
Keesokan harinya...
๐ ๐ ๐
Key bangun dengan wajah pucat dan mata sembab,semalaman dia menangis karena memikirkan budhe Rani yang begitu tega padanya.Key memutuskan untuk keluar kamar meski saat itu masih terlihat gelap.Kakinya melangkah ke arah dapur dan tersenyum saat melihat Bik Iyem yang sudah sibuk memasak.
"Kok sudah bangun non,banyak nyamuk ya jadi nggak nyenyak tidurnya,"Tersenyum.
"Nggak kok bik,masak apa bik?"Duduk di kursi lusuh milik Bik Iyem.
"Masak seadanya non."
Terlihat beberapa potong tempe dan ikan kecil yang sudah tersaji di meja makan.Bik Iyem sendiri masih sibuk membersihkan sayur sebagai pelengkap masakan.Air mata keysila terurai sebab bik iyem mengingatkanya pada ibunya.
"Kok nangis non aduhh,kenapa lagi."Tanya Bik Iyem mengusap lembut punggung keysila."Nggak usah di pikirin budhe Rani non,tinggal sama bibik saja nggak apa-apa."Tutur Bik Iyem agar Keysila merasa tenang.
"Maaf Bik,Key hanya inget sama mendiang ibu saja."Keysila mengusap air matanya sebab dia tidak ingin melihat Bik Iyem ikut bersedih.
"Sabar ya non,Bik Iyem juga nggak bisa bantu banyak,cuman bisa kasih tempat tinggal saja buat Non Keysila."
"Ya ampun Bik aku sudah terima kasih banyak sudah di kasih tempat tinggal,jangan merasa seperti itu Bik.Mungkin nanti aku bakal cari kerja Bik,doain agar cepet dapet ya biar bisa kontrak rumah.Tapi aku cuma punya ijazah SMP saja Bik,aku nggak yakin bakal dapet kerjaan atau tidak."ucap Keysila lirih.
"Asal mau berusaha pasti dapet Non,tidak perlu terburu-buru juga.Non tenangin diri Non dulu baru cari kerja kalau perasaann Non sudah baik,"Tersenyum ke arah Keysila.
"Hmm iya Bik terima kasih."Membalas senyuman Bik Iyem.
"Sama-sama Non.."
"Sini Bik biar aku bantu naruh,"Keysila mengambil sayur yang sudah matang dari tangan Bik Iyem.
"Hati-hati non panas,"Kata Bik Iyem khawatir.
Keysila hanya tersenyum membalasnya dan segera menaruh panci sayur ke atas meja yang terlihat sangat lusuh.
"Non sebaiknya mandi terus sarapan,kalau siangan dikit nanti malah anak-anak keburu bangun Non,"Kata Bik Iyem menyarankan.
"Hmm baik bik aku mandi dulu ya,"
Keysila tersenyum sejenak dan berjalan masuk ke arah kamarnya.Dia mengambil tas yang berada di bawah tempat tidurnya dan mengambil baju yang akan di pakainya nanti.Keysila juga memunggut baju basah yang kemarin dipakainya,dia berniat mencucinya sekalian.Keysila memeriksa isi kantung yang terlihat tebal saat di pegangnya,dia menemukan lipatan kertas yang sudah basah,perlahan Keysila membuka kertas tersebut dan teringat jika ini adalah nomer telfon Dean.
"Astaga aku lupa,ini kan nomer kak Dean,duuuhh nomernya sudah nggak kelihatan karena kena air.Harusnya aku bisa minta bantuan dia buat cari kerja tapi nomernya sudah tidak bisa di baca."
Keysila masih mencoba membaca nomer tersebut namun nomer sudah benar-benar tidak bisa terbaca karena basah.
"Aku juga lupa tidak bertanya nama mini marketnya apa?"Key menarik nafas panjang karena merasa kesal dengan dirinya sendiri."Sudahlah sebaiknya aku mandi daripada nanti anak bik Iyem keburu bangun."
***
๐ซSMANJAYA33๐ซ
Dion mencari keberadaan keysila di seluru sudut sekolahan namun tidak menemukannya.Sejak hari Sabtu malam,Dion sudah tidak mendapat kabar apapun dari key sampai Senin ini.Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kelas IPA A,namun keysila tetap tidak ada di kelasnya.
"Kemana anak itu,dari kemarin nomernya nggak aktif terus sekarang nggak ada juga di kelas."Dion mencoba menghubungi nomer key lagi tapi nomernya masih tidak aktif."Aku malah khawatir kalau begini,apa pulang sekolah aku kerumah dia saja,mungkin saja itu anak sakit.Hari ini tugas aku banyak banget lagi,kalau Key sakit aduuuuhhhh acara aku sama Stefany gagal donk,"Gerutu Dion yang masih memikirkan soal dirinya sendiri.
.
.
.
