You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
bab 21



drrrtt...drrtt...drrrttttt...


Keysila mengambil ponselnya yang berada di atas sofa yang sedang di dudukinnya saat ini,bibir mungilnya tersenyum saat melihat nama Dion di layar ponsel miliknya.Tanpa menunggu lama lagi,keysila pun menerima panggilan tersebut.


📲📲


"hallo sayang apa ini kamu,"ucap Dean seolah sangat tidak sabar.


"hmm iya Dion ini aku,"melirik ke arah Dean yang saat ini sedang melihat ke arahnya.


"astaga..aku mencarimu .."


"apa om Iwan tidak memberitahu kamu Dion?"


"hm ya tapi kenapa kamu langsung pergi?"


"aku tidak ada waktu untuk berpamitan Dion,emm bisakah kita bertemu hari ini Dion?aku ingin membicarakan beberapa hal padamu,"


"tentu sayang dengan senang hati."


jangan memanggilku seperti itu Dion,ini makin membuatku berat untuk berpisah darimu..Tuhan berilah aku petunjuk agar Dion terbukti tidak bersalah atas tuduhan itu.Sebenarnya aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu,hanya saja jika itu terbukti benar,maka aku selamanya akan bersama tuan Dean..


"halo sayang apa kamu masih di sana,"imbuh Dion memastikan.


"iya aku masih di sini,"


"di mana kita harus bertemu?"


"di kafe ### aku tunggu Jam satu siang ya."


"hm baik kita bertemu jam satu siang."


"baik Dion aku harus bersiap-siap dulu,"


"oke sayang,aku mencintaimu..."


Keysila langsung mengakhiri panggilan tanpa menjawab ungkapan perasaan Dion yang di ucapkan tadi.Tangannya di gerakkan perlahan untuk menaruh ponsel tersebut pada tasnya.


"aku sudah membuat janji tuan,"ucap keysila lirih.


"hmm aku sudah mendengarnya,sebentar aku sedang menunggu seseorang untuk mengurus perkerjaanku di sini."


"jika tuan sibuk,aku bisa ke sana sendiri setelah itu aku akan kembali ke sini lagi."keysila berharap Dean bisa memberikannya izin saat ini,karna sangat banyak hal yang ingin di bicarakan keysila pada Dion tanpa sepetahuan Dean.


"tidak keysila ..aku tidak akan membiarkanmu bertemu berdua dengannya,dia akan membawamu kabur dengan uang yang ku berikan padanya kemarin,"jawab Dean yang memang sudah tahu jika Dion pasti sudah mendapat bagian dari uang penebusan atas keysila dulu.


"uang apa maksud tuan?"


"uang yang ku berikan pada pemilik club' itu..mereka pasti sudah membaginya.."


"Dion tidak pernah seperti itu tuan,bahkan dia tidak pernah meminta uang padaku.Meskipun om Iwan membaginya dengan Dion,aku yakin Dion tidak akan mau menerima uang tersebut."Tatapan mata keysila saat ini membuat perasaan Dean semakin terbakar dan ingin segera membuktikan semua itu.


"kamu terlalu lugu untuk mengetahui hal itu key,percayalah padaku.."


"bagaimana aku harus percaya padamu tuan,aku bahkan baru bertemu denganmu beberapa hari yang lalu,sedangkan Dion..aku sudah mengenal dia dari sejak aku duduk di bangku SMP."


aku tidak mau memperpanjang masalah ini dan membuatnya makin kesal padaku..


Tok..tok ...tok...


Martin masuk setelah mengetuk pintu ruangan.Matanya langsung berkilap saat melihat pemandangan indah yang sedang duduk bersama Dean di sofa.


astaga...indah sekali...harga yang pantas untuk yang di keluarkan Dean kemarin...


Martin terpekik kaget saat sesuatu melayang dan langsung menghantam ke arah keningnya.


"sakiiit siall..!!"melirik ke sebuah bulpen yang tergeletak tepat di kakinya.


"kamu melihat apa..akan kucongkel matamu jika kamu berani melihatnya seperti tadi.."ucap Dean geram.


"yah Dean..!! aku masih pria normal,apa aku salah jika berekspresi seperti tadi,"Martin memungut bulpen tersebut dan langsung berjalan ke arah Dean.


"dia milikku..!! sampai nanti aku melihatmu seperti itu lagi,jangan harap kamu bisa melihat matahari esok..!!"


"pagi juga.."


