You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
bab 14



Pukul 12 siang..mobil Dion baru saja tiba di depan kediaman om Iwan,sambil bersenandung kecil dion langsung menerobos masuk ke sana karna Dion cukup sering bertamu di rumah tersebut.Langkah Dion terhenti saat mendapati om Iwan dan Tante Marni Seolah sudah menunggu kedatangannya di ruang tengah.Dia melirik ke arah koper hitam yang saat ini berada di atas meja.


"siang om maaf baru bisa kesini,"ucap Dion tersenyum dan langsung duduk di samping om Iwan.


"tidak apa-apa Dion,"


"kok tumben memanggilku ke sini?"tanya Dion menatap penuh tanya ke arah om Iwan.


Tanpa pikir panjang Marni membuka koper tersebut membuat mata Dion langsung melebar,namun aneh...di sana hanya ada uang,semua berkas perusahaan di sembunyikan oleh om Iwan atas perintah sang istri.


"uang om,"Dion langsung mengeser koper tersebut dan mengambil setumpuk uang lalu menciuminya."astaga..berapa jumblahnya ini banyak sekali.."imbuh Dion sangat bersemangat.


"jumblahnya 800 milyar Dion,kamu bisa mengambilnya separuh,"kata om Iwan yang belum menjelaskan ke inti dari masalah ini.


"wahh wahh aku bisa langsung nikahi keysila sama uang ini,"Dion tertawa lebar dan tatapannya tidak mau terlepas dari uang tersebut.


aku tidak tega ngomongnya...


Marni dan om Iwan saling memandang satu sama lain,seolah sedang berbicara lewat batin mereka masing-masing.Dion menghentikan senyumnya saat melihat ekspresi dari om dan tantenya yang terlihat tidak merasa senang.


"kenapa kalian tidak senang??"tanya Dion merasa curiga.


"kamu tidak mau tahu uang itu darimana Dion?"


"hmm ya aku mau tahu uang ini darimana??"tanya Dion serius.


"itu uang keysila..."ucap om Iwan lirih.


"maksudnya om??ada orang yang mau menyewa keysila dengan uang sebanyak ini?"Dion mulai merasa tidak enak saat om Iwan menyebutkan nama keysila.


"bukan menyewa Dion tapi menebusnya,sekarang keysila tidak lagi berkerja bersama kita..."


Mata Dion melebar mendengar ucapan itu dari mulut om Iwan.seolah ada petir yang menyambar di siang hari,hati dion mendadak menjadi kacau.perlahan dia letakkan tumpukan uang di atas meja dan memandang ke arah om Iwan seolah tidak percaya.


"om serius??"tanya Dion memastikan.


"hmm ya..."


Tangan Dion mengepal kuat dan langsung menghadiahkan satu pukulan ke arah muka om Iwan.


"Dion kamu sudah gila...!"bentak Marni yang langsung mendorong tubuh Dion agar menjauh dari suaminya.


"dia yang sudah gila!!!"menujuk ke arah om Iwan."kenapa om ngelakuin hal itu hah..!! om tau kan..!! aku suka keysila...om paham dengan ini tapi kenapa om menjual keysila tanpa ngomong dulu ke aku..!!!"Nafas Dion memburu karna menahan emosi yang meluap-luap di hatinya.


"maafkan om Dion..."


"apa Deandra yang menebusnya??!!"tanya Dion menatap tajam om Iwan.


"iya Dion ..dengarkan penjelasan om dulu,,"


"aku mau melamarnya om,, kenapa om tega ngelakuin itu sama ponakan om sendiri..!!!"bentak Dion yang merasa sangat kecewa dengan om Iwan.


"jangan munafik Dion..!! kamu bilang menyukai keysila tapi nyatanya kamu hanya memanfaatkannya saja,menurutmu jika keysila tau hal ini apa dia tidak akan marah padamu,"ucap Marni yang sangat tau dengan kelakuan busuk Dion.


"aku hanya menunggu waktu yang tepat Tan,,,"


"waktu terus berjalan Dion,kamu terlalu berjalan sangat lambat..!!"


