
🌁Mall🌁
Budhe Rani dan teman-temannya memutuskan untuk pergi ke mall seusai acara arisan yang di gelar di salah satu rumah mereka.
"Tumben kamu mau jalan sama kita,memangnya pacar kamu mana Ran?"
"Dia lagi ada bisnis di luar kota,uhh aku jadi kesepian deh nggak ada dia."Jawab budhe Rani Centil.
"Kan masih ada suami kamu Ran?"
"Bosen ahh..Males aku,sudah hilang selera..!!"
Semua teman-teman budhe Rani tertawa lebar mendengar jawaban dari budhe Rani.
"Awas kualat kamu Ran, jelek-jelek gitu juga suami kamu,"
"Aku dulu mau nikah sama dia itu karena hartanya,ehh ternyata dia nggak mati-mati, lama-lama aku racun saja biar cepat mati.."Jawab Budhe Rani yang terdengar tidak pantas untuk di bicarakan.
"Ehh Ran..!! Bukannya itu berondong kamu yah."Ucap salah satu temannya serayap menujuk ke sebuah toko emas yang ada di sana.
"Ehh iya Ran,sepertinya sama cewek lain tuh,aduh ceweknya muda cantik lagi Ran."Tutur teman Rani seolah meledek.
Ternyata kamu selingkuh Dion...!! Setelah aku ngasih semuanya ke kamu ternyata kamu malah sama cewek lain..!!
Rani segera berjalan masuk ke dalam toko emas tersebut,sedangkan teman-teman Rani malah menertawakan budhe Rani dengan penuh hinaan.
Tanpa aba-aba Rani langsung menjambak rambut panjang Keysila dari belakang,budhe Rani bahkan belum tahu jika wanita yang ada di hadapannya adalah Keysila,keponakannya sendiri.
"Aaaaggghhh sakit..."Pekik Keysila.
"Ohhh..!!! Ini alasan kamu nggak nemuin aku sayang..!!"
Seperti suara Bu-budhe Rani ...Tidak ini nggak mungkin Batin keysila serayap menahan sakit di bagian kepalanya.
Wajah Dion seketika pucat pasi,dia sudah tidak tahu harus berbuat apa.Bayangan tentang kehilangan Keysila langsung terbesit di dalam benaknya saat ini,dia paham jika Keysila akan marah dan mungkin akan membencinya untuk seumur hidup.
"Sakit Dion...!!"Jerit Keysila yang tidak di perdulikan oleh Dion yang tengah terpaku.
"Dasar pelakor,jangan hanya kamu cantik terus bisa seenaknya merebut kekasihku ya..!!!"Budhe Rani menjambak rambut Keysila lalu menghadapkannya ke arahnya sebab dia ingin melihat bagaimana wajah wanita yang sudah merebut perhatian Dion.
Jantung Keysila seakan berhenti berdetak saat melihat jika wanita yang menjambak rambutnya adalah budhe Rani."Bu Budhe...."Tutur Keysila lirih.
"Ohhh ternyata kamu anak sialan!!! Kamu mau balas dendam dengan merebut dia dariku..!!"Teriak budhe Rani membuat gaduh seisi toko.
"Di-Dion ini apa??"Ucap Keysila terbata,menuntut penjelasan dari Dion.
"Aku bisa jelasin ini sayang."Tutur Dion dengan wajah pucat pasi.
"Kamu berani memanggil dia begitu di hadapanku sayang?Lantas hubungan kita selama ini bagaimana sayang? Aku sudah memberikan semuanya untukmu bahkan kita berniat akan menikah setelah suamiku menceraikanku.."Ucap budhe Rani yang membuat lutut Keysila mendadak lemas.
"Diam kamu Rani ..!!! Aku akan kembalikan semuanya..!! Tapi jangan menganggu hidupku lagi,kau tahu aku hanya main-main denganmu! Aku tidak pernah menganggap semuanya serius!!Harusnya kau berkaca dahulu,kau sudah nenek-nenek tapi mengharapkan menikah denganku yang seharusnya pantas jadi anakmu."Jawab Dion membela diri.
"Aku sungguh mencintaimu Dion...Jangan berucap seperti itu,kau tidak tahu jika gadis ini bukan dari keturunan baik-baik,ibunya seorang pelakor dan ayahnya tukang selingkuh..!! Kamu tidak akan hidup bahagia dengan dia..!!"Menunjuk ke arah Keysila yang tengah berderai dengan air mata.
"SUDAH CUKUP...!!!"Teriak Keysila membuat Dion dan budhe Rani melihat ke arah Keysila."Atas dasar apa budhe menjelek-jelekkan orang tuaku seperti itu?Budhe sadar nggak!! budhe itu sudah punya suami,kenapa budhe berbuat seperti ini..!!"Tutur keysila yang memang sangat tidak pantas untuk marah.
