You Are Mine...!!Keysila

You Are Mine...!!Keysila
Chapter 25



☀️☀️☀️


Pagi itu seusai mandi,keysila berjalan keluar kamarnya berniat untuk turun kebawah,saat key hendak menutup pintu...


Cklek...


Pintu kamar Dean terbuka,Dean keluar dengan memakai setelan jas yang setara dengan dasinya.Keysila sangat terkesima dengan penampilan Dean yang memang terlihat sangat tampan dan dewasa.


Astaga...Tuan Dean terlihat tampan mengenakan jas tersebut. Batin keysila serayap terseyum menatap ke arah Dean.


"Pagi tuan..."Sapa keysila lembut.


"Pagi juga Keysila."Membalas senyuman keysila."Bagaimana tidurmu?"Menutup pintu dan berjalan ke arah keysila.


"Sangat nyenyak tuan,"Tersenyum manis.


"Ini kunci yang aku janjikan kemarin,"Memberikan sebuah kunci pada keysila.


"Terimakasih."Kembali tersenyum membuat Dean makin menggila.


Aku jadi malas berkerja jika seperti ini...


"Sebaiknya kita sarapan bersama."Ajak Dean yang saat ini sedang beradu manik dengan milik keysila.


"Hmm iya..."Keysila menunduk sebentar serayap memalingkan wajahnya.


Kenapa jantungku kembali seperti ini saat tuan Dean berada di dekatku...


Keduanya berjalan turun menuju ruang makan yang sudah tertata rapi,Dean dan keysila makan bersama namun keadaan tetaplah hening sebab keysila terlihat sangat fokus pada makanannya sedangkan Dean sendiri merasa gelisah dengan sikap acuh keysila saat ini.


"Apa kamu memang seperti ini key?"Tanya Dean yang sudah tidak tahan untuk berdiam diri.


"Seperti apa tuan maksudnya?"Masih tidak melihat ke arah Dean.


"Tidak banyak bicara?"


"Emm maaf tuan mungkin itu karena kita belum terlalu akrab,"Tutur keysila menjelaskan.


"Bagaimana kita bisa akrab jika kau tidak menceritakan soal dirimu keysila."Jawab Dean berprotes.


"Tuan silahkan bertanya nanti aku akan menjawabnya."Tersenyum tanpa melihat ke arah Dean.


"Menikahlah denganku keysila..."Tersenyum dan menatap ke arah keysila meski sedari tadi keysila tidak merespon tatapannya.


Deg....!


Keysila meletakan sendoknya serayap melihat ke arah Dean dengan raut wajah binggung,Hatinya sangat ingin berucap iya,namun dalam kenyataan keysila masih merasa jika Dion masih pantas untuk di perjuangkan,sebab Dion adalah cinta pertamanya juga orang yang cukup berarti di dalam hidup keysila.


"Apa kau ingin memaksaku melakukan hal itu tuan?"Tanya keysila lirih.


"Tidak keysila,aku hanya sekedar bertanya saja jika kau masih keberatan aku akan menunggunya."Jawab Dean yang sebenarnya merasa kecewa dengan semua ini,dia ingin sekali menjadi orang yang kejam dan menikahi keysila secara paksa.Namun wajah keysila kembali membuat nyalinya menciut,dia tidak sampai hati berbuat seperti itu apalagi sampai membuat keysila tertekan atas perbuatannya.


"Aku akan belajar menyukaimu tuan."Ucap keysila lirih serayap melanjutkan makannya.


"Apa aku tidak salah dengar keysila?"Ucap Dean terlihat senang.


"Tidak tuan,bukankah seharusnya seperti itu.",Tersenyum sebentar ke arah Dean.


"Aku tidak ingin kamu terlalu memaksakan dirimu keysila."Jawab Dean yang masih tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari bibir keysila.


"Tidak tuan tenanglah..."


Maaf tuan Dean,aku terpaksa berkata seperti itu,aku ingin mendapatkan kepercayaan darimu agar aku bisa kau beri kebebasan untuk keluar sendiri dan menemui Dion...


Skip


.


.


.


🌁🌁🌁


Dean fokus menghadap laptopnya untuk menggecek semua email yang masuk di perusahaannya,dia ingin cepat menyelesaikan perkerjaan ini agar dia bisa segera pulang dan menemui keysila.


Tok ..tok...tok ..


"Ya masuk..."Tutur Dean setengah berteriak.


Dua orang berpakaian serba hitam masuk dan langsung berdiri tepat di hadapan meja Dean.


"Pagi tuan.."


"Emm kami hanya mendapatkan bukti ini bos."Menyerahkan sebuah amplop.


Dean segera membuka amplop tersebut yang berisi dua buah foto Dion berjalan dengan beberapa wanita yang berbeda.


"Kami hanya mendapatkan bukti tersebut tuan sebab dari semalam dia hanya berada di club dan tidak keluar juga sampai pagi ini."