"sudah Marni...jangan bikin masalah ini makin keruh,Dion dengarkan om...om terpaksa ngelakuin ini,Dean ngancam om bakal tutup usaha club' itu kalo keysila tidak om serahkan sama dia,jadi tidak ada jalan lain dion.kamu kan tau usaha itu adalah mata pencaharian om,kalo usaha itu di tutup om mau dapat uang darimana? om akuin kalau om salah,hanya saja Dean tidak memberi waktu banyak,kalau om diskusi dulu sama kamu,om takut Dean bakal benar-benar tutup usaha club' om itu..om minta kamu mengerti posisi om Dion...,"ucap om Iwan menjelaskan.


"sekarang keysila di mana??apa Dean sudah membawanya pergi?"


"om tidak tau,,tadi om ninggalin keysila begitu saja karna om juga udah gag tega lihat dia.Keysila itu udah om anggep ponakan om sendiri,"


dengan uang sebanyak ini,,aku bisa bawa kabur keysila dan pergi ke luar negri..kamu tidak bisa menyentuh milikku Dean...


"siapkan jatah aku,"


"tadi marah sekarang gitu,"ucap Marni kesal.


"buruan siapin!! taruh di tas aja biar enak bawanya,"


Om Iwan segera membagi uang tersebut menjadi dua bagian,setelah mendapatkan uang tersebut Dion langsung pergi berniat untuk pergi ke apartemen keysila dan membawanya kabur.


"tuh kan pa beres haha,"ucap Marni tertawa lebar.


"iya ma,,aku jadi lega hanya saja wajahku rasanya sangat perih,"


"nanti mama obatin,emm jadi ini Syah milik kita?!"


"hmm iya sayang...,"jawab om Iwan tersenyum ke arah sang istri.


"terus kapan setoran perusahaanya ngalir di tabungan kita pah??"


"surat-surat nya belum siap ma..setelah siap kita akan dapat setoran dari perusahaan dua ratus juta per hari..."


"astaga pah..kita mendadak kaya karena keysila.."


"hm ya ma,"raut wajah om Iwan berubah menjadi murung.


***


Deandra memutuskan untuk membawa keysila ke rumah pribadinya yang berada lumayan jauh dari apartemen keysila sekarang,Perlu waktu satu jam untuk sampai di sana.Saat mobil Deandra sampai,seorang penjaga langsung membukakan pintu pagar yang sangat tinggi dan hampir menutupi dinding bangunan yang ada di dalam.Satu penjaga lainnya membuka pintu mobil untuk Deandra dan dengan sangat lembut dia mengangkat tubuh keysila untuk membawanya kedalam.Dean menaiki tangga menuju kamar utama yang terletak pada lantai dua bangunan tersebut.Dia membawa keysila ke dalam kamar yang sangat luas dan meletakkan tubuh keysila pada tempat tidur di sana.Dean mencium kening keysila sejenak sebelum mengangkat tangannya dari tubuh keysila yang menurutnya sangat mungil.


"kamu sangat cantik keysila..maaf sudah membawamu dengan cara seperti ini.."ucap Dean lirih serayap berjalan keluar kamar dan menutup pintu kamar pelan seolah tidak ingin menganggu waktu istirahat keysila.


"apa semua sudah beres Alex?"


"hmm sudah tuan,semua jendela sudah terpasang trali besi dan semua sudut sudah terpasang CCTV sesuai dengan kemauan tuan,"


"bagaimana dengan pembantu,apa kamu sudah mendapatkan orang yang di percaya??"


"semua sudah beres tuan ada bik Ira yang akan memasak dan bersih-bersih di tempat ini,"


"bagus seperti itu,saya mau mandi dulu,rasanya sangat gerah,"Dean mengendurkan dasinya dan berjalan ke arah kamar yang terletak di sebelah kamar keysila.


Pukul 15:12 keysila terlihat baru saja terjaga,matanya menyipit sambil memperhatikan sekeliling yang terlihat asing baginya.


