You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 27



🚗Di dalam mobil Dion🚗


Budhe Rani segera menyuruh Dion melajukan mobilnya saat dia sudah berada di dalam mobil.Dion tidak banyak berprotes dan langsung melajukan mobilnya sebab melihat raut wajah budhe Rani yang terlihat kesal,Dion sangat paham jika hal itu pasti karena suami budhe Rani yang tidak mengizinkannya keluar rumah.


"Sebaiknya kita tidak sering bertemu seperti ini sayang,apa kamu tidak merasa kasihan pada suamimu?"Kata Dion memberi saran.


"Aku sudah nggak cinta lagi sama dia sayang,dia itu nggak biasa muasin aku seperti kamu."Jawab budhe Rani dengan nada manja.


"Meski begitu dia suamimu sayang.."


"Aku memang sengaja berbuat itu agar dia segera menceraikanku dan aku bisa menikah dengan kamu.. Gimana sayang?Kamu mau kan.."Tutur Rani serayap mengusap paha Dion.


Deg...!!!


Kenapa dia jadi mempunyai fikiran seperti itu?Aku bahkan tidak pernah membayangkan jika mempunyai istri seorang nenek-nenek seperti Rani. Batin Dion.


"Bukannya semua hartamu itu milik suamimu sayang?Aku tidak mau kau ajak hidup susah..!"Tutur Dion mencari Alasan.


"Hmm ya tapi jika sampai dia menceraikanku dulu,harta itu akan berpindah ke tanganku.."Tersenyum.


"Kenapa bisa seperti itu?"


"Sudah perjanjiannya seperti itu sayang,sebab si Yanto itu umurnya sangat jauh denganku.Jadi sebelum aku mau menikah dengannya dulu,aku memberikan syarat agar dia membalik namakan semua hartanya atas namaku,namun dia meminta syarat tersebut,semua hartanya akan jadi milikku jika dia sampai menceraikanku."Jawab budhe Rani menjelaskan dengan bangganya.


"Hmm begitu..."


"Iya sayang begitu,makannya biarin saja dia marah sama aku,kalau dia ceraikan aku kan kita bisa nikah."Mengusap dada berotot Dion sambil bersandar pada pundak Dion.


Aku tidak tahu jika Akan serumit ini,aku hanya ingin bermain-main dengan nenek ini malah tanggapannya berlebihan.Dasar tidak tahu diri..!!


***


🏠Kediaman Dean 🏠


Via telfon📲


"Hmm ya ma,aku tidak bisa pulang dalam waktu dekat ini."


"Kenapa?Apa kau berada di luar kota?"


"Tidak..Ada sesuatu yang harus ku urus,jika sudah selesai aku akan pulang ke rumah."


"Ya sudah asal kamu baik-baik saja kan?"


"Iya ma aku baik-baik saja,aku tutup telfonnya ya."


"Iya sayang..."


Tut..Tut..Tut..


Dean meletakan ponselnya di samping meja tempat tidurnya,sejak dua jam terakhir posisi Dean tetap pada posisi yang sama,duduk di tepian tempat tidur sambil terus memikirkan kekecewaannya pada keysila atas ucapannya tadi.


Apa aku harus memaksanya menikah?Tidak jangan..!!Aku tidak ingin dia semakin membenciku.Meski dia bilang akan berusaha mencintaiku tapi perasaanku tetap saja tidak tenang..


Tok...tok...tok...


"Iya sebentar.."Tutur Dean setengah berteriak.


Dia beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu kamarnya,ternyata wajah polos keysila dengan senyum cantiknya yang tengah berada di balik pintu tersebut,membuat Dean merasa jatuh cinta lagi dan lagi.


"Ada apa key?"Tanya Dean lembut.


"Emm aku ingin keluar membeli beberapa cemilan untuk di makan tuan,sebab aku tidak berselera dengan cemilan yang berada kulkas."Manik keysila menatap Dean lekat.


Aku benar-benar sudah gila,aku sangat menginginkan gadis ini meski beberapa kali dia menjatuhkan harga diriku sebagai lelaki.. Dean membalas tatapan keysila seolah perasaanya sudah terhisap kuat menempel pada hati keysila.


"Hmm baiklah sayang,tunggu lima menit aku akan segera turun."


"Terimakasih tuan.."Keysila kembali melempar senyuman sebelum turun ke bawah sehingga membuat Dean mengacak-acak rambutnya sendiri sebab merasa sangat pusing memikirkan masalah perasaanya.


.


.


.


🚗Mobil Dean🚗


"Kita ke mall ya,sekalian membelikan ponsel untukmu juga."Ucap Dean tersenyum.


"Tapi jangan sampai seperti kemarin tuan,hanya masalah sepeleh seperti itu,tuan jadi marah dan membuat masalah."Tersenyum tipis.


