
Di dalam mobil Dean...mata Dean terlihat merah sambil mengepalkan tangannya seolah sedang menahan amarahnya saat ini.Beberapa kali Dean menghembuskan nafas berat serayap menatap ke arah luar pintu kaca mobil.
"kamu ada ide bagus Martin,"ucap Dean tanpa melihat ke arah Martin."apa aku harus menambah lagi satu perusahaan agar orang itu mau menyerahkan keysila padaku,"
"menurutku itu sudah harga yang pas buat keysila,rasanya malah kemahalan,ngapain sih Nebus dia sgala,mending kamu kasih tuh perusahaan ke aku daripada kamu kasihkan mereka."jawab Martin yang selalu menjawab asal.
Dean langsung menempeleng kepala Martin hingga Martin hampir terbentur jog mobil."sakit Dean..!!"mengusap-usap belakang kepalanya.
"kamu mau aku pecat beneran..!! aku bertanya padamu soal ide,bukan sebuah kritikan!! aku tidak paham kenapa ayah mempertahankan karyawan seperti kamu..."
"ayah kamu terlanjur sayang sama aku hehe,"
Dean menatap Martin tajam seolah ingin memakannya hidup-hidup."hehe maaf Dean,,baik aku jawab dengan serius...menurutku bukan masalah nominalnya Dean,cuma tuh orang binggung harus pilih materi atau cinta keponakannya haha,jadi itu udah cukup buat jadi ancaman...sebentar lagi dia bakal hubungin kamu dan menyerahkan keysila padamu."
"apa ucapanmu serius??"
"hmm ya..kalo gag serius kan tinggal nutup itu usaha ilegal,bukannya itu sama aja perdagangan manusia,atau gini aja...laporin aja langsung biar kamu gag usah keluar uang,"
"aku gag mau ngelibatin keysila dalam masalah ini,aku cuma mau dia bebas dan gag kerja kayak gitu lagi..selepas dari situ aku gag mau campurin urusan orang itu,tapi kalau dia masih bersih kukuh terpaksa aku bakal tutup usaha dia."ucap Dean sambil membayangkan wajah cantik keysila.
"ya udah tunggu aja sampe besok Dean,"
"hmm ya...,"
keysila..aku merindukanmu..tunggu sebentar lagi..setelah itu aku akan membawamu pergi dari tempat kotor itu..
***
Om Iwan bergegas pulang kerumah setelah mendapat gertakan dari Dean,dia bahkan meliburkan tempat usahanya satu hari ini karna ingin berdiskusi dengan Marni sang istri.Om Iwan berjalan menghampiri Marni yang sedang duduk santai sambil menonton televisi.Dengan wajah gelisah om iwan duduk di samping istrinya.
"kenapa kamu pa?"tanya Marni yang langsung duduk tegap karna melihat ekspresi wajah suaminya yang tidak biasa.
"aku binggung ma,"
"binggung kenapa sih?"
"ada orang yang mau menebus keysila dengan harga tinggi,aku menolaknya karna aku takut kalau Dion marah,"om Iwan menjelaskan dengan wajah ketakutan.
"berapa uang?!"tanya Marni yang langsung bersemangat saat suaminya membahas masalah keysila yang sudah menghasilkan ratusan juta untuknya dalam satu tahun terakhir ini.
"800 milyar ma terus aku tolak tapi dia nambahin lagi bakal kasih perusahaan yang omsetnya udah 200 juta perhari,"
"astaga...serius kamu pa,??ya udah terima aja,,mama bisa beli rumah mewah donk kalau begitu,"
"yang jadi masalah itu Dion ma,aku takut dia marah kalau aku lepasin keysila.."
"gag usah ngomomg Dion..kamu terima tawaran itu biar orang itu yang jemput keysila sendiri,"
"ya gag bisa begitu donk ma,namanya udah di tebus harus kita yang kasihkan keysila."
"ya udah mama setuju.."
"terus Dion gimana??"ucap om Iwan yang masih binggung.
"yang penting kita udah serahin keysila..urusan kita kan beres pa,,mau Dion suka atau tidak biar dia usaha sendiri buat dapetin keysila..atau gini aja...uangnya kita bagi dua biar dia gag marah sama kita.."
"apa dion bakal mau ma??"