"Jadi setelah dia tahu tempat tinggalku dia menuju club dan tidak keluar sama sekali sampai pagi ini?"Tanya Dean meletakan amplop pada meja kerjanya.


"Iya tuan,kita tidak bisa memotret lebih jauh sebab takut terlalu mencolok jika berada di dalam club itu."


"Hmm selidiki terus,aku ingin kalian cari lebih banyak info soal dia."


"Hmm baik tuan kami permisi."Keduanya menunduk sebentar dan pergi.


"Apa kau masih akan mencintai lelaki ini jika tahu dia berhubungan dengan banyak wanita seperti ini keysila,aku akan memperlihatkan foto ini nanti.Jika kau menyerah dan ingin melupakannya maka aku akan menyudahi penyelidikan ini."Tutur Dean sambil terus memandangi foto yang berada di tangannya.


***


Club


Om Iwan harus terpaksa menginap di club sebab semalaman penuh Dion terkapar tak berdaya di atas meja club dengan keadaan mabuk berat.Bahkan sampai pagi ini,Dion masih belum sadar meski ponsel miliknya terus berdering.Om Iwan yang mendengar hal itu langsung menghampiri ke arah meja Dion.


"Heii Dion ponselmu sangat berisik,bangunlah...Angkat buruan mungkin job untuk kamu."Tutur om Iwan yang tidak berani sekedar melihat ke ponsel Dion.


Dion bergumah dan mengangkat kepalanya perlahan,kepalanya masih terasa sangat pusing saat ini,sehingga dia meraih ponsel yang berada di sampingnya dengan mata yang masih tertutup.


📲📲


"Hmm ya.."Dengan suara parau.


"Kamu di mana sayang?"


"Di club pamanku."


"Katanya mau jalan?"


"Hmm ya mungkin agak siangan sedikit Rani kepalaku masih sangat pusing karena Dedi mengajakku mabuk semalam."


"Astaga ya sudah,jam berapa kamu datang menjemputku?"


"jam satu bagaimana?"


"Oke sayang aku tunggu yah..Muach.."


Dion memutuskan panggilan tersebut begitu saja dan meletakkan ponselnya kembali."Dasar Tante tidak tahu diri,kemarin baru saja bertemu sekarang bertemu lagi.Apa dia sudah benar-benar bosan pada suaminya itu..!!"Runtuk Dion memijat-mijat keningnya sendiri.


"Kau harus patuh Dion,bukannya dia sudah memberimu segalanya.Minum ini agar kau bisa lebih baik."Om Iwan memberikan sebotol minuman untuk Dion,tanpa pikir panjang Dion meneguk minuman tersebut sampai habis.


"Carikan aku cara untuk menemui keysila paman."Tutur Dion yang sudah terlihat lebih baik.


"Paman juga tidak tahu bagaimana caranya Dion,soalnya paman lihat tuan Dean itu bukan orang biasa dan lagi...paman sangat takut dengan semua ancamannya."


"Carikan caranya saja,biar aku yang melakukan rencana itu,aku hanya perlu membawa keysila pergi jauh dari lelaki tersebut dan menikahinya.Jika keysila sudah menjadi milikku bukankah itu akan membuat dia pergi dengan sendirinya om."Tutur dion menjelaskan.


"Baiklah nanti om fikirkan caranya."


"Ya sudah aku mau pulang dan mandi nanti malam aku kesini lagi."Dengan badan terhuyung-huyung Dion berjalan ke luar club.


***


🏠🏠🏠


Keysila menghabiskan seharian dengan hanya duduk dan berkeliling rumah,dia mempunyai tujuan untuk itu.Keysila mencari cela bagaimana dia bisa kabur dari sana,namun rasanya dia tidak bisa kabur secara cepat sebab rumah Dean seakan sudah di peruntukan sebagai penjara untuknya.Pagar tinggi yang setiap ujungnya terdapat kaca-kaca runcing,dan ada dua orang penjaga yang menjaga pagar rumah tersebut,belum lagi CCTV yang selalu mengawasinya 24 jam,rasanya mengambil hati Dean adalah satu-satunya cara agar dia bisa kabur dari tempat ini.


"Aku benar-benar sudah mirip seekor burung yang di kurung dalam jeruji besi,aku bahkan tidak menemukan cela sedikitpun di sini."Menarik nafas panjang."Dion sekarang sedang apa ya?Dia pasti merasa khawatir padaku..."Gumah keysila menatap ke arah luar jendela kamarnya.-


Jika keysila tahu apa yang di lakukan Dion saat ini?Apa dia masih tetap berpihak pada Dion yang jelas-jelas sudah menjalin kisah cinta dengan Budhenya sendiri?Tetep setia😁Meskipun jarang up di usahakan satu Minggu sekali update nya sambil nunggu Revisinya selesai...


Terimakasih atas dukungannya


Silahkan like 👍


Komentar 💬


Klik♥️


Vote juga please 😚


♥️Salam sayang♥️


You Are mine..!! Keysila😘