
Satu tahun kemudian...
Seseorang duduk sambil memperhatikan sebuah benda yang dia letakkan di atas mejanya.Matanya tajam menatap benda berwarna keemasan tersebut,bibirnya berbisik sebuah nama "keysila...aku harus mencarimu di mana..."
tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan tentang seorang gadis yang beberapa bulan ini mengusik ingatannya.Dia tidak memahami kenapa ingatan tentang gadis kecil itu melekat kuat di otaknya.
Keandra menarik nafas panjang sebelum membalas ketukan pintu tersebut.Tangan kekarnya mengambil sebuah kalung kecil dan memasukkan kalung tersebut di sebuah kotak kecil putih.
"ya masuk,"suaranya terdengar tidak bersemangat saat dia mulai mengenang ingatannya satu tahun silam.
Seorang wanita cantik dengan baju minim masuk dan tersenyum ke arah Dean sebelum duduk di hadapannya."maaf pak,ini hasil laporan dari meeting kemarin,"
"hmm ya taruh di situ nanti saya periksa,"dia sama sekali tidak menatap ke arah wanita di hadapannya meski wanita tersebut terlihat sangat menawan.
Pak Handoko sengaja memberi Dean sebuah sekertaris cantik karna mengira jika putranya tidak berselera terhadap wanita.Bagaimana tidak ayahnya berfikir seperti itu,di umurnya yang ke 25 tahun,sekalipun dia tidak pernah mengenalkan seorang gadis pada orang tuanya.Apalagi sekarang,,sikap dinginnya terhadap wanita membuat sang ayah mengira jika Dean bukan pria yang normal.
"kamu menunggu apa,,keluarlah...!"tanpa melihat ke arah elena sang sekertaris.
"emm itu pak,Presdir menyuruh saya untuk mengajak anda makan siang nanti,apa anda berkenan??"kata elena tersenyum.
"daripada membicarakan hal seperti itu,bukankah kamu lebih baik menyiapkan bahan untuk meeting nanti siang,"Dean menatap tajam ke arah elena dan sontak hal itu membuat elena bergidik ngeri.
"maaf pak sudah lancang,saya permisi,"elena menunduk sebentar kemudian berjalan keluar ruangan.
Belum sempat Dean memeriksa laporan,suara ketukan pintu terdengar lagi.
ahh siapa lagi itu...!!
"ya masuk,"
Martin yang tak lain adalah kaki tangan dari sang Ayah terlihat masuk dengan membawa berkas-berkas.Dia tersenyum dan langsung duduk di hadapan Dean.
"Ada apa lagi mar??"
"ikutlah denganku nanti siang,"ucap Martin santai karna memang sudah sangat lama mengenal Dean.
"kemana??"
"biasa...perintah dari ayah tercintamu haha,"
"apa kamu tidak bisa mengatasinya sendiri hah...!! untuk apa kamu di bayar tapi masih terus merepotkanku.."
"Ayahmu tau jika aku tidak seberapa handal dalam memenangkan tender,,ayolah jangan begitu...jika ini goal...ayahmu akan memberiku bonus banyak..."kata Martin merayu.
"kalo masalah bonus kamu langsung tanggap ya..,"
"iya haha,"
"jam berapa??"
"satu jam lagi,"
"kamu udah siapin semua berkasnya,"
"beres...kamu tinggal pelajari saja terus kita pergi..,"
Dean mengambil berkas dari tangan Martin dan membacanya namun hati kecilnya tetap mengingat sesuatu...keysila...kamu di mana??.
***
Di tempat lain,tepatnya di ruangan milik om Iwan.Keysila bersama Dion baru saja memasuki ruangan tersebut.Keysila langsung di sambut hangat oleh om Iwan.
"ada apa memanggilku sepagi ini om,"ucap key yang sudah terbiasa dengan penampilan serba terbuka.Baju merah minim yang di pakainya semakin membuat key terlihat cantik.
"ada job buat kamu pagi ini jam 10,om mau nolak tapi sayang sekali,karna ini job dari pak Diego...,"
"si mesum itu,ohh itu sangat memuakkan,"
"tapi dia berani bayar di muka untuk kamu,"om Iwan melemparkan amplop coklat yang cukup tebal untuk keysila.
