You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
bab 15



Keysila masih merasa binggung dengan respon jantungnya saat mendengar Dean berucap soal isi hatinya.Keysila kembali menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan sambil terus memegangi dadanya,dia bahkan hampir lupa jika saat ini Dean sedang memperhatikan tingkah lakunya yang konyol.


astaga..dia masih saja bersikap seperti itu..


"Ehemm...,"menatap fokus ke arah keysila.


Keysila menatap Dean dengan raut wajah binggung."tidak usah menatapku seperti itu key,aku tidak membutuhkan sebuah jawaban jadi jangan berfikir jika aku memaksamu."


"lantas semua ini namanya apa jika tidak memaksa?"


"aku mencintaimu dan sudah seharusnya aku melindungi wanita yang ku cintai dari orang yang hanya memanfaatkanmu."


"jangan terlalu bermimpi tuan,,aku tidak akan pernah mencintaimu,"ucap keysila lirih dan hampir tak terdengar.


"hmm tidak masalah untukku.., Sebaiknya kamu cepat mandi terus kita makan bersama,aku tunggu di bawah ya,"


Tanpa menunggu balasan keysila,Dean mengusap lembut kepala keysila dan berjalan keluar.


Deg...


"benar-benar ada yang salah dengan jantungku..rasanya akhir-akhir ini aku sering berdebar-debar tanpa alasan,ahhh sudahlah...dia menyuruhku mandi tapi tidak memberikanku baju ganti.",gerutu keysila serayap berjalan ke arah lemari pakaian.


Dia membuka lemari tersebut dan terkejut saat sudah ada banyak baju tergantung di sana."ini baju siapa?kenapa sudah tergantung di sini?apa punya adeknya atau kakak perempuannya,sebaiknya aku tidak menyentuh semua barang yang berada di sini,aku pakai baju ini lagi aja,"keysila kembali menutup lemari dan berjalan masuk ke kamar mandi.


***


Dion sedang berdiri di kamar apartemen milik keysila,Dia menombol bel puluhan kali namun tidak ada respon apapun dari sana.Dia berusaha menelfon keysila namun tetap tak ada respon,bagaimana bisa merespon?ponsel keysila bahkan berada di dalam apartemen sekarang.


"kenapa dia tidak mengangkat telfon dariku..!! apa dia benar-benar ingin pergi dariku..please sayang.. angkat telfon aku..aku mohon,"dion masih berusaha menghubungi keysila namun tetap tidak ada jawaban."kemana Dean membawa wanitaku..!!"teriak dean sambil menendang pintu apartemen.


Dion buru-buru mengangkat sebuah panggilan saat ponselnya bergetar.


πŸ“²πŸ“²


"halo sayang..,"


"astaga kamu langsung tahu kalau ini aku,"


aku pikir keysila ternyata Tante sialan itu..!!.


"jelas tahu donk sayang, karna kamu tuh satu-satunya.."kata Dion menggombal.


"ahh bisa aja,aku merindukanmu Dion,bisakah kita bertemu?aku ingin mandi keringat bersamamu,"


"aku juga sayang...mendengar kamu berbicara begitu saja membuat juniorku meronta,kita bertemu di tempat biasa,"


"baik sayang aku tunggu."


Panggilan terputus,Dion memasukkan ponselnya ke saku celananya."sebaiknya aku bertemu dengan Tante rani agar pikiranku bisa sedikit rileks,semoga saja setelah itu keysila sudah kembali ke sini."


Dion masih saja berharap jika keysila akan kembali,Dia tidak menyadari bahkan Dean sudah membawa keysila pergi jauh darinya.


***


Keysila keluar kamar dengan memakai baju yang sama,hal itu membuat Dean berfikir jika key belum mandi saat ini.


"apa kamu terbiasa mandi malam key?"ucap Dean menyapa keysila yang baru saja menuruni tangga.


"tidak..! kenapa bertanya begitu?"


"emm terus kenapa kamu belum mandi??"


"udah kok...!!"jawab keysila kesal.


udah mandi di bilang belum...


"kenapa kamu memakai baju yang sama key?"


"lantas aku harus memakai baju siapa tuan?"


"bukankah di lemari sudah ada baju tersedia?"


"aku tidak mau sembarangan menyentuh barangmu,"jawab key memalingkan wajah.


"itu memang aku belikan untukmu,jadi kamu bisa memakainya,bahkan semua fasilitas di sini kamu berhak menikmatinya."


