
🏫SMANJAYA33🏫
Siang itu,Keysila berdiri terpaku melihat Dion yang berboncengan berdua bersama kekasihnya dan melewatinya begitu saja.
Apa yang lebih menarik dari dua Dion? Kenapa sedikitpun kamu tidak pernah melihat ke arahku. Batin Keysila yang langsung berjalan menuju ke arah halte yang berada di depan sekolahannya.
Beberapa saat menunggu,bus pun datang dan keysila segera naik,mungkin hari ini hari keberuntungannya sebab Keysila mendapatkan tempat duduk.Setelah melewati 3 pemberhentian bus keysila pun sampai di halte yang lumayan dekat dengan rumah budhe Rani.
Setibanya di rumah, Keysila melirik ke arah mobil pak de Yanto yang sudah terparkir di sana.Dia cepat-cepat menutup wajahnya dan masuk lewat pintu samping sebab itu adalah peraturan dari budhe Rani.Keysila selalu mematuhi peraturan tersebut meski terdengar aneh,sebab keysila yakin jika peraturan itu pasti untuk kebaikannya juga.
Ketika keysila membuka pintu samping yang memang tidak pernah terkunci pada siang hari, secara tidak sengaja keysila menabrak seseorang.Ya tentu saja orang itu adalah pak de Yanto.
"Ma maaf pak de,"Ucap keysila yang langsung berjalan menuju kamarnya.
"Tunggu key.."Sahut pak de Yanto lembut.
Key terpaksa berhenti karena sangat menghormati pak de Yanto yang sudah berbaik hati untuk membiayai sekolahnya.
"Iya pak de..Maaf Key mau ada perlu jadi buru-buru masuk,"Menunduk.
"Sesekali ngobrol Sama pak de,"Berjalan mendekati keysila.
"Maaf pak de,Key banyak PR dan kegiatan karena mau ujian nasional."Ucap Keysila beralasan.
"Anggap saja Pak de ini Ayah kamu,jadi bersikaplah biasa saja."Tersenyum.
Maaf pak de,Keysila juga ingin seperti itu,tapi budhe sendiri yang larang Key buat ketemu pak de atau sekedar mengobrol..
"Baik pak de,kalau begitu Key permisi dulu ya,"Masih menutupi wajahnya sambil menunduk.
Pasti Rani yang menyuruhnya bersikap seperti ini..
"Sudah punya uang jajan belum?"
"Ada pak de,itu...budhe Rani selalu ngasih Key uang buat jajan."Jawab keysila lirih.
"Hmm nih pak de tambahin,biar bisa buat kamu nongkrong sama temen-temen."Memberikan beberapa lembar uang pada keysila.
"Ma maaf pak de Key nggak bisa terima,"Merapatkan kedua tangganya.
"Terima saja Key,pak de sayang kamu mesti kamu bukan anak pak de sendiri."Tersenyum ramah ke arah Keysila.
Aku takut kena marah nanti...
"Tenang saja,,pak de nggak akan cerita sama budhe kalau kamu takut sama dia,ayo di terima,"Memegang tangan keysila dan memberikannya uang.
"Ma Makasi pak de,"Tetap menunduk.
"Sama-sama,ya sudah pak de istirahat dulu ya capek barusan pulang,kalau mau malam mingguan hati-hati,pakai baju yang sopan ya,"Mengusap lembut ujung kepala Keysila.
"Baik pak de."Jawab Keysila lirih.
pak de Yanto pun berjalan ke arah kamarnya,sementara keysila masih melihat ke arah pak de Yanto.
Padahal pak de Yanto sangat baik,kenapa budhe nggak ngebolehin aku ketemu pak de ya?? Pertanyaan itu selalu muncul dalam benak keysila meski hanya bisa tersimpan di dalam hatinya saja.
Setelah Menganti baju yang lusuh,keysila menutup pintu dan kembali berjalan keluar.Keysila memang jarang keluar rumah karena selain dia tidak ingin merepotkan budhenya,faktor lainnya adalah karena Key tidak pernah di berikan baju yang pantas untuk di kenakannya.Baju yang di berikan budhenya terkadang hanya baju bekas,baju yang tidak layak pakai.Namun entahlah..Key masih terlihat cantik meski hanya memakai baju seadanya.
👣👣👣
Keysila memutuskan untuk mencari buku terlebih dahulu sebelum mencari makan.Di toko buku keysila membeli satu pack buku tulis untuk persediaan nanti-nanti.Setelah mendapatkan buku tersebut dia berjalan menyusuri trotoar berniat mencari makanan yang sekiranya cocok di lidahnya.
"Enaknya makan apa ya?Aku bosen lihat makanan gitu-gitu saja,mumpung di kasih pak de uang lebih hehe."Gumah Keysila serayap memperhatikan sekitar.
Tiba-tiba langkah keysila terhenti saat dia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Seperti....,"
"Key untung ada kamu aduuuh...,"Ucap Dion yang tiba-tiba muncul dari sebuah restoran.