Key mengambil uang tersebut dan melihat isinya."60 juta ??,"key tersenyum tipis ke arah Dion."siapa yang mengawasi ku hari ini,aku tidak mau Baron om,dia tukang tidur, semalam hampir saja satu pelanggan akan menyentuhku,untung saja aku teriak dan dia akhirnya bangun,"
"pria tampan di sampingmu yang akan mengawasimu,"
Key menatap ke arah Dion dengan wajah yang semburat merah,karna sampai detik ini Dion masih tetap jadi seseorang yang paling key cintai.Padahal dalam kenyataan Dion hanya memanfaatkan key agar dia merogoh uang lebih banyak lagi dan lagi.
"kamu sudah izin dengan salsa Dion,aku tidak mau dia marah seperti tempo hari,"ucap keysila yang masih terdengar lembut.
"aku sudah memutuskannya semalam,"
"astaga... alasannya apa??"
"aku bosan dengan dia,"
"sampai kapan kamu begitu Dion,"
Sampai saat aku merasa siap di sampingmu key,sampai saat ini tidak ada yang membuatku jatuh cinta kecuali dirimu...mereka semua hanyalah budak **** ku,aku bahkan selalu membayangkan bersamamu jika sedang bercinta dengan mereka..
"sampai saat aku menemukan seseorang yang tidak membosankan,"
"hmm itu semua terserah kamu,jadi aku menemani dia selama dua jam om?"
"jam 12 tugasmu sudah selesai,"
"hmm baik,aku akan menganti baju ku di mobil,"
"aku tunggu di sini ya key,"
Keysila tersenyum menjawab ucapan dari Dion lalu berjalan keluar ruangan.
"tarif barunya sudah om pakai,"
"hmm sudah,sesuai perintah kamu,honor keysila tidak aku Tambah,"
"bagus om,udah om siapin jatah aku,"
"hmm nih 50 juta,"memberikan amplop pada Dion dan dengan sigap Dion langsung memasukkan amplop tersebut ke kantong celananya.
"sebenarnya kamu pakai apa uang sebanyak itu,kamu terlalu royal pada wanita Dion,"
"jika aku tidak royal aku tidak akan mendapat kepuasan,"Dion tersenyum ke arah om iwan.
"dasar...kamu sangat pintar mengambil kesempatan,"
"pastilah om,"
"om suka dengan gaya bicaramu sekarang Dion,itu terdengar lebih sopan,"
"semenjak om memperkerjakan keysila,aku slalu berurusan dengan orang di kalangan atas jadi aku tidak mau terlihat tidak sopan di mata mereka,"
"baik om permisi,"
Dion berjalan ke arah mobil yang terparkir tepat di depan club,dia akan masuk namun menutup pintu mobil kembali saat dia melihat keysila belum selesai Mengganti bajunya.
astaga...indah sekali,,melihatnya begitu membuat juniorku langsung bangun...Setelah mengantarkannya aku akan menemui Tante Rani,biar aku lampiaskan semua hasratku padanya...
Keysila keluar dari jog belakang dan berdiri tepat di samping Dion.
"maaf kupikir sudah selesai,jadi tadi aku mau masuk,"
"gpp Dion,aku tau kamu gag sengaja,apa aku sudah terlihat cantik?"tanya keysila sambil melihat ke arah Dion.
"sangat cantik sayang,"Dion mengusap lembut kepala keysila sehingga jantung keysila langsung meronta.
Dion apa sampai saat ini kamu gag ada rasa sama aku..aku berpenampilan begini bukan hanya ingin memuaskan mata pelanggan ku Dion,tapi aku ingin kamu terkesan padaku dan melihat ke arahku.Dan sampai saat ini...status kita tetaplah teman,padahal aku mencintaimu Dion..sangat mencintaimu...
***
Di sebuah apartemen mewah Dion menurunkan keysila seorang diri,dion sengaja mengintai dari jauh karna memang cara kerjanya seperti itu.Dion boleh mendekat jika keysila merasa tidak nyaman dengan sikap pelanggannya.
Di lobby apartemen,keysila yang mempunyai nama lain "rose" di sambut hangat oleh tuan Diego yang merupakan seorang pengusaha sukses.Beberapa kali Diego ingin memperlihatkan itikad baiknya untuk menyunting keysila,namun keysila menolak tawaran tersebut sebab key tidak ada perasaan apapun terhadap Diego.
"aku baru saja akan menjemputmu,"Diego mencium pipi kanan dan kiri keysila."apa kamu sudah tidak sabar bertemu denganku hingga kamu ke sini sendiri,"
"astaga tuan apa yang kamu bicarakan,"key tersenyum ke arah Diego dan hal itu membuat Diego makin ingin memiliki keysila.