"uuuhhhh..aku di mana?"ucapnya lirih serayap meminjat kepalanya yang terasa masih pusing akibat obat bius.


Keysila terkejut saat melihat seorang perempuan berdiri tepat di samping tempat tidur keysila.


"minum dulu non teh hangatnya...,"bik Ira menyodorkan nampan yang berisi satu cangkir teh hangat.


Keysila mengambil cangkir tersebut namun tidak langsung meminumnya,sebab keysila masih merasa binggung dengan semuanya.Dia bahkan belum mengingat kejadian tadi pagi saat om Iwan menjualnya.


"di minum atuh non,keburu dingin tenang aja bibik gag Campurin racun atau apapun kok,"


"maaf bibik,maksud saya bukan begitu,saya hanya merasa binggung karna tempat ini sangat asing,"jawab keysila yang langsung minum teh hangat yang sedari tadi sudah di pegangnya.


"bibik juga baru kerja di sini tadi pagi non jadi belum tau juga siapa nama tuan rumahnya,"


"emm begitu bik,"memberikan cangkir kosong pada bik Ira."makasi teh hangatnya..saya jadi merasa lebih baik,"tersenyum lembut ke arah bik Ira.


"sama-sama non,emm bibik permisi dulu,kalau non ada perlu tinggal panggil bik Ira ya,"


"hmm baik bik terimakasih,"


Keysila langsung beranjak dari tempat duduknya saat bik Ira sudah menutup pintu kamar keysila.Dia berjalan ke arah jendela dan memegang trali kuat yang terpasang di sana.Keysila mengerutkan keningnya saat dia melihat tiga orang pria bertubuh besar berdiri di dekat pagar Seolah sedang berjaga.


Rumah siapa ini...Keysila berusaha mengingat semuanya,saat ingatan tadi pagi melintas dia baru sadar jika ini rumah milik Deandra.


"Apa ini rumahnya...,"ucap keysila lirih seolah sedang berbicara sendiri,dia kembali menatap jendela dan berusaha melihat sekitar."aku bahkan tidak tahu ini dimana,astaga...apa dia berusaha menjeratku lantas memaksaku menikah dengannya,aku tidak menyangka jika dia pria yang sangat buruk, sebaiknya aku keluar dan bertemu dengannya.Mungkin saja dia berubah pikiran setelah itu,"


Saat keysila hampir memegang gagang pintu kamarnya, tiba-tiba Deandra masuk dan membuat keysila terkejut lalu berjalan mundur.


"apa maumu tuan?"


"aku tidak mau apapun keysila,bagaimana keadaanmu,"tanya Deandra lembut.


"tidak usah berpura-pura baik padaku tuan,biarkan saya pergi dari sini,bukannkah anda bilang tidak punya niat apapun pada saya?"


"hmm iya..tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi dan menemui pria itu lagi.."dean masih tersenyum karna melihat tingkah keysila yang sangat tidak pantas untuk marah.


"pria siapa??"


"Dion ..aku tidak mau kamu menemuinya lagi,dia hanya membawa pengaruh buruk untukmu,"


"lantas kamu bagaimana??..kamu merasa baik memperlakukan seorang wanita seperti ini..!!"


"jangan marah-marah sayang,,kamu terlihat makin cantik jika sedang marah seperti itu."jawab Dean santai.


"aku menyesal sudah menolongmu waktu itu..!!..harusnya aku biarkan saja kondektur itu menyeretmu keluar,"Keysila menatap kesal ke arah Dean.


"apa kamu mau melawan takdir tuhan sayang,,kalau Tuhan menakdirkan kamu jadi milikku lantas apa kamu bisa menolak takdir itu terjadi..??jadilah milikku keysila...lupakan semua masa lalumu,aku berjanji akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia..."


Deg....


kenapa jantungku begini lagi...keysila refleks memengang dadanya.


hatimu bahkan merespon saat aku memanggil namamu sayang...-



NB.Deandra..



NB.Keysila...



NB.Dion..


**silahkan like dan komentar di bawah 😁


Minta Votenya donk biar author semangat dalam berkarya😊 makasi 😘**