengan Dion nanti.


.


.


.


.


🚗Mobil Dion🚗


📲Via telfon📲


"Kamu kemana saja sayang?Kenapa baru aktif nomer kamu,aku khawatir banget."


Dasar nenek-nenek..!!Apa nggak ada kaca di rumah padahal aku niat mau hubungin om Iwan ehh malah dia yang telfon.Aku harus cari cara biar bisa lepas dari dia..


"Iya maaf aku lagi ada kerjaan di luar kota sayang."


"Kok tiba-tiba?"


"Hmm iya teman aku yang ngajakin kemarin jadi nggak sempat ngabarin."


"Lain kali kabari ya,aku khawatir tahu.."Nada manja.


"Hmm iya maaf."


"Kamu pulang kapan sayang?Aku kangen,kesepian banget nggak ada kamu."


"Belum tahu juga nih?Kalau selesai ya aku langsung pulang."


"Kira-kira kapan sayang?"


"Nanti aku kabari lagi,emm temanku sudah manggil sayang,"


"Ya sudah hati-hati ya."


"Hmm iya.."


"Love you emmm..."


Dion langsung mengakhiri panggilan itu sebab dia merasa muak dengan sikap budhe Rani yang semakin hari semakin terlihat berlebihan.


Aku harus beralasan apa untuk menghindari Rani?Apa sebaiknya aku pergi saja dari kota ini setelah aku menikah dengan keysila,jika seperti itu kan Rani nggak akan bisa ketemu aku.Hahaha...otakku memang pintar..-


Holla🙋


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik ♥️


Vote juga please 😘


Terimakasih 😘


Salam..You are mine!! Keysila...😘