"terima pinangan ku rose,aku akan membahagiakanmu,"Diego menyentuh lembut anak rambut keysila dan menatap keysila lekat.
"aku tidak pernah jatuh cinta kepadamu tuan,bukankah itu berarti anda sudah gagal membuatku jatuh cinta...,"
"aku akan terus berusaha sampai bisa membuatmu jatuh cinta padaku,"
"akan aku tunggu semua itu terjadi tuan,"
"baik kita berangkat okay,Hari ini aku minta kamu berakting jadi tunangan ku,"
"kenapa seperti itu,"
"aku hanya berusaha membantu seseorang untuk memulihkan anaknya yang tidak normal,"
"tidak normal gimana??,"
"dia tidak selera terhadap wanita manapun,aku memintamu berpura-pura menjadi tunangan ku, agar dia ingin cepat mencari pasangan karna iri dengan kemesraan kita nanti,"
"ingat tuan,kamu di larang menyentuhku secara berlebihan,"
"iya sayang aku ingat akan itu,kamu tenang saja okay,"
Tangan keysila melingkar manja pada lengan kekar Diego, keduanya memasuki mobil mewah yang sudah menunggunya dari tadi.Mobil Dion mengikuti dari belakang untuk memastikan keselamatan keysila.
Di sebuah rumah makan Diego dan keysila masuk kedalam restoran tersebut.Sekertaris Diego yang merupakan seorang lelaki menatap kagum pada wanita yang di bawa oleh bosnya tersebut.
"dia sekertaris ku ,"
"saya Arman,"mengulurkan tangannya.
"aku rose,"menyambut tangan keysila.
"senang bisa bertemu dengan anda nona,"Arman mencium sekilas tangan key sebelum melepaskannya."bukannya kemarin kita sudah membahas soal berkas ini pak,"
"hmm ya,kita sudah deal tapi pak Handoko meminta bantuanku,"
"bantuan apa??"
"kamu tau kan putra beliau satu-satunya terlalu dingin terhadap wanita,jadi dia menyuruhku membawa wanita cantik untuk jadi tunangan ku agar putra Handoko bisa iri padaku,,"
"kenapa anda mau melakukan hal sebodoh itu pak,"Arman tersenyum karna rencana itu terdengar konyol.
"aku punya hutang Budi banyak padanya,jadi aku tidak bisa menolak keinginannya,"
"jadi nona hanya wanita bayaran saja,"
"hmm iya Arman,"
"wahh berapa tarif nona??,"
"apa kamu yakin ingin tau tarif dia??,"
"berapa pak?"
"80 juta,"
"astaga...satu hari 80 juta....,"
"satu jam bukan satu hari,"sahut keysila tersenyum.
"rasanya aku tak akan sanggup menyewa nona untuk sekedar mengajak nona minum kopi,"
"maaf Arman,jika aku tidak terikat kontrak,aku akan memenuhi keinginanmu untuk itu,"
"astaga...ternyata nona sangatlah baik,"
"sudah cukup untuk itu Arman,target kita sudah sampai..."
Deandra memasuki restoran tersebut dengan langkah tenang bersama martin dan sekertaris pribadi Dean sendiri.Matanya terlihat dingin bahkan tidak memperhatikan sekitar,dia berjalan dengan masih membaca beberapa berkas yang belum selesai dia pelajari.Martin mengambil berkas tersebut karna sudah sangat dekat dengan meja Diego.
"aku belum selesai mar,"
"itu saja sudah cukup,meja nomer 16 kita ke sana,apa kamu ingin tersandung meja jika kamu berjalan sambil membaca,"
"aku tidak bertanggung jawab jika nanti aku tidak paham dengan berkas itu,"
"iya gpp yang penting sekarang kita kesana,"
Dean melihat ke arah meja nomer 16, matanya seolah langsung terhipnotis dengan sosok wanita yang berada di sana.Dia hampir tidak bernafas beberapa detik saat melihat sosok yang di carinya ada di depan mata.Meski dia belum yakin akan itu,namun jantungnya mulai berdegup tidak beraturan saat kakinya berjalan mendekati wanita yang sudah menganggu pikirannya selama ini.
keysila...akhirnya aku menemukanmu...-
NB.gambar ilustrasi Dean🤤😍
bersambung
silahkan like dan komen di bawah
jangan lupa Vote author biar author makin semangat dalam berkarya..
makasih 😘