๐๐๐
Sementara keysila sudah bersiap untuk mencari perkerjaan hari ini,dia memakai baju sekolahnya dulu dengan melepas semua atribut yang terpasang di saku juga lengan.Meski begitu dia masih telihat begitu cantik walaupun dia sedang memakai baju tidak layak pakai.Dia memasukan ijazah terakhirnya ke dalam tas dan bersiap untuk berangkat.Tidak lupa dia mengunci pintu rumah Bik Iyem lalu menaruh kunci pada pot bunga sesuai dengan perintah Bik Iyem sebelum berangkat ke rumah budhe Rani.
Saat keysila keluar dari gang kecil,secara bersamaan sebuah bus terlihat baru saja melaju pergi.Bus tersebut memuat Dean yang sejak dari kemarin mencari keberadaan keysila.
Sudah dua hari ini dean naik bus dan berhenti di halte di mana keysila berhenti kemarin.Dia sampai menunggu anak-anak pulang sekolah berharap dapat menemukan Keysila namun tetap tidak menemukannya.
"Padahal seragam mereka sama,kenapa dia tidak ada.Astaga aku benar-benar bodoh sudah melakukan hal ini,seharusnya kemarin aku antar dia sampai rumah agar aku tahu di mana tempat tinggalnya.Kenapa dia juga tidak menghubungiku,aaaggghhhh...!! Rasanya aku kesal karena tidak bisa menemukannya,"Dean pun menghubungi seseorang dan menyuruh mereka menjemputnya di halte.
.
.
.
๐ Rumah budhe Rani๐
Siang itu dion memutuskan pergi kerumah budhe Rani untuk menanyakan kabar tentang keysila.Dia memencet bel yang tertempel di dinding pagar rumah tersebut.Beberapa menit menunggu keluarlah budhe Rani dengan gaya berpakaian yang tidak sesuai dengan umurnya.Gairah budhe Rani seolah terbakar saat melihat Dion yang memang terlihat sangat tampan meskipun dia masih bersekolah.
"Siang Tante."Sapa Dion ramah.
"Iya siang,mau cari siapa ya,"Jawab budhe Rani yang terlihat sok cantik.
Astaga berondong..!!Dia sangat tampan..!!Andai saja dia mau jadi pacar aku,bakal aku kasih apapun untuk dia..
Budhe Rani melihat Dion dari atas sampai bawah serayap mengigit bibir bawahnya.
"Itu Tan saya temannya keysila,"jawab Dion menjelaskan.
"Keysila..!!"Raut wajah Budhe Rani langsung berubah kesal."Di sini tidak ada yang namanya Keysila..!!"Jawabnya ketus.
"Saya pernah ngantar Keysila pulang ke sini Tan,"
"Iya tapi Key sudah nggak di sini lagi..!"
"Kemana dia Tan??"Tanya Dion masih berusaha bertanya membuat Budhe Rani semakin kesal.
"Pulang ke kampungnya,nggak tahu kenapa,aku sudah coba cegah tapi dia ngomong sudah nggak betah tinggal di sini.Daripada kamu cari keysila lebih baik kamu cari aku saja gimana?"budhe Rani mengusap lembut dada Dion.
Astaga ternyata budhe Keysila suka beginian juga haha,lumayan lah buat tambahan pelanggan aku..
"Memang Tante tidak punya suami?"Tanya Dion memancing ucapan budhe Rani.
"Suami Tante sudah tua,sudah bau tanah.Tante tuh maunya cowok seperti kamu."Tangan budhe Rani bermain di perut sixpack milik Dion.
"Tarif aku mahal Tan,"tersenyum nakal.
"Sebanyak apa??"Tanya Dion bersemangat jika membahas soal uang.
"Terserah kamu,bagaimana?"
"Oke tan aku mau,tapi aku nggak suka pacaran di rumah,"
"Iya sayang..kita ketemu di hotel ya,"Budhe Rani merapatkan tubuhnya ke tubuh Dion yang masih berbalut seragam.
"Tante ketik nomer aku,nanti kalau sudah sampe hotel Tante hubungin aku ya,"
Dion pun memberikan nomer kontaknya pada Tante Rani.
"Nama kamu siapa sayang,"Tutur Dion mengoda.
"Panggil aku Rani,"
"Rani hmm baik,aku permisi dulu.sampai jumpa di hotel nanti."
Dion mencium tangan budhe Rani kemudian berjalan pergi.Selain seorang pelajar,Dion juga berkerja sebagai G#golo tingkat atas yang suka melayani tante-tante kaya yang kesepian.Sangat mengagetkan bukan?keysila bahkan tidak tahu jika Dion merupakan bukan teman yang baik.
Di tengah perjalanannya pulang tidak sengaja Dion bertemu dengan Keysila yang tengah duduk di sebuah halte di pinggir jalan.Dia segera meminggirkan motornya dan menghampiri keysila.
"Astaga kamu lagi ngapain di sini,"Sapa Dion yang langsung duduk di samping Keysila."Aku cariin di sekolah tadi,terus ini tadi aku dari rumah kamu tapi kata Tante Rani kamu sudah pulang kampung,"Imbuh Dion bertanya.