"Kamu kok di sini..?"Tanya keysila binggung.
"Key please tolongin aku donk."
"Tolong apaan lagi?"
Dion menyodorkan kertas bon yang tertera 450 ribu.
"Maksudnya?"Ucap keysila yang masih tidak paham.
"Uang aku tinggal 150 ribu Key."Memperlihatkan uang di dompetnya.
"Tadi kan sudah aku kasih."Tutur Keysila berprotes.
"Stefany minta beliin bedak,masa sih nggak aku beliin,kan gengsi.."
"Gengsi tapi kamu jadi kehabisan uang gini."Melirik malas ke arah Dion.
"Kamu punya nggak??300 saja..! Nanti aku kembalikan kalau aku punya uang."
Keysila menarik nafas panjang serayap melihat ke arah Dion.
"Malah ngelihatin sih??"Kata Dion tidak sabar.
Kalau nggak aku bantu kasian juga tapi...Aku nggak makan lagi donk..
"Please Key cantik,aku bakal malu banget kalau nggak bisa bayar,aku janji keysila,uang ini aku balikin serius..!!"Memperlihatkan kedua jari tangannya.
"Ya sudah nih..!"Key mengambil uang dari tas dan memberikannya pada Dion."Tapi...kasih aku.."Belum sempat ucapan key selesai Dion sudah berjalan ke arah restoran sambil berucap terima kasih.
"Aku nggak ada ongkos pulang maksudnya,"Ucap key lirih."Astaga terus aku pulangnya gimana?"Key hanya melihat ke arah Dion yang sudah menghilang dari pandangannya.
Keysila memutuskan balik arah untuk pulang,Dia menyusuri trotoar dan sesekali menengok sambil berharap ada yang memberikannya tumpangan.Namun mana ada yang memberikan tumpangan untuk gadis seperti dia,begitulah yang di fikirkan keysila.
Setengah jam kemudian keysila memutuskan untuk duduk beristirahat di depan rumah yang terlihat kosong.Dia capek..!ya tentu saja capek di tambah lapar,sebab daritadi siang dia juga belum makan.
Aduhhh...lemes banget rasanya... Eluh Keysila.
Keysila tidak hanya satu atau dua kali di perlakukan seperti ini oleh Dion,Tapi sudah berulang-ulang kali,Saat Dion mendapatkan masalah selalu dia yang merasakan akibatnya.Setelah 10 menit beristirahat keysila kembali melanjutkan perjalanannya.
Tanpa sengaja keysila melewati kantor polisi tempat Dean melaporkan berita kehilangannya.Saat keysila melintas,Dean terlihat baru saja keluar,kebetulan Dean memperhatikan Keysila dan menyadari jika keysila adalah gadis yang menolongnya tadi pagi.Dean langsung mempercepat langkahnya untuk mengejar keysila.
"Heii adik,"Teriak Dean berlari ke arah Keysila.
Keysila pun menoleh dan merasa binggung sebab tidak mengingat Dean.
"Kakak kenal aku?"Tanya keysila lembut.
"Kamu lupa sama aku?"Tersenyum menatap manik milik Keysila.
"Iya sebentar aku masih mengingatnya kak."Membalas senyuman Dean.
"Aku lelaki yang kamu tolong di bus tadi."Ucap Dean membantu Keysila mengingat dirinya.
"Ohhh iya aku ingat,hehe maaf kak aku lupa."Tutur keysila Tersenyum manis.
Astaga suaranya lembut sekali..
"Nggak apa-apa,emm kamu habis darimana?"
"Beli buku kak,kamu sendiri kak?"Memperlihatkan buku.
"Aku habis bikin laporan berita kehilangan,uangnya sih nggak seberapa cuma identitas aku yang penting,"Tersenyum.
"Berarti tadi beneran di copet?"
"Iya,emm..Rumah kamu sekitar sini?"Kembali tersenyum.
"Bukannya itu sangat jauh dari sini?"
"Iya kak."Tutur Keysila yang masih tersenyum meski wajahnya terlihat sangat pucat.
"Kamu mau jalan sampai sana?"Tanya Dean yang menebak sebab wajah keysila terlihat kelelahan.
"Iya kak,itu tadi ada temen minta bantuan jadi aku kasih uangku semua,terus aku lupa kalau nggak ada ongkos buat pulang,"Masih berusaha tersenyum.
Gadis yang sangat baik,dia sampai rela tersiksa demi untuk menolong temannya.
"Emm aku tadi punya hutang ke kamu kan,ini aku kasih sekarang."Kata Dean merogoh tasnya.
"Astaga kak nggak usah,maaf aku cerita itu bukan berniat untuk menagih."Ucap Keysila merasa tidak enak.
"Aku nggak ngerasa seperti kok,tapi kan memang aku punya hutang sama kamu."Tersenyum.