Keysila hanya mematung sebab Dean tidak menyuruhnya untuk berganti baju.


"apa kamu tidak menyukai model baju itu?"


"aku tidak pernah memilih baju model apa yang harus ku pakai."


"lantas kenapa kamu tidak ganti baju,apa kamu menunggu aku yang menggantikannya?"Dean terkekeh sambil menatap ke arah keysila.


"ucapanmu sungguh tidak lucu tuan..!!"


"iya maaf aku hanya bercanda sayang.."


Deg...!!


"ganti bajumu setelah itu kita makan bersama,"imbuh Dean tersenyum menatap keysila.


Tanpa menjawab ucapan Dean keysila langsung menaiki tangga menuju ke kamarnya.


astaga...dia sangat konyol ternyata..kamu bahkan tidak pantas untuk berucap kasar sayang..jika kamu marah seperti itu,kamu terlihat makin mengemaskan...kamu cantik sekali keysila...


Saat makan bersama,keysila tidak mengatakan sepatah katapun, dia hanya fokus makan tanpa melihat atau sekedar melirik ke arah Dean.


"segitunya kamu membenciku sayang,"kata Dean yang sedari tadi menatap lekat ke arah keysila.


deg...!!!


"berhenti memanggilku dengan sebutan itu tuan,aku sungguh merasa tidak nyaman..!"


"maaf aku tidak bisa berhenti rasanya..jika aku bisa berhenti,mungkin sudah aku lakukan dari dulu saat kamu menghilang tiba-tiba.Tapi nyatanya aku tidak bisa berhenti memikirkanmu.Apalagi sekarang saat kamu sudah berada di hadapanku?apa menurutmu aku bisa berhenti??tidak keysila..aku tidak akan berhenti apapun yang terjadi."jawab Dean menegaskan.


"kamu tidak akan bisa memaksaku untuk menyukaimu tuan,karna aku sudah menyukai Dion..!"


"lantas ini apa namanya..!!"tanya keysila menatal Dean tajam.


"aku ingin kamu sadar jika takdir memang menginginkan kita bersama,"


Deg...!!


Dean tersenyum simpul menatap keysila namun keysila sendiri malah membuang muka dan melanjutkan aktivitas makannya."setelah ini temani aku ke suatu tempat,"imbuh Dean tersenyum tipis.


"hmm terserah bukannya aku sudah kamu beli,"jawab keysila ketus.


"nominal itu tidak sebanding denganmu sayang,"


"buktinya kamu membeliku..!!,jangan sok baik di depanku tuan..!"


"aku hanya menawarkan saja sayang,tapi nyatanya mereka menerimanya bukan?itu berarti mereka yang sudah menghargaimu sangat rendah."


"kamu mengancam om iwan!! bagaimana dia tidak menuruti apa maumu tuan?!"


"itu hanya gertakan sayang,aku tidak sungguh-sungguh.Aku berniat akan menambah satu buah perusahaan lagi jika mereka tidak membebaskanmu,apa hal itu belum cukup membuktikan bahwa kamu sangat berharga untukku?"kata Dean serayap mengedipkan sebelah matanya pada keysila.


ini sangat memuakkan..meski bagaimanapun dia sudah mengeluarkan banyak uang untukku..tapi..bagaimana kelanjutan hubunganku dengan Dion,aku bahkan menebak jika saat ini dion sedang bersedih karna tidak bisa menemukanku..


***


Tebakan keysila sungguh di luar dugaannya,sebab saat ini Dion tengah asyik bergumul dengan budhe Rani di sebuah hotel.Sebisanya Dion menahan setiap desahan karna tidak ingin lepas kendali dan menyebut nama keysila.Karna sampai saat ini Dion bahkan tidak bercerita pada budhe Rani bahwa dia masih berhubungan dengan keysila.


Setelah melakukan pelepasan beberapa kali,Dion ambruk di samping budhe Rani serayap mengatur nafasnya.Budhe Rani sendiri tersenyum senang karna selalu mendapat kepuasan saat bercinta dengan Dion.


"kamu sangat hebat sayang,aku belum pernah sepuas ini saat sedang bercinta,"


"hmm Tante,kalau aku gag hebat tarifku bakal murah..apa udah Tante transfer uangnya?"