"sudah cukup jangan menatapnya seperti itu,"Dean mengeser tempat duduknya agar keysila terhalang olehnya dan tidak bisa melihat ke arah Martin yang memang terlihat cukup tampan.


"kamu terlihat sangat kekanak-kanakan Dean...hm tapi wajar karna baru kali ini kamu tertarik dengan seseorang,dan aku mengakui jika seleramu sangatlah bagus,"


"aku tidak membutuhkan pengakuanmu mar..sudah kamu dapatkan orangnya?"


"belum...kamu pikir gampang mencari seseorang yang bisa kita percaya..."


sebaiknya aku tidak ikut bicara...


"kamu berjalan sangat lambat,aku membutuhkannya sekarang.."


"Sementara jika kamu sibuk,biar aku yang handel perkerjaanmu,ahhh ayah dan anak sama saja...selalu membuatku pusing..."


"jika kamu sudah mendapatkan orang yang tepat,kamu bisa Risen dari tempat ini..!!"


"kenapa kamu malah mengusirku??"


"kamu terlalu banyak bicara mar,nanti kamu antar berkas ke rumahku.."


"rumahmu??"


"rumah pribadi ku.."


"sejauh itu??bukannya lebih baik jika kamu berada di rumah pak Handoko?"ucap Martin yang memang terlalu banyak protes.


"aku atau kamu yang menjadi bosnya martin..!!,"


"ehem...."Keysila bedehem karna tenggorokan nya terasa gatal.


Dean menoleh ke arah keysila yang saat ini ternyata sedang memperhatikannya."apa itu berlaku untuk seorang lelaki sayang,dia membuatku sangat kesal.."Dean mengira jika keysila berdehem karna ingin mengingatkannya soal berkata kasar.


"astaga kenapa suaramu jadi selembut itu Dean hahaha,"Martin terkekeh mendengar perubahan suara Dean saat ini.


"ini sudah hampir jam satu tuan,apa tidak sebaiknya kita pergi sekarang,"jawab keysila yang tidak merespon pertanyaan dari Dean tadi.


"hmm mari sayang...,"Dean berdiri di ikuti oleh keysila."ingatlah untuk mengantarkan berkasnya ke sana Martin."


"oke aku akan kesana sore nanti, hati-hati di jalan nona.."


"hmm terima kasih Martin."


Dean langsung mengiring keysila berjalan ke luar ruangannya,sementara Martin masih memperhatikan sosok keysila yang memang lebih mirip jadi bidadari daripada seorang manusia.


"wanita yang sangat lembut,aku rasa mereka cocok haha,dia tidak tahu jika Dean adalah seorang monster kejam yang siap menerkam siapapun yang menghalangi niatnya untuk mendapatkan sesuatu..astaga perkerjaanku sekarang makin bertambah lagi,aku harus cepat mencari asisten untuk Dean agar aku tidak harus repot seperti ini."Martin mulai membuka laptopnya dan fokus pada perkerjaanya.


***


Keysila tersenyum senang saat Dion sudah terlihat duduk menunggunya di salah satu tempat duduk di kafe itu,saat keysila akan cepat-cepat melangkah tangan kekar Dean melingkar erat ke pinggang keysila dan sontak hal itu membuat keysila terpekik kaget.Dia melupakan jika saat ini hidupnya sudah di bawah pengawasan deandra,raut wajah keysila langsung berubah karna menerima kenyataan tersebut.


aku melupakan jika aku tidak bisa sebebas dulu...


"jangan terlalu membuat emosiku cepat tersulut keysila,kamu paham jika aku mencintaimu meski saat ini aku belum bisa memiliki hatimu.Tapi ingatlah jika aku bisa langsung membunuh Dion seketika jika kamu terlalu dekat dengannya.Apa kamu memahaminya sayang?aku turutin apapun kemauan kamu tapi tidak untuk melihatmu berdekatan dengan pria lain,bukankah kamu ingin Dion tetap hidup bukan??"ucap Dean berbisik sebelum masuk ke dalam kafe tersebut.


"baik tuan..maaf aku melupakan hal itu karna terlalu senang.."jawab keysila lirih.


"bagus...tetaplah di dekatku,"tangan Deandra makin melingkar erat ke pinggang keysila serayap berjalan menuju ke arah meja Dion.


maaf Dion...aku harus datang dengan cara seperti ini..sebisanya aku akan berusaha bebas dari dia agar aku bisa selalu bersamamu seperti dulu...-


silahkan like ♥️


dan komentar💬


di bawah👇👇


makasih😘🙋