"Tidak perlu berceramah seperti itu di hadapanku Keysila,lihatlah kenyataannya.!! Kau merebut pacarku bukan!! Dasar pelakor,percuma saja mempunyai wajah cantik tapi kau pakai untuk berbuat itu..!!"
"Sebaiknya kita pergi saja sayang."Tutur Dion meraih jemari keysila yang langsung di tampis kasar oleh keysila.
"Aku bisa jelaskan ini sayang..Aku mohon jangan seperti ini."Jawab Dion berusaha merajuk.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan,ternyata aku memang terlalu gelap mata dalam menilaimu sebab rasa cintaku yang berlebihan untukmu.Aku membatalkan rencana kita,aku tidak ingin hidup dengan lelaki sepertimu.."Tutur Keysila akan melangkah pergi namun Dion meraih tangan keysila lembut.
"Maaf key,aku menyesal melakukan ini,aku berjanji akan berubah dan meninggalkan semuanya."
Keysila menampis kasar tangan Dion dan berjalan melangkah pergi tanpa mengucapkan satu katapun.
"Sial...!!! Keysila tunggu aku.."Dion akan mengikuti keysila namun tangan budhe Rani mencegahnya."Apa maumu tua Bangka..!!!"Runtuk Dion kasar.
"Terserah kau mau berkata apapun padaku, jangan tinggalkan aku sayang,aku mohon aku sangat mencintaimu."Jawab Budhe Rani yang sudah hilang harga diri.
"Lepaskan aku s#alan..!!"Dion mendorong kasar tubuh budhe Rani sehingga budhe Rani terduduk di lantai lalu Dion berjalan pergi untuk menyusul Keysila.
Keysila sendiri langsung menaiki sebuah bus yang kebetulan tengah berhenti di halte yang berada tepat di depan Mall,dia langsung menutup korden bus agar Dion tidak melihat ke arahnya saat ini.
Kesalahanmu sungguh tidak bisa aku maafkan Dion,kau bahkan tahu jika dia adalah budheku sebab kau pernah beberapa kali bertemu dengannya saat menjemputku dulu.Aku tidak menyangka jika perbuatanmu sangatlah keji,aku memaafkanmu untuk semua kesalahan yang telah kau perbuat padaku,aku mencoba menutup mata dan menerima semuanya,namun tidak untuk sekarang..!! Aku benar-benar sangat membencimu..!! Keysila terisak-isak sebab hatinya terasa teramat sakit.Orang yang di bangga-banggakannya selama ini ternyata sudah menusuknya dari belakang dan yang paling menyakitkan untuk Keysila,dia sudah memberikan semuanya.Keysila merasa tidak ada lagi gunanya untuk hidup.
Aku ingin bersamamu ibu,aku tidak tahu jika dunia terasa sekejam ini.Aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa di sini,orang yang kupercaya ternyata tega melakukan hal itu padaku,bukannya lebih baik jika aku menyusulmu di sana..
"Maaf nona,anda mau turun di mana?"Tanya kondektur bus.
"Emmm apa di sekitar sini ada jembatan gantung pak?"Jawab keysila mengusap sisa air mata yang ada di pipinya.
"Hmm ada Nona,untuk apa nona ke sana."Ucap kondektur yang merasa curiga jika keysila akan berbuat hal yang tidak-tidak sebab melihat keadaanya yang sedang menangis saat ini.
"Emm saya hanya ingin mendinginkan pikiran saya saja pak."Mencoba tersenyum.
"Jangan berbuat macam-macam nona,semua masalah pasti ada penyelesaiannya."
"Bapak mikir apa sih,emm saya masih punya keluarga pak jadi saya tidak akan berbuat hal yang macam-macam,"Tersenyum.
"Syukurlah jika seperti itu,bapak cuma mau mengingatkan."Tutur kondektur itu sambil menuliskan karcis."25 ribu nona,setengah jam lagi sampai di tujuan."Memberikan selembar karcis.
Keysila mengambil uang 100 ribuan."Terimakasih pak,emm tidak perlu kembaliannya,buat bapak saja."
"Astaga non,terima kasih banyak.Emm ingat ya non,nggak boleh mikir macam-macam,"
"Iya pak terimakasih sudah di ingatkan."
"Baik saya mau lanjutkan perkerjaan saya."Tutur kondektur itu berjalan ke depan.
Sebentar lagi kita akan bertemu lagi ibu...Aku sangat merindukanmu...-
Holla🙋
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Click ♥️
Vote juga please 😘
Terimakasih 😘♥️
Salam You are mine keysila ♥️