"Dion tuh mata duitan...pasti dia mau aja,kan keysila cuma di tebus gag di nikahin kan?"
"begitu ya ma,"ucap om Iwan yang masih tidak yakin dengan keputusannya.
"udah buruan hubungin orang itu..mama pengen lihat uang 800 milyar itu kayak apa,pokonya setelah ini mama mau belanja perhiasan haha,,buruan pa hubungin orangnya.."
"iya ma ini aku hubungi.."
Atas desakan sang istri akhirnya om Iwan mengatur pertemuan dengan Dean hari ini di sebuah tempat.Om Iwan bahkan tidak memikirkan semarah apa dion nantinya,, yang di fikirkan om Iwan adalah bagaimana usaha club' yang sudah lama berdiri tidak sampai di segel polisi.
***
Keysila melambai tangan ke arah mobil Dion yang baru saja melaju meninggalkan apartemennya.Bibir keysila tersenyum mengingat saat Dion begitu manis memperlakukannya,namun ada yang aneh di sini,perasaan keysila seolah biasa saja,dia merasa sangat senang namun perasaan yang di timbulkan sama halnya saat keysila bertemu Dion setiap harinya.
Setelah mobil Dion hilang dari pandangannya sebuah mobil berhenti tepat didepan tempat keysila berdiri.Om Iwan terlihat tersenyum dan keluar dari mobil tersebut.
gag biasanya om Iwan ke sini sendiri...ada apa ya?.
"pagi key.."ucap om Iwan yang terlihat keluar dari mobil tersebut.
"kok tumben ke sini om,"tanya keysila yang curiga dengan kedatangan om Iwan.
"hmm kamu siap-siap key ikut sama om,"kata om Iwan tersenyum.
"kemana om?"
"udah buruan ikut,,om ada kejutan buat kamu,"
"aku siap-siap dulu ya om,tidak apa-apa kan?"
"hmm boleh..om tunggu di lobby ya..buruan,"
"baik om tunggu sebentar.."ucap keysila langsung masuk ke apartemen sementara om Iwan menuju ke arah lobby untuk menunggu.
Di dalam apartemen keysila langsung ganti baju tanpa rasa curiga,dia mengambil ponsel berniat meletakkannya pada tas namun bateraynya terlihat tinggal 12 persen.Dia membuka laci dan tak menemukan power bank di sana,akhirnya keysila mencolokkan ponselnya di charge dan meninggalkan ponsel tersebut di apartemennya.Keysila berfikir mungkin ini hanya sebentar,karna dulu om Iwan pernah seperti ini saat dia menerima job dari orang yang cukup penting di kota ini,alasannya simpel.. dia hanya ingin tahu wanita yang di sewa seperti apa bentuknya,jadi om Iwan sampai rela menjemput keysila sendiri untuk bertemu orang tersebut.Hmm itulah yang di fikirkan keysila saat ini..Dia bahkan tidak tahu jika om Iwan sudah menjual dia pada Deandra.
Di dalam mobil tak seperti biasanya om Iwan tidak banyak bicara.Meski jarang berbincang lama,keysila tahu jika om Iwan seseorang yang mempunyai selera humor yang tinggi.Namun ada yang aneh dari om Iwan hari ini,dia Diam seribu bahasa seolah fikirannya tidak sedang fokus.
aku yakin Dion bakal marah besar sama aku tapi ya udahlah..keysila kan cuma mau di tebus bukan di nikahi jadi biar nanti aku kasih pengertian ke dia.
"aku pikir ketemuannya di rumah om,"ucap keysila lembut.
"orangnya minta ketemuan di sini,duduk key kita tunggu di sini,"om Iwan mengajak key duduk di salah satu tempat duduk di sana."kamu pesen aja sekalian sarapan,"imbuh om iwan tersenyum.
"aku tadi udah sarapan om,di bawain Dion hehe,"
"Dion dari apartemen kamu tadi?"
"hmm ya..emm itu om kita udah jadian,"
Saat keysila berkata seperti itu,terlihat Deandra datang dengan dua orang anak buahnya.
"ka..kalian sudah jadian??"tanya om Iwan dengan ekspresi kaget.
