You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 30



🌅Apartemen keysila🌅


Pagi itu keysila bangun dan merasakan nyeri pada pangkal perutnya,namun rasa sakit itu hilang ketika dia melihat wajah tampan Dion yang masih tidur pulas di sampingnya.Keysila memandangi wajah Dion yang perlahan membuka matanya dan langsung menatap ke arahnya.


"Pagi sayang."Ucap Dion serayap mengecup bibir keysila sekilas.


"Pagi juga Dion."Jawab keysila yang wajahnya mulai memerah sebab mengingat kejadian semalam.Keysila sekarang tahu kenapa Dion selalu hangat jika menjalin suatu hubungan,itu karena Dion sangat lihai dalam hal bercinta.


"Apa yang di bawah masih terasa sakit?"


"Hmm masih."


"Baiklah biar aku bantu ke kamar mandi."Dion akan menyikap selimut namun keysila memegang selimut itu erat."Kenapa?"Tanya Dion.


"Aku tidak memakai apapun Dion,emm aku minta tolong kau ambilkan bajuku di sofa itu."Menunjuk sofa.


"Kau masih malu padaku?Aku sudah melihat semuanya semalam."Tersenyum menatap wajah Keysila yang berubah merah.


"Sudahlah...Ambilkan saja."Ucap keysila lembut dengan nada yang terdengar manja membuat Dion ingin mengulang kehangatan yang terjadi semalam,namun Dion menepis perasaan itu sebab dia tidak ingin keysila berfikir macam-macam tentangnya.


"Baiklah ku ambilkan."Jawab Dion yang langsung berdiri dan mengambil baju milik keysila kemarin."Ini sayang."Duduk di samping keysila.


"Kau mandi dulu saja Dion,biar aku bisa memakai baju ini."


"Astaga...Aku tidak akan mengintipmu sayang."


"Aku membencimu jika kau tidak melakukan itu."Runtuk keysila yang masih terdengar lembut meski sedang kesal.


"Baiklah aku akan mandi sayang,setelah ini kita cari sarapan berdua."


"Hmm ya."Jawab keysila mengangguk.


Dion berjalan ke arah kamar mandi dengan hanya memakai celana dalamnya saja,sedangkan keysila cepat-cepat memakai bajunya sebab dia benar-benar sangat malu saat ini.Dia bangun dan melihat noda darah yang tercecer di sprei yang kemarin di pakainya.Keysila membereskan sprei tersebut dan mengantinya dengan yang baru.


Sekarang aku sudah tidak bisa berpaling lagi,Dion sudah mengambil semuanya dariku dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya,aku sungguh sangat bahagia Tuhan..


Keysila memasang sprei barunya serayap tersenyum bahagia,namun di sela senyuman tersebut tiba-tiba dia mengingat kejadian kemarin saat Dean menatapnya dengan raut wajah sedih.


Aku minta maaf tuan Dean jika aku sudah menyakitimu,kau tahu kan jika cinta itu tidak bisa di paksakan dan tidak seharusnya kau memisahkanku dari orang yang sejak lama berada di hatiku..


***


🌁🌁🌁


🔥Ruangan Deandra🔥


Pagi ini terasa sangat mencekam untuk para karyawan yang berada di bawah naungan deandra.Bagaimana tidak,sejak tadi pagi Deandra sudah tiba di kantornya pukul tujuh dan mulai mengecek laporan-laporan.Dia bahkan sudah memecat tiga orang karyawan tadi dan alasannya memecat sangat terdengar tidak masuk akal.Dua orang OB di pecat karena menaruh Alat pel yang di letakkan sembarangan di tengah jalan padahal saat itu memang para OB sedang membersihkan ruangan,bahkan kantor baru akan beroperasi pukul setengah delapan.Deandra juga memecat satu staf kantor yang tidak sengaja menabraknya tadi padahal seharusnya yang di salahkan adalah Dean yang tidak fokus melihat jalan.


Saat Dean berada di ruangannya,Martin terlihat baru saja keluar dari lift dan akan menuju ke arah ruangan Dean,namun Martin membelokkan langkahnya menuju Elena sebab akan menanyakan sesuatu pada Elena.


"Heii Lena.. Kenapa semua orang mirip seperti robot pagi ini?"Tanya Martin duduk di pinggiran meja milik Elena.