"Iya tapi aku masih kuat jalan kok kak,aku tadi nolongnya juga ikhlas,"
"Aku juga ikhlas buat kembaliin uangnya,nih terima saja oke."Dean memaksa keysila untuk menerimanya.
"Ini kebanyakan kak."Jawab Keysila lirih.
"Buat kamu jajan di sekolah besok,emm kamu ada waktu nggak?"
"Buat apa kak?"Keysila masih saja merasa tidak enak saat ini.
"Mau nemenin aku makan?"
Aku yakin dia belum makan..
"Makan??"melihat ke arah Dean.
"Iya makan di sana,"Menunjuk depot masakan Padang.
"Em tapi kak.."
"Sudah ayo,nggak boleh nolak oke."Dean merangkul kedua bahu keysila dan mengajaknya masuk ke depot masakan Padang yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
.
.
.
Keysila makan dengan lahap karna memang merasa lapar."Maaf ngajak makan di tempat seperti ini."Tutur Dean serayap memperhatikan keysila makan.
"Ya ampun kak,ini lebih dari cukup kok,"Jawab keysila yang baru sadar jika Dean sedang memperhatikannya.
" Nama kamu siapa?"Tersenyum.
"Aku key,Keysila.."
"Key...hmmm..aku Dean,"
"Ohh kak Dean,"Mengangguk-angguk sambil terus makan.
"Kamu kelas berapa Key?"
"Kelas 12 kak,"Tersenyum.
"Bentar lagi lulus donk."Dean bahkan tidak menyentuh makanannya sama sekali sebab pandangannya teralihkan dengan gadis kecil di depannya.
"Hmm iya.."Mengangguk.
Dia manis sekali... Batin Dean.
"Mau kuliah di mana?"
"Kerja mungkin kak,aku mau bantuin budhe aku mencari uang."Tersenyum.
"Memang budhe kamu kenapa?"
"Aku sudah sering merepotkan budhe kak,aku yatim piatu sejak kelas 4 SD terus budhe aku yang rawat aku dan nyekolahin aku,jadi aku nggak pernah mikir buat kuliah.Nggak mau ngerepotin lagi kak."
Dia sama sekali nggak malu cerita masalah itu..
"Ohh jadi kamu ikut budhe kamu,"
"Hmm iya kak,kakak sendiri kegiatannya apa?"Melihat ke arah Dean sejenak.
"Aku cuma pegawai sebuah minimarket saja,"Tersenyum saat manik Keysila melihat ke arahnya.
"Hmm gitu,"Melanjutkan makan.
Kenapa aku jadi berbohong..
"Rencana mau kerja apa kalau lulus."Tanya Dean lagi.
Keysila tersenyum serayap menatap Dean malu."Aku nggak tahu kak,Kalau ijazah SMA pasti kalau nggak kerja di pabrik ya di konter,atau di cafe,seadanya saja kak."
"Mau kerja di tempat aku?"Kata Dean menawarkan.
"Memang ada lowongan kak?"Jawab Keysila antusias.
"Kamu sekolah masih lama?"
"Enam bulan lagi mungkin,ini mulai persiapan ujian nasional,"Tersenyum
"Ya semoga waktu kamu lulus di tempat aku ada lowongan yah."
"Boleh kak aku mau."Jawab Keysila kegirangan.
Senyumnya cantik sekali padahal dia masih sangat belia..
"Bawa ponsel nggak?"
"Enggak kak, kebetulan tadi aku tinggal di rumah karena bateraynya habis."
"Ya sudah kamu kasih kontak kamu saja,"Menyodorkan ponselnya.
"Aku nggak hafal nomer aku kak,"Jawab Keysila lirih.
"Astaga...,oke biar aku catat saja nomerku."Dean mengambil bulpen dan buku yang ada di tasnya."Ini nomer kakak,kalau kamu minat nanti hubungin aku,atau gini saja,setelah sampai rumah nanti kamu chat nomer ini biar aku bisa kasih tahu kalou ada lowongan di tempatku,"Memberi secarik kertas.
"Hmm baik kak,"Keysila pun mengambil secarik kertas itu dan menaruhnya dalam saku bajunya."Emm karena sudah sore aku pamit dulu ya kak,Terimakasih sudah di traktir tadi."
"Iya sama-sama,makasih juga tadi pagi sudah di tolong."Jawab Dean ramah.
"Iya kak sama-sama,aku permisi kak,"Tersenyum sebentar dan berjalan keluar dari depot.
Pandangan Dean kembali teralihkan,dia melihat keysila lekat.Entah apa yang di fikirkannya saat ini,namun Dean kembali tersenyum.Padahal dalam kenyataannya,Dean adalah pria yang arogan dan gampang tersulut emosi.
"Ucapannya lembut sekali,"Tersenyum.."Iya kak terima kasih."Dean menirukan swara keysila serayap tersenyum,-
Silahkan like👍
Komentar 💬
Klik♥️
Vote juga yah😚
Terima kasih 😉
salam sayang...