"hmm ya om,,baru kemarin,"ucap keysila terlihat bahagia.
astaga...rasanya aku makin gag tega ngelakuin ini ke keysila..tapi usahaku gimana kalo di tutup??istriku bakal marah dan itu lebih mengerikan dari apapun..udahlah nanti pokoknya aku harus nyoba ngomong ke Dion,mungkin setelah melihat uang sebanyak itu dia bisa berubah pikiran...
Mata keysila melebar saat melihat seseorang yang kini duduk di sampingnya.
apa dia yang akan menyewaku??terus kenapa dia bawa anak buah segala??.
"pagi sayang,"ucap Dean tersenyum menatap keysila lembut.
"ya pagi...om apa dia yang akan menyewaku?"tanya keysila menatap ke arah om iwan.
"maafkan om keysila..,"
"kenapa om minta maaf?"
apa ucapan Dean kemarin bener-bener di lakukan??.
"kalo om engak nyerahin kamu,usaha om bakal di tutup,"jawab om Iwan dengan wajah menyesal.
"apa maksudnya om?"
"aku sudah menebusmu keysila,"Dean mengambil koper hitam besar dan menyerahkannya pada om Iwan,"semua berkas perusahaan sudah saya taruh di situ,mungkin satu Minggu surat-surat nya bakal selesai,nanti biar orang saya yang akan mengantarkannya pada anda,silahkan anda periksa.."ucap Dean sambil tersenyum ke arah keysila.
Om Iwan pun membuka koper tersebut membuat keysila paham dengan apa yang sudah di lakukan om Iwan padanya.
"om jual aku..!!!"tanya keysila menatap penuh kecewa ke arah om Iwan.
"om terpaksa key,jika om tidak menerima ini,usaha om akan di tutup."
"kenapa om tega sih?!key udah anggap om keluarga sendiri.."
"maaf key,om permisi ya...om minta kamu jangan marah sama om,karna om juga gag punya pilihan lain,"
"silahkan tanda tangan surat perjanjian dulu,"
Om Iwan langsung menanda tangani surat perjanjian tersebut,sementara key hanya bisa melihat dengan air mata yang hampir saja tumpah.
"terima kasih,senang bisa berkerja sama dengan Anda,"ucap Dean mengulurkan tangan.
Om iwan menyambut tangan Dean sebentar dan pergi begitu saja tanpa melihat ke arah keysila yang sudah tidak sanggup untuk berbicara lagi.
maafkan om keysila..
Dunia apalagi yang harus aku jalani Tuhan..Air mata perlahan jatuh di sudut mata keysila.
"maaf keysila harus membawamu dengan cara seperti ini,aku tidak bermaksud untuk menghargaimu serendah itu,"ucap Dean yang merasa sangat bersalah karna membuat keysila menangis.
"jangan munafik tuan..!! nyatanya anda melakukan hal ini kepada saya!!"ucapan keysila masih terdengar sangat lembut.
"ini untuk kebaikanmu keysila.."
"kebaikanku atau kebaikan anda...!! saya sungguh menyesal mengenal pria seperti anda..!! sekarang apa anda sudah puas hah!! setelah ini anda akan melakukan apa?? menyuruh saya menikah dengan anda atau apa..!!"
"aku tidak akan menyuruhmu melakukan apapun keysila,aku hanya ingin membebaskanmu dari orang yang hanya ingin memanfaatkanmu saja."
Keysila langsung berdiri namun Dean mengengam erat pergelangan tangan keysila.
astaga...kulitnya lembut sekali...
"tolong lepasin saya tuan,"
"kamu mau kemana??"
"ke apartemen ku,aku mau mengambil ponselku,"keysila akan melepaskan diri namun tidak bisa.
"akan ku belikan ponsel yang lebih mahal dari itu,"
"aku menghubungi seseorang,"
"apa Dion??...aku tidak akan membiarkanmu menghubunginya,"Dean memberi isyarat pada anak buahnya untuk membius keysila.Tubuh kesyila ambruk menimpa Dean."bukakan pintu,aku sendiri yang akan membawanya,"Dean langsung memapah tubuh keysila dan berjalan keluar restoran.
suatu saat nanti kamu akan paham dengan maksud baikku keysila..maaf sudah menyakiti hatimu,tapi ini semua demi kebaikanmu...-
**bersambung.-
silahkan like dan komentar di bawah biar author makin semangat up-nya...
vote Author juga ya jangan lupa😊
makasi😘😘**