"udah donk,Tante juga gag mau kesayangan Tante sampe kekurangan uang,"


hahaha lumayan uang dari Rani bisa aku buat main nanti malam..aku sebenarnya males melayani nih Tante,gimana gag males?barangnya udah kendur semua..cuma ya itu...kalo uangnya lancar tidak apa-apa lah yang pasti aku masih bisa nyari kepuasan lain...


"tan aku mau ganti mobil nih,"


"hmm terus.."jawab budhe Rani yang masih bermanja-manja dengan tubuh Dion yang kekar.


"ya udah gag jadi ngomong deh,"ucap dion pura-pura marah.


"besok kita ke showroom sayang,kamu pilih mobil sesuai dengan kemauan kamu oke."


"beneran nih Tan??"


"iya donk.. apa pernah Tante berbohong??"


"kalo kayak gini Dion makin sayang sama Tante."merengkuh tubuh budhe Rani.


"harus itu..selama sama Tante kamu gag boleh main sama cewek lain ya,"


"iya sayang pasti..."Dion mengecup bibir budhe Rani sejenak namun budhe Rani membalas ciuman tersebut.Mereka kembali memanas dan melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan.


***


Dua menit sudah mobil Dean melaju meninggalkan kediamannya,namun di dalam mobil tetap saja terasa sangat sepi.Tak ada obrolan apapun bahkan keysila selalu memunggungi Dean seolah tidak ingin melihat ke arah Dean.


"bisakah kamu membantu keysila?"kata Dion memecah suasana mencekam di dalam mobilnya.


"ucapkan saja,tidak usah berkata minta tolong,ini sudah tugasku karna kamu sudah membeli ku bukan..,"ucap keysila terdengar sangat lembut.


"jangan bilang seperti itu key,harga segitu itu belum cukup untuk membeli bidadari sepertimu,"


Deg...!!


"maaf sudah membuatmu merasa di rendahkan."


"aku udah pasrah dengan semua ini,jadi tidak perlu tuan membahas hal ini lagi,"jawab keysila yang masih tidak melihat ke arah Dean.


"hari ini aku dapat undangan di sebuah acara amal,bisakah kamu bersikap seolah aku ini kekasihmu keysila?"


"hmm baik.."jawab keysila singkat.


"aku tidak yakin kamu akan bisa bersikap hangat padaku,aku tidak ingin merasa malu di depan rekan Bisnisku,"kata Dean menjelaskan.


"kamu yakin akan mengenalkanku pada rekan bisnismu tuan,karena aku sudah sering dapat job dari para pengusaha muda."Keysila menatap ke arah Dean dan Dean balik menatap ke arahnya.


"Tidak masalah sayang."kembali fokus menyetir."aku bahkan tahu semua gosip tentangmu,wanita bayaran terhormat dengan tarif tertinggi,"


"mereka pasti berfikir kamu juga menyewaku seperti mereka."


"buat mereka tidak berfikir seperti itu sayang,aku akan mengabulkan satu permintaan untukmu jika kamu mau melakukan hal itu,asal jangan suruh aku membebaskanmu sekarang,"


"aku ingin bertemu Dion sekali saja,apa kamu sanggup memenuhinya tuan??"


"hmm oke..asal dalam pengawasanku, bagaimana??aku tidak ingin kamu terpengaruh lagi dengan benalu seperti dia.Bisa di terima syarat dariku."kata Dean kembali tersenyum ke arah keysila.


"baik tuan aku mau.."


aku hanya ingin mengucapkan ucapan perpisahan untukmu Dion..setidaknya aku tidak membuatmu terlalu khawatir padaku..


"kita sudah sampai sayang."mobil Dean terparkir di sebuah gedung pertemuan,Dean segera turun dan mengitari bagian depan mobil untuk membukakan pintu mobil untuk keysila."bisakah kita mulai sekenario itu sekarang sayang,"Dean mengulurkan tangan kanannya ke arah keysila yang masih duduk di dalam mobilnya.


"tentu saja sayang...aku akan membuat mereka percaya jika kamu sudah memilikiku,"keysila menyambut tangan Dean dan tersenyum ke arah Dean.


semoga ini bukan hanya sekedar skenario yang kita buat keysila..tapi skenario tuhan untuk mempersatukan kita...


jantungku rasanya ingin meloncat dari tempatnya saat dia menyentuhku seperti sekarang...huuufffttt...harus bisa berakting bagus biar aku bisa ketemu Dion meski hanya sekali..-


Silahkan like dan komen di bawah


Vote Author juga ya..


biar bisa terus berkarya.. makasih 😘😍