"Aku tidak suka dengan cara bicaranya key."


"Tapi tuan juga aneh,kenapa bertanya seperti itu?Pegawai lelaki atau perempuan kan tidak ada bedanya."Tersenyum.


"Aku tidak menyukai ada lelaki lain berada di sekitarmu meski hanya sekedar menatap dirimu."Fokus melihat jalan.


Deg...!!


"Bagaimana mungkin Dion terbiasa melihat kamu pergi bersama lelaki lain di depan matanya sendiri,apa menurutmu itu bagus key?"Imbuh Dean kembali mencari cara untuk menyadarkan keysila jika Dion bukan lelaki yang baik.


"Dia tidak sekaya dirimu tuan,dia bahkan juga tidak mempunyai orang tua sepertiku.Aku sangat paham jika sebenarnya Dion tidak rela saat aku berkerja seperti itu."Tutur keysila yang masih bersih kukuh atas pendiriannya meski dia sadar jika Dion memang salah.


"Masih banyak jalan lain Key,maaf...Kau tidak harus berkerja seperti kemarin."Jawab Dean yang juga tidak mau kalah.


"Aku sudah mencoba mencari perkerjaan namun tidak ada yang membuka lowongan untuk ijazah SMP ku."


"Seharusnya Dion yang mencari perkerjaan,bukan menyuruhmu berkerja seperti itu."Jawab Dean yang juga tetap menyalahkan jika ini adalah kesalahan Dion.


"Kau bisa berucap begini sebab kau tidak pernah tahu kesulitan mencari uang itu seperti apa tuan."Tutur keysila yang langsung tersulut amarah saat seseorang menjelekkan soal Dion di hadapannya.


Dean tersenyum tipis mendengar jawaban Keysila."Aku tahu rasanya keysila,aku pernah satu tahun penuh hanya dengan mengkonsumsi nasi dan mie instan saja.Kau jangan salah menilai jika aku tidak pernah merasakan kesulitan.Aku pernah di usir ayah dari rumah sebab kelakuan burukku,dia memberiku sebuah toko kelontong kecil yang hanya bermodalkan 500 ribu,setiap hari aku di awasi oleh ajudan ayah agar aku tidak kabur.Awal berjualan tidak ada yang mau membeli meski aku sudah menawarkan barang daganganku kepada orang-orang,namun sepeserpun aku tidak mendapatkan uang jadi terpaksa aku harus memakan mie instan yang ada di toko kelontong tersebut.Aku bertahan seperti itu hingga satu tahun,tanpa fasilitas dari ayah dan aku harus mati-matian mengelola usaha tersebut agar aku bisa makan.Dan kau tahu sekarang toko itu sudah menjadi sebuah mini market yang mempunyai puluhan cabang di setiap kota.Tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil keysila,hidup itu pilihan apalagi jika kita seorang lelaki,percayalah Key,tidak ada lelaki yang ingin menyusahkan wanita yang di cintainya seperti yang di lakukan Dion padamu.."Jawab Dean menjelaskan.


Ternyata tuan Dean adalah orang yang sangat hebat...


"Maaf jika aku berkata seperti itu tuan "Tutur keysila yang merasa tidak enak dengan ucapannya tadi.


"Tidak masalah,aku berkata demikian agar kau sadar akan itu,tapi semua itu kembali ke kamu,jika kamu masih menganggap jika Dion adalah lelaki baik ya sudah aku akan menunggumu sadar akan itu semua."Jawab Dean yang mencoba menepis rasa kesalnya."Kita sudah sampai."Dean memarkirkan mobilnya.Sebelum turun dia mengambil jaket yang dia siapkan di jog belakang lalu memakaikannya pada keysila."Aku akan menyuruh Alex membelikan baju yang bisa kamu pakai untuk keluar."Sibuk memakaikan jaket.


"Bukannya baju ini sudah sangat bagus tuan."Jawab keysila yang jantungnya mulai merespon saat Dean berada cukup dekat dengannya.


"Ini terlalu terbuka sayang,pakailah di rumah saja,atau sekalian saja kita belikan baju yang pantas untukmu nanti,aku tidak ingin ada orang yang melihatmu secara berlebihan,sudah selesai."Tutur Dean tersenyum ke arah keysila.


Astaga jantungku... Batin keysila menghembuskan nafas berat sebab tadi dia menahan nafas sebentar karena terlalu dekat dengan Dean.


Dia sangat imut..Rasanya aku ingin memilikinya saat ini juga..


"Tunggu di situ sayang...Aku bukankan pintu untukmu."Dean meraih jemari keysila sejenak dan menciumnya lalu berjalan keluar untuk membukakan pintu untuk keysila.-


Holla🙋🙋


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik♥️


Vote juga please♥️


Terimakasih 😘


salam sayang...


You Are mine!! Keysila..😘