"Aku..Aku di usir budhe Rani,Dion..."Ucap keysila lembut.
"Maksudnya?"
"Aku nggak tahu salah aku apa,hari Sabtu setelah terakhir kali aku ketemu kamu, tiba-tiba aku di usir dari rumah,jadi mungkin aku nggak bisa lanjutin sekolah lagi,"Kata Keysila menjelaskan.
Tugas aku gimana donk kalau dia sudah nggak sekolah...
"Astaga kenapa begitu Key?"Kata Dion pura-pura kaget.
"Aku nggak tahu Dion."Jawab Keysila lirih.
"Terus ini kamu mau kemana?"
"Aku tadi nyari kerjaan tapi belum dapat,"Jawab Keysila mencoba tersenyum.
Dion tersenyum menyeringai mendengar ucapan keysila.
Wahh kesempatan bagus..!!
"Emm kamu mau kerja di tempat Om aku?"Kata Dion menawarkan.
"Kerja apa Dion?"
"Om aku punya club malam gitu,kalau kamu mau nanti aku bilang Om aku deh."
"Club?"Kata Keysila mengulang.
Bukannya itu tempat nggak bener ya..
"Iya Club Key,tugas kamu cuma nganterin makanan minuman saja."Jawab Dion menjelaskan.
"Bukannya itu tempat nggak bener Dion?"Tanya Keysila lirih.
"Tergantung kamu juga Key,di sana juga ada pelayan yang pasang jasa plus-plus tapi kalau kamu nggak pakai begitu juga nggak apa-apa."
"Aku takut ke tempat gituan Dion,"Kata Keysila merasa ragu.
"Cari kerjaan itu sulit Key apalagi dengan ijazah SMP,kamu pikirin lagi deh.Kalau kamu kerja di situ kan enak,kamu bisa dapat uang dan bisa buka usaha atau apa gitu,soalnya om aku tuh berani bayar mahal meski cuma kerja sebagai pelayan saja.,jadi uang dari hasil kerja itu kan bisa kamu kumpulin"Jawab Dion berusaha menyakinkan.
Aku yakin seyakin-yakinnya kalau keysila bakal jadi primadona di sana.Dia cantik banget sumpah,wanita tercantik yang pernah aku temuin.Aku sayang kamu Keysila jadi aku nggak mau pacarin kamu meski aku suka sama kamu, karena aku nggak mau ngerusak kamu dengan gaya pacaran aku yang bebas.Besok setelah aku sudah punya uang banyak,aku bakal lamar kamu langsung buat jadi istri aku...
"Aku takut Dion,"Ucap Keysila lirih.
"Tenang saja kan ada aku,di sana tuh aman Key.Nanti aku bakal ngomong ke Om aku kalau kamu nggak mau Nerima tamu atau jasa plus-plus."Kata Dion terlihat sedikit memaksa.
"Kalau Om kamu ingkar gimana Dion?"
"Aku mampusin Om aku karena sudah nyakitin kamu haha.Sudahlah Key kamu tenang saja di sana banyak penjaganya kok,jadi kalau ada pengunjung yang bikin onar nanti bakal di singkirin sendiri,"Tersenyum
"Beneran nggak bakal ada seperti itu."Tanya Keysila yang belum merasa yakin.
"Maksudnya?"
"Pria hidung belang...Emm aku takut kalau bertemu dengan orang yang seperti itu."Jawab Keysila lirih.
"Di sana itu tempatnya pria hidung belang Key tapi ya itu,kalau kamu nggak terima tamu.Penjaga di sana bakal lindungi kamu kalau ada apa-apa.Emm gini saja,nanti malam aku bakal temenin kamu kesana,aku batalin deh janji aku sama Stefany malam ini."
Keysila terdiam dan sedang memikirkan hal itu sebab ada perasaan ragu di hatinya.
"Kalau iya sekarang Kamu aku anter pulang ke tempat tinggal kamu sekarang,biar aku nanti malam bisa jemput kamu.Gimana?"
"Kamu bakal jagain aku kan Dion?"Kata Key dengan nada lembut.
"Iya sayang Manis,takut banget sih,kalau ada Dion semua bakal beres,"Dion mengusap lembut kepala Keysila.
Aku paham kok Key kalau kamu suka sama aku,dari cara kamu lihat aku seperti ini.Dari saat wajah kamu berubah merah kalau aku panggil kamu dengan sebutan sayang.Hanya saja aku nggak mau ngomong dulu,tapi aku janji akan menjagamu sampai waktunya tiba.
Keysila mengangguk menerima tawaran dari Dion dengan wajah memerah yang terlihat jelas di pipi putihnya.-
Silahkan like ๐
Komentar ๐ฌ
Klik โฅ๏ธ
Vote juga please ๐
Terimakasih ๐
Salam You are mine keysila โฅ๏ธ