"Syyyuuuttt jangan keras-keras nanti pak Dean dengar,aku juga tidak tahu pasti tapi kata semua orang dari tadi pagi pak Dean marah-marah terus,Uhhh ..Untung hari ini aku tidak datang terlambat,jika terlambat datang aku bisa di pecat seperti semuanya.."Jawab Elena bercerita setengah berbisik.


"Istri??"Tanya Elena binggung.


"Wanita cantik yang pernah di bawanya ke sini."


"Bukannya masih kekasihnya?"


"Hehehe iya,kau tahu jika Dean tidak pernah jatuh cinta jadi wajar sikapnya jadi aneh,kerja yang baik agar kau tidak ikut di pecat."Tutur Martin menepuk sebentar pundak Lena dan bergegas masuk ke ruangan Dean.


"Istri ya...Aku doakan nona keysila menjadi istrinya agar emosi pak Deandra tidak seperti sekarang.Dia wanita yang sangat baik."Gumah Elena pernah merasakan kebaikan Keysila saat dia menolongnya dulu.


Martin langsung menerobos masuk dan duduk di sofa yang berada di ruangan Dean.


"Ku pikir kau tidak ke sini jadi aku ke sini pagi-pagi."Ucap Martin yang tidak di perdulikan oleh Dean yang fokus melihat layar laptopnya."Semua orang mirip seperti robot pagi ini,saranku jangan membawa masalah pribadi di perusahaan Dean,Kau tidak tahu bagaimana sulitnya mencari karyawan teladan itu seperti apa.."Imbuh Martin yang memang tidak mempunyai rasa takut pada Dean.


"Bangunlah perusahaanmu sendiri Mar..!! Tidak perlu kau berceramah seperti itu padaku..!!"


"Sebenarnya apa yang telah terjadi hingga sisi monstermu kembali bangkit."Tanya Martin yang memang cukup dekat dengan Dean meski dia tidak punya waktu untuk sekedar nongkrong atau berbincang.


"Aku sudah melepasnya kemarin."Jawab Dean lirih.


"Melepas apa maksudmu,bicaralah yang jelas."


"Keysila...!! Lelaki br#ngsek itu membawanya kabur dan aku membiarkan itu semua."


"Kenapa tidak kau nikahi secara paksa saja."Jawab Martin memberi solusi.


"Pernikahan di bangun atas dasar cinta,bagaimana mungkin aku menikahi seseorang yang hatinya masih untuk orang lain.."


"Dasar bodoh...!!! Awalnya akan terasa seperti itu, lama-lama dia juga bakal mencintaimu,sejak kapan kau kehilangan kepercayaan dirimu Dean..!! Kau tampan..!! Kaya..!! Di bandingkan dengan lelaki itu kau jauh lebih baik,apalagi kerjaan lelaki itu seperti itu, Astaga...Keysila memang gadis yang bodoh...!!!"Runtuk Martin ikut kesal.


"Kau yang bodoh...!!! Kau boleh mengatakan aku bodoh tapi jika kau mengucapkan hal macam-macam pada keysila,aku kan mengiris habis lidahmu untuk ku jadikan sup.."Kata Dean yang masih tidak terima jika ada yang mengucapkan hal macam-macam tentang keysila."Dia hanya sedang tidak tahu saja,dia terlalu lugu untuk berada di sana,berada di sekeliling orang yang memakai topeng kebaikan padahal sebenarnya mereka hanya ingin memanfaatkannya saja."Imbuh Dean menjelaskan.


"Sudahlah ikhlaskan saja,masih banyak wanita lain yang mau dengan tuan muda sepertimu.Mari kita pergi ke club malam ini,mungkin saja kau menemukan seorang wanita yang lebih dari keysila.Aku akan mengikhlaskan malam ini untuk menemanimu,bagaimana?"Ucap Martin menawarkan.


"Jika aku bisa berbuat itu..!! Sudah ku lakukan itu dari dulu bodoh...!!! Siapkan hasil laporan proyek baru kemarin."Jawab Dean yang masih bersih kukuh untuk menjaga perasaannya.


Dasar batu..!! Jika aku jadi kau Dean... Aku akan berpacaran dengan banyak wanita agar keysila merasa menyesal sudah mengabaikanmu..-


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik♥️


Vote juga please 😘


Terimakasih 😘


Salam..You are mine!! Keysila..♥️♥️